Selasa, 30 Desember 2014

Resep Satu Untuk Semua: Solusi Praktis Untuk Membuat Camilan Anak

Menjadi ibu itu pasti butuh energi yang luar biasa. Apalagi bila anak-anak sedang dalam proses tumbuh kembang. Tak  semata pendampingan dalam pola asuhnya, juga bagaimana mensuplai kebutuhan mereka terhadap asupan gizi. Seorang ibu jadinya dituntut untuk mampu mengatur semua hal secara sinergi.

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian adalah mengelola waktu. Mengingat anak 4 dan semua pekerjaan rumah tangga dilakukan secara mandiri, tanpa asisten rumah tangga, ditambah hobi berkebun, dan menulis yang butuh waktu juga, maka saya harus menyiasati waktu yang cuma 24 jam, agar semua hal yang diinginkan terlaksana.

Salah satu kiat saya untuk mengatur waktu adalah menyiapkan segala sesuatunya secara terencana. Kapan saya harus ke pasar utuk membeli kebutuhan dapur, kapan ke swalayan, kapan jadwal mencuci pakaian, masak apa hari ini, besok dan menu beberapa hari ke depannya, rencana camilan apa yang ingin saya buat sebagai  bekal  snack Kakak Sya dan Kakak Ai sepekan ke depan, dan banyak lagi. Itu semua masuk dalam daftar to do list sepekan yang ada di benak saya. Kadang-kadang daftar itu saya tuliskan, kadang-kadang cuma diingat saja.

Untuk masalah  camilan anak-anak, baik untuk bekal ke sekolah maupun sebagai camilan di kala jeda makan besar, saya sih buatnya tergantung bahan-bahan yang saya dapatkan dari pasar. Sebagai emak yang harus bijak mengelola keuangan, tentunya saya pun harus pandai-pandai memilih bahan-bahan yang harganya terjangkau, tapi juga memenuhi standar pemenuhan gizi keluarga.

Untuk menghemat waktu, saya suka bikin isian buat bermacam-macam jenis camilan yang akan dibawa anak-anak ke sekolah. Isian itu saya buat dalam jumlah agak banyak, ditempatkan dalam beberapa wadah yang tertutup. Lalu, sebagian di simpan di freezer, dan yang akan digunakan di rak biasa dalam kulkas. Cara ini sangat praktis buat saya untuk camilan anak dan keluarga.

Isian praktis yang sangat membantu saya dalam mengelola waktu adalah Ragout Sayuran. Dengan bahan kentang,wortel,buncis, itu biasanya sudah cukup. Asyiknya lagi, Isian ragout ini bisa  ditambah dengan bahan lain, semisal jamur,ayam,udang,daging sapi giling, keju, ya macam-macalah, tergantung selera.

Lalu, yang bikin saya suka dengan resep isian Ragout ini adalah, bisa dijadikan berbagai variasi menu camilan. Bisa sebagai isi pastel, bisa dijadikan kroket sayuran, atau isian kulit pangsit, atau isian risoles, bakpao, dan roti. Pokoknya tergantung kreatifitas sendiri.

Di sini saya bagi resep dasar isian Ragout Sayuran Ala Bunda. Tinggal tambahkan bahan-bahan lain sesuai selera (dan keuangan :))

Bahan:
5 siung bawang putih, geprak,cincang halus
1 siung bawang bombay, cincang kasar (bisa ganti dengan bawang merah, 10 butir, iris tipis.
100 gr daging ayam, cincang, atau potong kotak-kotak kecil (ayam bisa diganti dengan udang, atau daging sapi giling, atau keju dan sosis)
100 gr  wortel, potong kotak
100 gr buncis, iris bulat tipis
250 kg kentang, kupas, potong kotak kecil
50 gr jamur (optional,jamur apa saja), iris tipis
50 gr jagung manis pipil (optional, untuk di simpan lama, saya jarang pakai, karena membuat bahan isian cepat basi)
50 gr kacang polong (optional),
500 cc kaldu
75 gr gr terigu
Garam,gula,merica, (pala&  penyedap optional)
Minyak untuk menumis

www.rebellinasanty.blogspot.com
Ragout sayuran dasar (mentah). foto koleksi pribadi Rebellina

Cara:
Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging ayam, aduk hingga daging ayam berubah warna. Tambahkan kentang,wortel, dan bahan lainnya. Beri 1/2 bagian kaldu. Masak hingga bahan-bahan ¾ matang. Tambahkan terigu. Aduk terus sambil dituangi sisa kaldu. Bubuhi garam,gula merica dan pala. Aduk terus hingga semua bahan matang.Dinginkan.

Setelah dingin, bagi-bagi adonan sesuai keperluan pemakaian. Tempatkan dalam wadah tertutup. Bila belum digunakan, simpan bahan ke dalam freezer. Usahakan untuk menggunakan bahan sekali pakai, artinya, satu wadah untuk satu kali pemakaian. Biarkan dalam suhu ruang sebelum digunakan.

Cara ini membantu banget buat saya, terutama dalam menyediakan bekal camilan anak-anak untuk dibawa kesekolah. Praktis, dan menghemat waktu J






.



4 komentar:

  1. hebat mak, anak 4 masih terus menulis dan berkebun serta mengurus rumah. Saya musti belajar nih, anak 2 kadang masih ngeluh. Makasih tipsnya. Saya juga kurang suka kalau ada acara2 yg dadakan...pasti nanti ada saja yg nggak beres :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. justru kalau kebanyakan leye-leye, otak saya mumet Mak Kania. Jadi mengaktifkan diri terus supaya juga enggak cepat pikun :)

      Hapus
  2. makasih resepnya ya maaak...

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge