Jumat, 20 September 2013

Ada Hantu Di Rumahku

Malam Jumat, hujan-hujan, nulis tentang hantu pula..Hiiii

Berurusan dengan hantu mungkin pernah dialami oleh sebagian orang, termasuk aku. Sebenarnya menurut pemahamanku hantu ini adalah perwujudan jin yang usil. Sukanya mengganggu manusia dengan iseng menampakkan wujudnya yang menyerupai orang yang sudah meninggal, atau pun makhluk-makhluk aneh yang tidak biasa. Dan entah mengapa, di beberapa fase hidupku, aku kerap bersinggungan dengan si jin usil ini, dan seterusnya dibagian ceritaku ini kusebut dengan hantu.


Waktu masih tinggal di Medan, aku pernah sampai terbirit-birit keluar kamar dengan gaya kungfu (mata terpejam sambil menendang pintu), karena tidak tahan digoda hantu. Bermula dari tiduran santai di kamar sambil baca buku. Malam sih masih sekitar jam 8-an, dan keluarga yang lain pada asyik nonton tv di ruang keluarga merangkap ruang tamu. Lalu, terdengar suara-suara berat seperti suara orang yang sesak nafas di kamarku. Kututup buku sejenak dan aku konsentrasi mendengarkan suar itu lebih jauh. Suara itu masih terdengar, dan semakin berat menggaung di kamarku

Manfaat Sereh Sebagai Minyak Anti Nyamuk

Punya tanaman itu menyenangkan. Apalagi kalau tumbuh subur dan bermanfaat tak hanya bagi penanamnya, tapi juga orang-orang disekelilingnya. Itu yang saya rasakan.

salah satu tanaman koleksi Rebellina: Jambu Mede


Mudik On The Road

Lebaran memang sudah  usai. Arus mudik pun sudah tak lagi ramai. Namun, setiap kali melihat pemberitaan tentang riuhnya persiapan dan perjalanan mudik ini, saya jadi teringat akan perjalanan mudik saya 2 tahun yang lalu.

ilustrasi di ambil dari : hizbut-tahrir.or.id

Awalnya, saya dan suami merencanakan untuk pulang ke kampung halaman saya (Medan) dengan naik pesawat. Ternyata, setelah memantau beberapa situs penerbangan online, kami membatalkan keinginan kami tersebut. Harga tiket pulang pergi untuk kami sekeluarga (6 orang), ternyata melewati anggaran yang tersedia. Maklum, saat-saat tersebut dikategorikan high season, sehingga harga tiket pun bisa melambung 2x lipat. Belum lagi persoalan dengan anak ke dua kami yang istimewa. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan perjalanan darat dengan mobil.

Selanjutnya baca di sini...

Kamis, 12 September 2013

Maafkan Ibumu, Nak...

Aku seorang ibu yang baru saja kehilangan suami dan seorang anak dalam suatu kecelakaan lalu lintas beberapa bulan yang lalu. Karena kecelakaan itu, kini yang kupunyai hanya si bungsu yang berusia 6 tahun kurang. Dia belum bersekolah. Rencananya, tahun depan akan kumasukkan ke SD dekat rumah saja, supaya bisa kuawasi sambil aku bekerja mengerjakan pesanan jahitan dari pelanggan.

Semenjak suami dan seorang anakku meninggal, aku memang harus mencari nafkah sendirian, demi menghidupi aku dan anakku. Kedua orangtua kami, baik dari pihakku dan almarhum suami berdiam di seberang pulau. Aku memilih tidak pulang kampung, karena aku ingin berdekatan selalu dengan makam suami dan anakku. Jadi, di sinilah aku, hidup berdua dengan anak semata wayang di pinggir kota yang tenang.

Sejak kehilangan suami dan seorang anak membuatku menjadi obsesif terhadap putra semata wayangku kini. Apalagi marak berita tentang penculikan anak, baik untuk dimintai tebusan, ataupun di gunakan sebagai pengemis jalanan. Jadinya, aku akui aku sedikit mengekang kebebasan bermain dirinya dengan anak-anak sekitar. Aku hanya mengijinkan dia bermain sejauh mataku masih bisa memandangnya. Kalau dia mau bermain agak jauh bersama teman-temannya, harus minta ijin dulu padaku. Syukurlah, anakku bocah yang penurut pada ibunya, sehingga aku tidak terlalu kerepotan mengawasinya.

Pagi ini, saat aku masih berkutat di dapur untuk makan siang kami, dia menghampiriku. “Bu, Adek mau main sepeda ama Syahid. Boleh ya, Bu?” tanyanya penuh harap.

Selamat Ulang Tahun Mama..

Tanggal  9 September 2013 lalu, genap usia 58 tahun untuk mamaku. Dan terakhir aku bertemu beliau di tahun 2011 lalu. Aku dan mama tidak tinggal sekota, melainkan dipisahkan oleh Selat Sunda. Aku di Bogor, sedangkan mama di Medan. Jadi, walau komunikasi masih terjalin lewat telepon, aku belum pernah lagi melihat raut wajah mamaku. Dan saat aku telpon mama untuk mengucapkan selamat padanya, kudengar isak tangis di seberang sana. Katanya, hanya akulah satu-satunya dari 8 anaknya yang selalu mengingat hari kelahirannya. Ada nada kesepian sebuah hati terwakili dari kata-kata wanita itu, dan aku yang mendengarnya, ikut menitikkan air mata.

Aku dan mama, bukanlah pinang di belah dua. Walau sama-sama berkulit putih, tapi mataku mewarisi garis darah kakek yang berdarah Tionghoa, sedangkan mamaku matanya bulat indah. Wajah mama cantik dan cenderung mengikuti garis darah buyutku yang peranakan Jerman. Tidak heran waktu mudanya mamaku di panggil dengan Ida Jerman.  Itu dari sisi fisik yang bisa dilihat. Tapi kata papaku, karakter ‘keras hati’ kami berdua  itulah yang layak dikatakan pinang di belah dua. Mama keras hati, aku pun demikian.  Dan terkadang, tak satu pun dari kami mau mengalah. Sehingga selalu saja ada benturan-benturan setiap kali berinteraksi dengan mama.

Jumat, 06 September 2013

Pengalaman Pertama....

     Kali ini aku mau cerita. Tentang pengalaman pertama. Eits..., jangan berfikir yang aneh-aneh dulu. Aku cuma ingin berbagi, bagaimana rasanya pertama kali melihat sesuatu, tepatnya makhluk Allah yang lain di luar manusia. Bukan hewan lho....
     Terjadinya ketika aku masih kecil, sekitar umur 5 tahunan. Sudah lazim di masa itu kalau asyik bermain sampai lupa waktu. Kalau anak zaman sekarang mainnya kebanyakan di depan komputer atau asyik dengan gadgetnya, beda dengan zamanku. Main karet gelang, patok lele, bekel, guli (atau kelereng ), alip cendong dan banyak lagi yang sekarang sudah langka dimainkan anak-anak masa kini. Dan kalau sudah main, selalu sampai lupa waktu.Kalau soal lupa waktu sepertinya dari zaman ke zaman sama aja ya...Tidak anak masa dulu, mau pun masa kini.

      Nah, seperti biasa aku keasyikan main sampai lupa waktu, bahkan lupa mandi sore sampai nenekku datang dengan omelannya. "Sudah mau maghrib, pulang!" katanya galak. Nenekku emang cerewet, tetapi dia sangat sayang padaku. Dan aku pun dengan takjim mengikuti langkah kaki nenekku menuju rumah, yang jaraknya cuma sekitar 10 meter saja dari tempatku main.

The Haunted House..(1)

Selama menjadi kontraktor beberapa tahun, alias ngontrak rumah dari satu tempat ke tempat yang lain ,cuma satu rumah yang meninggalkan kenangan terdalam. Rumah yang kami sewa itu masuk dalam komplek yang terletak di jalan strategis di kota Bogor. Hanya saja memang rumah yang kami tempati itu posisinya di bagian belakang komplek, karena jujur saja saat itu pertimbangan harga yang murah yang membuat kami (terpaksa)memilih rumah tersebut.
ilustrasi



Waktu itu tahun 2005, dan aku masih mempunyai anak 1 yang masih berusia 7 bulan dan lagi hamil muda anak ke dua. Saat pertama kali pindah ke rumah tersebut, blok yang kami tempati cuma diisi oleh beberapa keluarga. Rumah-rumah yang kosong sangat tidak terawat, rusak parah, dan dipenuhi semak belukar. Rumah yang kami sewa diapit oleh rumah kosong. Di sisi yang kanan rumah kosongnya sangat rusak parah dan dipenuhi oleh tumbuhan liar. Sedangkan di sisi kiri, walau hanya dikunjungi sekali-kali, masih lumayan terawat. Di ujung blok, ada sungai besar yang sekaligus menjadi pemisah antara batas komplek perumahan dengan penduduk kampung sekitar komplek. Total dari sekitar 20 rumah di blok tersebut, yang terisi permanen hanya sekitar 5 rumah.

The X-Files2: Darimana Uangnya?

Dalam kehidupan kita, ada beberapa kejadian yang mungkin mennurut kita tidak bisa dijelaskan dengan nalar. Begitu juga dengan saya.  Fase-fase ini pernah terjadi saat saya masih berseragam putih abu-abu. Seperti ini ceritanya.

badge