Rabu, 16 Desember 2015

Semangat Mandiri, Berbagi, Dan Kreatif Bersama Morinaga Chil-Go!

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Generasi multitalenta di masa mendatang, Ai dan Adek. Tidak saja cerdas secara akademik, namun juga takwa. 
Walaupun memberikan ASI full sampai usia anak 2 tahun adalah cita-cita saya, namun apa daya, hasilnya tak sesuai harapan.Semua anak-anak saya harus dibantu dengan susu formula, karena produksi ASI saya sangat sedikit. Bahkan saat Ai lahir, tak setetespun ASI yang keluar dari payudara saya. Tapi tetap saja walau yang lainnya mendapat ASI, namun jumlahnya tidak mencukupi, sehingga harus ditambah dengan susu formula bubuk.

Jadi ingat masa saat mata masih  sepet karena mengantuk, harus membuat susu formula untuk bayi, karena produksi ASI saya tidak mencukupi kebutuhan nutrisi anak.Namun  demi tumbuh kembang optimal  anak, semua itu dilakoni dengan ringan dan iklash. Apalagi melihat anak-anak kemudian tumbuh menjadi sehat dan ceria, rasanya segala penat yang pernah dijalani menguap begitu saja. Cuma ya itu, kalau mau kemana-mana, bawaan menjadi bertambah. Termos, botol susu beberapa buah yang sudah disterilkan, dan susu formula tak boleh ketinggalan. Repot.., tapi demi anak dan pertumbuhannya, tetap harus dijalani.

 Sadar akan kebutuhan nutrisi anak yang terus meningkat, maka pemberian susu pun tidak saya hentikan walau masa pemberian ASI selama 2 tahun sudah terlewati. Bagi saya susu itu penting, untuk menambah asupan gizi selain dari makanan yang saya sediakan buat mereka. Karenanya, saya  saya masih menyediakan susu di rumah walau berupa susu bubuk . Apalagi anak-anak, terutama Ai dan Adek, sangat menyukai minum susu. Dan Ai sudah sejak usia 6 tahun sudah bisa membuat susu untuk dirinya sendiri dan juga untuk Adeknya.

Yang menjadi masalah adalah ketika anak-anak semakin tumbuh besar, dan banyak aktivitasnya. Seperti sekarang, saat usia Ai sudah 8 tahun dan adeknya 5 tahun. Walau Ai sudah bisa membuat susu sendiri, tetap saja  penggunaan susu bubuk sudah terasa kurang praktis untuk mengimbangi aktivitas mereka. Belum lagi soal selera yang kini semakin meningkat maunya. Kalau dulu rasa coklat cukup. Sekarang Adek pengen nyobain rasa vanila dan Ai pengen yang rasa strawberry. Wah…..repot!

Senin, 23 November 2015

Menjadi Guru Mengaji? Mengapa Tidak!

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

Menjadi guru mengaji?

Tidak pernah terpikir oleh saya suatu waktu kelak akan menjadi seorang guru mengaji. Kalau guru les Bahasa Inggris, pernah. Itu pun untuk anak-anak tetangga sekitar rumah, dan lembaga kursus Bahasa Inggris yang berada dekat rumah juga. Dan itu waktu saya masih belum menikah.

Tapi kalau menjadi  guru mengaji?  Saya enggak percaya diri dengan kemampuan saya dalam pengetahuan agama, sampai suatu kondisi memaksa saya memilih untuk menjadi guru mengaji. Dan itu untuk  anak saya sendiri, yakni Ai dan Adek.

Kamis, 19 November 2015

Bintang Untuk Emak; Memoar “Gado-Gado” Ala Pakde

Rubrik Gado-Gado di majalah Femina, dan blogger senior Abdul Cholik, yang biasa dipanggil Pakde.

Apa hubungannya?

Rubrik Gado-gado terkenal di kalangan penulis, dan berhasil nembus Femina untuk rubrik ini serasa gimana…gitu. Isinya berupa kisah inspiratif, humor, haru, sedih, bahkan horor. Sebagai pembaca Femina, saya selalu mencari rubrik ini pertama kali untuk dibaca. Isinya yang singkat dan ringan namun tidak ngeboseni dan bahkan selalu asyik untuk dibaca. Enggak heran khan rubrik ini sangat terkenal?

Pakde Cholik, di kalangan blogger, siapa yang tak kenal beliau? Seorang blogger senior yang sering menang lomba blog. Saya aja yang telat mengenal pensiunan Jenderal ini. Selain menerbitkan bukunya secara mandiri, Pakde Cholik ini juga menerbitkan bukunya di penerbit mayor. Sudah puluhan buku yang beliau tulis dan terbitkan. Dan sebagai blogger, wah.., saya harus belajar banyak dari beliau.

Lalu, sekali lagi nih, apa sih hubungannya antara rubrik Gado-gado dengan Pakde Cholik?

Pakde Cholik menulis buku memoar yang isinya mirip Gado-Gado Femina. Ada kisah haru, sedih, sarat hikmah, inspiratif, humor, dan macem-macem. Walau tebal, enggak usah takut untuk ngebacanya, karena Pakde Cholik membagi buku ini dalam puluhan bab. Setiap bab mengandung satu cerita. Jadi, membaca buku Bintang Untuk Emak, seperti membaca kumpulan kisah Gado-gado ala majalah Femina. Hanya saja, penulisnya satu orang, yakni Pakde Cholik.

Kamis, 05 November 2015

Saat Air Sumur Kami Kering..


http://www.rebellinasanty.blogspot.com
saat hujan turun, memandang dari balik jendela
Senang rasanya saat melihat titik-titik air turun membasahi dedaunan tanaman di halaman rumah. Dari tempat favorit saya di dekat jendela, mata saya leluasa melihat halaman depan yang basah oleh limpahan air hujan. Sungguh suatu kenikmatan yang tak terhingga mengingat berbulan-bulan lamanya di tempat saya ini sudah tidak turun hujan. Benar-benar kemarau yang paling parah yang pernah saya alami sejak pindah ke daerah ini.

Kamis, 15 Oktober 2015

Ibu Rumah Tangga Pun Butuh Kartu Nama

http://rebellinasanty.blogspot.com
Kartunama cantik sebagai jati diri dari praktisprint
Ibu rumah tangga butuh kartu nama?

Ah, enggak segitunya kalee…
Khan cuma di rumah saja

Jangan salah loh, Ibu rumah tangga itu banyak berkarya, walau dari rumah. Justru saking sibuknya sebagai ibu rumah tangga yang produktif, kartu nama perlu sebagai sarana awal memperkenalkan diri dalam lingkup sosial agar semakin dikenal. Apalagi kalau ibu rumah tangga itu kurang gaul tapi sok sibuk seperti saya. Kudu punya kartu nama!

Sejak menikah, kemudian mundur dari usaha dan memutuskan sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga, seperti ada yang hilang dari diri saya. Bukan berarti saya menyesali keputusan saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Tetapi gimana ya.., pokoknya serasa ada yang tercabut dari hidup saya.

Apalagi hampir 24 jam kehidupan saya hanya berkutat seputar tanah ukuran 14 x 27 m saja. Keluar rumah hanya untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga, ke warung, atau di akhir pekan sekedar cuci mata mencari tanaman bersama suami. Itu kalau tidak banyak pekerjaan domestik semisal mencuci pakaian, atau pun mengolah belanjaan buat kebutuhan rumah untuk sepekan ke depannya. Keluar rumah hanya bisa saat putri sulung saya libur sekolah atau suami  libur mengajar. Saya memang tidak punya asisten rumah tangga, sedangkan anak ke dua saya berkebutuhan khusus, yang   butuh penjagaan orang dewasa.  Itu sebabnya saya tidak leluasa keluar rumah. Bisa dikatakan, saya ini ibu rumah tangga yang kurang gaul.

Selasa, 06 Oktober 2015

Si Badung Dari Kampung


http://rebellinasanty.blogspot.com
Saya masih ingat siapa saja temen-temen masa kecil saya di atas. Saya yang duduk di sepeda roda 3. Lucu enggak, hehehe
Bicara masa kecil? Wah, itu  saya sekali deh. Kalau lagi ngumpul bareng anak-anak, saya suka berbagi cerita mengenai masa kecil saya di kampung.
Dan respon anak-anak mendengar cerita masa kecil saya?

“Wah..,Bunda badung!”

Segitunya?

Hiks..(Bundanya pura-pura nangis)

Tapi sepertinya, enggak salah sih pendapat mereka. Nenek dan mama saya sering menceritakan kebadungan yang saya lakukan sewaktu kecil. Setiap sore, saya yang sudah mandi dan didandani cantik dan imut, akan membuat nenek saya naik pitam lagi karena harus memandikan saya kembali.

Kenapa?

Jumat, 25 September 2015

Mari Kita Bicara Tentang Kematian Yang Kita Inginkan

http://rebellinasanty.blogspot.com
foto pribadi
Musibah Mina terjadi lagi. Saat tulisan ini diposting, masih simpang siur mengenai korban jiwa. Terakhir melihat running text di tv, sudah ada sekitar 700 korban jiwa yang tewas dalam peristiwa ini. Innalillahi wa iina ilaihi rojiuun. Semoga para korban termasuk golongan orang-orang yang syahid. Amiin…

http://rebellinasanty.blogspot.com
Musibah Mina, 2015. sumber foto: theguardian.com

Beberapa waktu terakhir ini saya selalu mengingat kematian. Tulisan ini saya buat sudah beberapa waktu, dan karena setiap kali menuliskannya saya gemetar, sehingga belum selesai juga. Sampai ketika musibah Mina terjadi kemarin, saya pun memutuskan menyelesaikannya. Siapa tahu, waktu untuk saya sudah dekat…

Setiap kali melintasi jalan yang ada kuburan, saya pasti akan menolehkan kepala kearah sana. Lalu dalam hati akan mengucap salam yang ditujukan kepada mereka yang terlebih dulu menempati alam kubur. Suatu waktu, saya pasti akan seperti mereka, membusuk jasad di sana, sementara ruh bersemayam di alam barzah, menunggu do’a-do’a yang dikirimkan oleh anak-anak saya,ditemani oleh amalan baik yang (mungkin) pernah saya lakukan dengan iklash dan hanya mengharap ridho-Nya.

Sabtu, 12 September 2015

Tantangan Riddle Dari Einstein. Sanggup Memecahkannya?

http://rebellinasanty.blogspot.com
sumber: di sini
Siapa tak kenal Einstein. Einstein ternyata punya sisi lain yang baru saya tahu, yakni menyukai  riddle. Einstein bahkan pernah membuat satu riddle yang ternyata sulit banget buat dipecahkan. Saya baru baca riddle dari Einstei ini dari situs viralnova. Tepatnya di link ini : http://www.viralnova.com/einstein-riddle/

Uhhh…,lumayan juga ngerahkan otak yang udah lemot ini agar mau kerja keras saat mencoba memecahkan riddle ini. Pake adu cepat dengan suami siapa lebih dulu yang mampu memecahkan riddle ini. Ternyata saya kalah! Tapi pake ngeles dong dengan alasan saya enggak fokus memecahkannya karena sembari browsing sana sini, hehehe.  Kalau teman-teman yang baca ini, saya yakin pasti bisa  memecahkan riddle dari Einstein ini. Enggak mudah tapi bukan bukan berarti enggak bisa dijawab loh.

Emang bagaimana sih riddlenya?

Kamis, 06 Agustus 2015

Lukisan Berhantu


 
http://rebellinasanty.blogspot.com
sumber: www.thesun.co.uk
Katanya, lukisan yang mengambarkan seorang bocah laki-laki yang sedang menangis itu, berhantu! Lukisan yang berjudul The Crying Boy itu dikabarkan membawa sial bagi yang memilikinya, bahkan hasil repronya sekalipun. Banyak yang mempercayai kebenaran berita ini, walau ada juga berita yang mengatakan semua itu adalah hoax. Namun, cerita mengenai lukisan berhantu ini mengingatkan saya akan pengalaman pribadi. Mengenai sebua lukisan, di sebuah kamar hotel yang ada di Cilegon. Dan Lukisan itu…

Tahun 2002 kejadiannya. Sudah lama banget ya, dan itu masih awal-awal pernikahan saya. Masih honeymoon ceritanya.

Saat itu suami sedang ada urusan ke Cilegon. Sebagai pengantin baru, dan perantauan pula, enggak enak banget khan ditinggal sendirian. Jadilah saya ngintil ikut suami. Dengan bis malam, kami pun berangkat menuju Cilegon.

Awuk-Awuk Ubi Ungu, Resep Mudah Tanpa Oven dan Bebas Gluten

http://rebellinasanty.blogspot.com
awuk-awuk ubi ungu, yummi. foto koleksi pribadi Rebellina
Ceritanya, saya nih dah lama enggak posting tulisan tentang resep favorit keluarga. Sejak ramadhan kemaren, kelelahan sepertinya belum mau beranjak pergi dari tubuh. Mau ngapa-ngapain bawaannya malas. Jangankan nulis resep, blog berkebun yang lagi dibenahi theme-nya aja masih terbengkalai. Takut lumutan dan penuh sarang laba-laba nih kalau dibiarkan terus rasa malasnya.

Untunglah..., tantangan GA-nya Pakde Abdul Cholik membuat semangat saya hadir lagi. Pakde Abdul Cholik ini seorang senior blogger yang sudah malang melintang di dunia blogging, sudah menulis beberapa buku, dan selalu rajin membuat GA, dan GAnya temanya unik-unik loh. Seperti kali ini, GA-nya tentang sepotong kue untuk Pakde. Hmm, jadi curiga , jangan-jangan Pakde mau ulang tahun nih

Sabtu, 01 Agustus 2015

Lonely In The Crowd

   
http://rebellinasanty.blogspot.com

 “Apa kabar, Ren?”

                Tulisan itu muncul di chat box  fbku. Sebut saja namanya Tiar, seorang sahabat sejak masa kuliah dulu. Kujawab kabarku baik, dan aku balik bertanya mengenai kabarnya saat ini.

                “Aku merasa tidak ada gunanya hidup,” tulisnya. “Aku merasa hampa dan tidak ada yang menyayangi dan peduli padaku,” lanjutnya dalam barisan tulisan berikutnya.

                Aku terenyuh membacanya. Aku mengenal baik sahabatku ini. Aku juga sedikit banyak tahu permasalahan yang dia hadapi. Perceraian. Padahal usia pernikahannya baru seumur jagung. Suatu pernikahan yang dinanti-nantinya selama bertahun-tahun, cuma dinikmatinya kurang dari 1 tahun. Melihat hal ini, aku tahu, komunikasi lewat chat box kurang efektif untuk melipur dukanya. Maka kuputuskan untuk meneleponnya.

Kamis, 09 Juli 2015

Setelah Pesta Usai, Dan 13 Tahun Sesudahnya...




http://rebellinasanty.blogspot.com


Setelah Pesta Usai, 13 Tahun Sudah, dan Kita Masih (Akan) Terus Berjuang

Seorang teman   begitu tahu aku akan menikah,  menghadiahiku sebuah puisi dan buku. Temanku ini, tak sekalipun aku pernah bersua dengannya. Komunikasi hanya dilakukan lewat pembicaraan online yang ngetop saat itu, yakni IRC (Internet Relay Chat). Diskusi tentang apa saja lumayan kerap kami lakukan saat itu, sampai kemudian aku menikah dan memutuskan ikut suami ke Bogor. Dan sejak saat itu, aku putus hubungan komunikasi dengannya.

Aku sangat terkesan dengan puisi yang dia kirimkan. Aku tidak tahu apakah puisi itu hasil karyanya sendiri, atau tidak. Yang pasti dia memberinya judul lain sesuai singkatan nama yang kupakai saat itu. Kini, 13 tahun sudah aku menjalani pernikahan dengan lelaki pilihan hatiku. Dan semua catatan yang terangkum dalam puisi itu. terasa sekali benarnya, sampai kini, dan pun kedepannya kelak. Karena itu pula, kuposting kembali dalam blog sebagai pengingat diriku, bahwa pernikahan itu adalah komitmen seumur hidup yang layak diperjuangkan walau untuk itu  kami harus melakukan banyak penyesuaian dan kesepakatan-kesepakatan.

Berikut puisi yang dikirimkan sobatku (AR)  itu padaku.

Minggu, 05 Juli 2015

Asyiknya Bersepatu Roda Di Dunia Inline Skate TMII

https://rebellinasanty.blogspot.com
Asyiknya bermain sepatu roda yang tidak terlupakan oleh Aisyah di Dunia Inline Skate TMII

 “Bun, kapan lagi kita bisa main sepatu roda?” tanya Aisyah pada saya beberapa hari yang lalu.

Sejenak saya menghentikan kesibukan saya mempersiapkan sajian untuk berbuka dan menoleh ke arah Aisyah yang berdiri di samping saya. “Kenapa kok jadi ingat pengen main sepatu roda?” balik saya bertanya.

“Soalnya asyik bangeettt sih..” katanya sambil nyengir.

Selasa, 23 Juni 2015

Mencari Semangat

http://rebellinasanty.blogspot.com
Ganbatte Ai!
Semangat
Kau dimana?
Saat aku membutuhkanmu
Untuk menuangkan segala ide liar di kepalaku
Kau malah lenyap berlindung di balik tubuh kuyu
Duh…

Rabu, 10 Juni 2015

Waspada MERS! Teror Virus Corona Dari Timur Tengah

http://rebellinasanty.blogspot.com
sumber: di sini

Waspada Mers! Wabah Mers lagi menyerang Koreal Selatan, dan berita terakhir yang saya baca di detik.com 10/6 lalu, wabah Mers telah menewaskan 7 orang dan menulari 90 orang lainnya. Karena wabah ini, beberapa negara telah memberikan travel warning untuk warganya yang ingin melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Indonesia sendiri masih memberikan travel advice buat warga Indonesia yang sedang berada di sana, seperti yang dilansir merdeka.com Senin, 8 Juni 2015 lalu.


Saya jadi bertanya-tanya, apa sih MERS itu. Mengapa yang meninggal (baru) 7 orang namun membuat teror ‘panik’ hingga ke berbagai negara? Apa penularannya sedemikian cepat dan belum ada obatnya?

Jumat, 05 Juni 2015

Belajar Dari 22 Tips Menulis Cerita Keren Pixar (1)

























Siapa yang tidak kenal Nemo? Saking terkenalnya, anak-anak dijamin lebih mengenal nama nemo untuk mengidentifikasi ikan badut ketimbang nama ikannya itu sendiri. Belum lagi Toy Story,  Cars, Brave, The Incredible, dan Up. Up bahkan menyabet gelar film animasi terbaik di ajang penghargaan Oscar 2010 lalu. Dan semua animasi yang saya sebutkan diatas itu diolah oleh tim kreatif yang bernaung dalam Pixar Animation Studios.

Saya dan suami penggemar film animasi buatan Pixar. Selain animasinya yang keren, cerita dari fiml-film buatan studio ini juga bagus dan banyak pelajaran di dalamnya. Seperti Nemo, saya belajar menjadi orangtua yang berusaha memberikan kepercayaan pada anak dan tidak membuat harga dirinya jatuh di hadapan teman-temannya. Atau Brave, bercerita tentang hubungan ibu dan anak gadisnya.  Ini membantu saya berhadapan dengan putri sulung saya yang beranjak remaja.

Senin, 01 Juni 2015

Bercakap-cakap Dengan Tanaman

rebellinasanty.blogspot.com
kembang sepatu, foto  pribadi
“Selamat Pagi! Halo alpukat, halo melati, halo miana, halo lantana, halo kaca piring…”

Itu sapaan saya setiap membuka pintu belakang, sembari menyerap udara pagi.

Bagi sebagian orang, saya mungkin dianggap aneh, karena sosok yang saya sapa itu bukan manusia. Ya, saya menyapa tanaman-tanaman yang ada di halaman belakang. Hal yang sama sering saya lakukan kalau lagi di halaman depan terhadap pohon durian, jambu air, mangga, mete dan rambutan.

Rabu, 27 Mei 2015

Balada Muka Tua

www.rebellinasanty.blogspot.com
Jadi anak sulung itu,  berpengaruh terhadap pancaran wajahkah?. Setidaknya, itu berlaku bagi saya, sulung dari 8 bersaudara. Karena kebanyakan mikir, imbasnya penampakan wajah saya jadi boros, melebihi usia yang sebenarnya. Makanya, saya enggak ikutan aplikasi tebak umur yang kemaren heboh di medsos. Takut dibilang nenek-nenek, hahaha.

Banyak pengalaman soal muka boros, alias muka tua. Kalau jaga warung saat masih SMP, saya kerap dipanggil, “Bu” sama pembeli yang baru (bukan tetangga).  Padahal saya khan masih unyu-unyu.. Jadi pasang wajah cemberut sambil ngelayani. Enggak heran, wajah saya jadi tambah tua  deh. Cemberut… terus.

Lalu,waktu awal kuliah. Ceritanya jalan kaki menuju kampus. Ada yang mepeti pakai motor. Mahasiswa. Tanya ini tanya itu dan saya jawab seperlunya. Sampai dia tanya saya angkatan berapa. Waktu saya sebut, eh dianya enggak percaya dan bilang kalau semula saya dikiranya Bu Dosen. Gubrak!

Minggu, 17 Mei 2015

Pao De Queijo Untuk Suami Tercinta.

Pao De Queijo, Roti Khas Brazil Untuk Suami Tercinta di #WorldBakingDay

www.rebellinasanty.blogspot.com
Pao De Queijo, Roti khas Brazil. Foto pribadi Rebellina
Yes…! It’s World Baking Day! Sejak baca postinganya Teh Yas Marina mengenai Hari World Baking Day yang jatuh tanggal 17 Mei ini, saya sudah mempersiapkan diri untuk bikin kue buat orang-orang terkasih. Siapa lagi kalau bukan anak-anak dan terutama suami. 

Mukena Istimewa Dari Papa

Apa istimewanya sih mukena yang dibelikan orangtua? Bukannya memang kewajiban orangtua memenuhi kebutuhan anak-anak yang masih belum mandiri, terutama kebutuhan spiritualnya?

Bagi saya, sangatlah istimewa, terutama karena mukena itu dibelikan oleh papa saya (kini alm). Kenapa istimewa, karena selama ini, dari saya kecil sampai saya balig, dan menjelang menikah, saya kerap ‘berdiskusi’ dengan papa saya mengenai agama yang kami anut. Papa saya yang menganut agama lain sebelum menikah dengan mama, masih sering protes soal masalah Palestina dan Israel. Beliau sangat mendukung Israel, sedangkan saya sebaliknya. Padahal waktu itu pengetahuan saya sih masih seujung kuku soal Palestina dan Israel. Hanya saja, dalam pikiran saya saat itu, tentu saya berdiri di sisi saudara seiman saya, yang dalam hal ini berada di Palestina.

Jumat, 15 Mei 2015

Cracker Beruang Isi Selai Nenas

Cracker Beruang Persaudaraan, foto pribadi Rebellina
Anak-anak, kalau sudah ngumpul di rumah, kalau enggak bikin rumah seperti kapal pecah dengan mainan yang berserak di sana sini, pasti berantem (khasnya anak-anak sih). Lalu, mulailah deh nanti ada yang terdengar saling bertengkar, dan eng ing eng…, terdengar deh  ada tangisan. Ini biasanya terjadi pada Si Bungsu, yang memang usianya baru empat setengah tahun.

Kadang-kadang saya sabar menghadapinya, kadang bete juga. Apalagi kalau lagi sakit kepala dan dikejar-kejar dl tulisan yang mau diikutkan lomba, hahahaha. Suasana begini bisa dicairkan dengan cemilan ringan buatan bundanya.

Saya memang suka masak, terutama cemilan ringan ,khusus ditujukan buat anak-anak saya yang memang doyan  aneka makanan buatan bundanya. Apalagi dalam proses memasak cemilan tersebut, anak-anak antusias membantu, terutama putri ketiga saya Aisyah dan Si Bungsu, Zulfikar. Namun lagi semangat-semangatnya mau bikin cemilan ringan, tiba-tiba ada satu bahan yang tidak ada, namun fungsinya vital, tentunya bikin mood langsung jungkir balik, alias gagal total acara masaknya.



Kamis, 14 Mei 2015

#BeraniLebih Eksis Lewat Tulisan, Meningkatkan Kepercayaan Diri

Ada satu fase hidup saya, kepercayaan diri saya rontok, jatuh mencapai titik nadir. Saya yang semula periang dan banyak teman, jadi menarik diri dari lingkungan keluarga dan pertemanan, dan hanya fokus pada anak-anak dan suami. Perasaan tidak dihargai dan dianggap sebelah mata yang menjadi penyebabnya.

Saya butuh yang lain, tempat saya bisa berbagi pikiran, dan menjalin hubungan sosial dengan beragam orang. Saya ingin keberadaan diri saya diakui, tapi bagaimana caranya tanpa harus meninggalkan rumah, mengingat salah seorang anak saya butuh pengasuhan khusus? Thanks God sekarang ini banyak media sosial tempat untuk menjalin pertemanan tanpa harus meninggalkan rumah. Tapi selama ini pun saya hanya penikmat dalam diam, tidak larut dalam keriuhan yang kata teman,media sosial pun bisa jadi semacam pasar burung. Lalu, bagaimana eksistensi saya bisa terasa di tengah keriuhan media sosial tersebut?

Minggu, 10 Mei 2015

Saat Pertama Kali Makan Kerang Rebus Ala Medan

www.rebellinasanty.blogspot.com
kerang rebus saus sambal kanang nenas
 Ceritanya, saya sering kangen dengan kuliner kampung halaman saya, Medan. Walau sudah belasan tahun tinggal di Bogor, tetap saja lidah saya merindukan sentuhan ‘rasa’ kampung halaman. Walau bisa masak sendiri, sayangnya, tidak bisa setiap hari saya bisa memuaskan kesukaan saya tersebut. Selain terkadang bahan-bahannya yang sulit saya temui di sini, selera saya dan anak-anak plus suami sedikit berbeda. Saya yang sejak lahir dan  besar di kota Medan, terbiasa dan sangat suka makan ikan laut dan seafood. Sedangkan di Bogor ini untuk mendapatkan ikan laut segar, agak sulit. Jadinya, anak-anak malah terbiasa dan suka makan daging ayam. Kalau saya, daging ayam tidak begitu suka…

Ketika ke pasar dan melihat ada penjual yang menjual kerang dara, kerinduan saya akan kuliner kampung halaman membuncah lagi. Tawar menawar pun jadi, selanjutnya, 1,5 kg kerang pun berpindah ke keranjang belanjaan (kerangnya hanya tersisa segitu). Tak sabar ingin segera mengolahnya, seperti saat saya sering menyantapnya dulu di pinggir jalan sepanjang jalan Tanjung Morawa, atau sepanjang jalan arah Belawan, di mana banyak penjual kerang rebus dengan saus kacang dan nenas yang segar sebagai padanannya.

Rabu, 06 Mei 2015

Panen Jahe Merah Dari Halaman Belakang Rumah

www.rebellinasanty.blogspot.com
jahe merah saya lagi jadi foto model :)
Beberapa waktu yang lalu saya panen jahe merah. Lumayan, hasilnya dapat hampir 3 kg dari sepetak tanah di samping halaman rumah. Nanamnya tidak terlalu serius, dalam artian sekedar saya sirami sesekali dan tidak diberi pupuk khusus. Alhamdulillah, setelah hampir setahun sudah cukup waktunya di panen, dan hasilnya memuaskan.

Ini sudah panen yang ke 3 kalinya sejak mula saya menanam jahe merah sekitar 3 tahun lalu. Bibitnya saya peroleh dari tetangga sebelah rumah. Saat itu saya sedang beberes halaman depan, eh tahu-tahunya ditawari bibit jahe merah berupa rumpun yang masih muda. Jelas saya terima dengan senang hati. Sejak saat itu pula si jahe merah ini menghias halaman belakang samping kanan rumah, berdampingan dengan pohon pepaya dan pohon temu-temuan lainnya seperti kunyit dan kencur. Tetangga saya tersebut kini malahan tidak punya tanaman jahe merahnya lagi. Enggak tahu kenapa..

Korupsi Kok Bangga

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto di sini
Rasanya, saat berbicara mengenai korupsi dan pelakunya, pastinya membuat dada kita panas dan hati menjadi geram. Tidak hanya merugikan negara, rakyat juga menjadi korbannya. Membayangkan bagimana setiap harinya rakyat harus berkutat dengan segala daya upaya agar kebutuhan pokoknya terpenuhi, sementara di bagian lain pelaku korupsi demikian mudahnya menumpuk pundi-pundi kekayaannya dalam bentuk tabungan,deposito, rumah di mana-mana, dan tanah yang tersebar dimana-mana juga, tentulah terasa sakitnya.

Kadang demikian mudah kita melihat adanya indikasi korupsi yang dilakukan seseorang/oknum, tapi tidak gampang juga menudingkan jari terang-terangan mengatakan oknum tersebut koruptor. Butuh bukti yang nyata dan akurat, dan itu tugasnya ada di aparat.


Senin, 04 Mei 2015

Otak-Otak Tempe Garing

www.rebellinasanty.blogspot.com
Otak-otak Tempe Garing, Foto pribadi Rebellina
Tidak hanya penulis yang sering mengalami stuck alias lagi enggak bisa nulis, Emak-emak rempong seperti saya yang tiap hari harus masak pun kadang bisa jenuh dan malas nyentuh peralatan dapur. Kalau enggak mikir dompet tekor, maunya tiap hari beli lauk padang, dan sayanya bisa leyeh-leyeh mau ngapain, asal enggak masak. Tapi ternyata, seenak-enaknya rasa lauk hasil beli, tetap saja anak-anak dan suami merindukan masakan saya. Dan, sang emak  pun kembali memakai apron "upik abu'"nya dan turun ke singgasana alias dapur :)

Kamis, 09 April 2015

Mini Coco Lava Isi Apel, Resep Mudah Tanpa Mixer Dan Oven

Mini Coco Lava Isi Apel, Resep Mudah Dengan Hanya 3 Bahan Utama Saja.

www.rebellinasanty.blogspot.com
poto pribadi rebellina, mini coco lava isi apel
Sebenarnya, mini coco lava, demikian saya menyebut nama cemilan sejenis truffle ini, dibuatnya secara tak sengaja. Awalnya ingin bikin cemilan khas Brazil, sejenis trufle berasa manis. Tertarik ingin bikin cemilan khas Brazil tersebut gegara baca bettycrocker.com, dimana tampilan cemilan ini begitu mengundang selera. Dan ternyata bahan dan cara membuatnya juga begitu mudah. Tertariklah pengen nyoba..

Jadilah dipaksain beli susu kental manis di warung, karena salah satu bahan utamanya ya itu, susu kental manis. Lainnya, ada di dapur, berupa coklat bubuk dan margarin/mentega. Langsung deh buat. Eh, setelah semua prosedur dipenuhi, dan truffle ini telah ditempatkan dalam cup kecil-kecil, kok bentuknya enggak set. Jadinya melebar, dan rasanya sangat terlalu manis untuk ukuran lidah saya. Ketika Kakak Sya dan Ai menyicipi truffle ini pun, mereka sependapat dengan saya. Rasanya terlalu manis.

" Duh,  gimana ngakali rasa yang terlalu manis ya?"pikir saya. Solanya, anak-anak pun kurang sreg dengan rasa manis yang berlebihan tersebut, selain tentu saja kurang baik untuk gigi mereka. Otak pun berpikir cepat. Ada buah apel di dalam kulkas. Langsung saya kupas, dan potong kecil-kecil. Sisa adonan pun saya isi dengan potongan apel. Dan setelah dicicipi oleh saya dan anak-anak, "Horee..! Rasanya ok!" Itu kata anak-anak.

Selasa, 31 Maret 2015

Siomai Ayam Udang Sarat Gizi Untuk Anak

Siomai Isi Ayam Udang
Punya anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang itu…, menyenangkan. Setidaknya bagi saya yang hobi meracik menu camilan buat anak-anak, tapi tidak begitu doyan makan. Hobi tersalurkan karena pada masa tumbuh kembang begini, anak-anak butuh asupan camilan yang kaya nutrisi di luar makan pokok mereka. Tentu saja bukan sembarang camilan yang mengenyangkan di sela jeda makan besar, tetapi tetap harus memperhatikan kandungan bahan-bahan yang memenuhi gizi mereka, seperti karbohidrat, protein, serat, dan lain-lain.

Salah satu camilan sehat yang sering saya suguhkan pada anak-anak, sejak usia mereka 1 tahun ke atas adalah Siomai Ayam Udang. Rasanya yang enak, membuat tidak saja orang dewasa menyukai camilan ini, tapi anak-anak juga. Apalagi teksturnya lembut, membuat anak-anak usia di bawah setahun pun mampu mengunyah siomai ini.

Minggu, 29 Maret 2015

Bekal Ananda Sekolah : Kroket Mie Sarat Gizi

www.rebellinasanty.blogspot.com
kroket mie sarat gizi, cocok untuk bekal snack ananda. foto koleksi pribadi rebellina
Kroket mie ini salah satu cemilan yang disukai anak-anak saya. Rasanya yang gurih dan enak, serta kandungan nutrisinya yang cukup memenuhi kebutuhan  gizi mereka, membuat cemilani ni pas untuk bekal mereka ke sekolah, atau sekedar kudapan ringan di sela makan besar. Apalagi isinya bisa dimodifikasi sesuai selera dan bahan-bahan yang ada.Nyam…nyam…, eunak!

Kalau saya buat kroket ini isinya enggak jauh dari kentang, wortel,buncis, dan ayam. Kalau lagi ada jamur, ya ditambahkan jamur. Pokoknya sesuai kreatifitas sendiri deh. Agar tidak hilang dari ingatan, saya tuliskan resepnya di blog ini. Inspirasi resep kroket mie ini berasal dari detikfood, dan dimodifikasi sesuai selera (saya).

Jumat, 27 Maret 2015

Resep Membuat Sate Banjar Enak Dan Mudah

Cara Mudah Membuat Sate Yang enak
Sate Banjar Ala Rebellina. Foto milik pribadi Rebellina

Menu sate pasti punya banyak penggemar. Saya dan seisi rumah (kecuali Fatih) termasuk diantaranya. Dan beberapa kali saya pernah bikin sate sendiri, yakni sate padang. Tapi itu sudah lama banget.

Dan kini, kepengan makan sate padang lagi. Sampai tingkat pengennya seperti ngidam saja.
Bahan-bahan untuk bikin sate padang sendiri, alhamdulillah ada. Tapi..., yang enggak ada, ketupatnya. Nyari selongsong ketupat kosong kok ya susah. Hanya mudah ditemui di pasar saat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Pengen diganti dengan lontong, lagi males buatnya, karena nyari daun pisang rada susah. Sejak pohon pisang saya tumbang, saya enggak sebebas dulu mau bikin lontong. Kudu minta tetangga, dan saya itu riskan minta-minta...

Rabu, 25 Maret 2015

Mimpi-Mimpi Itu...

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto, di sini

Saya baru tahu, bahwa tidak setiap orang selalu bermimpi saat tidur. Itu pun setelah menikah dan ngobrol dengan suami, karena ternyata suami amat jarang bermimpi. Sementara saya? Sejak mulai bisa mengingat sampai kini, setiap malam tidur saya berhiaskan mimpi. Saat bangun, saya masih sering mengingat jelas mimpi-mimpi tersebut. Sepertiyang pernah sayatulis di sini .Beberapa diantaranya memang sekedar bunga tidur, namun banyak juga yang merupakan isyarat halus mengenai hal-hal yang kemudian terjadi. Kebetulankah?

Selasa, 24 Maret 2015

Ketika Cinta Memanggil




 Rasanya baru kemarin aku mendekapnya dalam pelukan, menyusuinya penuh kasih sayang, dan memakaikan popok untuknya. Namun lihatlah kini. Aku harus menyediakan tenaga ekstra saat dengan polosnya dia duduk dia dipangkuanku. Dia, yang kini berbobot lebih dari 30 kg dan tingginya pun hampir menyamai diriku.

Namanya Fatih Abdurrahman. Usianya akan tepat 10 tahun Juli mendatang. Dan dia belum bisa berbicara jelas, bahkan mengucap kata Bunda, seperti yang kuharap. Hanya gumaman-gumaman yang tak jelas, seperti bayi yang sedang berusaha mengenal kata.  Namun aku tak menyerah mengajarkannya mengucapkan kata. Dan aku bangga dengan kemajuannya, walau aku pun harus menyiapkan diri bahwa bisa saja seumur hidupnya Fatih kemungkinan tidak bisa berbicara sejelas anak-anak lainnya.

Senin, 23 Maret 2015

Resep Kue Pukis Menul Hemat Telur

www.rebellinasanty.blogspot.com
kue pukis toping keju, fotopribadi rebellina
Terakhir makan kue pukis buatan sendiri itu…., sudah lama banget. Saking lamanya sampai lupa di mana nyimpan cetakannya. Dan setiap kali jalan-jalan bareng suami, dianya ingetin kenangan berharga soal pukis dan cetakannya ini.

Ceritanya dikisaran waktu saat saya masih punya anak Kakak Sya dan Abang Fatih. Setiap kali belanja ke pasar Anyar, anak-anak kerap menunggu di motor bareng ayahnya. Saat menunggu itulah mereka makan kue pukis yang ada dijual di sekitar tempat menunggu.

Sabtu, 14 Maret 2015

Luka Yang Membuatmu Tumbuh

Menjadikan luka sebagai bagian dari perasaan yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih bijak dan arif dalam menyikapi hidup
foto koleksi pribadi rebellina
Berbicara mengenai kehidupan, kita cenderung menampilkan diri sebagai seorang yang berjiwa positif, penuh percaya diri, penuh cinta, bertanggung jawab, sensitif, optimis, bersemangat, dan banyak lagi. Kesemuanya merupakan sisi baik dari manusia. Seolah-olah, begitulah seluruh keseharian hidup yang kita jalankan. Sedikit dari kita yang penuh kesadaran diri menampilkan sisi sebaliknya, walau hal itulah yang sedang terjadi pada kita.

Jumat, 13 Maret 2015

Variasi Isi Bakpao Nan Lezat

www.rebellinasanty.blogspot.com
bakpao isi ayam saus tiram
 Sebenarnya variasi isi bakpao bisa dibuat apa saja, sesuai selera keluarga. Bisa kacang hijau, kacang merah, unti  kelapa, yah…, tergantung selera dan bahan yang ada. Namun untuk keluarga saya lebih suka dengan isian ayam kentang jamur saus tomat, atau saus tiram.  Tidak ada salahnya kalau di sini saya tuliskan 2 varisi isi bakpao yang biasa saya buat, karena anak-anak semua menyukainya, sekaligus sebagai dokumentasi resep-resep yang kami sekeluarga sukai

Berikut variasi-variasi Isi Bakpao Nan Lezat

Resep Dasar Bakpao Nan Lezat


www.rebellinasanty.blogspot.com
Bakpao buatan rebellina
Bakpao adalah salah satu snack favorit anak-anak saya, termasuk saya. Dibanding roti, saya lebih suka bakpao. Mungkin karena teksturnya yang lebih lembut. Apalagi bila diberi isian yang menjadi favorit kita semua, semisal ayam saus asam manis. Selain enak menjadi kudapan peneman minum teh, kopi atau susu hangat, kudapan ini bisa pengganti sarapan, dan sangat cucok juga buat bekal snack anak-anak.

Membuat bakpao hampir sama dengan membuat roti. Itu yang kadang sedikit menghalangi niat  saya untuk membuat bakpao dan juga roti. Capek nguleninya sampai elastis. Maklum, masih pakai tenaga tangan, belum punya peralatan mixer buat roti. Mixer phillips saya sudah tua, enggak cukup tenaganya buat nguleni adonan roti sampai elastis J

Selasa, 10 Maret 2015

Saat Fatih 'Diganggu"

www.rebellinasanty.blogspot.com
Fatih, when he was 3, with me
Beberapa malam ini Fatih, anak kedua saya bertindak agak aneh. Dua hari yang lalu, selepas shalat magrib saya, suami, Kakak, serta Ai sedang membaca Qur'an, tiba-tiba dia keluar dari kamarnya, dalam keadaan tantrum, menarik tangan saya sekuat tenaga, serta mencoba menutup mulut saya. Saya terbiasa menghadapi bahasa tubuh yang dia lakukan saat menunjukkan ketidaksukaannya terhadap sesuatu. Salah satu contohnya, menutup mulut saya bila dia tidak ingin mendengar kata-kata yang keluar dari mulut saya. Namun kalau saya mengaji, hal itu tidak pernah dia lakukan, bahkan dia terlihat tenang bila saya atau suami mengaji di dekatnya. Nyatanya, malam itu sikap Fatih sangat berbeda sekali.

Sabtu, 07 Maret 2015

Hikmah Saat Sakit…


www.rebellinasanty.blogspot.com
credit photo
Sudah sebulan blog saya kosong melompong. Tidak ada postingan sama sekali. Baru 2 hari kemarin saya bisa memulai mengisinya kembali. Turunkah semangat menulis saya? Tidak. Saya hanya diberi sentuhan ‘kasih sayang’ olehNya. Pemilik Hidup sesungguhnya.

Saya masih ingat, waktu itu hari Sabtu, 7 Februari 2015. Saat bangun membuka mata di pagi hari, tiba-tiba pandangan mata saya terasa berputar. Jendela kamar, dinding, dan segala yang disekeliling saya, terasa bergerak berputar dengan cepat awalnya, lalu melambat. Saya istigfar sambil berucap, “Gempa!”. Namun beberapa saat kemudian saya sadar, bukan gempa yang terjadi, melainkan ada yang tidak beres dengan kepala saya.

Jumat, 06 Maret 2015

Fakta Unik Tentang Paus Biru


www.rebellinasanty.blogspot.com
photo: credit
Paus biru (Balaenoptera musculus) adalah hewan mamalia yang hidup di dalam air, berdarah panas, dan bernafas dengan paru-paru. Paru-paru paus biru mampu menampung 5000 liter (1320 galon) udara, atau 1000 kali kapasitas rata-rata paru-paru manusia. Paus biru melahirkan dan menyusui anaknya di dalam laut.

Kamis, 05 Maret 2015

Cara Mengirim Tulisan Ke Majalah Femina


www.rebellinasanty.blogspot.com
foto milik pribadi
Sudah tahu khan majalah Femina? Yang belum tahu bisa dibilang kudet deh, hahaha. Maaf, becanda. Soalnya Femina ini majalah yang sudah terkenal dan tahan banting. Di saat majalah baru bermunculan bak cendawan di musim hujan, Femina tetap eksis, begitu juga saat majalah-majalah lainnya berguguran alias tutup karena berbagai sebab, majalah Femina masih tetap eksis dan punya penggemarnya sendiri. Tapi saya tidak bahas tentang cara bagaimana Femina bisa tetap eksis, melainkan memberi  info mengenai rubrik-rubrik apa saja yang  ada di Majalah Femina yang bisa diisi oleh penulis luar (bukan bagian dari redaksi internal).  Yuk, cek di sini:

Kamis, 05 Februari 2015

Perangkap Tikus

www.rebellinasanty.blogspot.com
credit

 Pernikahan itu seperti perangkap tikus? Yang di luar ingin masuk ke dalamnya, sedangkan yang di dalam ingin keluar? Benarkah?

Jaman masih jomblo, saya suka ngumpul bareng rekan-rekan sesama jomblo. Yang dibahas enggak jauh dari urusan jodoh. Bahasnya enggak pakai galau, banyakan ketawa ketiwinya, berhubung kita-kita semua memang pada mandiri, jadi terkesan deh agak gengsi kalau bahas jodoh pakai bahasa mellow, padahal di dalam hati… , hmmm.

Nah saat lagi ngerumpi urusan inilah,  salah seorang rekan nimbrung dan bilang kalau pernikahan itu seperti perangkap tikus. Yang di dalam ingin ke luar, yang di luar malah ingin masuk. Rekan ini sudah menikah loh. Wah, kita jadi melongo mendengar celutukannya.

Rabu, 04 Februari 2015

Oplas Demi Cantik, Tenar, Dan Sukses?

www.rebellinasanty.blogspot.com
Credit photo ryot.org
Mencapai impian-impian lewat kecantikan, bukanlah cita-cita saya. Saya percaya diri dengan apa yang telah diberikan Allah pada saya. Fisik saya , tidak kurang suatu apapun, dan kesemua indra saya pun normal. Jadi, apa pula yang harus saya khawatirkan dengan penampilan saya?

Tapi, ternyata mama saya tidak berpendapat sama dengan saya. Menurut pandangan matanya, saya tidak menarik, yang mata sipitlah, hidung kurang tinggi, tubuh terlalu gemuk dan pendek, atau pun bentuk wajah yang terlalu bulat.  Dan untuk itu beliau seringkali menganjurkan, dengan setengah memaksa agar saya mau dioperasi plastik alias oplas, khusus untuk meninggikan hidung dan membuat kelopak mata, agar mata saya terlihat bulat dan indah. Ya ampun…, ternyata di mata mama saya, saya terlihat begitu jelek ya sehingga dia menganjurkan hal demikian  :)

Selasa, 27 Januari 2015

Resep Mudah Penghalau Flu: Kikil Kuah Merah

www.rebellinasanty.blogspot.com
Kikil Kuah Merah, Resep dan poto pribadi rebellina
Beberapa hari ini saya tepar, kena flu. Padahal sudah bertahun-tahun enggak kena flu. Saat anak-anak dan suami diserang flu, alhamdulillah saya masih diberi kesehatan untuk mengurusi mereka. Tapi ternyata kali ini, di bulan awal tahun 2015 ini, pilek itu berhasil hinggap di saya. Apa karena efek harga cabai membumbung tinggi ya? soalnya saya selalu meyakini bahwa kemampuan tubuh saya menangkal virus flu tersebut karena saya penggemar cabe, alias masakan pedas.

Senin, 26 Januari 2015

Sus Goreng Isi Keju

www.rebellinasanty.blogspot.com
Sus Goreng Isi Keju, photo pribadi Rebellina


Resep kali ini mudah banget membuatnya. Sama sekali enggak pakai mixer loh. Sudah tahu sendiri deh, saya ini termasuk Mak-mak yang maunya kalau bikin snack atau cemilan buat anak-anak itu yang serba gampang.Gampang bahan-bahannya, gampang pula buatnya.

Baru saja pagi ini saya membuatnya. Disela-sela kalang kabut nyiapin bahan bekal makan siang buat putri sulung saya, saya juga harus nyiapin snack buatnya dan buat Aisyah, yang masih kelas 1 SD. Padahal, enggak punya stok snack. Kalau biasanya saya buat snack itu Hari Sabtu atau Minggu, jadi enggak repot lagi. Tapi cuaca hujan membuat saya enggan ke pasar. Alhasil, enggak punya persediaan bahan yang memadai, kecuali terigu, margarin, dan keju. Masih belum tergambar di kepala mau bikin apa buat bekal snack anak-anak pagi ini...

Sabtu, 24 Januari 2015

Baju Baru Untuk Noura (1)

www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustasi foto dari : annazr.or.id

“Jadi Ibu kemari?”tanya Noura pada Johan suaminya. Beberapa detik yang lalu Johan baru saja menyudahi pembicaraan dengan ibunya melalui telepon selular. Sekilas Noura mendengar bahwa ibu mertuanya akan datang ke rumah mereka.

Johan mengangguk.”Sudah berangkat sejak subuh tadi” kata Johan

Noura melihat jam dinding. Berarti hanya tersisa waktu 2 jam untuk membuat segalanya menyenangkan. Setidaknya  menurut kriteria ibu.

“Kalau begitu…” Baik Noura dan Johan saling pandang. Ya, mereka harus bergegas. Berpacu dengan waktu, membereskan segala hal yang ada di rumah. Paling tidak, mengurangi celah yang memungkinkan Ibu berkomentar tidak enak.

Jumat, 23 Januari 2015

Tak Seperti Dulu Lagi…


 
www.rebellinasanty.blogspot.com
photo source
“Kalau sudah menikah dan melahirkan, keberanian kita pasti berkurang jauh. Enggak seperti waktu gadis,” demikian kata Erni, teman saya sewaktu kita ketemu di suatu sore. Erni tetangga sekaligus teman waktu remaja memang terkenal tomboi sewaktu gadisnya. Kalau bawa motor, selalu ngebut. Ternyata  menurut pengakuannya, semenjak menikah keberaniannya menurun dratis.

“Nanti deh kau rasakan sendiri, Ren ---kalau sudah menikah dan punya anak. Keberanian itu akan menghilang seiring darah yang kita keluarkan waktu melahirkan,” sambungnya lagi melihat respon saya yang mungkin dimatanya tidak sepenuhnya menyetujui apa yang diucapkannya.

Kamis, 15 Januari 2015

Tips Seputar Dapur, Solusi Cepat Saat Darurat

Tips Seputar Dapur, Solusi Cepat Saat Darurat

Mau masak, tiba-tiba mendapatkan panci atau wajan bocor. Duh…, enggak mungkin banget harus ke pasar dulu buat beli pancai lalu masak. Gimana mengatasinya?
Saya ada solusi cepat mengatasi hal tersebut. Terbukti karena dipraktekkan sendiri. Apa saja tips-tips yang ingin saya bagi di blog ini?
Cekidot:

Selasa, 13 Januari 2015

Sakura Dalam Kenangan


www.rebellinasanty.blogspot.com
oto dari: frangiplants.com.au

Sakura Dalam Kenangan

Beberapa hari ini jagad hiburan Indonesia diwarnai lagi oleh berita penangkapan artis yang memakai narkoba. Saya tidak menggunakan kata dikejutkan lagi, karena  artis dan narkoba bukan berita baru. Jadi, setelah ini pun pun akan ada lagi berita artis yang akan ketangkap menggunakan narkoba. Entah artis muka lama dalam artian pemakai lama, atau artis yang baru ketahuan memakai narkobanya sekarang.

Nah, artis yang lagi ramai dibicarakan ini termasuk top pada jamannya. Salah satu lagu legendarisnya yakni Sakura. Saya suka lagu tersebut. Baik lirik dan musiknya, ok buat mulut ikut berdendang, dan telinga untuk mendengar. Apalagi saat jaman tenarnya, artis ini punya wajah yang nyaman buat dipandang, walau saya tidak ngefans dengannya. Cuma suka dengar lagu-lagunya. Terkait dengan lagu Sakura ini saya punya kenangan mendalam yang tak hilang dari benak.


Rabu, 07 Januari 2015

Berbagilah Denganku ,Karena Kutahu Bagaimana Rasanya Sendirian…

www.rebellinasanty.blogspot.com
Foto diambil dari : quotesvalley.com


Berbagilah Denganku,
Karena Kutahu Bagaimana Rasanya Sendirian…

Kau tahu bagaimana rasanya merasa sendirian? Bukan karena ketiadaan orang lain disekelilingmu. Melainkan karena engkau menanggung beban yang hanya kau tanggung seorang diri, tanpa tahu kepada siapa harus berbagi. Kau hanya butuh teman untuk mendengarkan, bukan untuk menghakimi. Namun nyatanya, di era ketika waktu begitu menjadi berharga, dan setiap individu berlomba-lomba bersaing dengan waktu untuk mencapai tujuannya, semua orang merasa hidupnya sendiri begitu berat. Apalagi kalau harus ditambah dengan mendengar curahan hatimu. Begitukan?

Selasa, 06 Januari 2015

Muffin Kopi Moka, Mudah Membuatnya, Enak Disantapnya

www.rebellinasanty.blogspot.com
Add captionMuffin Kopi Moka, foto pribadi Rebellina
Punya anak 4 membuat saya harus pandai-pandai mengatur waktu agar segala hal bisa berjalan sinergi. Salah satunya, ya trik menyediakan cemilan buat keluarga, apa itu makanan ringan atau kue. Jadinya, masih sulit bagi saya kalau untuk bikin cemilan buat anak-anak dan keluarga yang pakai ribet, dan bahannya harus hunting ke supermarket tertentu. Jadi bisa hemat tenaga, hemat uang, dan hemat waktu. Kalau enggak begitu, susah untuk masih bisa mengerjakan hobi yang lain, semisal ngurusin tanaman yang kadang sudah enggak teratur tumbuhnya, gunting-gunting flanel,kardus,biji-bijian, ketika mendampingi anak-anak mengisis waktunya dengan berkreatifitas yang bermanfaat. Atau, ngutak-atik mesin jahit lama, saat pengen bikin sesuatu (yang mudah), dan nulis!

Minggu, 04 Januari 2015

Tanamanku : Som Jawa, Si Cantik Penghias Halaman Rumah


www.rebellinasanty.blogspot.com
Som Jawa alias Ginseng Jawa
Tanaman ini masuk dalam jajaran tanaman yang ada di halaman rumah karena ketidaksengajaan. Waktu itu saya beli tanaman Zodia. Ternyata, di dalam polibagnya, terdapat tanaman ini. Masih tumbuh sebatang, dan daunnya hijau segar cantik, membuat saya membiarkan tanaman ini tumbuh di sana. Ternyata kemudian tanaman ini berbunga pink tua cenderung ungu. Cantik. Semakin sukalah saya dengannya. Tapi, saya masih belum tahu nama tanaman ini.

Sabtu, 03 Januari 2015

Hati-Hati Dengan Jajanan Anak-anak Kita.

www.rebellinasanty.blogspot.com
Bekal buatan sendiri itu lebih sehat. Makaroni keju panggang saus putih
“Anak-anak Si Bunda, bageur-bageur…”

Kata-kata tetangga itu sering diucapkan ke saya, membuat hidung saya jadi kembang kempis dan kuping saya jadi selebar gajah. Bageur sendiri saya baru tahu artinya baik . Apa pasal sampai tetangga pada bilang begitu? Hanya karena anak saya satupun tidak pernah ada yang minta jajan, apalagi sampai merengek-rengek, atau nangis jerit-jerit maksain bundanya minta dibelikan jajanan yang lewat.

Jumat, 02 Januari 2015

Cerdik = Licik?

Memaknai Dari Paradigma Yang Berbeda Dongeng Si Kancil Yang Cerdik

www.rebellinasanty.blogspot.com
foto, credit

Dan si gajah yang polos kemudian terjebak dalam rencana cerdik licik kancil. Dia pun masuk ke dalam lubang. Tubuhnya yang besar memudahkan kancil untuk memanjatnya dan keluar dari lubang. Demikianlah akhirnya, si kancil yang cerdik itu pun berhasil keluar dari lubang, dengan pertolongan kepolosan kebodohan gajah yang berhasil diperdayanya.

Dongeng Si Kancil yang cerdik pernah menjadi bagian masa kanak-kanak kita, yang lahir tahun 70-an. Bahkan selalu ditanamkan dalam benak kita saat itu untuk bisa seperti kancil, cerdik dan pandai menghadapi segala situasi. Kisah Si Kancil itu ternyata tak hanya familiar di kalangan penduduk Indonesia, tetapi juga Malaysia. Buktinya, salah satu stasiun tv akhir-akhir ini kerap menayangkan kisah kecerdikan Si Kancil ini, yang versi buatan Malaysia.
badge