Minggu, 05 Juli 2015

Asyiknya Bersepatu Roda Di Dunia Inline Skate TMII

https://rebellinasanty.blogspot.com
Asyiknya bermain sepatu roda yang tidak terlupakan oleh Aisyah di Dunia Inline Skate TMII

 “Bun, kapan lagi kita bisa main sepatu roda?” tanya Aisyah pada saya beberapa hari yang lalu.

Sejenak saya menghentikan kesibukan saya mempersiapkan sajian untuk berbuka dan menoleh ke arah Aisyah yang berdiri di samping saya. “Kenapa kok jadi ingat pengen main sepatu roda?” balik saya bertanya.

“Soalnya asyik bangeettt sih..” katanya sambil nyengir.


“Nanti ya, kalau ada kesempatan waktu dan rejeki, kita ke sana lagi. Insha Allah…” kata saya sambil mengucek rambutnya. Dia pun mengiyakan, lalu kembali ke ruang depan, berkumpul bersama saudara-saudaranya yang lain sembari menunggu waktu berbuka tiba.

Saya jadi tercenung dan teringat awal mula kenapa Aisyah jadi begitu mengingat moment bermain sepatu roda  itu sampai kini. Dan itu bermula saat 11 Juni yang lalu, saya bersama Kakak Syafa dan Aisyah berangkat dari Bogor menuju ke Dunia Inline Skate yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sesampainya di sana, ternyata beberapa teman sudah berkumpul dengan membawa anak-anaknya. Memang kedatangan saya dan anak-anak serta beberapa blogger lainnya atas undangan Dunia Inline Skate, sebuah wahana permainan sepatu roda buat anak-anak dan dewasa.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Dunia Inline Skate TMII

Saat saya duduk bersama rekan-rekan blogger lainnya sembari mendengarkan penjelasan dari Mas Tomy Sugiarto, anak-anak telah di bawa ke arena permainan yang berbentuk melingkar dengan tingkat kelandaian yang panya sudah diperhitungkan dengan seksama. 
https://rebellinasanty.blogspot.com
Saat Menunggu Dipakaikan Alat Pengaman Oleh Instruktur

Sambil mendengarkan Mas Tomy menjelaskan tentang dunia sepatu roda, mata saya melirik ke arah anak-anak. “Bisa enggak ya mereka main sepatu roda, mengingat mereka sama sekali belum pernah bersentuhan dengan sepatu roda”, begitu pikiran saya
https://rebellinasanty.blogspot.com
Mas Tomy, Pemilik DIS, sedang menjelaskan mengenai Dunia Inline Skate

Ternyata.., saya tidak perlu khawatir loh. Selain alat keamanan untuk bermain sepatu roda sangat lengkap, instrukturnya juga ada, dan berlisensi ICP ( Inline Certification Program) atau diterjemahkan menjadi Program Sertifikasi Segaris Internasonal

Sebagai salah satu wahana permainan anak di Jakarta, khususnya arena permainan sepatu roda, Dunia Inline Skate ternyata menawarkan pelatihan khsusus untuk bersepatu roda, alias sekolah sepatu roda. Pertama kali dibuka sekitar 5 tahun yang lalu, dimotori oleh Mas Tomy Sugiarto dan istrinya Mbak Fithri Widanarty. Dua-duanya masih muda loh, dan sangat menyukai dunia anak-anak. Tidak heran kan, konsep Dunia Inline Skate ini pun ditujukan sebagai wahana permainan anak-anak. Suatu alternatif yang melegakan, sehingga anak tidak melulu menjadikan mall sebagai wahana permainan.

Dunia Inline Skate terletak di komplek Keong Mas TMII ini dibuka setiap hari Senin-Sabtu, dimulai dari pukul 9.30-18.00, dan Minggu dari pukul 6.00 – 18.00. Tak usah khawatir kalau belum mahir bersepatu roda. Selalu ada instruktur yang siap sedia mendampingi dan memberikan pelatihan saat kita bersepatu roda.
Tak hanya itu, di salah sudut area wahana permainan ini,juga ada toko yang menjual segala perlengkapan sepatu roda. Isinya sangat lengkap. Kurang apa coba? Wahana bermain dengan instruktur khusus yang berlisensi, dilengkapi dengan sekolah khusus sepatu roda, dan toko yang menjual segala perlengkapan sepatu roda
https://rebellinasanty.blogspot.com
Bersama Instruktur yang berlisensi, menjelaskan mengenai spesifikasi sepatu roda

Bagi penggemar sepatu roda, sudah tidak pusing-pusing lagi mencari ke sana ke mari. Cukup tinggal datang ke kawasan Keong Mas TMII. Pasti deh ketemu dengan Dunia Inline Skate. Yang belum sempat ke sana, bisa ngunjungi situsnya di duniainlineskate.com. Lengkap semua informasi yang dibutuhkan ada di sana. Bahkan ada tutorialnya yang bisa di lihat melalui youtube Bisa di cek di link berikut ini.

Balik lagi nih ceritanya ke arena permainan sepatu roda. Masih  mendengarkan Mas Tomy yang didampingi Mbak Fithri yang serius ngasih penjelasan tentang sepatu roda dan pernak-perniknya, saya juga membagi pandangan ke arah Aisyah dan Kakak Syafa yang sedang berlatih main sepatu roda.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Mas Tomy Dan Mbak Fithri 

Terlihat Aisyah begitu antusias dan menikmati permainan sepatu roda. Wajahnya memerah, tapi tatapan matanya berbinar dengan senyum yang selalu dia lontarkan ketika melewati area tempat saya duduk. Terkadang dia memanggi saya, “Bunda…” sembari melambaikan tangannya dan menunjukkan aksinya bermain sepatu roda, walau masih sebatas meluncur pelan.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Aisyah yang sangat bersemangat menyapa, "Hai Bunda!" :)

 Kalau sang kakak, beberapa kali dia terjatuh, kurang bisa menyeimbangkan diri. Atau mungkin karena salah kostum kali ya. Saya memang hanya membekali anak-anak dengan celana panjang lebar, jadi sedikit banyak menggangu kelancaran bermain sepatu roda. Lain kali kalau ke sana, harus pakai celana panjang olahraga yang  mendukung. Jangan kayak saya, celananya kurang tepat, hehehe.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Kakak Yang gigih mencoba keseimbangan, Ganbatte Kak!

Oh ya, ternyata latihan bermain sepatu roda itu tidak mudah juga. Beberapa teman yang mencoba ada yang cuma sebentar saja, sementara yang lain terlihat begitu menikmati. Saya? Enggak berani nyoba, karena saya sadar diri enggak sanggup. Takut jatuh dan cedera. Kalau anak-anak, wuih…, antusiasnya terasa banget.

Sebenarnya, enggak usah takut jatuh dan cedera, karena ada tekhnik khusus saat jatuh  agar tidak menimbulkan cedera. Ini yang harus diperhatikan benar-benar saat instruktur memberikan contoh tekhnik jatuh yang benar.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Instruktur menjelaskan tekhnik jatuh yang benar. jatuh itu ke depan, bukan ke belakang.

Beberapa putaran sempat dilakukan Aisyah dan Kakak Syafa sebelumnya akhirnya mereka sejenak beristirahat karena lelah. Dengan wajah merah padam, karena terpapar matahari dan juga semangat, mereka mendatangi tempat saya duduk.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Tidak bosan bermain sepatu roda. Asyiiikk.

“Gimana, asyik mainnya?” tanya saya.

“Wah.., asyik Bun. Aku sempat jatuh beberapa kali, tapi aku sudah mulai bisa,” celoteh Aisyah antusias.
Sang kakak tidak banyak komentar, tapi dia pun terlihat sangat menikmati permainan sepatu roda tersebut. Buktinya, begitu selesai istirahat makan siang dan sholat dhuhur, dia pun kembali ke dalam arena permainan. Baik Aisyah dan kakak Syafa bahkan sudah bisa memasang sendiri perlengkapan keamanan, mulai dari helm pelindung kepala, pelindung siku dan lutut, sarung tangan dan sepatu rodanya sendiri, tanpa didampingi instruktur. Wah..,ternyata enggak sulit juga ya untuk memulai bermain sepatu roda ini.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Memakai sendiri perlengkapan keamanan. Tidak sulit kok

Untuk pemakaian perlengkapan keamanan, enggak seribet dalam bayangan saya. Buktinya, sekali diajarin, anak-anak sudah langsung bisa  memakai perlengkapannya sendiri. Tapi untuk bermain sepatu rodanya sampai lancar, beda. Butuh sering latihan. Apalagi kalau mau sampai tingkat mahir, harus gabung ke sekolah sepatu rodanya nih. Enaknya sih, semua ada di Dunia Inline Skate ini.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Tetap semangat memakai perlengkapan keamanan walau agak lesu karena lelah 

Rasanya, waktu beberapa jam masih kurang buat anak-anak saya bermain sepatu roda. Enggak bosan-bosannya mereka mengulang-dan mengulang lagi mencoba lintasan dengan sepatu roda. Kakak Syafa masih terlihat belum menguasai keseimbangan, sementara Aisyah walau sesekali jatuh, tapi sudah mulai terbiasa dengan sepatu rodanya. Wajahnya masih belum puas, saat terik matahari sudah mulai turun, saya memutuskan untuk segera pulang ke Bogor. Pengennya sih lebih lama, tapi takut terjebak macet.
https://rebellinasanty.blogspot.com
Semakin terbiasa menjaga keseimbangan tubuh.

https://rebellinasanty.blogspot.com
Tetap berusaha menjaga keseimbangan tubuh

Berat banget saat harus melangkahkan kaki meninggalkan dunia Inline Skate. Selain pemiliknya yang ramah (makasih Mas Tomy Sugiarto dan Mbak Fithri untuk semuanya), juga saat melihat Aisyah dan kakak Syafa yang sebenarnya terlihat masih sangat antusias pengen main sepatu roda lebih lama.

“Sabar ya, sayang. Lain waktu, kalau kesempatan ada, kita ke sana lagi,” hibur saya pada keduanya, terutama pada Aisyah. Wajah mereka masih menyisakan semburat merah selepas bermain sepatu roda yang menyenangkan. Dari sorot mata mereka, saya sangat bersyukur dengan pilihan saya membawa mereka ke Dunia Inline Skate hari itu, karena mereka benar-benar menikmati liburan mereka saat itu. Enggak sia-sia deh kejebak di bus selama 3 jam saat awal berangkat menuju Dunia Inline Skate, bila hasilnya adalah keceriaan yang terpancar di mata buah hati saya.

Kenangan bermain di Dunia Inline Skate terputus karena anak-anak di ruang depan sudah sibuk membaca do’a berbuka, dan nama saya dipanggil-panggil untuk bergabung di ruang tengah. Sembari berjalan menuju mereka, terselip janji di dalam hati, Insha Allah suatu waktu akan ke sana lagi, dan kali ini akan membawa si Bungsu Zulfikar yang memang sangat menggemari permainan sejenis ini. Pasti lebih seru!

Oh ya, ada beberap atips yang layak diperhatikan. Berikut tipsnya :

Tips Untuk Bermain Bersama Buah Hati  Di Wahana Sepatu Roda Dunia Inline Skate TMII
1. Bawa perlengkapan baju yang pas, terutama celana panjang yang nyaman untuk dipakai. Perlengkapan keamanan sudah disediakan oleh pihak Dunia Inline Skate (helm, sarung tangan, pelindung siku, pelindung lutut, sepatu roda).
2. Bawa baju ganti, mengingat anak-anak sangat antusias bermain sepatu roda, dan baju yang dikenakan akan menjadi basah/kotor karena keringat.
3. Sediakan minuman yang banyak serta makanan ringan.
4. Siap-siap bila buah hati menjadi ketagihan dengan wahana permainan sepatu roda ini :)






10 komentar:

  1. Wow...keren ya penampilan Aisyah main sinline skate.. Di sana ada juga instrukturnya ya Mbak yg bisa membimbing anak2 yg belum mahir main..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada kok instruktur yang berlisensi internasional untuk mendampingi dan melatih anak-anak sepanjang waktu. jadi enggak usah khawatir nih

      Hapus
  2. Aku pingin nih bawa putriku kesini...mupeng banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, anakku aja sampai ketagihan :)

      Hapus
  3. Meski saya belum pernah bersepatu roda, hehe... tapi saya bisa membayangkan betapa senengnya tuh Aisyah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya,sampai dia terus terkenang-kenang asyiknya main sepatu roda di sana, dan minta ke sana lagi suatu waktu :)

      Hapus
  4. Asyik ya, bisa ngajak anak-anak ke tempat ini.
    pasti mereka senang sekali mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, mereka senang sekali. Terutama Aisyah

      Hapus
  5. hai mak, apa kabar? fotonya keren2...salam untuk Aisyah dan kakak :) kapan ya kita kesini lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mak, kangen nih pengen ketemu mak Kania lagi. kapan ya bisa kopdar lagi?

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge