Rabu, 27 Mei 2015

Balada Muka Tua

www.rebellinasanty.blogspot.com
Jadi anak sulung itu,  berpengaruh terhadap pancaran wajahkah?. Setidaknya, itu berlaku bagi saya, sulung dari 8 bersaudara. Karena kebanyakan mikir, imbasnya penampakan wajah saya jadi boros, melebihi usia yang sebenarnya. Makanya, saya enggak ikutan aplikasi tebak umur yang kemaren heboh di medsos. Takut dibilang nenek-nenek, hahaha.

Banyak pengalaman soal muka boros, alias muka tua. Kalau jaga warung saat masih SMP, saya kerap dipanggil, “Bu” sama pembeli yang baru (bukan tetangga).  Padahal saya khan masih unyu-unyu.. Jadi pasang wajah cemberut sambil ngelayani. Enggak heran, wajah saya jadi tambah tua  deh. Cemberut… terus.

Lalu,waktu awal kuliah. Ceritanya jalan kaki menuju kampus. Ada yang mepeti pakai motor. Mahasiswa. Tanya ini tanya itu dan saya jawab seperlunya. Sampai dia tanya saya angkatan berapa. Waktu saya sebut, eh dianya enggak percaya dan bilang kalau semula saya dikiranya Bu Dosen. Gubrak!

Minggu, 17 Mei 2015

Pao De Queijo Untuk Suami Tercinta.

Pao De Queijo, Roti Khas Brazil Untuk Suami Tercinta di #WorldBakingDay

www.rebellinasanty.blogspot.com
Pao De Queijo, Roti khas Brazil. Foto pribadi Rebellina
Yes…! It’s World Baking Day! Sejak baca postinganya Teh Yas Marina mengenai Hari World Baking Day yang jatuh tanggal 17 Mei ini, saya sudah mempersiapkan diri untuk bikin kue buat orang-orang terkasih. Siapa lagi kalau bukan anak-anak dan terutama suami. 

Mukena Istimewa Dari Papa

Apa istimewanya sih mukena yang dibelikan orangtua? Bukannya memang kewajiban orangtua memenuhi kebutuhan anak-anak yang masih belum mandiri, terutama kebutuhan spiritualnya?

Bagi saya, sangatlah istimewa, terutama karena mukena itu dibelikan oleh papa saya (kini alm). Kenapa istimewa, karena selama ini, dari saya kecil sampai saya balig, dan menjelang menikah, saya kerap ‘berdiskusi’ dengan papa saya mengenai agama yang kami anut. Papa saya yang menganut agama lain sebelum menikah dengan mama, masih sering protes soal masalah Palestina dan Israel. Beliau sangat mendukung Israel, sedangkan saya sebaliknya. Padahal waktu itu pengetahuan saya sih masih seujung kuku soal Palestina dan Israel. Hanya saja, dalam pikiran saya saat itu, tentu saya berdiri di sisi saudara seiman saya, yang dalam hal ini berada di Palestina.

Jumat, 15 Mei 2015

Cracker Beruang Isi Selai Nenas

Cracker Beruang Persaudaraan, foto pribadi Rebellina
Anak-anak, kalau sudah ngumpul di rumah, kalau enggak bikin rumah seperti kapal pecah dengan mainan yang berserak di sana sini, pasti berantem (khasnya anak-anak sih). Lalu, mulailah deh nanti ada yang terdengar saling bertengkar, dan eng ing eng…, terdengar deh  ada tangisan. Ini biasanya terjadi pada Si Bungsu, yang memang usianya baru empat setengah tahun.

Kadang-kadang saya sabar menghadapinya, kadang bete juga. Apalagi kalau lagi sakit kepala dan dikejar-kejar dl tulisan yang mau diikutkan lomba, hahahaha. Suasana begini bisa dicairkan dengan cemilan ringan buatan bundanya.

Saya memang suka masak, terutama cemilan ringan ,khusus ditujukan buat anak-anak saya yang memang doyan  aneka makanan buatan bundanya. Apalagi dalam proses memasak cemilan tersebut, anak-anak antusias membantu, terutama putri ketiga saya Aisyah dan Si Bungsu, Zulfikar. Namun lagi semangat-semangatnya mau bikin cemilan ringan, tiba-tiba ada satu bahan yang tidak ada, namun fungsinya vital, tentunya bikin mood langsung jungkir balik, alias gagal total acara masaknya.



Kamis, 14 Mei 2015

#BeraniLebih Eksis Lewat Tulisan, Meningkatkan Kepercayaan Diri

Ada satu fase hidup saya, kepercayaan diri saya rontok, jatuh mencapai titik nadir. Saya yang semula periang dan banyak teman, jadi menarik diri dari lingkungan keluarga dan pertemanan, dan hanya fokus pada anak-anak dan suami. Perasaan tidak dihargai dan dianggap sebelah mata yang menjadi penyebabnya.

Saya butuh yang lain, tempat saya bisa berbagi pikiran, dan menjalin hubungan sosial dengan beragam orang. Saya ingin keberadaan diri saya diakui, tapi bagaimana caranya tanpa harus meninggalkan rumah, mengingat salah seorang anak saya butuh pengasuhan khusus? Thanks God sekarang ini banyak media sosial tempat untuk menjalin pertemanan tanpa harus meninggalkan rumah. Tapi selama ini pun saya hanya penikmat dalam diam, tidak larut dalam keriuhan yang kata teman,media sosial pun bisa jadi semacam pasar burung. Lalu, bagaimana eksistensi saya bisa terasa di tengah keriuhan media sosial tersebut?

Minggu, 10 Mei 2015

Saat Pertama Kali Makan Kerang Rebus Ala Medan

www.rebellinasanty.blogspot.com
kerang rebus saus sambal kanang nenas
 Ceritanya, saya sering kangen dengan kuliner kampung halaman saya, Medan. Walau sudah belasan tahun tinggal di Bogor, tetap saja lidah saya merindukan sentuhan ‘rasa’ kampung halaman. Walau bisa masak sendiri, sayangnya, tidak bisa setiap hari saya bisa memuaskan kesukaan saya tersebut. Selain terkadang bahan-bahannya yang sulit saya temui di sini, selera saya dan anak-anak plus suami sedikit berbeda. Saya yang sejak lahir dan  besar di kota Medan, terbiasa dan sangat suka makan ikan laut dan seafood. Sedangkan di Bogor ini untuk mendapatkan ikan laut segar, agak sulit. Jadinya, anak-anak malah terbiasa dan suka makan daging ayam. Kalau saya, daging ayam tidak begitu suka…

Ketika ke pasar dan melihat ada penjual yang menjual kerang dara, kerinduan saya akan kuliner kampung halaman membuncah lagi. Tawar menawar pun jadi, selanjutnya, 1,5 kg kerang pun berpindah ke keranjang belanjaan (kerangnya hanya tersisa segitu). Tak sabar ingin segera mengolahnya, seperti saat saya sering menyantapnya dulu di pinggir jalan sepanjang jalan Tanjung Morawa, atau sepanjang jalan arah Belawan, di mana banyak penjual kerang rebus dengan saus kacang dan nenas yang segar sebagai padanannya.

Rabu, 06 Mei 2015

Panen Jahe Merah Dari Halaman Belakang Rumah

www.rebellinasanty.blogspot.com
jahe merah saya lagi jadi foto model :)
Beberapa waktu yang lalu saya panen jahe merah. Lumayan, hasilnya dapat hampir 3 kg dari sepetak tanah di samping halaman rumah. Nanamnya tidak terlalu serius, dalam artian sekedar saya sirami sesekali dan tidak diberi pupuk khusus. Alhamdulillah, setelah hampir setahun sudah cukup waktunya di panen, dan hasilnya memuaskan.

Ini sudah panen yang ke 3 kalinya sejak mula saya menanam jahe merah sekitar 3 tahun lalu. Bibitnya saya peroleh dari tetangga sebelah rumah. Saat itu saya sedang beberes halaman depan, eh tahu-tahunya ditawari bibit jahe merah berupa rumpun yang masih muda. Jelas saya terima dengan senang hati. Sejak saat itu pula si jahe merah ini menghias halaman belakang samping kanan rumah, berdampingan dengan pohon pepaya dan pohon temu-temuan lainnya seperti kunyit dan kencur. Tetangga saya tersebut kini malahan tidak punya tanaman jahe merahnya lagi. Enggak tahu kenapa..

Korupsi Kok Bangga

www.rebellinasanty.blogspot.com
sumber foto di sini
Rasanya, saat berbicara mengenai korupsi dan pelakunya, pastinya membuat dada kita panas dan hati menjadi geram. Tidak hanya merugikan negara, rakyat juga menjadi korbannya. Membayangkan bagimana setiap harinya rakyat harus berkutat dengan segala daya upaya agar kebutuhan pokoknya terpenuhi, sementara di bagian lain pelaku korupsi demikian mudahnya menumpuk pundi-pundi kekayaannya dalam bentuk tabungan,deposito, rumah di mana-mana, dan tanah yang tersebar dimana-mana juga, tentulah terasa sakitnya.

Kadang demikian mudah kita melihat adanya indikasi korupsi yang dilakukan seseorang/oknum, tapi tidak gampang juga menudingkan jari terang-terangan mengatakan oknum tersebut koruptor. Butuh bukti yang nyata dan akurat, dan itu tugasnya ada di aparat.


Senin, 04 Mei 2015

Otak-Otak Tempe Garing

www.rebellinasanty.blogspot.com
Otak-otak Tempe Garing, Foto pribadi Rebellina
Tidak hanya penulis yang sering mengalami stuck alias lagi enggak bisa nulis, Emak-emak rempong seperti saya yang tiap hari harus masak pun kadang bisa jenuh dan malas nyentuh peralatan dapur. Kalau enggak mikir dompet tekor, maunya tiap hari beli lauk padang, dan sayanya bisa leyeh-leyeh mau ngapain, asal enggak masak. Tapi ternyata, seenak-enaknya rasa lauk hasil beli, tetap saja anak-anak dan suami merindukan masakan saya. Dan, sang emak  pun kembali memakai apron "upik abu'"nya dan turun ke singgasana alias dapur :)

badge