Jumat, 11 April 2014

Soal-Soal Matematika Untuk Ujian Nasional SMP Dan Pembahasannya


Mei 2014 ini ternyata adalah jadwal resmi Ujian Nasional untuk SMP. Sedangkan kini sudah memasuki minggu awal April 2014. Bisa dibayangkan bagi para orangtua yang anaknya akan menghadapi UN 2014. Harap-harap cemas pastinya selain tentu saja mendukung dan memfasilitasi ananda untuk kelak bisa melewati Ujian Nasional dengan sukses.

Putri sulung saya belum ikutan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Maklum, masih kelas V SD. Tapi karena ayahnya mengajar privat untuk anak SMP, mau enggak mau jadi berurusan juga dengan soal-soal Ujian Nasional lawas untuk dibahas. Apalagi kalau ilmu eksakta, biasanya semakin banyak latihan pengerjaan soal, semakin tambah bekal untuk menghadapi UN.

Karena banyaknya soal yang sudah dibahas suami bersama anak didiknya, terpikirkan untuk di share  di blog. Bukan saja soal beserta kuncinya, namun juga disertai pembahasannya. Berhubung soalnya banyak, maka dibuat dalam beberapa tahap.

Berikut link untuk down load soal-soal Ujian Nasional Matematika untuk SMP (Bagian I), dan pembahasannya. Oh ya, kalau ada yang berminat mencarikan guru privat untuk ananda, silahkan hubungi ree_un@yahoo.com, atau ditanyakan di kolom komentar.
www.rebellinasanty.blogspot.com


 Semoga bermanfaat.


(untuk link di bawah ini, silakan di blok dulu, kemudian klik kanan dan pilih : go to http:...)

https://drive.google.com/file/d/0B1-4AjJxCFhRMDlCMzZhQTJVY0E/edit?usp=sharing

Sabtu, 05 April 2014

Jangan Memaksakan Diri Untuk Memaafkan, Tapi...


www.rebellinasanty.blogspot.com
credit

"Sesabar-sabarnya seseorang,pasti ada batasnya khan?"Jargon itu seperti sudah akrab di telinga kita,  menegaskan  ternyata manusia itu melimitkan dirinya dalam batas sabar tertentu. 
Yang namanya manusia, pastilah selalu berinteraksi satu sama lainnya. Seringkali interaksi yang terjadi menimbulkan gesekan yang berujung pada ketersinggungan hati, marah, terluka, benci dan dendam.  Perbedaan latar belakang sosial budaya, pendidikan, cara pandang, dan tujuan hidup pun melahirkan pergesesekan ini di sepanjang interaksi manusia. Itulah sebabnya Allah menyuruh kita hambaNya untuk berbaik sangka kepada manusia lainnya. Bila ada sesuatu yang salah menurut kita, jangan cepat-cepat menuding hal itu diniatkan untuk melukai hati kita. Bisa jadi bukan maksud begitu, namun karena perbedaan yang saya sebutkan di atas tadi, menimbulkan persepsi berbeda dari masing-masing pihak.

Begitu pun, walau sudah berusaha berbaik sangka, tak urung yang namanya perasaan seringkali menguasai kejernihan hati. "Sesabar-sabarnya seseorang,pasti ada batasnya khan?"
Jargon itu seperti sudah akrab di telinga kita,  menegaskan  ternyata manusia itu melimitkan dirinya dalam batas sabar tertentu. Melewati limit tersebut, dia (merasa) berhak marah, terluka, bahkan melampiaskan kemarahannya pada yang bersangkutan. Kalau perlu, rasa sakitnya dibalas Allah kepada yang bersangkutan seketika itu juga, dan di depan mata. Kalau itu sudah terjadi, baru puaslah rasa hatinya.Itu masih untung, hanya berharap pada Allah yang membalas sakit hatinya. Namun kalau sudah mengambil tindakan penghakiman sendiri? Hiiih...,naudzubilahhiminzalik.
 Pernah begitu?
badge