Rabu, 22 Januari 2014

Gado-Gado Femina, Lho Kok Ada Dua?

 Setelah bertahun-tahun tidak kirim naskah ke media manapun, akhirnya berhasil juga naskah pertama yang saya kirimkan, menembus rubrik Gado-gado  Femina.  Naskah ini aslinya berjudul Lho Kok Ayah Ada Dua? Merupakan kisah nyata yang alami saat masih mengontrak rumah di salah satu komplek perumahan yang ada di Bogor.

Naskah ini saya kirim ke Gado-gado Femina pada tanggal 3 Mei, 2013 lalu. Tanggal 8 Juli 2013, dapet pemberitahuan bahwa naskah sudah diterima redaksi Femina, dan disuruh menunggu selama maksimal 6 bulan, apakah naskah itu layak muat atau tidak.

Tanggal 22 Oktober 2013, ada panggilan tak terjawab di hp saya. Sempat mengira-ngira apa itu dari Femina kah? Tapi tak berani berharap. Kemudian terlupakan seiring waktu dan kabar yang datang tentang berpulangnya papa sayayang tercinta tanggal 25 Oktober 2013 lalu.

Truffle Coklat Mie Kacang Ala Bunda

Truffle Coklat Mie Kacang Ala Bunda, Mudah dan Fun Dilakukan Bersama Ananda

Suka coklat? Sepertinya tidak ada yang tidak suka ya. Kalau coklat dicampur mie goreng kering, apa ya rasanya? Gimana kalau sore-sore, saat meluangkan waktu untuk buah hati kita, kita buatkan mereka  cemilan yang pasti mereka akan suka, perpaduan coklat dan mie kering, plus kacang. Jadilah truffle coklat mie kacang ala bunda. Selain rasanya enak, dalam proses pembuatannya pun mudah, dan bisa menjadi kegiatan memasak yang asyik bersama si buah hati. 

Saya kalau buat cemilan yang satu ini, pasti anak-anak semua pengen terlibat (kecuali si Abang, hanya mau makannya saja, hehehe). Paling tidak bantuain nyendokan adonan ke cup certas dan menghiasnya dengan coklat putih. Dan bantuan utama yang paling mereka suka adalah, Menyantapnya! Tapi asyik lho membuat truffle coklat mie kacang  ini, karena bisa mengajarkan kerjasama untuk para ananda, sekaligus mengisi waktu luang dengan hal positif. Apalagi saat seperti ini, sering terjebak dalam rumah karena hujan yang turun terus menerus.   Tentunya mudah mengerjakannya bila bahan-bahannya ada. Yuk, di simak apa bahan-bahannya dan bagaimana cara membuatnya.

www.rebellinasanty.blogspot.com
Truffle Mi Coklat Kacang Ala Bunda

Senin, 20 Januari 2014

Kroket Kentang Makaroni Ala Bunda

Hujan yang turun terus menerus di kotaku ini membawa banyak persoalan. Banjir di Jakarta, yang katanya salah satu penyebabnya adalah hibah air dari kota tempatku berdomisili adalah salah satunya. Belum lagi aktivitas harian yang banyak terbengkalai, seperti hobi berkebun . Jadinya aku hanya bisa memandangi tanaman lewat jendela depan dan samping. Beberapa jenis bibit masih tersimpan rapi di toples, belum sempat kusemai. Menunggu cuaca yang cerah buatku nyaman meluangkan waktu berkebun.

Dampak lain dari hujan yang terus menerus mengguyur kotaku ini adalah perut yang selalu lapar. Dingin ternyata mampu merangsang nafsu lapar untuk minta dipuaskan. Apalagi anak-anak. Suasana dingin dan terjebak hanya bisa bermain di dalam rumah, terkadang menimbulkan rasa bosan. Ditambah juga  sudah berhari-hari aku tidak membuatkan cemilan untuk pengisi perut mereka di sela jeda waktu makan siang dan sore. Padahal anak-anak senang banget kalau aku buatin cemilan untuk mereka (baca: Cinta Dalam Sepotong Cemilan). Namun mau buatin apa? Beberapa bahan pendukung sedang kosong karena aku tidak ke pasar-pasar dan hanya mengandalkan warung sekitar rumah yang tidak lengkap. Untungnya, Minggu pagi kemaren cuaca agak sedikit bersahabat. Gerimis masih merinai, tapi setidaknya masih dalam taraf toleransiku untuk menerobosnya. Jadilah, aku ke pasar diantar suami di bawah hujan gerimis.

Pulang dari pasar, langsung deh kerja ekstra untuk beberes belanjaan, plus masak buat makan siang, plus bikin cemilan. Pilihan jatuh pada cemilan gorengan yang creamy. Yup, kroket kentang makaroni yang jadi pilihanku kali ini, karena di pasar tadi ketemu kentang dengan harga agak miring. Maklum, diborong sampai 5 kg (walau ukuran kentangnya agak kecil), dan sekilo makaroni bentuk spiral. Tentunya tidak semua kentang dan makaroninya dipakai buat bikin kroket kentang lho, hehehe.

Akhirnya, menjelang  zhuhur, semua beres. Dapur bersih, menu maksi beres, dan 50 buah kroket kentang makaroni ukuran sedang, siap digoreng kapan perut menginginkan.  Dan seperti dugaan,  ½ dari hasil jadi langsung ludes disantap saat waktu minum kopi, alias beberapa jam setelah maksi. Yum…yum…. Oh ya, kroket kentang makaroni ini juga sangat layak untuk dijadikan menu bekal buat buah hati lho..

Berikut resep kroket kentang makaroni ala bunda
www.rebellinasanty.blogspot.com
Foto: Dokumen Pribadi Rebellina

Minggu, 12 Januari 2014

Aku Dan Proses Menulis


Sejak kecil aku memang hobi membaca dan menulis. Walau secara finansial orangtuaku saat itu belum mampu berlangganan majalah anak-anak untukku, setidaknya aku masih bisa membacanya dari majalah bekas yang dibeli mamaku di pasar. Inget banget betapa gembiranya hati ini saat mama pulang dari pasar dengan setumpuk majalah Bobo bekas di tangannya. Rasanya tak sabar untuk menyelesaikan kewajiban di rumah agar segera bisa membaca majalah tersebut.
www.rebellinasanty.blogspot.com
ilustrasi:sumber :tokobagus
Aku baru bisa berlangganan majalah Bobo untuk beberapa waktu karena tanteku (thanks Tanteku sayang…). Beliau selalu membawakanku majalah Bobo yang baru terbit yang saat  itu masih seharga Rp.900/eksemplar sebagai hadiah untukku yang setiap sore membawakan rantang berisi masakan yang dimasak nenek untuk keluarganya. Akses buku-buku dan bahan bacaan lainnya kuperoleh dari perpustakaan sekolah, pinjam dengan teman, dan bahkan beli buku bekas di loakan demi memuaskan hasrat membaca.

Hobi membaca kemudian diikuti dengan menulis puisi dan cerita anak-anak. Aku menulisnya di buku tulis biasa.  Sudah terpikir untuk mengirimkannya ke media saat itu, namun karena tinggal di kampung dan terbatasnya wawasan orang-orang di sekelilingku untuk memberi pengarahan, aku jadi tidak tahu caranya bagaimana mengirim karyaku ke media.

badge