Jumat, 05 Juni 2015

Belajar Dari 22 Tips Menulis Cerita Keren Pixar (1)

























Siapa yang tidak kenal Nemo? Saking terkenalnya, anak-anak dijamin lebih mengenal nama nemo untuk mengidentifikasi ikan badut ketimbang nama ikannya itu sendiri. Belum lagi Toy Story,  Cars, Brave, The Incredible, dan Up. Up bahkan menyabet gelar film animasi terbaik di ajang penghargaan Oscar 2010 lalu. Dan semua animasi yang saya sebutkan diatas itu diolah oleh tim kreatif yang bernaung dalam Pixar Animation Studios.

Saya dan suami penggemar film animasi buatan Pixar. Selain animasinya yang keren, cerita dari fiml-film buatan studio ini juga bagus dan banyak pelajaran di dalamnya. Seperti Nemo, saya belajar menjadi orangtua yang berusaha memberikan kepercayaan pada anak dan tidak membuat harga dirinya jatuh di hadapan teman-temannya. Atau Brave, bercerita tentang hubungan ibu dan anak gadisnya.  Ini membantu saya berhadapan dengan putri sulung saya yang beranjak remaja.

Sering bergumam sendiri, darimana ide-ide keren yang menjadi film buatan Pixar ini menjadi tontonan yang asyik dan tidak membosankan bagi keluarga? Saya yakin, butuh tim yang solid dan kreatif untuk membuat jalan cerita dari film-film buatan Pixar menjadi mendunia. Tentu saja selain animasinya yang ciamik.

 Beruntunglah saya, salah seorang mantan penulis story board Pixar , Emma Coats membagi 22 tips menulis yang bener-bener keren.  Tips dari Emma Coats ini membantu banget untuk saya yang lagi belajar nulis buku (serius ), bukan hanya ngeblog semata. Mau tahu tips dari Emma Coats tersebut? Berikut tips dari Emma Coats dan bagaimana saya mencoba belajar dari tipsnya Mbak Emma Coats tersebut.

  
Yup. Rata-rata karakter peran utama dalam film buatan Pixar, bukanlah sosok yang 100% sempurna, pinter, berprilaku baik, tampan atau cantik, lalu mapan atau sukses. Karakter utama dalam film-film Pixar selalu punya masalah, dan asyiknya jalan cerita dalam film-film Pixar mengetengahkan proses karakter utamanya menuju ke suksesan atau sebagai pribadi yang baik. Semuanya penuh perjuangan dan konflik.  Lihat saja karakter bapaknya Si Nemo, Marlin. Atau karakter utama si  dalam Toy Story 1.

Intinya, saya jadi belajar agar karakter tokoh-tokoh dalam cerita saya (kapan nulisnya? Tepok jidat sendiri agar segera memulai!) tidak hitam putih plek. Setiap orang punya sisi abu-abu, tidak melulu baik atau jahat 100 persen. Dan perjuangan karakter utama untuk menudukkan sisi gelap/egonya tersebut yang bisa menjadi salah satu daya tarik cerita.


  Nah ini..kebanyakan saya terpaku dengan cara penulisan yang menurut pemikiran saya asyik, layak baca dan akan jadi best seller, hihihi (nulisnya kapan, Bun?, tanya diri sendiri). Padahal antara kacamata penulis dengan pembaca  atau pun penonton, bisa sangat berbeda.

      Saya harus Menempatkan diri sebagai pembaca/penonton agar tulisan saya nanti menarik untuk dibaca orang lain, bukan hanya saya sendiri yang asyik ngebacanya, sementara pembaca sebenarnya malah bete dan bosan ngebaca tulisan saya.









Kalau point yang ketiga ini, saya masih belum mengerti sepenuhnya . Ada yang bisa bantu agar saya lebih memahami lagi?
   










  Harus pinter nih mengembangkan jalan cerita agar tidak membosankan dengan memberi konflik yang menyebabkan hidup tokoh/karakter dalam tulisan kita berubah. Belajar dari film-film animasinya, saat jalan cerita mencapai klimaks.., kemudian menuju anti klimaks.., eh ternyata ada kejutan lain, baru kemudian anti klimaks yang menuju akhir cerita. Seperti film Nemo. Saat marlin ketemu Nemo, semula kita pikir, selesai deh film. Namun ternyata ada kejutan lain menanti yakni saat scene menyelamatkan Dori dari jaring penangkap ikan, dan Nemo terlihat terbaring tak berdaya.


      



    Satu buku dengan jalan cerita yang melebar kemana-mana, selain membuat bingung yang baca, juga inti ceritanya jadi enggak dapet. Pelajaran yang saya ambil nih dan point ke 5, adalah menyederhanakan jalan cerita dan fokus pada tema yang ingin diangkat.









    Kudu bikin karakter utama dalam tulisan menghadapi tantangan yang mengguncang sisi kenyamannya selama ini. Dan bagaimana dia berhadapan dengan tantangan tersebut harus diolah sedemikian rupa sehingga hal inilah yang menjadi daya tarik tulisan. Hmmm..saya harus coba nih






    Wah, kalau ini sering sih. Endingnya udah ada duluan, ngerangkai jalan ceritanya dari awal menuju ending biar enggak monoton yang susah…






 Pokoknya selesaikan!  Itu yang saya tangkap dari point ini. Walaupun tak sempurna, selesaikan. Dan lakukan perbaikan di tulisan-tulisan selanjutnya. Hal ini harus jadi point wajib bagi saya, mengingat saya selalu ngegantung kalau lagi nulis cerpen/novel.










     



Lanjutannya di postingan mendatang ya...

16 komentar:

  1. film2 Pixar bagus2 ya mak..kayanya hampir semua yg mak sebutin di atas saya udah nonton sama anak2..eh kecuali up belum kayanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. up sering banget diputar ulang di tv Mak. Ceritanya bagus kok

      Hapus
  2. Cars sama nemo mbak, favoritnya anak2... Btw, pengen juga nulis cerita...tapi masalahnya sama *kapan ya mulainya? : -D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih. kudu memaksa diri, apalgi udah ada saran dari Pixar :)

      Hapus
  3. Menurut saya, yang poin 3 itu "uji coba tema" mbak. Tuang tema ke dalam tulisan sampai selesai, lalu baca. Kalau ternyata belum sesuai, ya re-write.

    Menurut saya lho yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih bantuannya. saya jadi tercerahkan dengan point 3 ini

      Hapus
  4. tipsnya oke bangeeet...dan setuju, pixar memang luar biasa yang idenya. Everlasting..seperti nemo itu contohnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mbak. neverlasting nemo. pokoknya enggak ngebosenin nonton nemo berulang-ulang

      Hapus
  5. Saya punya film2 Pixar mb..., nggak cuma anak-anak saya yang suka, saya dan suami juga. Malah kami sering nonton bareng. Nggak bosen, meski berkali-kali nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata.., film animasi Pixar mengena di hati keluarga kita ya Mbak..

      Hapus
  6. Wah makasih infonya mbak, memang ya nulis itu cukup sulit butuh waktu dan yang lebih sulit adalah membuat alur cerita supaya tidak membosankan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, terutama fiksi. makanya say agagal terus kalau mau buat novel. enggak pd, merasa yang say atulis itu membosankan. Hiks :(

      Hapus
  7. Kami sekeluarga juga penggemar animasi. Dan entah kenapa, kalo menurut saya, hikmah film animasi lebih kena dibanding film 'manusia'. Mungkin karena target utamanya anak-anak ya ? Btw nice post en ditunggu kelanjutannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin juga karena ceritanya tidak menggurui, tapi penuh dengan hikmah.

      Hapus
  8. Penggemar pixar juga... anak2 juga gak bosen nonton animasinya pixar.
    Waah tips2nya juga keren dan mengena banget...
    Tinggal dipraktikin nih... *nulis nulis.....*

    BalasHapus
    Balasan
    1. praktik-praktik. ayo, kalau masih ingin jadi penulis :)

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge