Kamis, 15 Desember 2016

Olala.., Pengalaman Memalukan Saat Salah Masuk Toko

Terpaksa potonya ini dulu. Soalnya, poto saya saat ke sini, masih tanpa hijab :)
 Pernah memiliki pengalaman memalukan yang tak terlupakan dalam hidup? Duh.., saya banyak. Salah satunya yang pernah terjadi belasan tahun silam saat ikut travelling tour ke Singapura bersama rekan-rekan usaha. 
Di Singapura saya bersama rombongan berjumlah 5 orang menginap di Hotel Phoenix   yang terletak di kawasan Orchard Road. Saat  masuk kamar hotel, yang yang saya cari pertama kali adalah letak kiblat. Ini penting buat saya, agar tidak lalai dalam kewajiban utama itu.

Jumat, 21 Oktober 2016

Rekam Jejak Pagi Yang Kelak Jadi Sejarah


Pagi ini saya bangun dengan pikiran agak suntuk.  Berbagai pikiran berkecamuk. Sudah lebih dari 3 bulan ini saya malas nulis. Tapi bukan berarti saya enggak melakukan apa-apa. Berkebun tetap saya lakukan, tetapi kadangkala dengan hati yang kusut.  Beberapa tanaman yang baru saya beli seperti bunga mawar dan bunga marigold, sepertinya tumbuh dengan merana. Mungkin mereka merasakan ya suasana pikiran saya yang kusut seperti benang sulam yang saya simpan uwel-uwelan dalam kotak prakarya saya.

Sabtu, 21 Mei 2016

Tanggal Tua? Santai Aja, Masih Bisa Belanja-Belanja!

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi


Bila di dompet hanya tersisa uang logam recehan dan lembaran seribuan rupiah, sedangkan nilai angka di rekening bank cuma menunjukkan saldo minimum sekedar untuk membayar administrasi bank saja, berarti itu pertanda kalender di rumah sudah menunjukkan tanggal tua!
 Namun nyatanya, hampir setiap hari hal itu saya alami, berarti setiap hari-hari saya adalah tanggal tua dong...

Rabu, 20 April 2016

Postingan Pemberi Harapan Palsu (PHP)

Saya ini tipe moody.  Kalau lagi bagus moodnya, wuah…, segala aktivitas mulai dari mengerjakan urusan domestik  rumah tangga :beres.  Berkebun : woke. Praktek bikin kue dan cemilan :  jalan. Begitu juga ngeblog, 4 blog semuanya bisa terisi di suatu waktu; mulai dari blog gado-gado, blog resep, blog keluarga, sampe blog cerita nyata hantu. Masih ada lagi 2 blog yang cuma judul aja, belum saya apa-apain, tentang lingkungan dan destinasi impian.

Selasa, 19 April 2016

Tujuh Ciri-ciri Teman yang Tidak Layak Kamu Jadikan Sahabat

kriteria sahabat  baik, kisah pertemanan dan persahabatan, ciri-ciri sahabat yang baik
Dalamnya telaga, bisa diukur. Dalamnya hati seseorang, hanya dirinya dan Tuhan yang tahu

Perjalanan kehidupan  pastinya membuat kita bertemu dengan banyak orang  dengan berbagai kisah pertemanan-persahabatan di dalamnya. Begitu juga dengan saya. Sebagian telah saya tuliskan dalam tulisan Beda antara Teman dan Sahabat, walau masih banyak lagi pengalaman lainnya menyangkut hal ini.  Kalau saya tuliskan, wah..panjang deh. Jadi saya rangkum saja dalam  Tujuh  Ciri-ciri Teman yang Tidak Layak Kamu Jadikan Sahabat seperti berikut di bawah ini:

1. Teman yang sanggup mencuri ide kamu dan bersikap seolah-olah itu ide asli miliknya, tidak layak kamu jadikan sahabat.

Contohnya seperti kisah  yang telah saya tulisan sebelumnya yakni Beda antara Teman dan Sahabat. . Kalau punya teman dengan ciri-ciri seperti ini, jangan pernah  ceritakan ide-idemu padanya. Bicara cukup hal-hal yang umum saja, seperti soal cuaca, hehehe (terutama buat para penulis cerpen, buku dan sebagainya, jangan pernah ceritakan idemu  pada teman jenis ini sebelum engkau menerbitakan hasil karya/idemu. Yang ada nanti sakitnya tuh di sini #tunjukdada begitu melihat idemu menjelma menjadi karya temanmu.

RELATED: Beda antara Teman dengan Sahabat. Ini Ceritaku...

Beda antara Teman dengan Sahabat. Ini Ceritaku…

ciri-ciri sahabat yang baik, teman yang menjengkelkan, beda antara sahabat dengan teman, kenali sahabatmu, bedakan temanmu
Persahabatan itu seperti bunga yang cantik dan harum. Dipandangi dari kejauhan,  tetap terlihat indahnya, di dekatipun, tercium harumnya. Itulah persahabatan. (rebellina)

 Persahabatan itu seperti bunga yang cantik dan harum. Dipandangi dari kejauhan, tetap terlihat indahnya. Di dekati pun, tercium harumnya. Rebellina
Bagi saya, penting punya banyak teman. Tetapi tak semua teman  bisa menjadi sahabat (Red:dekat).  Beda antara teman dengan sahabat, karena kalau sahabat, sudah pasti teman, sedangkan teman, menurut saya sih, hanya teman. Posisi sahabat lebih dekat di hati ketimbang  teman.  Begitupun,  sahabat bisa saja berubah posisinya di hati saya jadi  hanya sekedar teman, dan sebaliknya, teman naik level menjadi sahabat. Tentu saja seiring interaksi yang terjadi. Emang apa lagi sih bedanya  teman dengan sahabat?

Menurut saya lagi nih (ini emang objektif ya, karena murni pendapat saya) kalau teman bisa jadi hanya sosok-sosok yang kita biasa bertegur sapa,  Just say “ Hello”. Temen ngobrol ngalur ngidul membahas kekinian, film terbaru, tempat hang out yang ok,  atau sekedar memberi jempol sebagai tanda like di media social karena kesamaan minat, dan lainnya. Tahu sendiri khan betapa mudahnya mendapat tambahan beratus-ratus teman di media social kita. Cukup  klik  Add  Friends, atau  Accept  Friends Request di FB , dan saling follow di media social lainnya seperti Twitter dan Instagram.

Lalu, gimana dengan sahabat?

Sabtu, 02 April 2016

Cara Membuat Boneka Dari Botol Bekas Susu

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Trio Boneka Cantik. Dari botol bekas susu loh...

Anak-anak senang minum susu dalam botol kemasan? Jangan buang botol bekas susunya. Dengan sedikit usaha, botol-botol bekas  susu itu bisa kita ubah menjadi boneka kecil sebagai teman bermain anak,khususnya anak perempuan nih.  Itu yang saya lakukan saat menghadapi setumpuk botol bekas susu cair.

Selepas kemeriahan acara berbagi bersama susu cair Morinaga Chil-Go!, ternyata menyisakan setumpuk sampah. Apalagi kalau bukan botol plastik bekas susu tersebut. Memang sudah jadi kebiasaan di rumah kita kalau ada sampah plastik berupa bekas kemasan air mineral atau susu, maka ditempatkan dalam wadah tersendiri. Kalau sudah terkumpul banyak, akan diberikan kepada para pengepul barang bekas, atau pemulung yang lewat di depan rumah. Itung-itung sebagai bentuk amal solih terhadap lingkungan dan juga terhadap para pemulung.

Nah, pas lihat-lihat karung tempat ngumpulin botol bekas sus cair tersebut, entah kenapa tangan ini jadi kepengen melakukan sesuatu dengan botol-botol bekas susu tersebut.  Tapi apa?

Jumat, 04 Maret 2016

Meriahnya Berbagi Dan Mengedukasi Cemilan Sehat Untuk Anak Bersama Morinaga Chil-Go!

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

28 Februari 2016

Momen Acara Berbagi Yang Dinanti…

Seperti yang saya  tuliskan sebelumnya, bahwa selama seminggu penuh saya telah merencanakan momen bersama Morinaga Chil-Go! berbagi dan mengedukasi anak-anak teman bermain Aisyah dan Adek di  sekitar rumah, mengenai cemilan sehat pengganti jajanan. Lengkapnya tulisan tersebut bisa dibaca di sini: Hitung Mundur Menuju Acara Berbagi dan Mengedukasi Bersama Morinaga Chil-Go!. 
Yang membuat saya khawatir sampai beberapa jam menjelang acara dimulai adalah hujan yang masih  tak berhenti…

Kamis, 03 Maret 2016

Hitung Mundur Menuju Acara Berbagi Dan Mengedukasi Bersama Morinaga Chil-Go!

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

Awal Januari 2016

Prihatin!

Itulah yang saya rasakan saat  melihat  kebiasaan anak-anak di sekitar rumah  yang sepantaran usianya dengan Aisyah dan Adek. Setiap ada penjual makanan keliling yang melintasi jalan, sebagian besar  anak-anak tersebut akan berkumpul untuk membeli jajanan tersebut. Kadangkala terdengar ada yang menangis memaksa  minta uang pada ibunya agar bisa ikutan temannya membeli jajajan tersebut.   Kebetulan rumah saya berada di pinggir jalan, dan  di sela-sela kegiatan menulis, saya suka memandang keluar jendela, sembari mengawasi Adek dan Aisyah yang sedang bermain di luar. Karena kebiasaan saya tersebut, saya jadi tahu pola tingkah anak-anak tetangga yang gemar jajan, ditambah informasi yang saya peroleh langsung dari orangtua anak-anak tersebut saat  bersilaturahmi dengan mereka.

Kebiasaan jajan anak-anak di sekitar rumah tidak hanya tertuju pada  makanan yang dijual penjaja makanan keliling. Mereka juga jajan di warung-warung penjual jajanan yang banyak bertebaran di daerah tempat saya tinggal ini. Bahkan dalam jarak 10 m, bisa ada beberapa warung penjual makanan di sini. Belum lagi saat di sekolah.  Dan hal itu dipertegas oleh pengakuan ibu-ibu tersebut mengenai kebiasaan jajan anak-anak mereka  yang membuat saya kaget.

Bayangkan, untuk satu orang anak, anggaran jajannya bisa mencapai kisaran Rp.5000 sampai dengan Rp.15.000 setiap hari.Padahal latar belakang  ekonomi  tetangga saya yang hidup dari pertanian, tidaklah berlebihan. 

 Apa yang membuat anak-anak tersebut suka jajan? Bagaimana bila dalam satu rumah ada 2-3 orang anak yang memaksa minta jajan? Apakah para ibu mereka tidak khawatir dengan apa yang terkandung di dalam jajanan yang dinikmati anak-anak mereka? Bukankah sudah banyak informasi bahwa banyak zat-zat yang membahayakan tubuh di dalam jajanan anak yang tidak jelas bahan dan cara pembuatannya? Kenapa tidak membuat cemilan sendiri yang lebih sehat, terjaga kualitas dan nilai gizinya, lebih mengenyangkan dan pastinyanya jauh lebih hemat daripada membiarkan anak-anak jajan sembarangan?

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
contoh bahan berbahaya yang terdapat dalam jajanan/makanan. sumber di sini

Semua pertanyaan  itu melintas dalam pikiran  dan mengusik rasa penasaran saya. Soalnya seluruh anak-anak saya, sejak kecil  tidak ada yang terbiasa jajan sembarangan.  Tentu saja sebagai konsekwensinya, saya harus menyediakan makanan selingan berupa cemilan. Repot sedikit tidak apa, asal anak sehat dan terbiasa memilah dan memilih jajanan sehat yang ingin dikonsumsinya. Namun karena mereka sudah kenyang di rumah dengan tiga kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan alias cemilan, biasanya  mereka tidak lagi berminat untuk jajan di luar. 
Apa itu yang membedakannya?

Kamis, 04 Februari 2016

Ibu.., Maafkan Aku Karena Tak Merindukanmu...

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

Ringkasan  kisah Ibu.., Maafkan Aku Karena Tak Merindukanmu episode pertama

Bintang merasa bersalah dan takut menjadi anak durhaka terhadap ibunya. Apa pasal? Sebabnya Bintang merasa dia tidak punya empati, simpati dan perasaan rindu terhadap Ibu yang tinggal di sebrang pulau.  Dan justru perasaan seperti itu membuat Bintang merasa jadi anak yang durhaka. Tapi, Bintang tidak bisa memaksa dirinya untuk bisa merindukan dirinya. Ibu telah banyak membuat luka di hati Bintang.

Episode Dua
Jangan Hina Aku, Ibu

Sabtu, 23 Januari 2016

Salon-Salonan, Permainan Masa Kecil Yang Unik Dan Tak Terlupakan

http://www.rebellinasanty.blogspot.co.id
perhiasan berharga kala kanak-kanak

Permainan masa kecil?

Wuah..., banyak dan ngangeni. Mulai dari engklek, congklak, patok lele, karet gelang, bikin kue kering dari tanah, nangkap capung, masak-masakan dan buanyak lagi deh pokoknya. Tapi.., ada satu permainan yang tidak terlupakan, unik, dan ternyata.., saat saya ceritakan ke anak-anak mereka berkomentar kalau ternyata waktu kecil saya itu centil!
 Mau tahu permainan apa itu?

Nama permainannya..,main salon-salonan. Maksudnya seperti ke salon kecantikan, begitu?
Yup! Bener banget.

Kamis, 21 Januari 2016

Serunya Mengeksplorasi Talenta Anak Bersama Morinaga Mi PlayPlan

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Mempersiapkan anak tangguh menghadapi masa depan agar menjadi generasi platinum yang multitalenta, juga butuh orangtua yang cerdas dan tangguh untuk mencari tahu potensi anaknya, mengarahkan dan membimbingnya untuk fokus pada kekuatannya, serta merangsang minatnya untuk memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya. 

Saya percaya, setiap anak itu cerdas,unik, dan pasti punya talenta tersendiri. Namun apakah kemudian kecerdasan, keunikan, dan talentanya akan membuatnya siap menghadapi tantangan di masa depan yang pasti lebih besar?

Itu yang menjadi pertanyaan saya di dalam hati saat mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak saya, terutama Adek, panggilan putra bungsu saya. Sehari-hari Adek memang sangat terlihat sehat,  mandiri, cerdas, dan bersikap dewasa melebihi usianya. Tapi, cukupkah itu sebagai bekal untuknya menghadapi masa depan? Padahal, tantangan hidup di masa mendatang pastilah lebih berat dari sekarang.  Saya masih merasa ada yang kurang maksimal saya lakukan sebagai orangtuanya.

Keresahan hati itu semakin bertambah karena akhir-akhir ini Adek gemar bermain komputer. Walau permainan yang dia lakukan mendukung kemampuan nalarnya, tapi saya ingin dia lebih berkembang lagi dalam hal lainnya. Seperti pagi ini. Begitu selesai sarapan pagi, dia pun langsung duduk di depan komputer.

Senin, 18 Januari 2016

“Mereka Bilang Aku Miskin!” Merubah Bully Menjadi Booster

“Mereka Bilang Aku Miskin!”
Merubah Bully Menjadi  Booster

Disclaimer:
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk pamer, atau menyombongkan diri. Apalagi bermaksud riya. Naudzubillah. Juga tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak lain yang terkait. Tulisan ini hanya berbagi pengalaman apa yang anak saya rasakan, dan bagaimana kami selaku orangtua mencoba memberi jalan keluar bagi dirinya.  Saya yakin pun diluaran sana banyak ibu-ibu yang mengalami hal yang sama. Semoga bisa diambil hikmahnya.

Ini kisah tentang putri sulung saya. Saya biasa menulis namanya di dalam blog ini dengan sebutan Kakak Sya.  Sekarang dia sedang dalam transisi menuju masa remaja. Wuih.., berhadapan dengan anak menjelang remaja, seperti naik roller coaster. Berhubung saya belum pernah naik roller coaster, anggap saja seperti naik kora-kora aja deh.
Tapi…, saya tak menuliskan tentang how to deal with teenager, melainkan  sepenggal kisah saat Kakak Sya masih duduk di bangku sekolah dasar.

badge