Rabu, 03 Desember 2014

Puasa Pertama Mereka…

www.rebellinasanty.blogspot.com
My eldest Daughter,when she was 4, koleksi Rebellina
Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu
Belajar setelah dewasa bagai mengukir di atas air

Sejak dini, menyadari anak itu amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan, pola asuh tumbuh kembang mereka kami selaraskan sesuai prinsip-prinsip agama yang kami anut. Sejak dalam kandungan, sudah dibiasakan mendengarkan bacaan Qur’an yang saya dan suami bacakan. Lalu, saat mereka berusia 3 tahun, sudah diperkenalkan dengan puasa, dan sholat. Tentu saja untuk anak seusia ini contoh adalah metode pengajaran yang paling ampuh.

Syafa, Aisyah, dan Zulfikar si bungsu, semuanya pertama kali mengenal puasa saat usianya 3 tahun. Kalau Abang, belum, karena untuknya butuh pendekatan 'khusus' mulai dari mengenalkan mereka pada konsep apa itu puasa, secara sederhana tentunya. Lalu, diikutkan dalam aktivitas sahur dan buka puasa bersama. Jadinya, ketika mereka mulai kami ajak puasa juga, sudah tidak kaget lagi.
www.rebellinasanty.blogspot.com
My Second,Fatih, when he was about 3

Kakak Syafa mulai puasa pertamanya saat masih TK A dengan usia 4 tahun kurang beberapa bulan.  Awal dia berpuasa mandiri, memang penuh usaha. Dengan mata yang masih berat, dia harus duduk di meja makan untuk sahur. Tak jarang matanya masih merem (tertutup) saat menyantap makanan sahurnya.

Yang paling berat  adalah saat waktu menunjukkan jam 1 siang. Kakak Sya saat itu mulai merasakan haus, dan mulai merengek-rengek minta minum. Disinilah awal mula usaha keras kita memotivasinya dan n perhatiannya untuk bisa melewati hari.

“Berapa jam lagi, Ayah, Bunda,  bukanya?” Atau, “Magribnya kok masih lama?” itu yang kerap dia tanyakan berulang-ulang.

Untuk mengalihkan Kakak Sya dari keinginan berbuka (minum), kami ajak dia tidur siang. Ini berhasil mengurangi jeda waktu menunggu berbuka. Walau saat dia bangun sekitar pukul 4 sore, mulai lagi merengek dan mulai lagi pula usaha kita untuk membuatnya bisa bertahan puasa. Dan hasilnya? Dalam usia 4 tahun kurang beberapa bulan, Kakak Syafa berhasil puasa sempurna, dari mulai sahur sampai magrib tanpa batal selama 1 bulan penuh!
  
www.rebellinasanty.blogspot.com
My third daughter, Aisyah, when she was about 2 or 3
 Untuk Aisyah, dia mulai berpuasa penuh sejak usia 4 tahun lebih sedikit. Dibanding Kakaknya, Aisyah memang lebih kalem menyikapi puasa pertamanya. Mungkin karena sudah ada contohnya, yakni kakaknya. Hanya saja, Aisyah tidak bisa berpuasa satu bulan penuh dengan puasa sempurna, karena di pertengahan bulan ramadhan saat itu, dia sakit panas. Jadi, puasa pertama Aisyah berkurang satu hari. Puasa full lho, dimulai dari sahur sampai berbuka.

Nah, kisah yang sama juga berlaku untuk Zulfikar, si Bungsu. Usianya masih 3,5 tahun saat puasa ramadhan lalu. Dia kami ajak sahur dan ajak puasa bersama juga. Sampai beberapa hari menjelang akhir ramadhan, Zulfikar hanya mampu puasa setengah hari. Namun yang mengejutkan, 4 hari menjelang akhir ramadhan, Zulfikar mampu berpuasa penuh. Tidak kepalang gembiranya kita semua, menyaksikan Zulfikar yang penuh semangat ingin berpuasa penuh lagi esok harinya. Dan benar saja, esok harinya pun Zulfikar berhasil berpuasa penuh.
www.rebellinasanty.blogspot.com
The Youngest Zulfikar, last August 2014

Dua hari menjelang Idul Fitri, kami pun mudik ke rumah orangtua suami di Serang. Zulfikar masih berpuasa, yang tentu saja mengagetkan Aki(kakek) dan Nin (nenek) di sana. Mereka tidak tega melihat Zulfikar yang masih 3,5 tahun sudah berpuasa penuh. Bahkan Aki sempat menawarkan satu gelas sirup untuk Zulfikar agar dia mau berbuka. Namun apa kata Zulfikar saat itu? “Aku puasa, Aki.” Akinya sampai terharu melihat sikap Zulfikar ini.

4 hari terakhir ramadhan itu benar-benar moment yang paling membuat kita semua senang di ramadhan tahun ini. Ya, karena Zulfikar mampu berpuasa penuh selama 4 hari tersebut, walau selama di rumah Aki Nininya dia banyak digoda agar berbuka sebelum waktunya.

Alhamdulillah, dimulai dari puasa pertama mereka sampai kini, Kakak Syafa dan Aisyah mampu konsisten berpuasa penuh. Kalaupun ada yang bolong/batal, itu karena sedang sakit. Harapan saya ,adiknya yang bungsu untuk tahun depan bisa seperti kakak-kakaknya. Berpuasa sebulan penuh. Sepertinya, bukan harapan yang terlalu muluk bukan, mengingat sejak dini kebiasaan baik itu telah diterapkan pada mereka.



4 komentar:

  1. Alhamdulillah, memang sejak dini anak2 harus diajarkan ttg syariat islam & ttg kwajibannya ya mbak... ank sy dl bertahap dr puasa stgh hr sp full, di usiaa 4 th sdh full juga..
    Terimakasih sdh berbagi cerita utk meramaikan GA saya...

    BalasHapus
  2. sama-sama Mak. Temanya memang juga bisa saya ikuti :)

    BalasHapus
  3. subhanallah zulfikar..seusia itu zaidan masih dalam hitunga jam puasanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah Mak, zulfikar juga sekarang semangat puasa sunnah full :)

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge