Asyiknya bermain sepatu roda yang tidak terlupakan oleh Aisyah di Dunia Inline Skate TMII |
“Bun, kapan lagi kita bisa main sepatu roda?” tanya Aisyah
pada saya beberapa hari yang lalu.
Sejenak saya menghentikan kesibukan saya mempersiapkan
sajian untuk berbuka dan menoleh ke arah Aisyah yang berdiri di samping saya. “Kenapa
kok jadi ingat pengen main sepatu roda?” balik saya bertanya.
“Soalnya asyik bangeettt sih..” katanya sambil nyengir.
“Nanti ya, kalau ada kesempatan waktu dan rejeki, kita ke
sana lagi. Insha Allah…” kata saya sambil mengucek rambutnya. Dia pun
mengiyakan, lalu kembali ke ruang depan, berkumpul bersama saudara-saudaranya
yang lain sembari menunggu waktu berbuka tiba.
Saya jadi tercenung dan teringat awal mula kenapa Aisyah
jadi begitu mengingat moment bermain sepatu roda itu sampai kini. Dan itu
bermula saat 11 Juni yang lalu, saya bersama Kakak Syafa dan Aisyah berangkat
dari Bogor menuju ke Dunia Inline Skate yang berada di Taman Mini Indonesia
Indah (TMII).
Sesampainya di sana, ternyata beberapa teman sudah berkumpul
dengan membawa anak-anaknya. Memang kedatangan saya dan anak-anak serta
beberapa blogger lainnya atas undangan Dunia Inline Skate, sebuah wahana
permainan sepatu roda buat anak-anak dan dewasa.
![]() |
Dunia Inline Skate TMII |
Saat saya duduk bersama rekan-rekan blogger lainnya sembari
mendengarkan penjelasan dari Mas Tomy Sugiarto, anak-anak telah di bawa ke
arena permainan yang berbentuk melingkar dengan tingkat kelandaian yang panya
sudah diperhitungkan dengan seksama.
Saat Menunggu Dipakaikan Alat Pengaman Oleh Instruktur |
Sambil mendengarkan Mas Tomy menjelaskan
tentang dunia sepatu roda, mata saya melirik ke arah anak-anak. “Bisa enggak ya
mereka main sepatu roda, mengingat mereka sama sekali belum pernah bersentuhan
dengan sepatu roda”, begitu pikiran saya
Mas Tomy, Pemilik DIS, sedang menjelaskan mengenai Dunia Inline Skate |
Ternyata.., saya tidak perlu khawatir loh. Selain alat
keamanan untuk bermain sepatu roda sangat lengkap, instrukturnya juga ada, dan
berlisensi ICP ( Inline Certification Program) atau diterjemahkan menjadi
Program Sertifikasi Segaris Internasonal
Sebagai salah satu wahana permainan anak di Jakarta,
khususnya arena permainan sepatu roda, Dunia Inline Skate ternyata menawarkan
pelatihan khsusus untuk bersepatu roda, alias sekolah sepatu roda. Pertama kali
dibuka sekitar 5 tahun yang lalu, dimotori oleh Mas Tomy Sugiarto dan istrinya
Mbak Fithri Widanarty. Dua-duanya masih muda loh, dan sangat menyukai dunia
anak-anak. Tidak heran kan, konsep Dunia Inline Skate ini pun ditujukan
sebagai wahana permainan anak-anak. Suatu alternatif yang melegakan, sehingga
anak tidak melulu menjadikan mall sebagai wahana permainan.
Dunia Inline Skate terletak di komplek Keong Mas TMII ini dibuka
setiap hari Senin-Sabtu, dimulai dari pukul 9.30-18.00, dan Minggu dari pukul
6.00 – 18.00. Tak usah khawatir kalau belum mahir bersepatu roda. Selalu ada
instruktur yang siap sedia mendampingi dan memberikan pelatihan saat kita
bersepatu roda.
Tak hanya itu, di salah sudut area wahana permainan ini,juga
ada toko yang menjual segala perlengkapan sepatu roda. Isinya sangat lengkap.
Kurang apa coba? Wahana bermain dengan instruktur khusus yang berlisensi,
dilengkapi dengan sekolah khusus sepatu roda, dan toko yang menjual segala
perlengkapan sepatu roda.
Bersama Instruktur yang berlisensi, menjelaskan mengenai spesifikasi sepatu roda |
Bagi penggemar sepatu roda, sudah tidak pusing-pusing
lagi mencari ke sana ke mari. Cukup tinggal datang ke kawasan Keong Mas TMII.
Pasti deh ketemu dengan Dunia Inline Skate. Yang belum sempat ke sana, bisa
ngunjungi situsnya di duniainlineskate.com. Lengkap semua informasi yang
dibutuhkan ada di sana. Bahkan ada tutorialnya yang bisa di lihat melalui
youtube Bisa di cek di link berikut ini.
Balik lagi nih ceritanya ke arena permainan sepatu roda. Masih mendengarkan Mas Tomy yang didampingi Mbak Fithri yang serius ngasih penjelasan
tentang sepatu roda dan pernak-perniknya, saya juga membagi pandangan ke arah
Aisyah dan Kakak Syafa yang sedang berlatih main sepatu roda.
Mas Tomy Dan Mbak Fithri |
Terlihat Aisyah begitu antusias dan menikmati permainan
sepatu roda. Wajahnya memerah, tapi tatapan matanya berbinar dengan senyum yang
selalu dia lontarkan ketika melewati area tempat saya duduk. Terkadang dia
memanggi saya, “Bunda…” sembari melambaikan tangannya dan menunjukkan aksinya
bermain sepatu roda, walau masih sebatas meluncur pelan.
Aisyah yang sangat bersemangat menyapa, "Hai Bunda!" :) |
Kalau sang kakak,
beberapa kali dia terjatuh, kurang bisa menyeimbangkan diri. Atau mungkin
karena salah kostum kali ya. Saya memang hanya membekali anak-anak dengan
celana panjang lebar, jadi sedikit banyak menggangu kelancaran bermain sepatu
roda. Lain kali kalau ke sana, harus pakai celana panjang olahraga yang mendukung. Jangan kayak saya, celananya
kurang tepat, hehehe.
Kakak Yang gigih mencoba keseimbangan, Ganbatte Kak! |
Oh ya, ternyata latihan bermain sepatu roda itu tidak mudah
juga. Beberapa teman yang mencoba ada yang cuma sebentar saja, sementara yang
lain terlihat begitu menikmati. Saya? Enggak berani nyoba, karena saya sadar
diri enggak sanggup. Takut jatuh dan cedera. Kalau anak-anak, wuih…,
antusiasnya terasa banget.
Sebenarnya, enggak usah takut jatuh dan cedera, karena ada
tekhnik khusus saat jatuh agar tidak
menimbulkan cedera. Ini yang harus diperhatikan benar-benar saat instruktur
memberikan contoh tekhnik jatuh yang benar.
Instruktur menjelaskan tekhnik jatuh yang benar. jatuh itu ke depan, bukan ke belakang. |
Beberapa putaran sempat dilakukan Aisyah dan Kakak Syafa sebelumnya
akhirnya mereka sejenak beristirahat karena lelah. Dengan wajah merah padam,
karena terpapar matahari dan juga semangat, mereka mendatangi tempat saya
duduk.
Tidak bosan bermain sepatu roda. Asyiiikk. |
“Gimana, asyik mainnya?” tanya saya.
“Wah.., asyik Bun. Aku sempat jatuh beberapa kali, tapi aku
sudah mulai bisa,” celoteh Aisyah antusias.
Sang kakak tidak banyak komentar, tapi dia pun terlihat
sangat menikmati permainan sepatu roda tersebut. Buktinya, begitu selesai
istirahat makan siang dan sholat dhuhur, dia pun kembali ke dalam arena
permainan. Baik Aisyah dan kakak Syafa bahkan sudah bisa memasang sendiri
perlengkapan keamanan, mulai dari helm pelindung kepala, pelindung siku dan
lutut, sarung tangan dan sepatu rodanya sendiri, tanpa didampingi instruktur.
Wah..,ternyata enggak sulit juga ya untuk memulai bermain sepatu roda ini.
Memakai sendiri perlengkapan keamanan. Tidak sulit kok |
Untuk pemakaian perlengkapan keamanan, enggak seribet dalam
bayangan saya. Buktinya, sekali diajarin, anak-anak sudah langsung bisa memakai perlengkapannya sendiri. Tapi untuk
bermain sepatu rodanya sampai lancar, beda. Butuh sering latihan. Apalagi kalau
mau sampai tingkat mahir, harus gabung ke sekolah sepatu rodanya nih. Enaknya
sih, semua ada di Dunia Inline Skate ini.
Tetap semangat memakai perlengkapan keamanan walau agak lesu karena lelah |
Rasanya, waktu beberapa jam masih kurang buat anak-anak saya
bermain sepatu roda. Enggak bosan-bosannya mereka mengulang-dan mengulang lagi
mencoba lintasan dengan sepatu roda. Kakak Syafa masih terlihat belum menguasai
keseimbangan, sementara Aisyah walau sesekali jatuh, tapi sudah mulai terbiasa
dengan sepatu rodanya. Wajahnya masih belum puas, saat terik matahari sudah
mulai turun, saya memutuskan untuk segera pulang ke Bogor. Pengennya sih lebih
lama, tapi takut terjebak macet.
Semakin terbiasa menjaga keseimbangan tubuh. |
Tetap berusaha menjaga keseimbangan tubuh |
Berat banget saat harus melangkahkan kaki meninggalkan dunia
Inline Skate. Selain pemiliknya yang ramah (makasih Mas Tomy Sugiarto dan Mbak
Fithri untuk semuanya), juga saat melihat Aisyah dan kakak Syafa yang sebenarnya
terlihat masih sangat antusias pengen main sepatu roda lebih lama.
“Sabar ya, sayang. Lain waktu, kalau kesempatan ada, kita ke
sana lagi,” hibur saya pada keduanya, terutama pada Aisyah. Wajah mereka masih
menyisakan semburat merah selepas bermain sepatu roda yang menyenangkan. Dari
sorot mata mereka, saya sangat bersyukur dengan pilihan saya membawa mereka ke
Dunia Inline Skate hari itu, karena mereka benar-benar menikmati liburan mereka
saat itu. Enggak sia-sia deh kejebak di bus selama 3 jam saat awal berangkat
menuju Dunia Inline Skate, bila hasilnya adalah keceriaan yang terpancar di mata
buah hati saya.
Kenangan bermain di Dunia Inline Skate terputus karena
anak-anak di ruang depan sudah sibuk membaca do’a berbuka, dan nama saya
dipanggil-panggil untuk bergabung di ruang tengah. Sembari berjalan menuju
mereka, terselip janji di dalam hati, Insha Allah suatu waktu akan ke sana
lagi, dan kali ini akan membawa si Bungsu Zulfikar yang memang sangat
menggemari permainan sejenis ini. Pasti lebih seru!
Oh ya, ada beberap atips yang layak diperhatikan. Berikut tipsnya :
Tips Untuk Bermain Bersama Buah Hati Di Wahana Sepatu Roda Dunia Inline Skate TMII
1. Bawa perlengkapan baju yang pas, terutama celana panjang yang nyaman untuk dipakai. Perlengkapan keamanan sudah disediakan oleh pihak Dunia Inline Skate (helm, sarung tangan, pelindung siku, pelindung lutut, sepatu roda).
2. Bawa baju ganti, mengingat anak-anak sangat antusias bermain sepatu roda, dan baju yang dikenakan akan menjadi basah/kotor karena keringat.
3. Sediakan minuman yang banyak serta makanan ringan.
4. Siap-siap bila buah hati menjadi ketagihan dengan wahana permainan sepatu roda ini :)
Wow...keren ya penampilan Aisyah main sinline skate.. Di sana ada juga instrukturnya ya Mbak yg bisa membimbing anak2 yg belum mahir main..?
BalasHapusada kok instruktur yang berlisensi internasional untuk mendampingi dan melatih anak-anak sepanjang waktu. jadi enggak usah khawatir nih
HapusAku pingin nih bawa putriku kesini...mupeng banget
BalasHapusbetul mbak, anakku aja sampai ketagihan :)
HapusMeski saya belum pernah bersepatu roda, hehe... tapi saya bisa membayangkan betapa senengnya tuh Aisyah :)
BalasHapusiya,sampai dia terus terkenang-kenang asyiknya main sepatu roda di sana, dan minta ke sana lagi suatu waktu :)
HapusAsyik ya, bisa ngajak anak-anak ke tempat ini.
BalasHapuspasti mereka senang sekali mba
Iya Mbak, mereka senang sekali. Terutama Aisyah
Hapushai mak, apa kabar? fotonya keren2...salam untuk Aisyah dan kakak :) kapan ya kita kesini lagi...
BalasHapusiya Mak, kangen nih pengen ketemu mak Kania lagi. kapan ya bisa kopdar lagi?
Hapuswah baru tau ada tempat buat main inline skate di tmii.. udah lama banget nggak ke sana. makasih untuk artikelnya!
BalasHapus