Kamis, 03 Maret 2016

Hitung Mundur Menuju Acara Berbagi Dan Mengedukasi Bersama Morinaga Chil-Go!

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

Awal Januari 2016

Prihatin!

Itulah yang saya rasakan saat  melihat  kebiasaan anak-anak di sekitar rumah  yang sepantaran usianya dengan Aisyah dan Adek. Setiap ada penjual makanan keliling yang melintasi jalan, sebagian besar  anak-anak tersebut akan berkumpul untuk membeli jajanan tersebut. Kadangkala terdengar ada yang menangis memaksa  minta uang pada ibunya agar bisa ikutan temannya membeli jajajan tersebut.   Kebetulan rumah saya berada di pinggir jalan, dan  di sela-sela kegiatan menulis, saya suka memandang keluar jendela, sembari mengawasi Adek dan Aisyah yang sedang bermain di luar. Karena kebiasaan saya tersebut, saya jadi tahu pola tingkah anak-anak tetangga yang gemar jajan, ditambah informasi yang saya peroleh langsung dari orangtua anak-anak tersebut saat  bersilaturahmi dengan mereka.

Kebiasaan jajan anak-anak di sekitar rumah tidak hanya tertuju pada  makanan yang dijual penjaja makanan keliling. Mereka juga jajan di warung-warung penjual jajanan yang banyak bertebaran di daerah tempat saya tinggal ini. Bahkan dalam jarak 10 m, bisa ada beberapa warung penjual makanan di sini. Belum lagi saat di sekolah.  Dan hal itu dipertegas oleh pengakuan ibu-ibu tersebut mengenai kebiasaan jajan anak-anak mereka  yang membuat saya kaget.

Bayangkan, untuk satu orang anak, anggaran jajannya bisa mencapai kisaran Rp.5000 sampai dengan Rp.15.000 setiap hari.Padahal latar belakang  ekonomi  tetangga saya yang hidup dari pertanian, tidaklah berlebihan. 

 Apa yang membuat anak-anak tersebut suka jajan? Bagaimana bila dalam satu rumah ada 2-3 orang anak yang memaksa minta jajan? Apakah para ibu mereka tidak khawatir dengan apa yang terkandung di dalam jajanan yang dinikmati anak-anak mereka? Bukankah sudah banyak informasi bahwa banyak zat-zat yang membahayakan tubuh di dalam jajanan anak yang tidak jelas bahan dan cara pembuatannya? Kenapa tidak membuat cemilan sendiri yang lebih sehat, terjaga kualitas dan nilai gizinya, lebih mengenyangkan dan pastinyanya jauh lebih hemat daripada membiarkan anak-anak jajan sembarangan?

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
contoh bahan berbahaya yang terdapat dalam jajanan/makanan. sumber di sini

Semua pertanyaan  itu melintas dalam pikiran  dan mengusik rasa penasaran saya. Soalnya seluruh anak-anak saya, sejak kecil  tidak ada yang terbiasa jajan sembarangan.  Tentu saja sebagai konsekwensinya, saya harus menyediakan makanan selingan berupa cemilan. Repot sedikit tidak apa, asal anak sehat dan terbiasa memilah dan memilih jajanan sehat yang ingin dikonsumsinya. Namun karena mereka sudah kenyang di rumah dengan tiga kali makanan utama dan 2 kali makanan selingan alias cemilan, biasanya  mereka tidak lagi berminat untuk jajan di luar. 
Apa itu yang membedakannya?
Ternyata perkiraan saya tidak salah.
Rasa penasaran yang mengusik benak, membuat saya bertanya pada ibu-ibu tetangga, mengapa mereka lebih memilih memberikan uang jajan pada anak-anak  dibandingkan membuat sendiri cemilan yang  sehat, dan bahkan bisa dinikmati oleh anggota keluarga yang lain, dengan anggaran biaya yang lebih murah?

Jawabannya bermacam-macam.
“Ah.., repot Bun, kalau mau buat ini itu”  jawaban Ibu yang satu.
“Enggak punya alat-alat buat ini itu, Bun..”, komentar Ibu yang lain
“Malu, Bun kalau anaknya tidak diberi uang jajan. Dia suka nangis teriak-teriak. Saya jadi malu dengan tetangga yang lain , takut dianggap pelit dan enggak punya uang karena membiarkan anak nangis karena enggak dikasih jajan,” jawab Ibu yang lain lagi. Wuah.., yang ini alasannya karena gengsi.

Harus ada cara lain untuk bisa memberikan edukasi  mengenai cemilan sehat sebagai ganti jajanan  untuk anak. Bila kepada ibu-ibu yang bersangkutan kurang efektif, mengapa tidak langsung kepada  anak-anak yang suka jajan itu sendiri. Saya percaya, dengan bahasa dan penyampaian yang tepat, anak-anak bisa diajarkan  untuk tidak jajan sembarangan . Atau setidaknya, mengurangi frekuensi jajan mereka. Buktinya, anak-anak saya terbiasa untuk tidak jajan sembarangan.

Berinteraksi dengan anak-anak, harus menggunakan moment khusus, terutama yang  terlihat meriah, dan banyak hadiahnya. Biasanya untuk mengumpulkan anak-anak itu ya ketika momen ulang tahun. Namun saya tidak terbiasa menyelenggarakan pesta ulang tahun untuk anak. Lalu, moment apa yang  harus saya adakan agar misi dan visi saya  untuk mengedukasi jajanan sehat untuk anak ini bisa terlaksana?

Gayung bersambut dari Morinaga Chil-Go!!

Seperti menjawab harapan saya selama ini, di awal tahun ini ternyata  Susu Cair Pertumbuhan  Morinaga Chil-Go! mengadakan event berbagi. Klop banget dengan misi yang ingin saya sampaikan pada anak-anak di sekitar rumah. Berbagi sekaligus mengedukasi, itu kemudian yang akan saya angkat sebagai momen untuk mengumpulkan anak-anak dan sekaligus menyebarkan informasi mengenai cemilan sebagai pengganti jajanan. Atau setidaknya anak-anak jadi lebih sadar untuk memilih jajanan sehat, misalnya susu cair. Nah kebetulan hal ini  didukung oleh susu Morinaga Chil-Go!, anak-anak pasti akan antusias. Itu harapan saya.
http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Morinaga Chil-Go! Susu Cair Pertumbuhan Untuk Anak

Susu Morinaga Chil-Go! sendiri telah teruji secara  klinis mengandung nutrisi yang dibutuhkan anak. Mulai dari Kolin dan Inositol, Vitamin B Kompleks, Zat Besi, dan  Yodium. Kolin dan Inositol berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar. Sedangkan Vitamin B Kompleks, Zat Besi, dan Yodium berperan penting dalam system saraf dan konsentrasi anak. Itu semua terpenuhi dalam sebotol susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go! ukuran 140 ml.

Tak hanya itu, Morinaga Chil-Go! juga dilengkapi dengan nutrisi penunjang daya tahan tubuh berupa Prebiotik Inulin 1000 mg ; yang berguna bagi kesehatan saluran cerna anak, Zinc; membantu system imunitas tubuh, Kalsium; untuk pembentukan tulang dan gigi, serta Vitamin A, C, dan E yang melindungi sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Tambahannya lagi, 3 varian rasanya yakni rasa coklat, strawberi, dan vanilla, semuanya enak! Jadi cocok banget bila susu cair Morinaga Chil-Go! akan menjadi salah satu item yang akan saya bagikan sebagai salah satu pilihan jajanan sehat, bukan?
http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Tiga variasi rasa Morinaga Chil-Go! yang dijamin bikin ketagihan. Enak!

Apalagi produsen pembuat susu Morinaga Chil-Go! yakni Kalbe Nutritionals adalah perusahaan terkemuka yang berkomitmen menyediakan produk layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.  Dalam mewujudkan komitmen perusahaan untuk memproduksi produk-produk nutrisi berkualitas terbaik, Kalbe Nutritionals  bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan nutrisi terkemuka, seperti dengan Morinaga Milk Industry Co.Ltd, dimana salah satu produk yang dihasilkan adalah susu cair pertumbuhan Morinaga Chil-Go!
  http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Lihat lambang ini, berarti produknya terpercaya dan teruji 

Semakin mantap dengan niat berbagi dengan misi edukasi yang didukung oleh Morinaga Chil-Go! Tinggal mematangkan konsep dan menyusun segala sesuatunya lebih terinci.

19 Februari 2016

Akhirnya paket susu Morinaga Chil-Go! tiba. Sebanyak 6 kardus yang masing-masing  berisi 36 botol  dengan 3 varian rasa, sampai juga di rumah menjelang magrib. Saya tanya anak-anak, apakah mereka siap membantu saya dalam menyelenggarakan acara berbagi ini nantinya? 
Mereka menjawab, "Siap!"
http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Sebagian isi paket Morinaga Chil-Go!. Yang ini rasa vanila

Kegiatan berbagi bukan hal yang asing bagi anak-anak. Mereka sudah terbiasa melakukannya sejak kecil. mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Seperti membantu saya membagi makanan kepada tetangga, sampai membagi mainan kesayangannya pada teman-temannya yang kurang mampu. Bahkan, mereka tak segan membagi susu kesukaan mereka, yakni susu Morinaga Chil-Go! pada teman-teman di sekitar rumah. (semangat-mandiri-berbagi-dan-kreatif) Jadi ketika saya memutuskan untuk membagi sebagian besar susu Morinaga Chil-Go! kepada teman-temannya, tidak ada yang protes.

Malam itu juga saya mengadakan diskusi dengan suami, kapan tepatnya acara berbagi bersama Morinaga Chil-Go! akan diadakan. Terus terang, tenaga suami sangat saya butuhkan disamping bantuan anak-anak, mengingat segala sesuatunya di rumah kami kerjakan bersama-sama, karena kami tidak punya asisten rumah tangga.

Diputuskan acara  akan dilaksanakan pada hari Minggu  tanggal 28 Februari 2016. Mepet memang. Tapi yakin akan tetap terlaksana, karena idenya sudah mengendap lama.
 Mulai deh menghitung mundur hari menjelang acara.

Hitung Mundur Menuju Momen Acara

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-8, 20 Februari 2016
Agenda hari ini mematangkan konsep. Mulai dari tema acara, tempat diadakan acara, siapa saja yang diundang, serta apa saja yang dibagikan dalam acara ini.
Diputuskan acara akan dilakukan pada jam 10 pagi di Hari Minggu, 28 Februari nanti. Lokasi di halaman depan, dengan konsep acara outdoor, dengan peserta anak-anak sebanyak kurang lebih 50 orang.

Selain berbagi susu Morinaga Chil-Go! saya juga akan menyediakan 3 jenis makanan ringan/cemilan sebagai alternatif  pengganti jajanan, yakni berupa  awuk-awuk ubi ungu, pastel lapis, dan pudding agar-agar, serta   mie goreng sebagai makanan sepinggan pengganti nasi untuk setiap anak yang datang. Semuanya buatan sendiri, agar sesuai dengan tema yang saya angkat (kecuali susu, tentunya), dan pemilihan bahan yang mudah didapat, murah, namun tetap bergizi.

Selain itu akan ada beberapa hadiah kecil untuk  games-games dan kuis yang diharapkan menambah semangat  anak-anak di acara tersebut nantinya.

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-7, 21 Februari 2016
Dengan bantuan tetangga, saya  menyusun daftar nama anak-anak yang akan diundang. Awalnya diniatkan  maksimal 50 anak dengan kisaran usia 3-8 tahun. Namun ternyata kemudian jadi membengkak sampai 63 orang anak. Rupanya ide saya untuk berbagi  susu Morinaga Chil-Go!sudah tersebar di tetangga sekitar, sehingga pada antusias minta diundang.:)

 Pada hari ini juga saya menyusun draft rundown acara, daftar bahan-bahan yang harus dibeli, baik berupa bahan makanan, hadiah, maupun perlengkapan pernak pernik acara.



http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-6, 22 Februari 2016
Saya belanja perlengkapan pernak-pernik acara, mulai dari balon, kerta krep warna warni, kertas warna untuk undangan dan brosur, tas kertas untuk goodie bag, plastic mika sebagai wadah makanan, dan beberapa alat tulis untuk hadiah.

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-5, 23 Februari 2016
Suami mengerjakan konsep undangan. Saya menawarkan ide untuk design  undangan  dengan bentuk botol Morinaga Chil-Go!. Nama anak yang diundang langsung di print di undangan tersebut. Anak-anak, terutama Aisyah dan Zulfikar membantu menggunting kertas undangan berbentuk botol susu Morinaga Chil-Go!
http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-4, 24 Februari 2016
Menyebarkan undangan dan meneruskan konsep pembuatan brosur informasi  mengenai jajanan sehat untuk anak. Di dalam brosur juga terdapat inspirasi resep-resep mudah cemilan sehat sebagai alternatif jajanan anak, dan informasi mengenai susu Morinaga Chil-Go!


http://www.rebellinasanty.blogspot.com


H-3, 25 Februari 2016
Berbelanja keperluan pembuatan makanan untuk snack dan mi goreng, serta  air minum kemasan. Brosur informasi selesai dikerjakan.

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-2, 26 Februari 2016
Mulai mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan. Seperti mempersiapkan isian pastel, membuat agar-agar, membersihkan bahan makanan dan bahan bumbu dapur, dan membersihkan sayur mayur sebagai campuran mie goreng, serta membuat kulit pastel.


http://www.rebellinasanty.blogspot.com

H-1, 27 Februari 2016
Anak-anak  sangat antusias meniup balon walau ada pompa sepeda sebagai alat pengisi udara, dan juga  mempersiapkan kerta krep yang akan dipasang besok subuh, karena konsep acara adalah luar ruang. Namun hati saya jadi kebat kebit karena cuaca seharian gelap oleh mendung tebal. Padahal hari-hari sebelumnya cuaca relatif cerah.

Saat anak-anak sibuk meniup balon dan membungkus bingkisan hadiah untuk kuis dan games,  saya berkutat di dapur sendirian. Mengerjakan pembuatan pastel, memotong agar-agar, mempersiapkan bahan mie goreng dan awuk-awuk ubi ungu yang akan dikerjakan menjelang subuh (supaya tidak cepat basi).

http://www.rebellinasanty.blogspot.com


28 Februari, beberapa  jam menjelang acara…
Yang saya khawatirkan terjadi. Hujan deras turun sejak malam sampai dini hari ini. Duh…, gimana nanti acaranya? Sambil terus mencoba membesarkan hati, saya menuntaskan yang harus dituntaskan pagi itu, yakni memasak awuk-awuk ubi ungu. Resep ini menggunakan kelapa parut segar, sehingga harus dikerjakan beberapa jam menjelang acara agar tidak basi. Sedangkan  agar-agar dan pastel lapis goreng telah usai dikerjakan dan ditempatkan dalam wadah plastik.

Selesai membuat awuk-awuk ubi ungu, saya melanjutkan dengan memasak mie goreng sayur bakso. Alhamdulillah, semua persiapan bahan makanan untuk cemilan sehat dan hidangan sepinggan, selesai.Tinggal meminta bantuan anak-anak untuk memasukan semua nya ke dalam goodie bag. Mulai dari mie goreng, snakc berupa awuk-awuk ubi ungu, pastel lapis, dan pudding agar-agar, air mineral, brosur, dan terutama sebotol susu Morinaga Chil-Go!

http://www.rebellinasanty.blogspot.com

Kok sebotol sih…?

Itu cuma untuk di bawa pulang.
Karena  akan ada susu Morinaga Chil-Go! yang dibagi untuk diminum saat acaranya, loh.

Di teras depan, Kakak Sya mengatur balon-balon dan kertas krep. Penempatannya tidak sesuai rencana semula, karena hujan masih saja turun dengan deras. Bila semula diniatkan menghiasnya di halaman depan, jadinya hanya di bagian teras saja. Itu pun tidak banyak karena hujan masih mengguyur dengan deras. Halaman depan yang semula diniatkan sebagai tempat acara berlangsung, terlihat becek. Saya mulai gelisah.

 “Tenang..,’ kata suami.“Insha Allah,hujan sebentar lagi reda, dan  acara tetap akan berlangsung,” tambahnya menenangkan saya.

Saya pun mengalihkan rasa gelisah dengan mengatur susunan goodie bag, susu Morinaga Chil-Go! dan beberapa hadiah hiburan di atas meja. Lumayan membantu menenangkan hati untuk sejenak. Namun kemudian, detik-detik yang berlalu terasa menyiksa. Mata saya berkali-kali melihat antara jam dinding dan jendela,  memandang curah hujan yang tetap turun dengan derasnya.

“Ya Tuhan…
Apapun yang terjadi.., ijinkanlah acara ini tetap berlangsung meriah, agar misi kami berbagi dan mengedukasi bisa sampai pada anak-anak tersebut.” 
Itu doa yang terus saya lantunkan di dalam hati.
Terkabulkah do’a saya?

Nantikan  kisah lanjutannya dalam “Meriahnya Acara Berbagi dan Mengedukasi Cemilan  Sehat Pengganti Jajanan  UntukAnak Bersama Morinaga Chil-Go!


Sumber referensi tulisan :
www.kalbenutritionals.com
brosur Morinaga Chil-Go!
Resep awuk-awuk ubi ungu bisa dibaca di sini: http://rebellinasanty.blogspot.co.id/2015/08/awuk-awuk-ubi-ungu-resep-mudah-tanpa.html
Resep pastel lapis: http://rebellinasanty.blogspot.co.id/2014/12/pastel-puff-isi-ragout-ayam-jamur-ala.html

15 komentar:

  1. Waah bagus sekali ya Mbak acaranya. Konsepnya matang. Good luck ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Acaranya belum dituliskan, tapi memang konsepnya sudah lama. Kebetulan juga Chil-Go! mengadakan event berbagi. jadi klop deh

      Hapus
  2. Balasan
    1. belum ke acara sebenarnya sih Mbak. masih persiapan

      Hapus
  3. Wah asyiknya..anak2 sampe semangat gtu bantuinnya. Nunggu cerita berikutnya ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini khan berbagi atas nama mereka Mbak Muna, atas nama Adek dan Aisyah, walau saya yang ngerjakan hampir keseluruhannya, tetep aja mereka harus ambil peran :)

      Hapus
  4. 63 anak???? subhanallah.....luar biasa mak dengan anak2..semoga berkah dan acaranya pasti lancar ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak Kania. Insha Allah.., sebelum acara, harap-harap cemas. Gempor juga ngerjain semuanya bareng anak-anak dan suami. Tapi yang diharapkan adalah pahala dan berkahnya

      Hapus
  5. si ade niup balonnya gigih banget ya :) di tunggu cerita berbaginya ya mbak, seru pastinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, soal niup balon malah jadi hiburan buat mereka Mbak Lidya..

      Hapus
  6. Mb lina yg menang kmaren itu ya hihii

    Morinaga ini kyknya banyak kegiatan yg berpengaruh penting buat masyarakat sekitar ya, semacam corporate social responsibilitynya kah mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah, dapat posisi yang ketiga waktu itu Mbak.
      Mungkin kali ya Mbak... Pastinya setiap perusahaan ada kebijakan sendiri

      Hapus
  7. konsepnya dan perencanaannya benar-benar matang ya mbak

    BalasHapus
  8. Heboh yaaa mba.. tapi seru karen acaranya ramaiii

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge