Selasa, 13 Januari 2015

Sakura Dalam Kenangan


www.rebellinasanty.blogspot.com
oto dari: frangiplants.com.au

Sakura Dalam Kenangan

Beberapa hari ini jagad hiburan Indonesia diwarnai lagi oleh berita penangkapan artis yang memakai narkoba. Saya tidak menggunakan kata dikejutkan lagi, karena  artis dan narkoba bukan berita baru. Jadi, setelah ini pun pun akan ada lagi berita artis yang akan ketangkap menggunakan narkoba. Entah artis muka lama dalam artian pemakai lama, atau artis yang baru ketahuan memakai narkobanya sekarang.

Nah, artis yang lagi ramai dibicarakan ini termasuk top pada jamannya. Salah satu lagu legendarisnya yakni Sakura. Saya suka lagu tersebut. Baik lirik dan musiknya, ok buat mulut ikut berdendang, dan telinga untuk mendengar. Apalagi saat jaman tenarnya, artis ini punya wajah yang nyaman buat dipandang, walau saya tidak ngefans dengannya. Cuma suka dengar lagu-lagunya. Terkait dengan lagu Sakura ini saya punya kenangan mendalam yang tak hilang dari benak.



www.rebellinasanty.blogspot.com
Poto dari tiketapasaja.com
Saat lagu Sakura ini ngetop, saya sedang masa ceria-cerianya sebagai anak menjelang remaja. Jaman saya itu, kegiatan anak-anak dan muda mudi remaja, sungguh positif. Banyak sekali kegiatan yang diadakan oleh kakak-kakak senior saya di kampung halaman ini, yang membuat kreatifitas anak muda berkembang. Mulai dari pertandingan antar lorong. Lorong kalau di Jawa dikenali dengan RT (Rukun Tetangga), sampai pertandingan antar kelurahan. Lombanya pun bermacam-macam, dari gerak jalan, lomba puisi, pidato, sepakbola, bulu tangkis, dan banyak lagi.

Selain lomba-lomba, kegiatan positif lainnya adalah belajar nasyid, nari daerah dan modern. Semua itu gratis..tis. Sayang aja di tempat saya dulu belum ada yang berprofesi sebagai penulis. Coba kalau sudah ada, tentu bakalan ada pelatihan menulis juga, dan gratis juga.  Semuanya saya ikuti. Kemaruk,:)

Salah satu tarian modern yang sempat saya pelajari adalah Sakura ini, selain tarian derah Kuala Deli dan Dinding Ba Dinding (bener enggak tuh judulnya).  Namun yang menjadi kenangan mendalam adalah tari Sakura, karena kami diajari tarian dengan lagu ini untuk ditampilkan pada perayaan 17 Agustusan.

Latihan berminggu-minggu sebelum hari H-nya terbayar saat kita berhasil manggung. Gemetar dan demam panggung, sudah pasti saya alami. Syukurnya posisi saya di barisan belakang membuat diri agak nyaman. Masalah posisi yang selalu di bagian belakang, itu karena ada alasan kuat bagi pelatihnya, yakni karena saya itu sebenarnya enggak luwes kalau nari. Kaku. Hanya saja karena anak perempuan sebaya yang diajak nari enggak ada yang mau selain saya dan beberapa teman yang lain, jadilah saya tetap ikut nampil.
www.rebellinasanty.blogspot.com
kelihatan banget kakunya, hehehe. pojok kiri belakang. Saat nari Kuala Deli.

Dan yang membuat tarian Sakura ini menjadi kenangan mendalam, karena kita memakai hiasan bunga di kepala dari bunga kamboja yang dironce pakai benang jahit. Bunga kambojanya pun diambil dari lokasi Taman Makam Pahlawan yang tidak jauh lokasinya dari rumah.  Tapi waktu itu sih kitanya seru-seru aja makai roncean bunga kamboja dari kuburan. Enggak ada takutnya, hehehe.

Kegiatan menari itu tidak saya tekuni. Tahu diri kalau saya enggak bakat di bidang itu. Hanya saja di kekinian, saya suka iseng ngajarin anak-anak nari Sakura sambil berdendang lagu sakura tersebut. Tentu saja anak-anak tertawa melihat gaya saya menari, sambil ngomong, “Ih, Bunda narinya kaku banget.”
Habis memang harus saya akui kelihatan banget kakunya. Tapi saya sih cuek aja. Yang penting dapat fun-nya ketika beraktivitas dengan mereka. Namun sepertinya anak-anak pun tidak ada yang berbakat menari. Enggak ada yang mau ikut nari dengan saya. Jadinya saya nari Sakura sendirian deh. Hiks…


10 komentar:

  1. Hihi..kenangan masa kecil ya mak. saya juga waktu kelas 4 SD ikut pentas di balai desa. waktu itu yg ngajar mahasiswa seni yang lagi PKL. ga ada malu sih ya waktu itu karena narinya bareng2 temen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenangan kanak-kanak-remaja itu indah. enggak tahu ya kalau anak-anak sekarang, kalau mereka sudah seusia kita nantinya, masih punya kenangan seperti inikah? mengingat sekarang lebih terpaku pada gadget

      Hapus
  2. sedih ya...narkoba memang kejam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. jkejam dan merusak kehidupan, tidak saja pemakainya, tapi sekitarnya :(

      Hapus
  3. Fariz RM itu musisi jenius. Darinya saya tahu istilah MIDI pertama kali. Sayangnya sering jatuh ke lubang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. saya suka lagu-lagunya, dan talentanya pada alat musik. tapi sayang, enggak bisa memanage diri dan ketenaran

      Hapus
  4. Udah kali kedua Fariz tertangkap. Sangat disayangkan.

    Saat zamannya, tari Sakura itu kayak ngetrend banget, ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mak. Buktinya saya juga kena demam tari sakura, walau gerakan kaku, hayukkk saja :)

      Hapus
  5. Oh Om Fariez..terjerumus lagiii :( smg kelak keturunan kita tetap move on meski hidup tak lagi semujur masa lalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mbak. hal yang sama kulihat darinya, mungkin belum bisa lepas dari bayang-bayang jaya di masa lalunya

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge