Selasa, 25 Juni 2013

Pak, Saya lagi Hamil…

Peristiwa ini terjadi saat saya pulang ke Medan karena ada urusan yang harus segera di selesaikan. Kondisi saya lagi hamil memasuki usia kehamilan 3 minggu. Saya pulang sendiri. Suami tidak bisa menemani karena urusan saya  ini mendadak, dan dia tidak bisa mengambil cuti dari kantornya. Jadilah saya sibuk ke sana kemari mengurus persoalan ini sendirian.

Untuk memudahkan urusan, saya meminjam motor adik saya.  Saya bolak balik ke Medan -  Belawan  dengan naik motor. Nekad juga karena lalu lintas  ke arah Belawan tersebut sangat padat dan dipenuhi truk-truk besar yang seliweran menuju pelabuhan. Keder juga hati ini sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Urusan yangn harus saya selesaikan sangat mendesak untuk dituntaskan, dan saya  sudah sangat ingin pulang kembali ke Bogor. Jadi saya bela-belain deh berpanas-panas di bawah terik matahari jalan Medan – Belawan agar urusan itu kelar.

Namun, yang membuat hati saya selalu was-was di jalan justru kalau ada razia oleh Polantas. Sejak masih belum menikah, saya selalu tidak beruntung kalau ada razia di jalan. Pasti kena stop Polisi. Ya jelaslah, wong saya tidak pernah punya sim motor. Yang saya miliki justru Sim A.  Untuk urusan ini mama saya sampai bilang, “Wah, mama sudah seumur begini kalau bawa motor tidak pernah kena tilang. Kok kamu selalu kena ya. Padahal mama tidak punya SIM lho..”

Minggu, 23 Juni 2013

The Haunted House: Siapa Yang Menemani Saya Nonton '' Mirror?'

Photo Pribadi Rebellina
Masih ingat tulisan saya tentang The Haunted House dan The Haunted House: She Is Singing With Me? Berhubung di rumah tersebut memang lumayan banyak kejadian yang saya alami, maka kali ini saya share pengalaman saya yang lain masih di rumah tersebut.

Suatu malam, saya nonton film Indonesia, temanya horor pula. Sebenarnya, tayangan itu rerun, alias sudah diputar ulang, dan untuk yang ini pun sudah kali ke dua saya menontonnya. Tentunya ditemani suami dong.

Oh ya, film tersebut judulnya Mirror. Pemerannya, yang saya kenal cuma si Nirina Zubir. Menurut saya sih ceritanya tidak terlalu istimewa, tetapi karena seingat saya tidak ada tontonan lain yang asyik di nikmati dari layar tv, terpaksalah saya menonton ulang tayangan film ini.

Jumat, 21 Juni 2013

Mengambang...

Pernah mengalami ketindihan atau istilahnya erep-erep? Pastinya dari beberapa kalian pernah mengalaminya. Tetapi aku tidak. Aku belum pernah mengalami ketindihan seperti itu. Yang kualami, justru berbeda sekali. dan itu terjadi sejak aku kecil sampai aku duduk di SMA.

Aku tidak tahu apa istilahnya untuk menggambarkan apa yang kualami. Baiknya kukisahkan saja di sini. Siapa tahu, ada yang mempunyai pengalaman serupa, dan bisa memberiku jawaban.

Minggu, 16 Juni 2013

THE X-FILES 1: TUYUL??


sumber poto di sini 
Seumur-umur aku belum pernah melihat sosok penampakan tuyul. Mahkluk yang sering digambarkan berwujud anak kecil, botak alias gundul, dan seringkali berpanmpilan  telanjang itu, lumayan populer di kalangan masyarakat umum. Bukan karena kelucuan dan keluguan layaknya anak kecil. Tetapi populer karena tugas yang diemban dari majikannya. Yakni mencuri! Uang yang dicuri hanya berupa uang kertas, dan itu pun cuma selembar saja setiap harinya dari satu rumah.  Tetapi uang yang diambil adalah uang yang memiliki nilai nominal tertinggi.

MG (makhluk gaib) yang satu ini menurut cerita para tetua di kampung kami berasal dari jenazah bayi yang meninggal sebelum sempat menyusu dari ibunya. Maksudnya, mayat bayi tersebut hanyalah sarana bersemayamnya jin tuyul yang melakukan perjanjian dengan manusia yang tersesat (demi menjadi kaya mendadak). Tentu saja untuk jasanya, akan ada bayaran yang harus ditunaikan oleh si manusia yang melakukan perjanjian. Bentuknya bisa jadi berupa tumbal, kadang berupa nyawa dari keturunan si pelaku.


Sabtu, 15 Juni 2013

Bukan Sekedar Halal, Tetapi Juga Berkah...


di bawah rindang Alpukat Rebellina
Sudah dua tahun terakhir ini keluarga kami tidak bisa bebas lagi bermain di halaman belakang. Sebelumnya halaman belakang selalu menjadi tempat favorit kami sekeluarga untuk ngumpul. Di bawah rindangnya pohon Alpukat, ditemani dua gelas kopi panas (untukku dan suamiku), serta camilan buatan sendiri untuk kita semua. Lalu, sembari mengawasi anak-anak bermain ayunan yang dibuat dari tali tambang yang diikatkan ke dahan pohon alpukat ditambah sebilah papan, aku  dan suami asyik membahas apa saja. Terkadang pula meja dan komputer di bawa ke sini untuk ayah bekerja, atau juga untukku mencari inspirasi menulis.

Namun, semua itu kini hampir tidak bisa lagi kami lakukan. Sebabnya, bau menyengat dari kotoran ayam milik tetangga sebelah rumah. Walau dibatasi tembok setinggi 2 meter, bau itu tetap sangat mengganggu. Apalagi semenjak tembok belakang rubuh karena kontruksi pembangunannya yang tidak beres, halaman belakang sudah tidak nyaman lagi bagi kami untuk tempat berkumpul. Bukan hanya bau busuk menyengat, tetapi juga lalat-lalat yang menjijikkan pun membuat kami harus selalu menutup pintu belakang. Sungguh, 2 tahun sampai kini kami kehilangan udara segar pagi hari, semilir angin yang biasa kami nikmati kala hari menjelang senja, bahkan hangatnya sinar mentari pagi. Plus, hobi berkebunku yang mau tak mau menjadi terbengkalai karena bau busuk kotoran ayam ini.
penampakan kandang ayam. poto Rebellinasanty

Kalau cuma memelihara ayam beberapa ekor saja sih tidak akan menimbulkan bau busuk mengganggu ini. Tetapi masalahnya, memelihara ayam ini untuk skala bisnis menengah, dan jumlahnya di atas 500 ekor. Pastinya memang ada aturan khusus yang mengatur soal tempat memelihara hewan untuk usaha. Yang aku pelajari dulu waktu sekolah adalah dilarang mendirikan kandang hewan di belakang rumah, karena tidak baik untuk kesehatan. Apalagi hewan untuk usaha. Tetapi, itu tidak berlaku di sini, di daerah tempatku tinggal.

Jumat, 14 Juni 2013

Si Ungu Cantik Pencegah Kanker (Ipomea Batatas Poiret)

Lagi belanja di pasar tradisional, mata ini langsung tertambat pada tumpukan ubi jalar di salah satu lapak pedagang. Dan salah satu jenis ubi jalar  yang dijual adalah ubi jalar ungu. Benar-benar ungu, baik kulitnya sampai isinya.
 Sumber foto, di sini


Ahai..., saya memang suka dengan ubi jalar atau kalau orang Medan bilang ubi rambat. Selain rasanya yang manis legit. Ubi rambat ini juga mengingatkan saya pada orang yang saya sayangi (missed you much Grandpa). Kenangan saat makan ubi rambat ungu rebus bersama beliau saat saya masih kecil, sangat membekas. Dengan telatennya beliau akan mengupaskan kulit luar ubi ungu ini untuk saya, dan  meniup-niup asap panas yang masih mengepul dari ubi ini agar saya yang sudah tak sabaran ini bisa segera memakannya.

Terus terang, itu  terakhir saya melihat ubi rambat ungu (yang benar-benar ungu ya). Sampai besar dan kemudian menikah, ubi ungu itu tidak pernah terlihat lagi di depan mata. Entah mama yang tidak pernah membelinya, ataukah memang ubi ungu sudah sulit ditemukan. Setelah menikah, saya berkali-kali cari di pasar, dan nanya ke penjual ubi jalar, namun tidak pernah ketemu. Yang ada ubi rambat putih,kuning, oranye, merah  dan yang kulitnya berwarna putih tetapi isinya berwarna keunguan. Atau sebaliknya, kulitnya berwarna ungu tapi isinya malah putih.    yang benar-benar ungu baik isi dan kulitnya, hanya bisa saya lihat di tv, itu pun baru sekitar 2 tahun terakhir. Makanya, begitu melihat ada ubi rambat ungu yang di jual, saya langsung mampir dan membelinya.


Sabtu, 08 Juni 2013

The Memory Of Jimboo

seperti inilah kira-kira wujud fisik Jimboo.
hanya saja bulunya lebih coklat. sumber foto: Google
Akhir-akhir ini di sekitar rumahku sering terdengar lolongan anjing. Dan selalu bertepatan dengan azan yang dikumandangkan, terutama azan subuh  dan magrib. Heran juga, darimana asalnya anjing tersebut, karena di wilayah tempat tinggalku kutahu tidak ada yang memelihara anjing. Sempat terpikir, jangan-jangan anjing siluman. Udah parno duluan pikirannya saking seringnya mendengar hal-hal yang ‘begituan’. Dugaan itu dipatahkan suamiku karena dia  pernah melihat 2 ekor anjing besar masuk ke halaman rumah (karena pagar depan selalu terbuka, jarang dikunci). Berarti anjing itu nyata ada.Hanya saja kalau siang tidak pernah kelihatan.

Lolongan itu terdengar begitu sedih, bukan seperti lolongan yang sering digambarkan dalam cerita atau pun film-film spooky. Dan lolongan itu mengikuti panggilan azan yang dikumandangkan lewat pengeras suara. Begitu azan usai,lolongan itu pun berhenti. Aneh,ya.
badge