Selasa, 29 Agustus 2017

Tetangga Sebelah Rumah

https://rebellinasanty.blogspot.com
Anak-anak bermain dalam Tetangga  Sebelah Rumah. Gambar  milik dan dibuat oleh Aisyah Rania

"Parhuta-huta...Tolong kami!!"

Teriakan seorang perempuan di jam 3 malam itu sontak membangunkan saya, papa saya, dan tetangga sekitar. Teriakan yang dalam bahasa Indonesianya diterjemahkan sebagai, "Orang kampung, tolong!" ternyata berasal dari tetangga sebelah rumah persis di samping kiri rumah. Kalau saya buka jendela kamar, langsung bisa lihat teras depan rumahnya, walau antara rumah kami dengan tetangga dibatasi tembok pendek.

Sabtu, 06 Mei 2017

Cara Membuat Buku Unik dan Cantik dari Bahan-bahan Sederhana

https://rebellinasanty.blogspot.com
Buku dengan cover scrapbook, foto dan buatan rebellinasanty

Akhir-akhir ini saya tertarik membuat scrapbook. Sebenarnya sih udah lamaaa banget pengen bikin scrapbook, sejak saya belum kenal ngeblog bahkan. Tapi otak saya terkendala dengan peralatannya yang mahal-mahal, sampai kemudian keinginan itu terlupakan sejenak dengan kegiatan berkebun dan ngeblog.

Berhubung lagi kehilangan tenaga buat ikut lomba-lomba blog, plus, tembok belakang yang sedang dalam rencana perbaikan, membuat saya malas berkebun, jadilah minat lama muncul kembali. Ditunjang oleh hubungan saya dengan anak wedok yang seperti roller coaster, tambahlah semangat ingin membuat album scrapbook khusus untuknya, sebagai wujud pembuktian bahwa ibunya ini sangat menyintainya.

Eh, kok jadi ngalor ngidul ngomongin scrapbook. Tapi masih berkaitan kok.

Nah, ternyata keasyikan membuat scrapbook menimbulkan ide juga, gimana kalau sekalian aja bikin buku unik yang covernya dibuat ala-ala scrapbook gitu. Apalagi setelah lihat gudang, eh ternyata banyak kertas bekas yang masih bagus, alias cuma satu sisi saja yang terpakai, sedangkan sisi lainnya masih bersih. Sebagai wujud dukungan Go Green bagi lingkungan, tentu saja kertas bekas ini masih layak digunakan lagi. Ditambah peralatan dan bahan untuk pembuatan buku unik dan cantik, sama dengan membuat scrapbook ala saya.  Langsung deh saya kerjakan saja, keburu moodnya berubah ke hal lain lagi. Dan..

Tarra….

Inilah hasilnya.

Rabu, 26 April 2017

Kenangan Manis Dalam Sepiring Lupis

https://rebellinasanty.blogspot.com
Lupis, sumber foto : dapurrebellina.blogspot.com
 Ada kalanya, saya kangen dengan makanan yang akrab di lidah saya kala kanak-kanak. Soalnya, makanan-makanan tersebut, sulit saya temui di sekitar saya saat ini, seperti cenil, lupis, lontong sayur, sate kerang, anyang pakis, ongol-ongol, dan banyak macam lagi.  Bukan semata-mata persoalan rasa, tapi kenangan manis  yang mengikatnya jauh ke dalam memori.


Kamis, 13 April 2017

The Orphanage: Film Drama Horor Pencarian Si Anak Hilang



https://rebellinasanty.blogspot.com
sumber: Pinterest


Bagaimana rasanya kehilangan  anak?  Untuk orangtua yang kehilangan anak karena tersesat atau penculikan, dunia pasti seakan runtuh . Saya aja yang kehilangan Fatih saat usianya masih sekitar 4 tahun, dan cuma selama kurang lebih 1 jam, bukan saja menangis bombay dan seketika  merasa  dunia saya gelap dan hancur. Tetapi juga berhasil membuat tetangga sekampung berbondong-bondong mengulurkan bantuan untuk mencarinya. Padahal anaknya ternyata tertawa-tawa duduk di dalam keranjang pakaian yang ada di gudang. Mungkin kisahnya akan saya tuliskan di lain postingan.

Karena hal tersebut, saat menonton The Orphanage, yang berkisah mengenai pencarian seorang ibu yang kehilangan anak tunggalnya, saya merasa cukup memahami  tingkah laku Laura, sang tokoh ibu tersebut. Perasaan bahwa putranya yang hilang tersebut masih hidup dan berada di sekitarnya, membuat Laura terlihat seperti ‘ setengah sinting’ bagi orang di sekelilingnya, termasuk oleh suaminya.

Sabtu, 04 Maret 2017

Wisata Ke Museum Tekstil Jadi Asyik Karena Honestbee Yang Solutif

https://rebellinasanty.blogspot.co.id/2017/03/wisata-ke-museum-tekstil-jadi-asyik.html

Saya memandang ke luar jendela dengan kesal. Bagaimana tidak, beberapa pekan terakhir ini cuaca sama sekali tidak bersahabat. Mendung tebal, ditambah angin kencang,  lantas kemudian disusul hujan deras, kerap mewarnai hari-hari saya. Itu belum lagi ditambah kilat dan gemuruh yang susul menyusul  bikin nyali menciut. 



“Ada apa Bun, kok wajahnya seperti uang seribu dilipat sepuluh?” tanya Ayah sembari menggoda yang bikin sayanya tambah jengkel.


https://rebellinasanty.blogspot.co.id/2017/03/wisata-ke-museum-tekstil-jadi-asyik.html

“Lihat tuh cuaca,” kata saya sembari menunjuk sekumpulan awan gelap bergulung-gulung melalui pandangan mata padanya
.
“Lalu?"  Tanyanya.
badge