Sabtu, 29 November 2014

Martabak Cemungut Eaa….

Pengen martabak buatan sendiri udah lama. Bahan-bahan ada, tapi antara keinginan dan tindakan, enggak sinkron. Jadinya enggak tereksekusi tuh resep yang disimpen-simpen dari berbagai sumber.

Ndilalanya, kemaren tepar. Enggak tahu kenapa perut sepanjang hari bermasalah. Gejala paratypus, duga suami. Ditambah sakit kepala, membuat kasur jadi tempat leye-leye sepanjang hari itu. Untungnya, setelah minum obat sakit kepala,  sekitar jam 2-an sakit kepala saya reda, jadi bisa dikit-dikit nonton tv. Eh ketemu acara masak memasak di DAAI TV. Tentang martabak pula!  Sepertinya semesta mendukung keinginanku untuk buat mertabak.

Kusimak penuh perhatian bahan-bahan yang dibutuhkan dan cara membuatnya. Lengkap deh. Supaya tidak lupa, aku bahkan catet di buku. Hanya saja yang membingungkan,waktu menyebutkan takaran bahan, chefnya menyatakan terigunya takarannya 250 gr, sedangkan di teksnya, terigu seberat 500 gr. Bahan yang lain tidak berbeda. Yo wis, diniatkan akan buat martabak. Pakai resep ala DAAI TV.

Jumat, 28 November 2014

Saat Tak Sengaja Makan Daging Babi

Beredarnya kisah  sang putra presiden yang tak sengaja makan daging babi,membuat ingatan saya melayang pada belasan tahun silam.  Kisah serupa tapi tak sama. Serupanya, yakni sama-sama tak sengaja memakan daging yang diharamkan tersebut.

Saya ingin menuliskannya kembali, sebagai pengingat diri dan yang membaca tulisan ini agar berhati-hati saat makan di luar. Karena untuk umat Islam  beberapa jenis makanan tertentu memang dilarang untuk dimakan alias haram, jadi tentunya tulisan ini tidak terkait SARA bukan?

Sebelum menikah, waktu masih tinggal di Medan, hobi saya saat senggang di waktu akhir pekan selain jalan-jalan enggak jelas (yang penting jalan, hehehe) , adalah nonton film dan makan di luar.  Bersama sepupu saya (hellow Indi.., where are you now?), atau teman-teman yang lain. Kadang cuma saya berdua saja dengan Indi, nonton film di 21, lalu pulangnya cari makanan. Suka nongkrong juga di Pagaruyung, daerah Kampung Keling. Oh ya, Kampung Keling katanya sekarang berganti nama Kampung Madras. Tempat ini hanya buka malam hari, dan selalu ramai, terutama akhir pekan. Di sana saya suka makan roti canai dan kari kambing.

Minggu, 16 November 2014

Resep Cake Bebas Gluten :Cake Tepung Ketan Hitam


Sudah lama saya ingin buat cake dari tepung ketan hitam.  Pernah sih membuatnya beberapa bulan yang lalu, tapi cakenya di kukus, dan semua anggota keluarga suka banget dengan rasanya yang legit dan mois. Kali ini saya pengen coba bikin cake dari tepung ketan hitam lagi, tetapi  dengan cara dipanggang.

 Pengen buatnya sih udah lama, dan bahan-bahannya pun tersedia di dapur. Tapi baru punya tenaga sih tadi siang. Mungkin karena kasihan dengan anak-anak yang berkali-kali bilang kalau bundanya sudah lama tidak membuat cake yang dipanggang. Jadinya, begitu selesai buat roti Perancis (karena si bungsu selalu merengek pengen roti, jadinya bikin deh. Habis enggak kuat, setiap Minggu harus beli roti tawar 

Sabtu, 15 November 2014

Do’a

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto : credit
Do’a merupakan bagian tak terpisahkan dari umat Islam. Harusnya. Setiap selesai sholat, duduk diam sejenak di atas sajadah,  tangan menengadah di atas, dan bibir mengucapkan segala hal yang ada di dada; keluh kesah, harapan, permintaan, bahkan terkadang kemarahan.

Ada kalanya, do’a yang terucap begitu panjang, dan syahdu. Airmata pun sampai bercucuran tanpa terasa. Selepas itu, dada terasa plong dan ringan. Namun tak  sekali dua pula do’a begitu sulit dirapal. Rasanya seperti tersumbat di ujung tenggorokan. Bukan karena tidak ada yang ingin disampaikan padaNya, namun karena begitu sesaknya isi dada, sehingga berebutan ingin keluar tanpa tertahan lewat kata. Nyatanya, malah membuat bibir tak mampu mengucapkan apapun. Dan kalau sudah begitu, do’a sapu jagad jadi andalan . Adakah yang begitu?
www.rebellinasanty.blogspot.com
do'a ini yang sering disebut sebagai do'a sapu jagad. Do'a mengharap kebaikan dunia dan akhirat.
badge