Jumat, 15 Agustus 2014

Rindu Menulis...

Duh…, kangen banget dengan aktifitas menulis. Menulis di blog dan untuk kirim ke media maksudku. Lihat halaman depan blogku, jadi sedih. Tanggal posting terakhir 23 Mei lalu. Berarti menjelang tiga bulan lamanya aku vakum dari ngeblog. Rasanya… Unspoken.



Seringkali aku sudah siap duduk manis dan wangi di depan pc. Bahkan ide-ide pun sudah matang untuk dituangkan. Nyatanya, tidaklah semudah yang orang katakan tentang proses menulis. Bukannya aku tidak konsisten. Namun kenyataan yang kuhadapi membuat aku (terpaksa) harus berdamai dengan keadaan.

www.rebellinasanty.blogspot.com
Me& Little Fatih 
Sejak akhir tahun 2013 lalu Fatih, anak keduaku mulai sering tantrum. Namun tidak seperti sebelumnya, Fatih kini melampiaskannya (atau ingin menyatakan perasaannya?) padaku. Mulai dari menarik diriku untuk menemaninya di kamar semau hatinya. Bahkan untuk duduk saat menemaninya pun aku harus sesuai dengan keinginannya. Tidak boleh berbaring atau selonjor kaki. Kalau tidak dituruti, maka tendangan kakinya (tenaganya luar biasa besar…) seringkali mampir di ulu hati, dada atau bagian tubuhku yang lain. Semua itu sering membuat aku hilang kesabaran terhadapnya. Tentu saja selalu berujung pada penyesalan di diriku, mengapa kurang sabar menghadapinya. Karena hal ini, aku kelelahan, dan juga stress berat. Waktu malam hari yang biasanya kugunakan untuk menulis, sudah tidak berlaku lagi. Aku jatuh tertidur begitu usai magrib!

Tidur nyenyak? Tidak juga. Terkadang Fatih terbangun jam 10 malam, dan melek sampai pagi. Untuk menjaganya dari hal-hal yang tidak diinginkan, tentu saja ku dan suami harus bergantian mengawasinya. Sementara urusan domestik rumah, aku tetap melakukannya seorang diri (dibantu anak-anak dan suami), karena memang kami tidak memiliki asisten rumah tangga. Hati yang sudah lelah ditambah fisik yang juga lelah membuat aku tak mampu fokus pada keinginan dan cita-cita menulis. 
www.rebellinasanty.blogspot.com
Fatih 2013

Seringkali aku menangisi keadaanku. Berungkali pula aku ingin mengubur hasratku ingin menulis (blog dan kirim media), tapi selalu diingatkan suami untuk tidak berhenti bermimpi. Hanya butuh berdamai sementara dengan keadaan ini, tapi tidak menyerah. Jadinya, saat menemani Fatih, aku tulis di buku dengan pulpen ide-ide yang sempat mampir di kepala, walau belum tahu kapan bisa menuliskannya.
Ramadhan lalu aku juga fokus pada ibadah, berharap dengan kedekatan yang semakin intens denganNya, akan ada jalan keluar untuk masalah kami. Karenanya, aku tutup mata dan hatiku dari keinginan menulis (untuk sementara). Karena percuma juga aku duduk di depan kompie kalau tidak bisa fokus menulis. 


Berbagai lomba menulis dan lomba ngbelog pun kulewatkan dengan hati yang terasa pahit. Mau bagaimana lagi? Percuma aku ikut sana sini bila untuk menulis beberapa kalimat saja aku tak mampu?  Aku harus mengalah dan belajar berdamai dengan keadaan. Persoalan yang kuhadapi bukan semata-mata cita-citaku saja. Tetapi ini menyangkut kebutuhan dan kepentingan anak.

 Fatih saat ini lebih memerlukanku, dibandingkan aku mengejar cita-cita menulisku. Bukan hanya Fatih saja, saudara-sudaranya pun lebih memerlukanku saat ini, begitu juga suamiku. Rasanya, aku terlalu egois bila lebih mengejar cita-cita menjadi penulis saat ini  sementara keadaan keluarga butuh aku sebagai salah satu pilarnya. Aku berharap Allah kelak akan membuka jalanku ke sana bila masanya tiba. Berhenti menulis sementara, bukan berarti berhenti menabung ide, bukan? Itulah yang kulakukan saat ini dengan segala keterbatasan yang kuhadapi.   

10 komentar:

  1. Peluk mak Lina. Benar mak, saat ini Fatih jauh lebih utama. tetap sabar ya, mak. Insya Allah semua akan semakin baik. Salam sayang untuk Fatih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ya Mak Mira. Sebaris kalimat penyemangat dari seorang sahabat, sangat berarti buat saya. Salam dari Fatih juga

      Hapus
  2. Aduh.... Sma persis ma aq mak...., udah beberapa bulan ini gak nulis...., hilang mood malah.... apalagi waktu pas bulan2 awal kehamilan....

    Semangat mak......, fatih lebih utama..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Mak Nova kembali lagi semangatnya, dan kehamilannya tetap sehat sampai persalinannya nanti. Iya mak, anak-anak lebih utama. walau kadang suka gimana..., gitu :). anyway, makasih dukungannya ya

      Hapus
  3. Tetap semangat ya...Kumpulin saja dulu ide menulis sebanyak2nya. kalau sudah ada waktunya baru dieksekusi..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mbak Juliana. Saat ini, walau tidak bisa konsisten, tetapi tetap tidak mengubur mimpi dan cita-cita. Makasih ya

      Hapus
  4. Maaaak...sama kok saya juga ngeblog sesempatnya aja sejak Ramadan kemarin karena banyak Hal di keluarga yg harus dibenahi. Semangat ya mak. Fatih..baik2 sama mama ya, sehat terus..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamin, makasih buat doa dan dukungannya ya Mak Kania. persoalan mak-mak ternyata banyak yang sama ya. Mak Kania juga tetap semangat dan saling mendoakan.

      Hapus
  5. Semoga bisa konsisten lagi menulisnya tanpa mengorbankan apapun terutama fatih

    BalasHapus
  6. terima kasih atas suntikan semangatnya. ini geliat kebangkitan menulisnya mulai timbul lagi :)

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge