Rabu, 31 Desember 2014

Crying And Dancing In The Rain…

Hujan, adalah kamuflase paling sempurna, untuk menutupi deraian airmata.
Rebellina
www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustrasi kisah, credit foto

Apa yang kusuka dari memandangi tetesan hujan dari balik jendela? Yakni kenangan yang berkelana di benakku, melintasi waktu dan menari bersama hujan yang turun pada saat itu. Seperti saat ini, Bogor kerap dilanda hujan. Dan aku termangu memandangi dari jendela ruang kerja ini, tetesan hujan yang turun deras membasahi halaman depan, dan dedaunan selendang lili yang tumbuh subur di bawah jendela. Ingatanku berkelana, menyusuri masa demi masa dari secuil perjalanan hidupku…

Selasa, 30 Desember 2014

Pastel Puff Isi Ragout Ayam Jamur Ala Bunda

www.rebellinasanty.blogspot.com
pastel puff, foto koleksi pribadi Rebellina
Pastel ini beda loh. Kulitnya mirip pastry, karena dalam pembuatan kulitnya mengadopsi pembuatan kulit pastry. Hanya tidak seperti adonan puff pastry yang selesai digiling-lipat, harus disimpan di kulkas dulu, adonan pastel puff ini hanya digiling 3-4 kali dengan teknik lipat yang sama, baru kemudian di simpan di kulkas, sebelum digunakan. Butuh kehati-hatian saat menggorengnya, karena lapisannya gampang terurai.

Resep Satu Untuk Semua: Solusi Praktis Untuk Membuat Camilan Anak

Menjadi ibu itu pasti butuh energi yang luar biasa. Apalagi bila anak-anak sedang dalam proses tumbuh kembang. Tak  semata pendampingan dalam pola asuhnya, juga bagaimana mensuplai kebutuhan mereka terhadap asupan gizi. Seorang ibu jadinya dituntut untuk mampu mengatur semua hal secara sinergi.

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian adalah mengelola waktu. Mengingat anak 4 dan semua pekerjaan rumah tangga dilakukan secara mandiri, tanpa asisten rumah tangga, ditambah hobi berkebun, dan menulis yang butuh waktu juga, maka saya harus menyiasati waktu yang cuma 24 jam, agar semua hal yang diinginkan terlaksana.

Sabtu, 27 Desember 2014

Dijawil Hantu

 Ini pengalaman putri sulung saya. Kejadiannya kemarin sore, sekitar jam 4-an. Saya tuliskan karena kebetulan kejadiannya pun ‘terlihat’ oleh saya, namun tidak oleh suami dan saudara-saudaranya yang lain. Apa sih yang terjadi? Begini kisahnya

Dapatkan Anda Memecahkan Tulisan Rahasia Ini?

 Salah satu permainan yang saya sukai saat sekolah dulu adalah bermain dengan surat rahasia. Terinspirasi dari buku-buku detektif yang saya baca, semisal Sherlock Holmes, saya pun kerap membuat tulisan rahasia sendiri. Tulisan yang saya buat berupa surat, lalu saya berikan kepada teman. Teman saya akan berusaha memecahkan tulisan rahasia itu, dan menjawabnya. Seru bukan?

Kali ini saya pun ingin kembali mengurai kenangan lama tersebut di blog. Ini bisa menjadi inspirasi permainan yang bisa dilakukan di rumah bersama anak-anak. Nikmati keseruan saat mereka mencoba memecahkan isi surat rahasia, dan menemukan hadiah sebagai kejutannya. Namun sebelum mencobanya kepada ananda, mampukah kamu memecahkan isi tulisan surat rahasia yang sangat sederhana saya ini?

Ini suratnya:
Petunjuk : Saya penyuka bilangan prima, terutama  bilangan prima genap.


Ibmp Ufnbot…

Cfsnbjo tvsbu sbibtjb juv nfozfobohlbo mpi. Tbzb tvlb nfnbjolboozb cfstbnb bobl-bobl.
Qfsnbjobo tvsbu sbibtjb juv nfsbohtboh jnbkjobtj bobl. Lbebohlbmb tbzb nfohhvoblbo tvsbu sbibtjb wfstj tbzb tfoejsj. Obnvo tftflbmj tbzb nfohhvoblbo tboej npstf. Pnpoh-pnpoh ufouboh tboej npstf, tvebi tbohbu kbsboh beb zboh nbv nfovmjtlboozb zb?


Pi zb, ujebl beb ibejbi cbhj zboh nbnqv nfnfdbilbo jtj tvsbu sbibtjb joj. Qptujohbo joj ibozb vouvl tfoboh-tfoboh tbkb. Uvmjtlbo  ej lpmpn lpnfoubs cjmb lbnv tvebi cjtb nfnfdbilboozb.


Tbmbn
Sfcfmmjob


Jumat, 26 Desember 2014

Tidak Mengucapkan, Bukan Berarti Bermusuhan.

Setiap akhir tahun, selalu saja issue ini bermunculan. Layaknya bola panas, yang bergulir semakin membesar dan membara. Apalagi kalau bukan mengenai boleh tidaknya umat Islam mengucapkan Selamat Natal untuk umat Nasrani. Ada berbagai argumentasi yang seliweran. Tudingan anti toleransi yang diarahkan, dan pro-kontra yang bermunculan. Terkadaang, gatal tangan ingin ikut menuliskan komentar. Tapi dipikir-pikir, kurang efektif, hanya menambah besar bola api itu saja. Lebih baik saya tuliskan saja di blog sendiri .

Kamis, 25 Desember 2014

Bola-Bola Wijen Rekah

www.rebellinasanty.blogspot.com
bola-bola wijen rekah, foto koleksi pribadi Rebellina
Ngumpul bareng di saat liburan, kurang lengkap kalau enggak ada yang dikunyah-kunyah. Dasar Mak tukang ngemil, beginilah jadinya, hehehe. Kapan aja, selalu butuh cemilan sebagai pelengkap kebersamaan keluarga. Dan entah mengapa, saya tuh sukanya ngemil buatan sendiri. Salah satu cemilan favorit saya ini, bola-bola wijen rekah. Saya tambahin rekah dibelakangnya, karena ketika digoreng, hasil jadinya merekah (retak).

Sabtu, 20 Desember 2014

Niat Berbagi Sudut Pandang yang Berbeda, Membuahkan Rasa Iklash Yang Sebenarnya

Menjelang akhir tahun yang tinggal menghitung mundur hari, ada tantangan dari Om Her, untuk memilih satu postingan yang paling berkesan dari blog sendiri. Tidak perlu banyak berpikir bagi saya untuk memilih tulisan yang paling berkesan diantara postingan saya sepanjang tahun ini (sampai saat saya menulis postingan ini juga).  Pilihan saya jatuh pada postingan: Iklashkanlah.

Prihatin!
Itulah awal yang mendasari mengapa saya menulis “Iklashkanlah…”.

Bermula dari seliweran berita mengenai gugatan 1 milyar seorang anak dan menantu terhadap Mak Fatimah, sang Ibu. Berita yang ditayangkan, baik cetak, internet, maupun TV, semua hanya mengambil dari sisi ibu yang dizholimi. Sependek yang saya ikuti beritanya, tidak ada  yang mengutip berita dari sudut pandang sang anak dan menantu. Paling tidak, informasi yang beredar biar berimbang dari dua belah pihak.

Jumat, 12 Desember 2014

Cake Coklat Kukus, Tanpa Telur & Mixer

www.rebellinasanty.blogspot.com
Cake Coklat Kukus Tanpa Telur, Tanpa MIxer, Rebellina
Buat cake enggak pake telur dan mixer?
Enggak pernah dengar.  Tapi itu dulu. Kini, buat cake semakin gampang. Banyak cara dan modifikasi yang telah dilakukan pakar-pakar di bidang kuliner. Tergantung selera dan budget. Mau yang konvensional, ok. Yang ala hemat dan enggak pakai ribet, banyak bertaburan resep dan cara membuatnya. Salah satu dari pemilih cara kedua adalah: saya J

Kali ini cake yang dikukus.  Bahan-bahannya enggak pake susah nyarinya. Enggak pakai telur, dan enggak perlu mixer ngadoninya. Hasilnya..? Lembut banget, dan rasanya pas. Anak-anak suka banget dengan kue coklat kukus ini. Mau tahu resep dan cara membuatnya? Yuk, simak di sini :

Jumat, 05 Desember 2014

4 Hal Yang Enggak Penting Banget, Yang dibesar-Besarkan Media

Media sekarang ini, baik media cetak, media elektronik, maupun media digital seringkali mengangkat issue yang ‘enggak banget’ untuk disuguhkan kepada masyarakat.  Entah saya yang seleranya berbeda dari mainstream ,karena menganggap berita semacam ini bukan saja tidak penting, tetapi juga membodohi masyarakat. Atau memang ada grand design dari media-media ini untuk mengalihkan issue utama yang benar-benar penting dengan menyuguhkan issue sampah.

Berikut di bawah ini 4 Hal  yang menurut saya enggak penting, namun dibesar-besarkan media

Rabu, 03 Desember 2014

Puasa Pertama Mereka…

www.rebellinasanty.blogspot.com
My eldest Daughter,when she was 4, koleksi Rebellina
Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu
Belajar setelah dewasa bagai mengukir di atas air

Sejak dini, menyadari anak itu amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan, pola asuh tumbuh kembang mereka kami selaraskan sesuai prinsip-prinsip agama yang kami anut. Sejak dalam kandungan, sudah dibiasakan mendengarkan bacaan Qur’an yang saya dan suami bacakan. Lalu, saat mereka berusia 3 tahun, sudah diperkenalkan dengan puasa, dan sholat. Tentu saja untuk anak seusia ini contoh adalah metode pengajaran yang paling ampuh.

Syafa, Aisyah, dan Zulfikar si bungsu, semuanya pertama kali mengenal puasa saat usianya 3 tahun. Kalau Abang, belum, karena untuknya butuh pendekatan 'khusus' mulai dari mengenalkan mereka pada konsep apa itu puasa, secara sederhana tentunya. Lalu, diikutkan dalam aktivitas sahur dan buka puasa bersama. Jadinya, ketika mereka mulai kami ajak puasa juga, sudah tidak kaget lagi.

Bukan Seperti Ibu Malin Kundang

Batu Malin Kundang, photo, credit

 “Mengapa ibunya Malin Kundang sampai harus mengutuk anaknya,Bun? Bukannya sebagai ibu, dia harus bisa memafkan?”

Pertanyaan Syafa itu membuat saya terdiam sejenak. Saya memang mengisahkan cerita tentang Malin Kundang saat itu. Bercerita adalah salah satu cara saya  mendidik anak-anak. Saya ambil kisah Malin Kundang ini agar mereka bisa menangkap pesan yang terkandung di dalamnya, yakni tidak menjadi anak durhaka. Namun saya tidak menyangka bahwa putri sulung saya punya pemikiran lain, dan mengajukan  pertanyaan kritis seperti itu.

Selasa, 02 Desember 2014

It Takes Two To Tango!

www.rebellinasanty.blogspot.com
photo credit: life_social
Setiap pasangan pasti berasal dari latar belakang keluarga yang berbeda. Beda pola pengasuhan, beda budaya, bahkan kadang pula beda agama. Jadi tak heran bila setiap pernikahan pernah mengalami yang namanya perselisihan. Lalu, apakah perselisihan dalam rumah tangga mengindikasikan salah satu pihak atau keduanya sebagai pihak yang tidak baik?

Bicara soal baik atau tidak, sebagai istri saya pernah merasa sebagai istri yang belum baik untuk suami saya, dan suami pun saya anggap belum menjadi suami yang baik untuk saya. Mengapa? Karena di awal pernikahan kami belum menemukan irama pernikahan kami seperti apa. Kami masih saling mencari-cari irama pernikahan itu. Ibaratnya, kami masih mencari irama yang pas buat kami berdua agar bisa menari bersama.

Resep Bekal Untuk Anak : Kroket Sayuran


Kroket Sayuran ini mudah banget buatnya. Hanya butuh mempersiapkan bahan dan waktu. Enggak begitu ribet prosesnya, dan bahan-bahannya pun mudah ditemui di warung. Satu hal lagi, kroket sayuran ini menu ampuh untuk anak-anak yang kurang menyukai sayur. Karena kandungan sayurnya banyak, hanya tersembunyi dalam balutan adonan yang creamy. Simak yuk bahan-bahan dan cara membuatnya

Bahan:
100 gr wortel, potong kotak kecil-kecil
100 gr kentang, potong kotak kecil-kecil
100 gr buncis. Potong bulat tipis
25 gr margarin
½ bawang bombay sedang, iris tipis
3 siung bawang putih, geprak, potong halus
75 gr tepung terigu
350 cc kaldu
Garam,gula,merica,pala secukupnya.

Senin, 01 Desember 2014

Resep Dasar Puff Pastry Berlapis-Lapis Dan Renyah


Puff Pastry ini salah satu camilan yang sangat disukai anak-anak, dan juga teman-temannya. Jadi ingat dulu waktu teman TK Kakak Sya berkunjung ke rumah, saya suguhi puff pastry bentuk cone/contong. Wah, seluruh anak-anak yang datang, suka suguhan itu. Sampai salah seorang teman Kakak Sya  minta mamanya belikan di bakery.Tapi begitu dibelikan mamanya, teman Kakak Sya itu kecewa. Katanya kuenya beda dengan buatan Bunda Syafa. Ini mamanya sendiri loh yang cerita ke saya. Jadi GR saat itu :)

Walau anak-anak sangat menyukai cemilan yang satu ini, tapi belum tentu beberapa bulan sekali saya bikin. Karena cara membuatnya yang lumayan lama dan butuh telaten tinggi. Dan saya bukanlah tipe orang yang punya kesabaran tinggi untuk sering-sering bikin puff pastry ini. Tapi demi anak, sesekali meluangkan waktu membuat puff pastry ini enggak apa-apalah. Sekalian menebus kegagalan membuat martabak kemaren (si martabak cemungut eaaa)

Enaknya kalau sudah buat adonan dasar puff pastry,  bisa dimodifikasi dengan isi apa saja. Sekedar di tabur gula atau keju, diisi selai nenas, atau bahkan dengan sosis. Kalau saya, tergantung bahan yang ada. Berhubung ada sisa keju dan selai nenas di kulkas, ya pakai yang itu.

Resep dan cara pembuatannya, saya adopsi dari Tabloid Saji. Tahunnya udah lupa, kalau enggak salah ingat waktu awal-awal tabloid ini terbit. Jadi resep ini udah hampir 10 tahun saya pakai. Walau saya sempat beli buku resep khusus tentang puff pastry, saya tetap lebih sreg pakai resep dari Saji ini. Lebih irit, dan hasilnya pun ok. Simak yuk bahan dan cara pembuatannya .
badge