Rabu, 25 Maret 2015

Mimpi-Mimpi Itu...

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto, di sini

Saya baru tahu, bahwa tidak setiap orang selalu bermimpi saat tidur. Itu pun setelah menikah dan ngobrol dengan suami, karena ternyata suami amat jarang bermimpi. Sementara saya? Sejak mulai bisa mengingat sampai kini, setiap malam tidur saya berhiaskan mimpi. Saat bangun, saya masih sering mengingat jelas mimpi-mimpi tersebut. Sepertiyang pernah sayatulis di sini .Beberapa diantaranya memang sekedar bunga tidur, namun banyak juga yang merupakan isyarat halus mengenai hal-hal yang kemudian terjadi. Kebetulankah?


Saat masih duduk di bangku SMA, adalah puncaknya konflik saya dengan mama saya. Perbedaan yang mencolok dalam memandang hakikat hidup  antara saya dan mama kian meruncing. Seringkali terpikir untuk lari dari keruwetan yang terjadi dalam keluarga saya saat itu. Tapi rasa tanggung jawab terhadap adik-adik, dan juga memikirkan kedepannya, terutama kalau saya kabur dari rumah, kemudian mau jadi apa, membuat saya memilih bertahan dalam situasi yang seperti  hell bagi saya saat itu.

 Pelarian saya adalah ke perpustakaan, meminjam buku sebanyak-banyaknya, atau menulis segala hal yang saya rasakan ke dalam buku harian. Di situ saya tumpahkan segala rasa kepadaNya, lewat buku harian. Tangisan saya, pengaduan saya, segalanya ada di dalam buku itu, namun tertuju kepada Allah.

Sejak itulah, kerap berdatangan mimpi-mimpi ‘indah’ dalam tidur saya. Seperti, mimpi berwudhu di atas puncak gunung dengan mata air yang sangat bening mengalir. Atau mimpi disuruh membuka, membaca, dan menulis Qur’an (hanya saja saat bangun saya tidak ingat surat apa ). Lalu mimpi lainnya, kemana saya berjalan, bulan terlihat mengikuti saya. Berdiri di puncak gunung dengan bulan purnama tepat di atas kepala, dan ujung jari saya seolah bisa menyentuh bulan. Lalu, saat ramadhan, saya bermimpi setengah sadar bahwa seluruh jalanan yang saya lalui seolah membeku, dan waktu terhenti. Dan saat melintas jalanan tersebut, seluruh pepohonan yang ada di sepanjang jalanan merundukkan pucuknya menyambut saya.

Mimpi lainnya adalah diajak memasuki mesjid yang luar biasa indah, namun letaknya di atas langit. Saat berada di dalam mesjid tersebbut, yang terasa keheningan yang damai dan tenang.

Puncak keindahan mimpi-mimpi yang saya alami adalah saat melihat sebuah sinar terang benderang yang meliputi alam, dan ternyata sinar itu berasal dari lafaz Allah dalam bahasa Arab. Beberapa hari kemudian mimpi sinar terang benderang yang sama terulang, kali ini berasal dari lafaz Muhammad. Dua mimpi terakhir itu adalah mimpi paling indah sepanjang hidup sampai saat ini.

Saaya tidak tahu arti mimpi-mimpi itu. Saya pikir, itu cara Allah agar saya mendekatkan diri padaNya lebih intens. Wallahua’lam.

Namun ada juga mimpi-mimpi aneh yang saya alami. Saat mendapat musibah kehilangan harta yang saya amanahkan pada keluarga, beberapa malam sebelum kabar itu tiba pada saya, saya bermimpi didatangi alm Kakek saya. Dalam mimpi tersebut, dia memeluk saya dan mengatakan,”Kasihan kamu, Ren. Kasihan kamu.”

 Lalu untuk menghibur hati saya, beliau mengajak saya berjalan-jalan.
Saat bangun, saya merasakan bakal ada seuatu yang tidak enak akan terjadi. Ternyata besoknya saya mendapat kabar lewat telpon mengenai masalah harta amanah tersebut. Kebetulankah? Mimpi-mimpi semacam ini sangat sering saya alami, namun saya berusaha mengartikannya sebagai suatu kebetulan semata.

Mimpi lainnya adalah mimpi didatangi orangtua berjanggut putih yang tubuhnya berselimut cahaya, dan dia memberi wejangan pada saya. Sayangnya wejangan apa yang dia berikan, tidak bisa saya ingat sama sekali, kecuali kehadirannya yang berselimut cahaya. Lain waktu, saya bermimpi diberi batu, semacam batu akik, agar saya simpan.

Bermimpi mengerikan? Sering kok. Salah satunya adalah dikejar-kejar mahkluk mengerikan yang datangnya dari neraka, dan berusaha menarik saya ke dalam kubur yang terlihat merekah. Saat mimpi ini, saya terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuh.

Mimpi yang juga masih membekas terkait kehamilan putra bungsu saya. Saat itu, awal tahun 2010, dan anak saya sudah 3. Tidak berniat lagi menambah kehadiran anak mengingat kesehatan saya yang selalu bermasalah saat hamil. Namun, di suatu malam saya bermimpi melahirkan bayi yang besar, dan berjenis kelamin perempuan. Saya utarakan mimpi tersebut pada suami dan dia tertawa saja, mengingat saya memang dikenalnya sebagai orang yang tiada tidur tanpa mimpi. Namun apa daya, saat saya periksa ke puskemas, ternyata saya beneran hamil. Dan di Desember 2010, lahirlah si Bungsu dengan berat 5,25 kg, dan merupakan bayi terbesar di rumah sakit saat itu. Yang beda dari mimpi saya adalah, bayi bungsu saya berjenis kelamin laki-laki :)

Well, saya tidak tahu apakah otak saya terlalu aktif, sehingga tiada tidur saya tanpa berhias mimpi. Dulunya saya merasa biasa-biasa saja dengan mimpi-mimpi tersebut, namun setelah tahu bahwa suami malah kebalikan dari saya, alias tidurnya hampir tanpa mimpi (Kalaupun mimpi, hanya sesekali), saya jadi mikir juga: adakah yang salah dengan mekanisme otak saya? Soalnya, saya juga sering sakit kepala, dan di waktu-waktu tertentu tubuh saya mengeluarkan hawa panas yang enggak enak. Saya bilangnya itu earlier alert alarm, karena biasanya setelah hawa panas itu datang, saya mendapat berita musibah terkait orang-orang terdekat saya. Wallahua’lam.

By the way, yang baca blog saya, adakah yang memiliki pengalaman serupa? 

10 komentar:

  1. Samaaaaaaa....aku punya pengalaman sama dengam dirimu. Nanti aku tulis juga deh di blog buat cerita juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo Mak, berbagi cerita soal mimpi. Nanti, tag aku ya, biar melipir ke tkp :)

      Hapus
  2. Mimpinya aneh2 ya mb. Mungkin krn njenengan "pek". Kalo saya sering mimpi di tempat yang sama ( pdhl ga tau itu dmn)....klo mau ujian dan belum siap, pasti deh malemnya mimpi ujian, bingung ga bs ngerjain...ato ada tugas yg ketinggalan. Meski ms kuliah dah lama....tp msh sering mimpi seolah2 msh mhsiswi:-)

    BalasHapus
  3. Maksud saya "peka"....ada indra ke 6 gtu....

    BalasHapus
    Balasan
    1. soal indra ke-6, saya enggak berani klaim. Tapi memang sejak kecil suka banyak pengalaman aneh-aneh juga

      Hapus
    2. soal indra ke-6, saya enggak berani klaim. Tapi memang sejak kecil suka banyak pengalaman aneh-aneh juga

      Hapus
  4. ih mba Shanty hebat ya..mampu mengingat mimpi2 lawasnya dg detil...

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih ingat karena mimpinya tidak biasa, dan juga dituliskan di diary :)

      Hapus
  5. Subhanallah mak, setuju dgn bunda raka-alya mungkin mak diberi keistimewaan sama Allah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak tahu juga sih Mak. Tapi memang saya sedikit sensitif...

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge