Kamis, 14 Mei 2015

#BeraniLebih Eksis Lewat Tulisan, Meningkatkan Kepercayaan Diri

Ada satu fase hidup saya, kepercayaan diri saya rontok, jatuh mencapai titik nadir. Saya yang semula periang dan banyak teman, jadi menarik diri dari lingkungan keluarga dan pertemanan, dan hanya fokus pada anak-anak dan suami. Perasaan tidak dihargai dan dianggap sebelah mata yang menjadi penyebabnya.

Saya butuh yang lain, tempat saya bisa berbagi pikiran, dan menjalin hubungan sosial dengan beragam orang. Saya ingin keberadaan diri saya diakui, tapi bagaimana caranya tanpa harus meninggalkan rumah, mengingat salah seorang anak saya butuh pengasuhan khusus? Thanks God sekarang ini banyak media sosial tempat untuk menjalin pertemanan tanpa harus meninggalkan rumah. Tapi selama ini pun saya hanya penikmat dalam diam, tidak larut dalam keriuhan yang kata teman,media sosial pun bisa jadi semacam pasar burung. Lalu, bagaimana eksistensi saya bisa terasa di tengah keriuhan media sosial tersebut?

Haruskah saya posting foto-foto selfie saya setiap hari di akun media sosial yang saya miliki agar eksistensi saya diakui? Oh tidak! Itu bukan saya. Saya ingin keberadaan diri saya diakui lewat pemikiran dan hal-hal positif yang saya lakukan. Dan hal positif itulah yang ingin saya bagi. Menulis adalah alternatif yang paling ok buat saya, karena bisa dilakukan di rumah. Tapi kalau hasil tulisan cuma tersimpan di folder komputer atau sekedar jadi catatan di kertas, percuma juga bukan?

Saya pun mulai #BeraniLebih eksis dengan menulis di blog. Menulis pengalaman yang saya lalui, pemikiran-pemikiran saya mengenai topik tertentu, dan perasaan yang saya rasakan. Tak ketinggalan juga berbagi resep masakan favorit keluarga pun saya salurkan lewat tulisan yang saya muat dalam blog pribadi. Dan media sosial itu saya jadikan sebagai  media untuk  #BeraniLebih eksis lewat tulisan saya, dengan membagikan link urlnya.

Jujur saja, #BeraniLebih eksis dengan membagikan tulisan yang saya buat ke akun media sosial sendiri, atau di komunitas, bukan perkara mudah awalnya. Ada perasaan malu dan bisikan negatif semacam “Aduh.., tulisan jelek begini, apa layak dibaca orang lain?”. Atau, “Sok banget posting tentang resep makanan, di luar sana masih banyak yang lebih hebat resepnya.”

Tapi sedkit demi sedikit saya menepis bisikan negatif itu dengan terus menulis di blog. Selain menulis untuk  blog sendiri dan membagikan linknya ke media sosial, saya juga mencoba #BeraniLebih eksis dengan  ikut lomba penulisan sana sini, dan kirim tulisan ke berbagai media cetak. Banyak gagalnya, tapi satu dua ada juga yang nyangkut. Senangnya, saat ada tulisan yang berhasil menang, atau dimuat di media cetak. Namun lebih senang lagi melihat respon positif dari teman-teman saat membaca tulisan saya. Apalagi ada yang pernah mengirim surel pada saya  mengucapkan terima kasih karena yang saya tulis mewakili apa yang dia rasakan. Atau, bila hasil resep-resep yang saya bagi di blog, menjadi inspirasi ibu-ibu PKK.  Wow, bahagia banget!  Kepercayaan diri saya pun mulai tumbuh lagi.

Kalau dulu, saya malu-malu untuk eksis di media sosial, namun kini,saya #BeraniLebih eksis, lewat tulisan yang saya bagi. Karena lewat tulisan, keberadaan diri kita diakui, plus menambah kepercayaan diri. Seperti saat ini, saya #BeraniLebih eksis dengan menulis ini dan membaginya di media sosial.
Facebook.com/rebellinapassy
Twitter:@rebellinasanty
G+ : Rebellina Santy
Pinterest : pinterest.com/rebellinapassy

22 komentar:

  1. Balasan
    1. Ganbatte! Tetap semangat, insha Allah. Tq dukungannya ya

      Hapus
  2. berani lebih eksis jadi bikin percaya diri meningkat :)
    kalo aku merasa menulis bisa membuat waras. pas lagi ga nulis kumat lagi deh, hehe.
    semoga menang ya mbak ^_^

    BalasHapus
  3. iya Mak, salah satunya gitu. Menjaga kewarasan dengan tetap aktif menulis :)

    BalasHapus
  4. Ayooo..nulis..nulis..semangat terus mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, insha Allah. maaf baru jawab, komennya masuk ke spam. baru tahu :)

      Hapus
  5. berteman di dunia maya juga gak kalah mengasyikan dengan dunia nyata yo mbak...? semoga menang. btw, kapan DLnya nih..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. DLnya besok, Mak. ikutan juga kah?

      Hapus
  6. menulis memang memiliki nuansa damai tersendiri. saya bisa menghabiskan akhir pekan dalam diam, berteman laptop dan imajinasi-imajinasi yang bertebaran di kepala *ih sok keren komentar saya ini* haha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang keren kok, sekeren buku yang sudah ditulis, walau belum baca sayanya :)

      Hapus
  7. wow bagus tulisannya good luck mba

    BalasHapus
  8. semangat terus ya mbaa berbagi di blog :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. insha Allah.., terus menjaga semangat ngeblog :)

      Hapus
  9. Senengnya bc tulisan ini...berasa ditemani :-)

    BalasHapus
  10. Seneng banget aku melihat Mbak Reni aktif menulis dan berbagai di medsos. Semoag barokah, Mbak. ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mbak Ira. Saya ini tidak piawai menulis status di FB atau twitteran sebagai bagian dari medsos. Kebanyakan memilih menikmati dan mengamati dalam diam. Jadinya, medsos saya gunakan untuk berbagi tulisan yang ada di blog saja.
      Dirimu salah satu inspirasiku. Walau jauh dan belum pernah ketemu, aku merasa Mbak Ira salah seorang sahabat yang mendukungku, walau dalam diam dan do'a. Terima kasih ya mbak :)

      Hapus
  11. Semangat terus mba keluarkan terus bakatmu :)

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge