Jumat, 02 Januari 2015

Jatuh Bangun Di 2014

www.rebellinasanty.blogspot.com
Salah Satu Hadiah Dari GA
Harusnya, tulisan ini saya posting kemaren, tepat awal tahun 2015 ini. Nyatanya, saya ketiduran, dan lewatlah hari dimana saya harus posting tulisan. Salah satu resolusi saya adalah satu hari satu tulisan. Jadi hari ini, saya harus posting 2 tulisan untuk membayar  kelalaian saya tersebut.

Well, inilah yang saya rasakan sepanjang tahun 2014 lalu. Penuh peristiwa yang membuat semangat hidup saya jatuh bangun.


Dibuka oleh kejutan manis dari majalah Femina. Tulisan gado-gado saya dimuat di majalah edisi awal tahun. Berjudul Buntusi, dan ini adalah gado-gado kedua saya yang dimuat di rubrik yang sama. Sebelumnya gado-Gado saya dimuat di November 2013 lalu dengan judul Lho, Kok Ada Dua?

Berharapnya setelah dimuat di media, saya akan makin aktif menulis dan mengirim, dan dimuat. Nyatanya, saya malah nyungsep, terpuruk lahir bathin. Cailah…, lahir bathin gitu. Tapi itu memang betul. Persoalan silih berganti menghantui keluarga saya, menggerus fisik dan emosi saya, sampai rasanya saya menjadi depressi . Dan itu membuat saya nyaris tidak bisa menulis sama sekali.

Anak saya yang kedua, Fatih, entah mengapa mulai sering tantrum. Dan kalau kumat, saya selalu jadi sasaran. Harus menemaninya di kamar, duduk pun harus sesuai maunya. Tidak boleh baringan, atau bersandar. Kalau tidak saya turuti, maka dia akan menendang dan mencakar saya. Setiap hari, saya menangis, antara kesal, sedih dan campur aduklah. Jadi, dalam kondisi seperti itu, bagaimana bisa menulis. Setiap kali saya duduk di depan kompie, maka dia akan menarik saya ke kamarnya. Begitu terus.

Dan biasanya kalau kesempitan sedang datang dalam kehidupan, maka Allah akan menambah ujian untuk kesabaran terhadap hal tersebut dengan ujian yang bertubi-tubi. Mulai dari kesehatan anak-anak yang silih berganti bermasalah, lalu kerjaan suami yang masih belum lancar jaya untuk memenuhi semua kebutuhan hidup, tanaman buah pisang dan sirsak yang lagi berbuah, tumbang karena terpaan angin kencang. Serta serangan ulat bulu pada pohon alpukat, dan banyak lagi persoalan yang hadir. Termasuk relasi dengan keluarga yang up and down…
www.rebellinasanty.blogspot.com
serangan ulat bulu di pohon alpukat. fotonya kecil aja ya, biar enggak gilo melihatnya

Sempat memutuskan untuk berhenti dari aktifitas menulis karena kecewa dengan diri sendiri yang tidak menghasilkan karya apapun di media, bahkan cita-cita membuat buku pun lewat sudah.  Namun suami dan anak-anak tetap jadi partner yang sangat mendukung bundanya agar terus eksis menulis, walau masih sebatas aktif di blog. Yang penting, nulis!

Saking mendukungnya, suami pun mencari jalan untuk mencari solusi bagi masalah Fatih. Pikir sana pikir sini, akhirnya suami mencoba membuatkan kolam renang mini untuknya, mengingat selama ini dia suka bermain air. Maka, halaman belakang pun dirancang sebagai kolam mini beralas terpal plastik.

Mei 2014 pembuatan kolam mini itu dimulai. Kita semua sendiri yag melakukannya, bahkan sampai si kecil Zulfikar ikut membantu. Keren deh! J  Ukuran kolam yang rencana awalnya  berukuran 3x2x1/2 m, berubah saking semangatnya si ayah untuk menjadikan ini proyek kolam renang anak-anak. Ketinggian ditambah menjadi 1 m. alhasil, alhamdulillah, sebulan akhirnya kelar juga tuh kolam renang. Dengan dana yang pas-pasan, terbeli juga terpal plastiknya, dan trala…,kolam renang mini ala kita sekeluarga, jadilah sudah!
www.rebellinasanty.blogspot.com
pembuatan awal kolam

Ada sekitar 2 bulan lebih kolam renang mini itu kita nikmati. Asyik memang. Tapi ketika giliran harus menguras airnya, baru deh terasa beratnya. Karena posisi kolam di bawah  rindangnya pohon alpukat, tak terelak, berbagai serangga sering nyemplung ke dalam kolam, begitu juga para katak, sodara-sodara. Tak jarang ketika main air, eh.., ketemu katak sedang bermain di tempat yang sama. Jejeritanlah anak-anak penuh kemeriahan. Hahaha. Akhirnya harus nguras deh.
www.rebellinasanty.blogspot.com
menikmati saat berenang di kolam buatan sendiri

Persoalan nguras ini yang kemudian membuat kita nyerah dengan proyek kolam ini. Apalagi kemudian musim hujan tiba. Digulunglah terpal plastik, dan terabaikanlah sejenak kolam ini. Namun tidak ada yang sia-sia. Hasil galian tanah kolam ini jadinya bisa menutup selokan air buangan cucian piring dan mesin cuci, dan untuk menata ulang kebun mini yang ada. Jadi, di tengah-tengah kesempitan selalu ada jalan keluar.

Bagaimana dengan Fatih yang untuknya sengaja dibuatkan kolam ini? Dianya malah tidak mau main ke dalam kolam, hiks. Secara tujuan, berarti ini proyek yang gagal J

Sampai sekitar Agustus, saya masih terpenjara oleh perasaan depressi. Rasanya tubuh cepat lelah dan pikiran pun kemana-mana. Kalau teringat masa-masa yang menyakitkan yang pernah saya alami, saya pun menarik diri dari keluarga. 

Pada suatu titik, saat saya berkontemplasi mencari jawaban untuk segala persoalan yang mendera, saya memilih untuk mereset diri saya ke titik nol kembali. Mengatur-ulang rencana dan tujuan hidup saya dari mula, memperbaiki relasi saya dengan sekitar, bahkan saya melepaskan niat saya ingin jadi penulis. Bener!

Saya memutuskan berhenti untuk menulis kirim ke media, kecuali untuk lomba Femina (da enggak menang, hehehe), karena naskah untuk lomba itu sudah selesai sebelumnya. Dan saya bener-bener tidak mengirim satu pun naskah kemedia manapun. Pokoknya, saya mencanangkan diri saya untuk menjadi bahagia tanpa obsesi ini itu. hanya menjadi diri sendiri. Tapi, reset diri ke titik nol itu saya canangkan sampai akhir tahun 2014. Di 2015 saya bertekad ingin melakukan perubahan besar-besaran, mengaktifkan segala potensi diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik bagi sekitar.

Dan reset diri ke titik nol itu lumayan memperbaiki kondisi psikis saya. Saya melakukan segala hal yang saya senangi, menuliskannya tanpa terbebani, melainkan karena kebutuhan jiwa saya untuk menulis dan melepaskan segala yang tersimpan di kepala.

Saya pun mulai lagi melirik blog, ikutan lomba GA walau kebiasaan jelek masih ada, yakni ikut di saat waktu mepet. Alhamdulillah, keikutsertaan dalam GA yang diadakan teman-teman, lumayan menghasilkan. Di tebak model Campnya blog PakDhe, saya pernah dapat rejeki buku, lalu dapat buku,bros rajutan, dan tas rajutan cantik, saat menang lomba blognya Mbak Irowati. Lalu, yang terakhir menutup 2014 lalu, sebagai pemenang ke tiga di lomba GanyaOm Her.

Ikutan lomba blog itu ternyata mendongkrak semangat saya. Tapi tetap saja saya ingin mematuhi rules yang saya buat sendiri. Mereset diri ke titik nol, sehingga selain menulis di blog, saya belum mau menulis untuk di kirim ke media. Hanya saja, mengumpulkan ide, menuliskannya di folder, tetap saya lakukan.

Oh ya, di tahun 2014 tak melulu berisi hal-hal tak enak kok. Persahabatan dengan teman-teman di dunia maya membuat saya banyak menerima hadiah, apakah buku mau pun bibit tanaman seperti yang saya peroleh dari Mbak Anggraeni Kumalasari, Irawati Prillia, Wina Azam dan teman-teman lainnya.

Menjelang akhir tahun, aura positif semakin menyelimuti diri. Alhamdulillah, sepertinya saya telah mulai berhasil mengumpulkan energi positif kembali untuk melakukan banyak hal, salah satunya kembali ke niat untuk menjadi penulis. Suami yang mendukung bahkan memberikan kontribusinya yang luar biasa, yakni membuatkan ebook untuk saya. Rencananya, ebook itu akan saya bagikan gratis di blog saya. Optimasi blog pun kini sedang saya lakukan, dari mulai tema, tampilan, bahkan isinya.

Dan kini, jejak kaki sudah menapak di tahun yang baru. Adakah resolusi yang ingin saya tunaikan di tahun ini? Tentu saja ada. Masa titik reset 0 saya sudah usai. Saya ingin beraktivitas positif, menebarkan banyak manfaat untuk keluarga dan sekitar serta menjadi pribadi yang lebih bijak dalam menyikapi hidup.
Resolusi lainnya?

Saya tuliskan dan tempelkan di dinding ruangan kerja saja J


14 komentar:

  1. tetap semangat ya mak...mudah2n tahun baru ini menjadi tahun yang penuh kebahagiaan untuk mak. Hiiiy...ngeri liat foto serangan ulat bulu itu mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih buat do'anya Mak Kania. Semngat terus, insha Allah, berkat dukungan orang-orang tersayang, dan sahabt yang penuh perhatian seperti Mak Kania :)

      Hapus
  2. Tetap semangat yaaa....hidupmu penuh warna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Mbak Juliana. Bukankah hidup semua orang memang penuh warna? ;)

      Hapus
  3. Setiap manusia pasti diuji dengan masalah mba, saya pun demikian. Semoga tahun 2015, semakin kuat dan sukses ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak. saling menguatkan, dan saling mendoakan. agar kita tak merasa sendirian

      Hapus
  4. semoga apa yang diimpikan bisa terwujud

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. Terima kasih untuk do'anya :)

      Hapus
  5. Reset 0 sdh berakhir,so saatnya melangkah maju menuju pos pos positiff. Insya Allah akan lbh baik dr tahun kemarin. Amionn

    BalasHapus
    Balasan
    1. insha Allah. semangat baru,cita-cita baru. semoga terkabul amiin
      '

      Hapus
  6. Subhanallah. Sungguh tegar dirimu Mak menghadapi semua itu. Semoga Allah menaikkan derajatmu. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak selalu kokoh kok Mbak Ika. kadangkala jatuh tersungkur juga. hanya saja orang-orang di sekitar saya, terutama suami dan anak-anak adalah sosok yang luar biasa dalam mendampingi saya dan mengingatkan saya bahwa Allah itu Maha Besar dan dekat pertolonganNya

      Hapus
  7. Semoga selalu semangat, Mbak Ren. Aku selalu suka tulisan Mbak reni tentang tanaman. kentara sekali kecintaan Mbak terhadap tanaman lewat tulisan2 tsb.

    ira
    www.keluargaplancong.net

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Mbak Ira. tanaman mampu menjadi pelepas rasa jenuh terhadap banyak hal. pada tanaman aku bebas berbicara

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge