Rabu, 06 Mei 2015

Panen Jahe Merah Dari Halaman Belakang Rumah

www.rebellinasanty.blogspot.com
jahe merah saya lagi jadi foto model :)
Beberapa waktu yang lalu saya panen jahe merah. Lumayan, hasilnya dapat hampir 3 kg dari sepetak tanah di samping halaman rumah. Nanamnya tidak terlalu serius, dalam artian sekedar saya sirami sesekali dan tidak diberi pupuk khusus. Alhamdulillah, setelah hampir setahun sudah cukup waktunya di panen, dan hasilnya memuaskan.

Ini sudah panen yang ke 3 kalinya sejak mula saya menanam jahe merah sekitar 3 tahun lalu. Bibitnya saya peroleh dari tetangga sebelah rumah. Saat itu saya sedang beberes halaman depan, eh tahu-tahunya ditawari bibit jahe merah berupa rumpun yang masih muda. Jelas saya terima dengan senang hati. Sejak saat itu pula si jahe merah ini menghias halaman belakang samping kanan rumah, berdampingan dengan pohon pepaya dan pohon temu-temuan lainnya seperti kunyit dan kencur. Tetangga saya tersebut kini malahan tidak punya tanaman jahe merahnya lagi. Enggak tahu kenapa..


www.rebellinasanty.blogspot.com
saat proses nanamnya

Memang, setiap kali panen jahe merah ini, tidak semuanya saya gunakan. Selalu saya sisakan untuk dijadikan bibit lagi, agar tanamannya terus ada. Lalu, bagaimana dengan hasil panennya yang lumayan melimpah untuk ukuran rumah tangga? Apa dijual?

Mengingat pengalaman panen sereh dulu yang cuma dihargai 1500 perak sekilonya, saya kapok mau nawarin si jahe merah ini lagi ke penjual. Mending saya pakai sendiri aja. Namun mengingat jumlahnya yang lumayan, bisa-bisa keburu busuk sebelum habis terpakai.
www.rebellinasanty.blogspot.com
hasil panen jahe merah

Tak kurang akal, jahe merah itu saya cuci bersih sampai bebas dari tanah. Sebagian saya blender, saring airnya. Air jahe saya rebus bersama gula merah dan susu. Jadi deh wedang bandrek jahe ala saya. Semua suka, sepanci penuh wedang jahe habis diminum bersama. Bubuk jahenya saya jemur sampai kering, lalu tempatkan dalam wadah toples kecil. Siap pakai kapan saja bila saya memerlukannya. Baik untuk keperluan masak, atau untuk keperluan pengobatan herbal.
www.rebellinasanty.blogspot.com
wedang jahe merah, hangat...

Sebagian lagi, saya buat selai jahe. Jahe merah itu saya blender dengan sedikit air sampai halus, lalu dimasak dengan gula sampai menjadi selai. Tempatkan lagi dalam toples kecil. Saat dirasa oleh lidah, rasanya hangat-hangat pedas, seperti permen jahe. Hanya saja permen jahe saya orisinal dibuat dari jahe merah dan gula semata. Tanpa bahan tambahan lainnya J.
www.rebellinasanty.blogspot.com
selai jahe merah

Jadi, tidak ada yang namanya sia-sia deh walau hasil panen sepetak kecil tanah di halaman belakang menghasilkan jahe merah yang melimpah.Kini saya punya persediaan selai jahe buat permen dan jahe bubuk buat setahun ke depannya. Bibit jahe merah pun kini sudah mulai bertunas lagi, siap untuk di tanam. 

Mau tahu lebih jauh tentang tanaman jahe merah dan manfaatnya. Silakan cek di link ini:


16 komentar:

  1. Aku seneng banget makan permen jahe. Share dong cara bikinnya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. bikinnya sama seperti bikin selai nenas Mbak. waktu bikin selai jahe, enggak inget takarannya, masih pakai ilmu kira-kira :)

      Hapus
  2. Wah.. Jadi ngiri saya. :)
    Tanaman saya, selain cabe rawit masih belum bisa panen. Termasuk kangkung. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar.., akan tiba waktunya untuk panen, asal cukup nutrisinya

      Hapus
  3. sy pya dirmh cuma 1 pot mba,pengen juga nanem yg banyak biar byk juga yg bisa metiknya,oiya mba perbandingan air sama jahe nya gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pakai ilmu kira-kira aja mbak. kalau untuk diblender sih, airnya dikit aja

      Hapus
  4. Jadi pengen bikin permen jahe mbak (selai jahe)
    Oh ya itu yg bubuknya itu gmna?
    sisa jahe yg di blnder dan dibikin wedang itu mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak mel. air dan bubuk jahenya dipisahkan. airnya khan lumayan kental dengan kandungan jahenya, jad tinggal tambah gula merah, santan atau susu sesuai selera. dimasak lagi jadi deh wedang jahe. bubuknya dijemur sampai kering :)

      Hapus
  5. mau...kalau pakai pot bisa nggak mak? tanah sudah habis disemen oleh pe,ilik rumah lama dan ditinggiin biar ga banjir :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mbak Kania. pakai pot atau polibag, asal rajin ngasih pupuknya

      Hapus
  6. Bener, Mbak... Seneng banget kalau bisa mengkonsumsi hasil kebun sendiri. Aku juga, kalau panen tomat paling satu dua biji. Senengnya minta ampun. Kalau beli di supermarket pun harga tomat murah meriah. Tapi gak bisa ngalahin hasil kebn sendiri. ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Mbak Ira. Ngerasain hasil kebun yang kita urus dengan tangan sendiri itu..., enggak bisa dibilang senangnya. bikin hati bahagia :)

      Hapus
  7. aih, saya di kosan nanam cabe ama tomat cuma seuprit doang, pas panen itu rasanya wah banget haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahagia itu datangnya bisa darimana saja, termasuk dari tanaman yang kita tanam sendiri

      Hapus
  8. Klo jahe saya blm pernah nanem mbak...itu ada satu laos di blkng rmh... Tp blm berbuah kyknya. Jd terinspirasi nanem jahe stlh mbaca ini,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo tanam Mak. kalau untuk konsumsi sendiri, serumpun - dua rumpun cukup kok :)

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge