Rabu, 31 Desember 2014

Crying And Dancing In The Rain…

Hujan, adalah kamuflase paling sempurna, untuk menutupi deraian airmata.
Rebellina
www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustrasi kisah, credit foto

Apa yang kusuka dari memandangi tetesan hujan dari balik jendela? Yakni kenangan yang berkelana di benakku, melintasi waktu dan menari bersama hujan yang turun pada saat itu. Seperti saat ini, Bogor kerap dilanda hujan. Dan aku termangu memandangi dari jendela ruang kerja ini, tetesan hujan yang turun deras membasahi halaman depan, dan dedaunan selendang lili yang tumbuh subur di bawah jendela. Ingatanku berkelana, menyusuri masa demi masa dari secuil perjalanan hidupku…

Selasa, 30 Desember 2014

Pastel Puff Isi Ragout Ayam Jamur Ala Bunda

www.rebellinasanty.blogspot.com
pastel puff, foto koleksi pribadi Rebellina
Pastel ini beda loh. Kulitnya mirip pastry, karena dalam pembuatan kulitnya mengadopsi pembuatan kulit pastry. Hanya tidak seperti adonan puff pastry yang selesai digiling-lipat, harus disimpan di kulkas dulu, adonan pastel puff ini hanya digiling 3-4 kali dengan teknik lipat yang sama, baru kemudian di simpan di kulkas, sebelum digunakan. Butuh kehati-hatian saat menggorengnya, karena lapisannya gampang terurai.

Resep Satu Untuk Semua: Solusi Praktis Untuk Membuat Camilan Anak

Menjadi ibu itu pasti butuh energi yang luar biasa. Apalagi bila anak-anak sedang dalam proses tumbuh kembang. Tak  semata pendampingan dalam pola asuhnya, juga bagaimana mensuplai kebutuhan mereka terhadap asupan gizi. Seorang ibu jadinya dituntut untuk mampu mengatur semua hal secara sinergi.

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian adalah mengelola waktu. Mengingat anak 4 dan semua pekerjaan rumah tangga dilakukan secara mandiri, tanpa asisten rumah tangga, ditambah hobi berkebun, dan menulis yang butuh waktu juga, maka saya harus menyiasati waktu yang cuma 24 jam, agar semua hal yang diinginkan terlaksana.

Sabtu, 27 Desember 2014

Dijawil Hantu

 Ini pengalaman putri sulung saya. Kejadiannya kemarin sore, sekitar jam 4-an. Saya tuliskan karena kebetulan kejadiannya pun ‘terlihat’ oleh saya, namun tidak oleh suami dan saudara-saudaranya yang lain. Apa sih yang terjadi? Begini kisahnya

Dapatkan Anda Memecahkan Tulisan Rahasia Ini?

 Salah satu permainan yang saya sukai saat sekolah dulu adalah bermain dengan surat rahasia. Terinspirasi dari buku-buku detektif yang saya baca, semisal Sherlock Holmes, saya pun kerap membuat tulisan rahasia sendiri. Tulisan yang saya buat berupa surat, lalu saya berikan kepada teman. Teman saya akan berusaha memecahkan tulisan rahasia itu, dan menjawabnya. Seru bukan?

Kali ini saya pun ingin kembali mengurai kenangan lama tersebut di blog. Ini bisa menjadi inspirasi permainan yang bisa dilakukan di rumah bersama anak-anak. Nikmati keseruan saat mereka mencoba memecahkan isi surat rahasia, dan menemukan hadiah sebagai kejutannya. Namun sebelum mencobanya kepada ananda, mampukah kamu memecahkan isi tulisan surat rahasia yang sangat sederhana saya ini?

Ini suratnya:
Petunjuk : Saya penyuka bilangan prima, terutama  bilangan prima genap.


Ibmp Ufnbot…

Cfsnbjo tvsbu sbibtjb juv nfozfobohlbo mpi. Tbzb tvlb nfnbjolboozb cfstbnb bobl-bobl.
Qfsnbjobo tvsbu sbibtjb juv nfsbohtboh jnbkjobtj bobl. Lbebohlbmb tbzb nfohhvoblbo tvsbu sbibtjb wfstj tbzb tfoejsj. Obnvo tftflbmj tbzb nfohhvoblbo tboej npstf. Pnpoh-pnpoh ufouboh tboej npstf, tvebi tbohbu kbsboh beb zboh nbv nfovmjtlboozb zb?


Pi zb, ujebl beb ibejbi cbhj zboh nbnqv nfnfdbilbo jtj tvsbu sbibtjb joj. Qptujohbo joj ibozb vouvl tfoboh-tfoboh tbkb. Uvmjtlbo  ej lpmpn lpnfoubs cjmb lbnv tvebi cjtb nfnfdbilboozb.


Tbmbn
Sfcfmmjob


Jumat, 26 Desember 2014

Tidak Mengucapkan, Bukan Berarti Bermusuhan.

Setiap akhir tahun, selalu saja issue ini bermunculan. Layaknya bola panas, yang bergulir semakin membesar dan membara. Apalagi kalau bukan mengenai boleh tidaknya umat Islam mengucapkan Selamat Natal untuk umat Nasrani. Ada berbagai argumentasi yang seliweran. Tudingan anti toleransi yang diarahkan, dan pro-kontra yang bermunculan. Terkadaang, gatal tangan ingin ikut menuliskan komentar. Tapi dipikir-pikir, kurang efektif, hanya menambah besar bola api itu saja. Lebih baik saya tuliskan saja di blog sendiri .

Kamis, 25 Desember 2014

Bola-Bola Wijen Rekah

www.rebellinasanty.blogspot.com
bola-bola wijen rekah, foto koleksi pribadi Rebellina
Ngumpul bareng di saat liburan, kurang lengkap kalau enggak ada yang dikunyah-kunyah. Dasar Mak tukang ngemil, beginilah jadinya, hehehe. Kapan aja, selalu butuh cemilan sebagai pelengkap kebersamaan keluarga. Dan entah mengapa, saya tuh sukanya ngemil buatan sendiri. Salah satu cemilan favorit saya ini, bola-bola wijen rekah. Saya tambahin rekah dibelakangnya, karena ketika digoreng, hasil jadinya merekah (retak).

Sabtu, 20 Desember 2014

Niat Berbagi Sudut Pandang yang Berbeda, Membuahkan Rasa Iklash Yang Sebenarnya

Menjelang akhir tahun yang tinggal menghitung mundur hari, ada tantangan dari Om Her, untuk memilih satu postingan yang paling berkesan dari blog sendiri. Tidak perlu banyak berpikir bagi saya untuk memilih tulisan yang paling berkesan diantara postingan saya sepanjang tahun ini (sampai saat saya menulis postingan ini juga).  Pilihan saya jatuh pada postingan: Iklashkanlah.

Prihatin!
Itulah awal yang mendasari mengapa saya menulis “Iklashkanlah…”.

Bermula dari seliweran berita mengenai gugatan 1 milyar seorang anak dan menantu terhadap Mak Fatimah, sang Ibu. Berita yang ditayangkan, baik cetak, internet, maupun TV, semua hanya mengambil dari sisi ibu yang dizholimi. Sependek yang saya ikuti beritanya, tidak ada  yang mengutip berita dari sudut pandang sang anak dan menantu. Paling tidak, informasi yang beredar biar berimbang dari dua belah pihak.

Jumat, 12 Desember 2014

Cake Coklat Kukus, Tanpa Telur & Mixer

www.rebellinasanty.blogspot.com
Cake Coklat Kukus Tanpa Telur, Tanpa MIxer, Rebellina
Buat cake enggak pake telur dan mixer?
Enggak pernah dengar.  Tapi itu dulu. Kini, buat cake semakin gampang. Banyak cara dan modifikasi yang telah dilakukan pakar-pakar di bidang kuliner. Tergantung selera dan budget. Mau yang konvensional, ok. Yang ala hemat dan enggak pakai ribet, banyak bertaburan resep dan cara membuatnya. Salah satu dari pemilih cara kedua adalah: saya J

Kali ini cake yang dikukus.  Bahan-bahannya enggak pake susah nyarinya. Enggak pakai telur, dan enggak perlu mixer ngadoninya. Hasilnya..? Lembut banget, dan rasanya pas. Anak-anak suka banget dengan kue coklat kukus ini. Mau tahu resep dan cara membuatnya? Yuk, simak di sini :

Jumat, 05 Desember 2014

4 Hal Yang Enggak Penting Banget, Yang dibesar-Besarkan Media

Media sekarang ini, baik media cetak, media elektronik, maupun media digital seringkali mengangkat issue yang ‘enggak banget’ untuk disuguhkan kepada masyarakat.  Entah saya yang seleranya berbeda dari mainstream ,karena menganggap berita semacam ini bukan saja tidak penting, tetapi juga membodohi masyarakat. Atau memang ada grand design dari media-media ini untuk mengalihkan issue utama yang benar-benar penting dengan menyuguhkan issue sampah.

Berikut di bawah ini 4 Hal  yang menurut saya enggak penting, namun dibesar-besarkan media

Rabu, 03 Desember 2014

Puasa Pertama Mereka…

www.rebellinasanty.blogspot.com
My eldest Daughter,when she was 4, koleksi Rebellina
Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu
Belajar setelah dewasa bagai mengukir di atas air

Sejak dini, menyadari anak itu amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan, pola asuh tumbuh kembang mereka kami selaraskan sesuai prinsip-prinsip agama yang kami anut. Sejak dalam kandungan, sudah dibiasakan mendengarkan bacaan Qur’an yang saya dan suami bacakan. Lalu, saat mereka berusia 3 tahun, sudah diperkenalkan dengan puasa, dan sholat. Tentu saja untuk anak seusia ini contoh adalah metode pengajaran yang paling ampuh.

Syafa, Aisyah, dan Zulfikar si bungsu, semuanya pertama kali mengenal puasa saat usianya 3 tahun. Kalau Abang, belum, karena untuknya butuh pendekatan 'khusus' mulai dari mengenalkan mereka pada konsep apa itu puasa, secara sederhana tentunya. Lalu, diikutkan dalam aktivitas sahur dan buka puasa bersama. Jadinya, ketika mereka mulai kami ajak puasa juga, sudah tidak kaget lagi.

Bukan Seperti Ibu Malin Kundang

Batu Malin Kundang, photo, credit

 “Mengapa ibunya Malin Kundang sampai harus mengutuk anaknya,Bun? Bukannya sebagai ibu, dia harus bisa memafkan?”

Pertanyaan Syafa itu membuat saya terdiam sejenak. Saya memang mengisahkan cerita tentang Malin Kundang saat itu. Bercerita adalah salah satu cara saya  mendidik anak-anak. Saya ambil kisah Malin Kundang ini agar mereka bisa menangkap pesan yang terkandung di dalamnya, yakni tidak menjadi anak durhaka. Namun saya tidak menyangka bahwa putri sulung saya punya pemikiran lain, dan mengajukan  pertanyaan kritis seperti itu.

Selasa, 02 Desember 2014

It Takes Two To Tango!

www.rebellinasanty.blogspot.com
photo credit: life_social
Setiap pasangan pasti berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Beda pola pengasuhan, beda budaya, bahkan kadang pula beda agama. Jadi tak heran bila setiap pernikahan pernah mengalami yang namanya perselisihan. Lalu, apakah perselisihan dalam rumah tangga mengindikasikan salah satu pihak atau keduanya sebagai pihak yang tidak baik?

Bicara soal baik atau tidak, sebagai istri saya pernah merasa sebagai istri yang belum baik untuk suami saya, dan suami pun saya anggap belum menjadi suami yang baik untuk saya. Mengapa? Karena di awal pernikahan kami belum menemukan irama pernikahan kami seperti apa. Kami masih saling mencari-cari irama pernikahan itu. Ibaratnya, kami masih mencari irama yang pas buat kami berdua agar bisa menari bersama.

Resep Bekal Untuk Anak : Kroket Sayuran


Kroket Sayuran ini mudah banget buatnya. Hanya butuh mempersiapkan bahan dan waktu. Enggak begitu ribet prosesnya, dan bahan-bahannya pun mudah ditemui di warung. Satu hal lagi, kroket sayuran ini menu ampuh untuk anak-anak yang kurang menyukai sayur. Karena kandungan sayurnya banyak, hanya tersembunyi dalam balutan adonan yang creamy. Simak yuk bahan-bahan dan cara membuatnya

Bahan:
100 gr wortel, potong kotak kecil-kecil
100 gr kentang, potong kotak kecil-kecil
100 gr buncis. Potong bulat tipis
25 gr margarin
½ bawang bombay sedang, iris tipis
3 siung bawang putih, geprak, potong halus
75 gr tepung terigu
350 cc kaldu
Garam,gula,merica,pala secukupnya.

Senin, 01 Desember 2014

Resep Dasar Puff Pastry Berlapis-Lapis Dan Renyah


Puff Pastry ini salah satu camilan yang sangat disukai anak-anak, dan juga teman-temannya. Jadi ingat dulu waktu teman TK Kakak Sya berkunjung ke rumah, saya suguhi puff pastry bentuk cone/contong. Wah, seluruh anak-anak yang datang, suka suguhan itu. Sampai salah seorang teman Kakak Sya  minta mamanya belikan di bakery.Tapi begitu dibelikan mamanya, teman Kakak Sya itu kecewa. Katanya kuenya beda dengan buatan Bunda Syafa. Ini mamanya sendiri loh yang cerita ke saya. Jadi GR saat itu :)

Walau anak-anak sangat menyukai cemilan yang satu ini, tapi belum tentu beberapa bulan sekali saya bikin. Karena cara membuatnya yang lumayan lama dan butuh telaten tinggi. Dan saya bukanlah tipe orang yang punya kesabaran tinggi untuk sering-sering bikin puff pastry ini. Tapi demi anak, sesekali meluangkan waktu membuat puff pastry ini enggak apa-apalah. Sekalian menebus kegagalan membuat martabak kemaren (si martabak cemungut eaaa)

Enaknya kalau sudah buat adonan dasar puff pastry,  bisa dimodifikasi dengan isi apa saja. Sekedar di tabur gula atau keju, diisi selai nenas, atau bahkan dengan sosis. Kalau saya, tergantung bahan yang ada. Berhubung ada sisa keju dan selai nenas di kulkas, ya pakai yang itu.

Resep dan cara pembuatannya, saya adopsi dari Tabloid Saji. Tahunnya udah lupa, kalau enggak salah ingat waktu awal-awal tabloid ini terbit. Jadi resep ini udah hampir 10 tahun saya pakai. Walau saya sempat beli buku resep khusus tentang puff pastry, saya tetap lebih sreg pakai resep dari Saji ini. Lebih irit, dan hasilnya pun ok. Simak yuk bahan dan cara pembuatannya .

Sabtu, 29 November 2014

Martabak Cemungut Eaa….

Pengen martabak buatan sendiri udah lama. Bahan-bahan ada, tapi antara keinginan dan tindakan, enggak sinkron. Jadinya enggak tereksekusi tuh resep yang disimpen-simpen dari berbagai sumber.

Ndilalanya, kemaren tepar. Enggak tahu kenapa perut sepanjang hari bermasalah. Gejala paratypus, duga suami. Ditambah sakit kepala, membuat kasur jadi tempat leye-leye sepanjang hari itu. Untungnya, setelah minum obat sakit kepala,  sekitar jam 2-an sakit kepala saya reda, jadi bisa dikit-dikit nonton tv. Eh ketemu acara masak memasak di DAAI TV. Tentang martabak pula!  Sepertinya semesta mendukung keinginanku untuk buat mertabak.

Kusimak penuh perhatian bahan-bahan yang dibutuhkan dan cara membuatnya. Lengkap deh. Supaya tidak lupa, aku bahkan catet di buku. Hanya saja yang membingungkan,waktu menyebutkan takaran bahan, chefnya menyatakan terigunya takarannya 250 gr, sedangkan di teksnya, terigu seberat 500 gr. Bahan yang lain tidak berbeda. Yo wis, diniatkan akan buat martabak. Pakai resep ala DAAI TV.

Jumat, 28 November 2014

Saat Tak Sengaja Makan Daging Babi

Beredarnya kisah  sang putra presiden yang tak sengaja makan daging babi,membuat ingatan saya melayang pada belasan tahun silam.  Kisah serupa tapi tak sama. Serupanya, yakni sama-sama tak sengaja memakan daging yang diharamkan tersebut.

Saya ingin menuliskannya kembali, sebagai pengingat diri dan yang membaca tulisan ini agar berhati-hati saat makan di luar. Karena untuk umat Islam  beberapa jenis makanan tertentu memang dilarang untuk dimakan alias haram, jadi tentunya tulisan ini tidak terkait SARA bukan?

Sebelum menikah, waktu masih tinggal di Medan, hobi saya saat senggang di waktu akhir pekan selain jalan-jalan enggak jelas (yang penting jalan, hehehe) , adalah nonton film dan makan di luar.  Bersama sepupu saya (hellow Indi.., where are you now?), atau teman-teman yang lain. Kadang cuma saya berdua saja dengan Indi, nonton film di 21, lalu pulangnya cari makanan. Suka nongkrong juga di Pagaruyung, daerah Kampung Keling. Oh ya, Kampung Keling katanya sekarang berganti nama Kampung Madras. Tempat ini hanya buka malam hari, dan selalu ramai, terutama akhir pekan. Di sana saya suka makan roti canai dan kari kambing.

Minggu, 16 November 2014

Resep Cake Bebas Gluten :Cake Tepung Ketan Hitam


Sudah lama saya ingin buat cake dari tepung ketan hitam.  Pernah sih membuatnya beberapa bulan yang lalu, tapi cakenya di kukus, dan semua anggota keluarga suka banget dengan rasanya yang legit dan mois. Kali ini saya pengen coba bikin cake dari tepung ketan hitam lagi, tetapi  dengan cara dipanggang.

 Pengen buatnya sih udah lama, dan bahan-bahannya pun tersedia di dapur. Tapi baru punya tenaga sih tadi siang. Mungkin karena kasihan dengan anak-anak yang berkali-kali bilang kalau bundanya sudah lama tidak membuat cake yang dipanggang. Jadinya, begitu selesai buat roti Perancis (karena si bungsu selalu merengek pengen roti, jadinya bikin deh. Habis enggak kuat, setiap Minggu harus beli roti tawar 

Sabtu, 15 November 2014

Do’a

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto : credit
Do’a merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam. Harusnya. Setiap selesai sholat, duduk diam sejenak di atas sajadah,  tangan menengadah di atas, dan bibir mengucapkan segala hal yang ada di dada; keluh kesah, harapan, permintaan, bahkan terkadang kemarahan.

Ada kalanya, do’a yang terucap begitu panjang, dan syahdu. Airmata pun sampai bercucuran tanpa terasa. Selepas itu, dada terasa plong dan ringan. Namun tak  sekali dua pula do’a begitu sulit dirapal. Rasanya seperti tersumbat di ujung tenggorokan. Bukan karena tidak ada yang ingin disampaikan padaNya, namun karena begitu sesaknya isi dada, sehingga berebutan ingin keluar tanpa tertahan lewat kata. Nyatanya, malah membuat bibir tak mampu mengucapkan apapun. Dan kalau sudah begitu, do’a sapu jagad jadi andalan . Adakah yang begitu?
www.rebellinasanty.blogspot.com
do'a ini yang sering disebut sebagai do'a sapu jagad. Do'a mengharap kebaikan dunia dan akhirat.

Rabu, 22 Oktober 2014

Tips Untuk Bekal Makan Siang Anak

Sejak anak-anak masuk sekolah, saya memang terbiasa membawakan mereka bekal. Selain hemat, tentunya saya lebih yakin akan kebersihan dan nilai gizi dari apa yang dimakan oleh anak saya. Dan tentu saja menghindarkan mereka jajan sembarangan.

Waktu Kakak Sya masih TK, bekalnya sih sederhana, berupa air minum yang terkadang diselingi susu kotak atau jus buatan sendiri dan camilannya berupa roti, pancake, muffin, dan pizza, dan lainnya. Hampir semuanya saya buat sendiri. Lalu, saat Kakak Sya masuk SD, dan jam belajarnya memang jauh lebih panjang dari SD umum, saya pun harus menyediakan bekal tak hanya camilan, namun juga bekal makan siang.

Masalah pun bermula. Pulang sekolah, seringkali bekal makan siangnya utuh, atau hanya berkurang sedikit. Tapi kalau camilan, selalu habis tak bersisa. Tentu saja koreksi diri, dimana letak kekurangan bekal makan siang yang saya buat untuknya. Apakah dari sisi rasa, atau lainnya?

Senin, 20 Oktober 2014

Resep Darlung (Dadar Gulung) Pelangi Mini Isi Unti

Ini salah satu penganan kesukaan anak-anak. Karena warnanya dan bentuknya yang mungil. Resepnya sih standar, hanya saja saya beri pewarna makanan yang beda-beda dan bentuknya dibuat kecil. Saya kasih nama Darlung Pelangi Mini, singkatan dari Dadar Gulung. Biasalah, saya memang suka menyingkat-nyingkat kata. Kalau kata Si Sulung saya, “Emang Buntusi sih!”. Namun gara-gara suka menyingkat kata dan kalimat itu, tulisan saya berhasil masuk Gado-Gado Femina Lho. Bisa di baca di sini.

Balik lagi ke Darlung Pelangi Mini ini. Saya suka buat ini untuk bekal snack Kakak Sya dan Kakak Ai. Mereka kalau sekolah kan bawa bekal, cuma kalau Ai, hanya bekal snack, sedangkan Kak Sya selain snack juga bekal nasi+lauk. Dan belajar dari pengalaman, bekal snack anak-anak itu enggak melulu soal rasa, tapi tampilan warna dan bentuk, sangat memengaruhi selera mereka. Bentuk harus mini-mini, dan warnanya menarik mata. Hanya saja tetap diingat, harus memakai pewarna makanan yang aman dan halal. Bukan pewarna sintetis kimia untuk baju dan yang lainnya.

Berikut Bahan dan Cara Pembuatan Darlung Pelangi Mini

Minggu, 19 Oktober 2014

Ciri-Ciri Orang Yang Gemar Berhutang, Tapi Enggan Membayar (2)

photo pinjam dari sini

2013 Lalu..

Perempuan berusia 25 tahun itu mengetuk pintu depan rumah kami. Suami yang lagi kerja di depan kompie di ruang depan sekaligus tempat usaha pembayaran Listrik Online, yang membuka pintu. Seketika suami  menundukkan pandangan mata. Risih. Berbusana blus sebagai atasan dipadu dengan celana pendek selutut, perempuan yang tidak pernah kami kenal sebelumnya memohon dengan memelas ingin meminjam uang.  Tentu saja suami gelagapan, merasa ditodong tiba-tiba seperti ini oleh perempuan tidak dikenal. Bergegas suami menemui saya di dapur, dan menceritakan sekilas mau si perempuan tersebut, dan menyerahkan urusan itu pada saya.

Saya yang kemudian menghadapinya. Ternyata dia tetangga saya, tidak dekat, berjarak sekitar 300 m dari rumah. Rumahnya bersebrangan jalan dari mesjid. Sebut saja namanya Mia. Cantik, kulit bersih, berusia sekita 25-an, memiliki 2 orang anak. saya memang jarang keluar rumah, jadi bertemu Mia baru kali itu.  Heran juga saya kok sampai nekad benar Mia ini ingin meminjam uang kepada tetangga yang tidak begitu kenal dengannya.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Ciri-Ciri Orang Yang Gemar Berhutang, Tapi Enggan Membayar (1)

www.rebellinasanty.blogspot.com
photo pinjem dari sini
1990-an  

Gayanya seperti ibu pejabat. Dan sebenarnya bisa dikatakan begitu. Beliau saat itu berusia 40-an, Kepala sekolah dari sebuah sekolah swasta yang cukup dikenal di seputaran tempat tinggal saya. Suaminya, juga seorang pendidik, sebelum kemudian menjadi anggota DPRD Medan.

Kalau lagi bepergian, dandanannya selalu rapi, berkebaya dan bersanggul, serta senyum yang tak lepas dari bibir. Ramah memang, tapi eits…,jangan terkecoh dengan keramahannya dulu ya. Ada kisah buruk yang terekam jelas di benak saya menyangkut dirinya. Ini tidak dimaksudkan untuk ghibah, karena saya menuliskannya agar yang baca bisa mengambil hikmahnya. Nama pelaku saya samarkan, kecuali tempat.

Jumat, 17 Oktober 2014

Resep Pia Isi Kacang Hijau

Pia ini salah satu kue kegemaran saya. Lapisan kulitnya yang renyah berlapis-lapis, dengan isi kacang hijau di dalamnya, membuat mulut saya tak berhenti di satu buah saja untuk mengunyahnya. Dan ternyata, penganan ini digemari anak-anak juga. Jadi, tak percumalah saya berepot-repot dikit membuatnya. Karena, sungguh tak enak buat saya kalau membuat penganan yang cuma saya sendiri saja yang bisa menikmatinya.

Resepnya sayang cuma kalau sekedar dikliping di buku dan cuma saya sendiri yang menikmatinya. Karena prinsip berbagi itu menyenangkan dan mendatangkan pahala, maka saya pun akan berbagi resepnya di sini. Bahannya mudah diperoleh, buatnya tidak sulit, hanya butuh kesabaran sedikit. Berikut resepnya:

Minggu, 05 Oktober 2014

Tatkala Silaturahmi Membuka Pintu RidhoNya

Friksi, pastinya pernah dialami siapapun. Terhadap tetangga, kerabat, anak, teman, bahkan pasangan hidup sendiri. Endingnya kemudian berbeda-beda, tergantung kedewasaan pihak-pihak yang terkait. Ada yang selesai dengan damai, ada yang berakhir dengan ‘Lu, Gue, End!’, ada pula yang menjadi Hubungan Tanpa Status alias menggantung tidak jelas.  Saya, pernah termasuk dalam ketiga-tiganya #mengelusdada, #istighfar

Saya pernah memendam marah terhadap seseorang. Lama…, sekali. Bertahun-tahun kisaran waktunya. Rasa sakit yang saya alami secara psikis, membuat hati ini susah memaafkan.  Secara kasat mata sih, tidak terlihat bahwa ada hubungan yang kurang sehat antara saya dan seseorang tersebut. Masih berkomunikasi lewat telpon walau amat jarang, karena baik saya dan orang tersebut sama-sama menyadari masih ada masalah yang belum selesai antara kami. Jadinya terlihat mulus di permukaan, tetapi tahu sama tahu di dalam hati. Enggak nyaman deh hubungan begini. Ini termasuk ending yang masih menggantung yang pernah  saya alami.

Jumat, 03 Oktober 2014

Tanaman Bungaku: Stek Pucuk Daun Melati Malaysia Alias Si Gardenia

www.rebellinasanty.blogspot.com
Yang ini Kacapiring, koleksi Rebellina
Dulu, waktu sekolah, saya pernah ngikuti pelajaran IPA. Salah satu materi pelajarannya tentang tanaman, termasuk cara tanaman memperbanyak dirinya. Walau kemudian saya memilih jurusan sosial, ada beberapa hal yang masih saya ingat tentang cara memperbanyak tumbuhan, yakni stek. Stek yang saya tahu itu adalah memotong salah satu dahan atau ranting tanaman yang cukup tua, dengan potongan serong. Dan kemudian hasil stekannya tersebut ditanam dalam wadah lain sampai kemudian menjadi tanaman baru yang tentu saja sejenis dengan tanaman induknya. Itu saja yang saya tahu.

www.rebellinasanty.blogspot.com
Alamanda,koleksi pribadi Rebellina
   Lalu, tanpa sengaja, setelah menikah saya malah jatuh hati dengan dunia tanam menanam.
 Kisahnya sih bermula dari Alamanda.

Namun tak hendak saya membahas si Alamanda itu di sini. Saya ingin berbagi kisah temuan tak sengaja dengan Stek Pucuk Daun. Itu bermula dari Si Melati Malaysia ini.

Kamis, 25 September 2014

Iklashkanlah…

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto: credit


Heboh tentang anak durhaka yang menuntut ibunya 1 M di pengadilan, membuka kembali kenangan lama saya sekitar 11 tahun silam. Saat itu saya baru menikah, dan sesuatu memaksa saya pulang kampung ke kota asal untuk menyelesaikan urusan yang berat.
www.rebellinasanty.blogspot.com
 Gambar dan berita dari sini

Di kampung halaman, saya mengalami shock. Padahal saat itu saya sedang hamil muda. Untungnya tidak berakibat fatal ke janin anak sulung saya. Bagaimana tidak shock? Saya dihadapkan pada hutang puluhan juta rupiah yang harus saya lunasi. Cicilan motor dan mobil sudah beberapa bulan tidak dibayarkan ke leasing. Padahal saya selalu teratur mengirim uang untuk membayar semua tagihan tersebut. Belum cukup, ternyata motornya sendiri pun sudah ditangan orang lain karena digadaikan. Lalu, pinjaman dengan nominal diatas 7 digit pun dilakukan ke rentenir atas nama saya, dengan jaminan surat rumah milik saya. Belum lagi barang-barang pribadi yang sudah berpindah tangan, semisal kulkas, mesin jahit, ditambah beberapa perhiasan mas puluhan gram serta cincin berlian yang semuanya juga disalahgunakan oleh beliau. Pokoknya, hampir habis tak bersisa.

Rabu, 10 September 2014

Kacamata Kuda Dan Tutup Telinga Kelinci..

www.rebellinasanty.blogspot.com
gambar pinjem dari sini 
Dulu, saya suka  melihat kuda yang menarik delman atau andong, atau dokar. Asesories yang dikenakan kuda di badan dan  di sekitar kepalanya, keren! Penuh warna warni dan pakai penutup di sekitar matanya.

Setelah pernah baca di mana gitu..(lupa), saya baru tahu kalau ternyata kuda itu bener-bener dipakaikan asesories semacam penutup mata itu dengan tujuan tertentu. Jujur saja , saya belum tahu, rupanya istilah kacamata kuda itu berasal dari asesoris keren yang saya lihat di sekitar mata kuda. Ternyata kuda penarik delman itu bener-bener pakai kacamata lho! Dan kacamata kuda itu berfungsi untuk membuat kuda itu fokus pada jalanan di depannya, sehingga kusir mudah mengendalikannya. Tanpa kacamata itu, kuda akan melihat ke sana kemari, dan tidak fokus pada jalan di depannya.

Senin, 08 September 2014

7 Hal Yang Dulunya Tabu Dalam Masyarakat Umum

www.rebellinasanty.blogspot.com
credit

Waktu, demikian ampuh untuk merubah kita, manusia. Perkembangan teknologi, penyebaran informasi yang sedemikian cepat dan deras, namun tidak dibarengi oleh kekuatan ruhiyah untuk memilah-milah mana yang pantas untuk kita terima sebagai bagian dari kehidupan, dan mana yang tidak.  Tak heran, banyak sekali norma-norma umum yang dulu berlaku di masyarakat, sekarang ini tergerus oleh lajunya waktu dan derasnya paparan informasi, sehingga hal-hal yang dulunya kita anggap tabu (terlarang, tidak sopan), malah kini menjadi biasa. Bahkan jadi trend pula. OMG!!

Berdasarkan pengamatan, banyak sekali hal-hal yang dulu tabu kita lakukan, dan kalau kita lakukan akan mengundang cemooh masayarakat, saat sekarang ini malah dianggap biasa. Apa saja hal-hal yang dulunya tabu tersebut? Berikut di bawah ini paparannya berdasarkan pengamatan saya

Minggu, 07 September 2014

Fokus, Fokus, Dan Fokus!

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber:credit
Ngeblog itu mengasyikkan buat saya. Entahlah, walau berniat ingin membuat tulisan yang bisa dikirim ke media, kok rasanya saya lebih merasa bebas saat menulis untuk ngisi blog saya. Kalau ngisi blog itu, seperti tanpa beban. Apa aja bisa ditulis, walau masih menjaga mana-mana yang harus direm, agar tidak kebablasan. Biasanya ini tulisan yang bersifat curhat sih. Nah, gegara suka ngeblog ini, apalagi waktu maruk-maruknya, tangan jadi kegatelan pengen ngeblog dengan aneka tema. Tematik gitu lho, ceritanya.

Jumat, 05 September 2014

Sambal Pedas Ala Bunda

Lebaran kemaren, waktu di rumah mama mertua, selain lidah dimanjakan oleh hidangan enak-enak buatan mama dan Tante Yulin, selera pun jadi bertambah-tambah dengan adanya sambal botolan. Sebelumnya, sebagai seorang cabe mania, saya selalu mencari-cari cabe rawit di dalam kulkas di tempat mama. Enggak klop rasanya kalau enggak kena cubitan pedasnya tumbuhan yang satu ini. Kalau cabe botolan yang dalam bentuk saus, mau apapun mereknya, enggak pernah cocok di lidah saya. Nah, tahun ini meja hidangan di rumah mama mertua, semakin rame dengan adanya sambal dalam botolan ini. Bukan saus lho, sambal beneran.

Selasa, 02 September 2014

Roti Lipat Isi Keju Ala Bunda


Roti ini sederhana buatnya. Enggak pakai ribet. Resep aslinya sih lihat dari detikfood.com. Nama aslinya adalah Dobladitas. Lucu ya. Asalnya dari Chili, Amerika  Selatan. Di sana, roti ini disajikan sebagai kudapan, peneman minum kopi atau teh.

Nama Dobladitas agak sulit sih diucapkan  walau unik. Dan resep aslinya dobladitas ini tanpa isi. Cuma dipoles butter saja saat masih hangat dan siap santap. Oh ya, dobladitas ini enak disantap saat hangat.
Karena menurut saya hasil rotinya kurang nendang kalau enggak pakai isian, maka saya modifikasilah resepnya. Diberi isian keju dan kasih nama jadi roti lipat isi keju. Karena memang bentuknya dilipat seperti kipas.

Senin, 01 September 2014

Teriak, Tendang, Cakar, Gigit, Dan Lari!

“Pokoknya, kamu harus teriak sekuat mungkin. Kalau perlu, tendang kemaluannya, cakar matanya, gigit tangannya, lalu lari sekuat tenagamu!” kata saya pada Kakak, Ai, dan juga si kecil Zulfikar. Tentu saja pakai aksi peragaan cara melakukannya, serta bagian-bagian vital yang harus mereka tendang, gigit, dan cakar.
www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustrasi : credit


Lho, kok ngajarin kekerasan pada anak-anak? Bukannya anak-anak harus diajari etika, sikap lemah lembut dan sopan santun pada orang lain?

Eits…,lihat dulu konteksnya.

Saya mengajarkan anak-anak saya untuk bersikap seperti itu bila berhadapan dengan orang yang mencoba melakukan pelecehan seksual terhadap diri mereka. Sekarang ini makin parno aja membaca berita mengenai kejahatan seksual terhadap anak-anak. Rasanya, enggak ada tempat yang aman buat anak-anak lagi. Tidak sekolah atau tempat ngaji. Apalagi lapangan terbuka untuk bermain. Tapi bukan berarti karena itu saya harus mengungkung anak di balik sekat tembok rumah, bukan? Harus cari solusi! Caranya, kenalkan anak secara dini mengenai sex, kejahatan yang mengintai mereka dalam rupa yang berbeda, serta siapa-siapa saja yang patut di waspadai.

Kamis, 28 Agustus 2014

Tanaman Bungaku: Si Harum Cantik Kaca Piring

www.rebellinasanty.blogspot.com
Kaca Piring koleksi pribadi Rebellina
Bunga ini awalnya dibawakan oleh mama mertua. Sebatang. Kata mama mertua namanya bunga Kaca Piring. Jujur saya yang totally awam soal tanam-tanaman dan bunga-bungaan, manggut-manggut saja dengan penjelasan mama.  Maklumlah, jatuh cinta saya dengan dunia tanaman bermula dari sini. Jadi sama halnya dengan Alamanda, kesukaan saya dengan Kaca Piring ini pun karena sedikit rasa terpaksa, kemudian akhirnya malah jatuh cinta beneran.



www.rebellinasanty.blogspot.com
Foto pribadi Rebellina

Rabu, 20 Agustus 2014

Tina, Dimana Dirimu? Maafkan aku ya….

Entah mengapa beberapa bulan belakangan ini aku suka merewind kenangan lama. Apalagi kalau duduk-duduk ngopi berdua bareng suami di halaman belakang. Sambil melihat tanaman dan kolam yang airnya belum dikuras-kuras juga, kita berdua suka saling berbagi cerita sembari cekakak-cekikik berdua. Tepatnya sih, aku yang banyakan cerita. Suami malah pendengar yang setia, tapi sekali menimpali bikin  ketawaku yang ngakak  jadi tambah parah ngakaknya(pst: rahasia, ini hanya kalau lagi berdua bareng suami).

Nah, ceritanya kisah-kisah yang kita putar ulang memorinya adalah saat-saat jaman sekolah dulu. Entah mengapa, kisah kenangan ini ingin kubagikan di blog ini. Berharap ada seseorang pula dari masa lalu yang terkait dan mampu menyambungkan aku dengan dia...

Jumat, 15 Agustus 2014

Rindu Menulis...

Duh…, kangen banget dengan aktifitas menulis. Menulis di blog dan untuk kirim ke media maksudku. Lihat halaman depan blogku, jadi sedih. Tanggal posting terakhir 23 Mei lalu. Berarti menjelang tiga bulan lamanya aku vakum dari ngeblog. Rasanya… Unspoken.

Jumat, 23 Mei 2014

The Liebster Award: Salam Persahabatanku Untukmu


Dapet estafet The Liebster Award ini sesuatu banget ya. Pertama dapetnya dari Mak Kania Ningsih, lalu di tag juga oleh Mak Irowati. Senanglah, pastinya. Merasa ada sesama blogger yang mengingat diri yang bukan siapa-siapa ini. Jujur saja, senang ada award model beginian. Membuat jalinan pertemanan semakin banyak dan hangat. Semoga persahabatan yang masih terjalin di dunia maya ini, dapat tersambung kelak dalam wujud silaturahmi yang nyata. Insha Allah.

Untuk menerima estafet  The Liebster Award ini, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Tidak ribet kok. Seperti ini nih syaratnya:

  •       Membuat postingan tentang The Liebster Award ini di blog.
  •       Ucapan terima kasih pada yang memberikan tongkat estafet award ini padamu, dan       sertakan back link ke blognya.
  •       Share 11 hal mengenai dirimu
  •      Jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepadamu oleh si pemberi estafet
  •      Pilih 11 blogger yang menerima award darimu, dan beri mereka 11 pertanyaan tentang  hal yang ingin kamu ketahui dari mereka.

·         


Senin, 19 Mei 2014

Adenium, Si Mawar Gunung

Tanaman satu ini tidak hanya dikenal karena keindahan bunganya, tetapi  juga bentuk batang dan bonggolnya yang mirip bonsai. Dikenal juga dengan nama Adenium coetanum, Adenium obesum,  dan Adenium muliflorum, tanaman ini merupakan tanaman asli  gurun. Itu sebabnya Adenium juga disebut sebagai mawar Gurun (Desert Rose)
www.havefun-gardening.blogspot.com
credit

Tetapi entah mengapa Adenium di Indonesia disebut dengan Kamboja Jepang. Padahal Adenium berbeda dari Kamboja, dan bukan berasal dari Jepang.

Selanjutnya : Baca Di sini

Jumat, 11 April 2014

Soal-Soal Matematika Untuk Ujian Nasional SMP Dan Pembahasannya


Mei 2014 ini ternyata adalah jadwal resmi Ujian Nasional untuk SMP. Sedangkan kini sudah memasuki minggu awal April 2014. Bisa dibayangkan bagi para orangtua yang anaknya akan menghadapi UN 2014. Harap-harap cemas pastinya selain tentu saja mendukung dan memfasilitasi ananda untuk kelak bisa melewati Ujian Nasional dengan sukses.

Putri sulung saya belum ikutan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Maklum, masih kelas V SD. Tapi karena ayahnya mengajar privat untuk anak SMP, mau enggak mau jadi berurusan juga dengan soal-soal Ujian Nasional lawas untuk dibahas. Apalagi kalau ilmu eksakta, biasanya semakin banyak latihan pengerjaan soal, semakin tambah bekal untuk menghadapi UN.

Karena banyaknya soal yang sudah dibahas suami bersama anak didiknya, terpikirkan untuk di share  di blog. Bukan saja soal beserta kuncinya, namun juga disertai pembahasannya. Berhubung soalnya banyak, maka dibuat dalam beberapa tahap.

Berikut link untuk down load soal-soal Ujian Nasional Matematika untuk SMP (Bagian I), dan pembahasannya. Oh ya, kalau ada yang berminat mencarikan guru privat untuk ananda, silahkan hubungi ree_un@yahoo.com, atau ditanyakan di kolom komentar.
www.rebellinasanty.blogspot.com


 Semoga bermanfaat.


(untuk link di bawah ini, silakan di blok dulu, kemudian klik kanan dan pilih : go to http:...)

https://drive.google.com/file/d/0B1-4AjJxCFhRMDlCMzZhQTJVY0E/edit?usp=sharing

Sabtu, 05 April 2014

Jangan Memaksakan Diri Untuk Memaafkan, Tapi...


www.rebellinasanty.blogspot.com
credit

"Sesabar-sabarnya seseorang,pasti ada batasnya khan?"Jargon itu seperti sudah akrab di telinga kita,  menegaskan  ternyata manusia itu melimitkan dirinya dalam batas sabar tertentu. 
Yang namanya manusia, pastilah selalu berinteraksi satu sama lainnya. Seringkali interaksi yang terjadi menimbulkan gesekan yang berujung pada ketersinggungan hati, marah, terluka, benci dan dendam.  Perbedaan latar belakang sosial budaya, pendidikan, cara pandang, dan tujuan hidup pun melahirkan pergesesekan ini di sepanjang interaksi manusia. Itulah sebabnya Allah menyuruh kita hambaNya untuk berbaik sangka kepada manusia lainnya. Bila ada sesuatu yang salah menurut kita, jangan cepat-cepat menuding hal itu diniatkan untuk melukai hati kita. Bisa jadi bukan maksud begitu, namun karena perbedaan yang saya sebutkan di atas tadi, menimbulkan persepsi berbeda dari masing-masing pihak.

Begitu pun, walau sudah berusaha berbaik sangka, tak urung yang namanya perasaan seringkali menguasai kejernihan hati. "Sesabar-sabarnya seseorang,pasti ada batasnya khan?"
Jargon itu seperti sudah akrab di telinga kita,  menegaskan  ternyata manusia itu melimitkan dirinya dalam batas sabar tertentu. Melewati limit tersebut, dia (merasa) berhak marah, terluka, bahkan melampiaskan kemarahannya pada yang bersangkutan. Kalau perlu, rasa sakitnya dibalas Allah kepada yang bersangkutan seketika itu juga, dan di depan mata. Kalau itu sudah terjadi, baru puaslah rasa hatinya.Itu masih untung, hanya berharap pada Allah yang membalas sakit hatinya. Namun kalau sudah mengambil tindakan penghakiman sendiri? Hiiih...,naudzubilahhiminzalik.
 Pernah begitu?

Sabtu, 22 Maret 2014

Hari Leye-Leye

www.rebellinasanty.blogspot.com
credit
Horee...! Sabtu datang lagi. Dan selalu, saya menyambutnya dengan gembira. Sabtu yang selalu identik dengan weeked, alias  akhir pekan, memang kerap disambut dengan gembira bagi sebagian pekerja, karena Sabtu dan Minggu  berarti libur (bagi sebagian pekerja) dan merupakan moment untuk dinikmati bersama keluarga atau pun orang yang dikasihi.

Tapi, saya khan bukan working mom dan suami saya pun kerjanya dari rumah. Berarti saya setiap hari bisa melewatkan waktu bersama dengan keluarga, kan? Jadi, apa bedanya hari Sabtu, Minggu, dan hari yang lainnya bagi saya? Toh setiap hari adalah hari-hari kami selalu bersama.

Justru itu, karena setiap hari bareng keluarga, apalagi suami bekerjanya kebanyakan dilakukan di rumah, membuat saya merasakan butuh untuk melepaskan diri dari rutinitas harian, setidaknya sekali dalam seminggu. Sabtu saya pilih, tentunya dengan ijin suami, sebagai hari off duty saya, alias ‘me time’ book! Dan saya memberi istilah keren untuk hari me time saya sepenuhnya itu, yakni Hari Leye-Leye.

Jumat, 21 Maret 2014

Yang Penting Bahagia...

Apa passion  anda?

Kalau pertanyaan itu diajukan pada saya, maka dulu dengan yakin saya akan jawab, menjadi penulis! Saya merasa punya sedikit  bakat, hasil karya pernah nampang di media, serta punya segudang ide yang seliweran di benak saya siap dituangkan dalam tulisan (Sok percaya diri banget euy, malu-maluin deh). Tapi itu dulu! Awal-awal saya terkena euforia menulis, dan ikutan menulis rame-rame alias antologi, walau hasil karya antologi cuma sebiji! Setelah itu saya mandeg dari menulis. Lama…, sekitar 2 tahunan. Walau kini mengaktifkan diri untuk kembali belajar menulis, namun kalau ditanya kini apa passion saya? Maka akan saya jawab, banyak! Bukan cuma menulis saja.

Menyerah?  Atau takut menghadapi kenyataan di depan mata bahwa penulis baru bermunculan dengan talenta dan ide-ide yang lebih segar?

www.theway-weremember.blogspot.com
courtesy: www.theway-weremember.blogspot.com
Tidak begitu. Saya tidak menyerah atau khawatir kalah bersaing dengan penulis lainnya. Setiap orang dan termasuk penulis, punya jalannya masing-masing dalam mewujudkan mimpinya. Termasuk saya. Impian menjadi penulis masih tertanam kuat, jalan ke sana pun sudah dirintis. Namun saya memilih realistis dengan kondisi saya . Saya punya prioritas lebih dari keinginan pribadi. Ada 4 anak yang masih sangat butuh perhatian, suami yang tetap punya hak atas diri saya seperti saya memiliki hak atas dirinya, dan lingkungan yang saya harus tetap ambil bagian di dalamnya. Diantara ke empat anak kami tersebut, satu memerlukan perhatian yang khusus, karena dia pun khusus, tidak sama dengan saudara-saudaranya yang lain. Saya jadi merasa egois kalau fokus mengejar mimpi sementara tanggung jawab utama saya terbengkalai.

Bukannya cari-cari alasan saja? Banyak penulis lain yang punya banyak keterbatasan mampu menghasilkan karya?

Kamis, 13 Februari 2014

Wasiat Membawa Petaka (1)


Aku berjalan tidak tahu arah. Semua yang kulihat hanya hapmparan kosong semata, dan aku sendirian. Tak ada satu pun benda-benda yang kukenal yang kutemui dalam perjalanan ini. Bahkan yang kupijak pun aku tak yakin bisa di sebut tanah. Padang pasir? Juga bukan. Aku bahkan tak bisa menemukan bayanganku dan jejak-jejak langkahku di tempatku berpijak..

 Kebingungan, putus asa, serta ketakutan membungkus diriku seutuhnya. Apa yang terjadi pada diriku? Dimanakah aku? Tempat apa ini?

Frustasi menjalari pembuluh darahku. Aku ingin menangis, tapi..tenggorokanku tercekat, dan mulutku terkunci. Aku ingin duduk, tapi kakiku diluar kendali terusa melangkah tak tentu arah, sampai sebuah suara memanggilku dari kejauhan,”Ana…Ana…”
 
www.rebellinasanty.blogspot.com
walking nowhere, ilustrasi, sumber di sini


Namaku Diana, dan aku biasa dipanggil Ana. Hanya seorang kakak perempuan yang kupunya, dan namanya Ayu. Aku punya kembaran perempuan juga, 2 orang abang, dan 2 orang adik lak-laki.

Selasa, 11 Februari 2014

Mengajarkan Ketrampilan Hidup Pada Anak

Sebagai orangtua, sama halnya dengan orangtua yang lainnya, tentunya saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya.  Salah satunya adalah pendidikan. Bagi saya dan suami, pendidikan untuk anak-anak adalah prioritas utama, sejajar dengan kebutuhan primer keluarga. Dan pendidikan utama untuk anak-anak kami adalah pendidikan agama, beserta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 10 Februari 2014

Syarat Pengiriman Tulisan Di Rubrik Gado-Gado Femina

www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustrasi: sumber:di sini
Sebenarnya, sudah banyak penulis yang membahas mengenai syarat pengiriman tulisan untuk rubrik Gado-Gado Femina. Namun, tidak ada salahnya saya tuliskan kembali di blog saya, diniatkan untuk berbagi ke orang lain, dan juga untuk diri sendiri sebagai pengingat dan dokumentasi.

Syarat  mengirim tulisan ke rubrik Gado-Gado Femina adalah sebagai berikut  (berdasarkan referensi dari berbagai sumber, dan pengalaman pribadi):

Kamis, 06 Februari 2014

Gadis Kecil Di Kamar Kos

Peristiwa ini sudah lama banget terjadinya, sekitar tahun 2000. Waktu itu saya masih single, dan punya usaha mandiri, namun dalam beberapa hal masih terikat dengan kantor pusat yang berada di Jakarta. Mungkin kalau sekarang seperti franchise begitu.

Ceritanya, setiap beberapa bulan, minimal setidaknya 2 kali dalam setahun saya harus hadir di Jakarta untuk gathering dengan perwakilan dari daerah lain di kantor pusat. Tentu saja di sana kami dapat pelatihan motivasi, dan kepemimpinan serta hal-hal lain terkait kemajuan usaha yang kami miliki. Kalau usaha tiap perwakilan daerah maju, tentunya kantor pusat juga akan mendapat untung besar, bukan? Jadi tidak heran, kantor pusat pun tidak segan mengeluarkan biaya untuk kami perwakilan daerah berupa penginapan di hotel dan fasilitas lainnya, termasuk akomodasi pulang pergi ke daerah asal.
www.rebellinasanty.blogspot.com
bisnis plan, ilustrasi



Gado-Gado Kedua Di Femina: Bun Tu Si

Naskah Gado-gado yang ini saya kirim hanya berjarak 5 hari dari naskah Gado-gado pertama yang berjudul Lho Kok Ayah Ada Dua? Saya mengirim Bun Tu Si ini tanggal 8 Mei 2013 lalu, dan alhamdulillah dimuat di Femina edisi no 02, Januari 2014 lalu. 
   
Proses pemuatan naskah ini terbilang lebih cepat dari yang pertama. Dapet telpon dari sekertaris redaksi Femina di awal-awal Januari, yang menanyakan keabsahan tulisan ini benar karya saya, bukan plagiasi dan belum dimuat di media manapun. Dan selagi saya menunggu (seperti proses pemuatan pertama) file yang harus saya tanda tangani, ternyata beberapa hari kemudian dapet sms dari mbak sekertaris bahwa Bun Tu Si akan dimuat di Femina No 02,11 - 17 Januari 2014. 
www.rebellinasanty.blogspot.com
Femina, edisi 02, 11-17 Januari 2014

Bila di Gado-Gado pertama yang dimuat adalah naskah yang bertema supranatural, maka Bun Tu Si bercerita tentang kebiasaan saya sehari-hari yang saya lakukan dengan suami, anak-anak, dan ke tetangga.  Seperti judul rubriknya, Gado-Gado, rubrik ini memang menerima kisah dengan beragam genre (atau tema, sih?). Asal cara mengemasnya (baca: menulisnya) sesuai dengan gaya Femina. Untuk tahu gaya Gado-Gado Femina, memang tidak ada pilihan lain selain membaca rubrik tersebut secara intens.

Untuk naskah Bun Tu Si, ternyata lumayan banyak mengalami pengeditan, terutama kalimat yang tidak efektif. Jadinya banyak kalimat tidak efektif yang dipangkas redaksi Femina. Wah, saya harus lebih intens lagi belajar mengenai masalah kata/kalimat efektif nih.

Rabu, 05 Februari 2014

"Mama", Film Horor Drama Yang Menyentuh Hati

“Mama”,  film horor drama yang menyentuh hati ; Sebuah  ulasan dari sudut pandang seorang ibu

www.rebellinasanty.blogspot.com
Mama, 2013, sumber foto di sinisini
Menonton film horor yang satu ini beda dari  horor lainnya yang pernah saya tonton. Terlepas dari kejutan-kejutan yang mendebarkan jantung, film Mama ini berhasil menyedot emosi saya dan membuat mata saya basah... (Rebellina)


Sudah lama saya ingin menonton film Mama  (2013) besutan sutradara Andres Muschietti.  Film yang diangkat dari film pendek , cuma 3 menit,dari sutradara yang sama. Spoiler film ini begitu menggoda hati untuk menontonnya. Namun baru kesampaian setelah hubby mendownload film ini dari salah satu situs film gratisan.

Layaknya film horor, pastilah dimaksudkan untuk memberi rasa takut pada penontonnya. Saya akui, itu lumayan saya dapatkan dari film ini, terutama dibagian awal-awal film. Suasana creepy ditambah  backsound music yang mendukung, lumayan membuat adrenalin meningkat. Belum lagi penampakan Mama, terutama juga suara-suara sang Mama saat akan muncul, membuat beberapa kali saya menyembunyikan wajah di dada suami (asyiknya kalau nonton berdua bareng hubby, hehehe)
.
 Tapi ternyata, tidak seperti film-film horor lainnya yang pernah saya tonton , film mama ini justru memikat hati saya bukan karena kengerian yang berhasil  dibangunnya. Namun karena drama yang menyentuh emosi tentang hubungan seorang ‘Mama’ dengan anak-anaknya. Mungkin karena saya juga seorang ibu, jadi film ini bagi saya terasa spesial, punya nilai plus lainnya dari beragam film horor yang pernah saya tonton sebelumnya.

Menonton film Mama seperti membaca visualisasi buku-buku dongeng masa kecil, dengan pembukaan cerita yang dimulai dengan Once upon a time… (pada suatu ketika..).  Tokohnya pun terpusat pada 2 bocah kecil, yakni Victoria dan Lily. Victoria  (Megan Charpentier) masih berusia 3 tahun dan Lily (Isabelle Nelisse) 1 tahun, saat mereka dibawa oleh ayah mereka, setelah membunuh ibu mereka. Perjalanan menembus suasana dingin bersalju berakhir di suatu kabin di tengah hutan setelah mobil yang dikendarai mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak pohon.

Rabu, 22 Januari 2014

Gado-Gado Femina, Lho Kok Ada Dua?

 Setelah bertahun-tahun tidak kirim naskah ke media manapun, akhirnya berhasil juga naskah pertama yang saya kirimkan, menembus rubrik Gado-gado  Femina.  Naskah ini aslinya berjudul Lho Kok Ayah Ada Dua? Merupakan kisah nyata yang alami saat masih mengontrak rumah di salah satu komplek perumahan yang ada di Bogor.

Naskah ini saya kirim ke Gado-gado Femina pada tanggal 3 Mei, 2013 lalu. Tanggal 8 Juli 2013, dapet pemberitahuan bahwa naskah sudah diterima redaksi Femina, dan disuruh menunggu selama maksimal 6 bulan, apakah naskah itu layak muat atau tidak.

Tanggal 22 Oktober 2013, ada panggilan tak terjawab di hp saya. Sempat mengira-ngira apa itu dari Femina kah? Tapi tak berani berharap. Kemudian terlupakan seiring waktu dan kabar yang datang tentang berpulangnya papa sayayang tercinta tanggal 25 Oktober 2013 lalu.

Truffle Coklat Mie Kacang Ala Bunda

Truffle Coklat Mie Kacang Ala Bunda, Mudah dan Fun Dilakukan Bersama Ananda

Suka coklat? Sepertinya tidak ada yang tidak suka ya. Kalau coklat dicampur mie goreng kering, apa ya rasanya? Gimana kalau sore-sore, saat meluangkan waktu untuk buah hati kita, kita buatkan mereka  cemilan yang pasti mereka akan suka, perpaduan coklat dan mie kering, plus kacang. Jadilah truffle coklat mie kacang ala bunda. Selain rasanya enak, dalam proses pembuatannya pun mudah, dan bisa menjadi kegiatan memasak yang asyik bersama si buah hati. 

Saya kalau buat cemilan yang satu ini, pasti anak-anak semua pengen terlibat (kecuali si Abang, hanya mau makannya saja, hehehe). Paling tidak bantuain nyendokan adonan ke cup certas dan menghiasnya dengan coklat putih. Dan bantuan utama yang paling mereka suka adalah, Menyantapnya! Tapi asyik lho membuat truffle coklat mie kacang  ini, karena bisa mengajarkan kerjasama untuk para ananda, sekaligus mengisi waktu luang dengan hal positif. Apalagi saat seperti ini, sering terjebak dalam rumah karena hujan yang turun terus menerus.   Tentunya mudah mengerjakannya bila bahan-bahannya ada. Yuk, di simak apa bahan-bahannya dan bagaimana cara membuatnya.

www.rebellinasanty.blogspot.com
Truffle Mi Coklat Kacang Ala Bunda

Senin, 20 Januari 2014

Kroket Kentang Makaroni Ala Bunda

Hujan yang turun terus menerus di kotaku ini membawa banyak persoalan. Banjir di Jakarta, yang katanya salah satu penyebabnya adalah hibah air dari kota tempatku berdomisili adalah salah satunya. Belum lagi aktivitas harian yang banyak terbengkalai, seperti hobi berkebun . Jadinya aku hanya bisa memandangi tanaman lewat jendela depan dan samping. Beberapa jenis bibit masih tersimpan rapi di toples, belum sempat kusemai. Menunggu cuaca yang cerah buatku nyaman meluangkan waktu berkebun.

Dampak lain dari hujan yang terus menerus mengguyur kotaku ini adalah perut yang selalu lapar. Dingin ternyata mampu merangsang nafsu lapar untuk minta dipuaskan. Apalagi anak-anak. Suasana dingin dan terjebak hanya bisa bermain di dalam rumah, terkadang menimbulkan rasa bosan. Ditambah juga  sudah berhari-hari aku tidak membuatkan cemilan untuk pengisi perut mereka di sela jeda waktu makan siang dan sore. Padahal anak-anak senang banget kalau aku buatin cemilan untuk mereka (baca: Cinta Dalam Sepotong Cemilan). Namun mau buatin apa? Beberapa bahan pendukung sedang kosong karena aku tidak ke pasar-pasar dan hanya mengandalkan warung sekitar rumah yang tidak lengkap. Untungnya, Minggu pagi kemaren cuaca agak sedikit bersahabat. Gerimis masih merinai, tapi setidaknya masih dalam taraf toleransiku untuk menerobosnya. Jadilah, aku ke pasar diantar suami di bawah hujan gerimis.

Pulang dari pasar, langsung deh kerja ekstra untuk beberes belanjaan, plus masak buat makan siang, plus bikin cemilan. Pilihan jatuh pada cemilan gorengan yang creamy. Yup, kroket kentang makaroni yang jadi pilihanku kali ini, karena di pasar tadi ketemu kentang dengan harga agak miring. Maklum, diborong sampai 5 kg (walau ukuran kentangnya agak kecil), dan sekilo makaroni bentuk spiral. Tentunya tidak semua kentang dan makaroninya dipakai buat bikin kroket kentang lho, hehehe.

Akhirnya, menjelang  zhuhur, semua beres. Dapur bersih, menu maksi beres, dan 50 buah kroket kentang makaroni ukuran sedang, siap digoreng kapan perut menginginkan.  Dan seperti dugaan,  ½ dari hasil jadi langsung ludes disantap saat waktu minum kopi, alias beberapa jam setelah maksi. Yum…yum…. Oh ya, kroket kentang makaroni ini juga sangat layak untuk dijadikan menu bekal buat buah hati lho..

Berikut resep kroket kentang makaroni ala bunda
www.rebellinasanty.blogspot.com
Foto: Dokumen Pribadi Rebellina

Minggu, 12 Januari 2014

Aku Dan Proses Menulis


Sejak kecil aku memang hobi membaca dan menulis. Walau secara finansial orangtuaku saat itu belum mampu berlangganan majalah anak-anak untukku, setidaknya aku masih bisa membacanya dari majalah bekas yang dibeli mamaku di pasar. Inget banget betapa gembiranya hati ini saat mama pulang dari pasar dengan setumpuk majalah Bobo bekas di tangannya. Rasanya tak sabar untuk menyelesaikan kewajiban di rumah agar segera bisa membaca majalah tersebut.
www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustrasi:sumber :tokobagus
Aku baru bisa berlangganan majalah Bobo untuk beberapa waktu karena tanteku (thanks Tanteku sayang…). Beliau selalu membawakanku majalah Bobo yang baru terbit yang saat  itu masih seharga Rp.900/eksemplar sebagai hadiah untukku yang setiap sore membawakan rantang berisi masakan yang dimasak nenek untuk keluarganya. Akses buku-buku dan bahan bacaan lainnya kuperoleh dari perpustakaan sekolah, pinjam dengan teman, dan bahkan beli buku bekas di loakan demi memuaskan hasrat membaca.

Hobi membaca kemudian diikuti dengan menulis puisi dan cerita anak-anak. Aku menulisnya di buku tulis biasa.  Sudah terpikir untuk mengirimkannya ke media saat itu, namun karena tinggal di kampung dan terbatasnya wawasan orang-orang di sekelilingku untuk memberi pengarahan, aku jadi tidak tahu caranya bagaimana mengirim karyaku ke media.

badge