Sabtu, 23 Januari 2016

Salon-Salonan, Permainan Masa Kecil Yang Unik Dan Tak Terlupakan

http://www.rebellinasanty.blogspot.co.id
perhiasan berharga kala kanak-kanak

Permainan masa kecil?

Wuah..., banyak dan ngangeni. Mulai dari engklek, congklak, patok lele, karet gelang, bikin kue kering dari tanah, nangkap capung, masak-masakan dan buanyak lagi deh pokoknya. Tapi.., ada satu permainan yang tidak terlupakan, unik, dan ternyata.., saat saya ceritakan ke anak-anak mereka berkomentar kalau ternyata waktu kecil saya itu centil!
 Mau tahu permainan apa itu?

Nama permainannya..,main salon-salonan. Maksudnya seperti ke salon kecantikan, begitu?
Yup! Bener banget.

Kamis, 21 Januari 2016

Serunya Mengeksplorasi Talenta Anak Bersama Morinaga Mi PlayPlan

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Mempersiapkan anak tangguh menghadapi masa depan agar menjadi generasi platinum yang multitalenta, juga butuh orangtua yang cerdas dan tangguh untuk mencari tahu potensi anaknya, mengarahkan dan membimbingnya untuk fokus pada kekuatannya, serta merangsang minatnya untuk memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya. 

Saya percaya, setiap anak itu cerdas,unik, dan pasti punya talenta tersendiri. Namun apakah kemudian kecerdasan, keunikan, dan talentanya akan membuatnya siap menghadapi tantangan di masa depan yang pasti lebih besar?

Itu yang menjadi pertanyaan saya di dalam hati saat mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak saya, terutama Adek, panggilan putra bungsu saya. Sehari-hari Adek memang sangat terlihat sehat,  mandiri, cerdas, dan bersikap dewasa melebihi usianya. Tapi, cukupkah itu sebagai bekal untuknya menghadapi masa depan? Padahal, tantangan hidup di masa mendatang pastilah lebih berat dari sekarang.  Saya masih merasa ada yang kurang maksimal saya lakukan sebagai orangtuanya.

Keresahan hati itu semakin bertambah karena akhir-akhir ini Adek gemar bermain komputer. Walau permainan yang dia lakukan mendukung kemampuan nalarnya, tapi saya ingin dia lebih berkembang lagi dalam hal lainnya. Seperti pagi ini. Begitu selesai sarapan pagi, dia pun langsung duduk di depan komputer.

Senin, 18 Januari 2016

“Mereka Bilang Aku Miskin!” Merubah Bully Menjadi Booster

“Mereka Bilang Aku Miskin!”
Merubah Bully Menjadi  Booster

Disclaimer:
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk pamer, atau menyombongkan diri. Apalagi bermaksud riya. Naudzubillah. Juga tidak dimaksudkan untuk menyinggung pihak lain yang terkait. Tulisan ini hanya berbagi pengalaman apa yang anak saya rasakan, dan bagaimana kami selaku orangtua mencoba memberi jalan keluar bagi dirinya.  Saya yakin pun diluaran sana banyak ibu-ibu yang mengalami hal yang sama. Semoga bisa diambil hikmahnya.

Ini kisah tentang putri sulung saya. Saya biasa menulis namanya di dalam blog ini dengan sebutan Kakak Sya.  Sekarang dia sedang dalam transisi menuju masa remaja. Wuih.., berhadapan dengan anak menjelang remaja, seperti naik roller coaster. Berhubung saya belum pernah naik roller coaster, anggap saja seperti naik kora-kora aja deh.
Tapi…, saya tak menuliskan tentang how to deal with teenager, melainkan  sepenggal kisah saat Kakak Sya masih duduk di bangku sekolah dasar.

badge