Kamis, 21 Januari 2016

Serunya Mengeksplorasi Talenta Anak Bersama Morinaga Mi PlayPlan

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Mempersiapkan anak tangguh menghadapi masa depan agar menjadi generasi platinum yang multitalenta, juga butuh orangtua yang cerdas dan tangguh untuk mencari tahu potensi anaknya, mengarahkan dan membimbingnya untuk fokus pada kekuatannya, serta merangsang minatnya untuk memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya. 

Saya percaya, setiap anak itu cerdas,unik, dan pasti punya talenta tersendiri. Namun apakah kemudian kecerdasan, keunikan, dan talentanya akan membuatnya siap menghadapi tantangan di masa depan yang pasti lebih besar?

Itu yang menjadi pertanyaan saya di dalam hati saat mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak saya, terutama Adek, panggilan putra bungsu saya. Sehari-hari Adek memang sangat terlihat sehat,  mandiri, cerdas, dan bersikap dewasa melebihi usianya. Tapi, cukupkah itu sebagai bekal untuknya menghadapi masa depan? Padahal, tantangan hidup di masa mendatang pastilah lebih berat dari sekarang.  Saya masih merasa ada yang kurang maksimal saya lakukan sebagai orangtuanya.

Keresahan hati itu semakin bertambah karena akhir-akhir ini Adek gemar bermain komputer. Walau permainan yang dia lakukan mendukung kemampuan nalarnya, tapi saya ingin dia lebih berkembang lagi dalam hal lainnya. Seperti pagi ini. Begitu selesai sarapan pagi, dia pun langsung duduk di depan komputer.


“Dek.., kok tidak main di luar bareng Kakak Ai?” tanya saya, saat melihat Adek, panggilan buat Si Bungsu yang baru berusia 5 tahun ini, masih serius menatap layar komputer di depannya. Dari gerakan tangannya saya tahu pasti Adek sedang asyik main games.

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Adek serius main games "Pengenalan Kata" dalam bahasa Inggris. Untungnya dia sudah tahu batasan waktu yang kami terapkan padanya. Jadi dia tidak protes kalau jatah waktu bermain komputernya sudah selesai. 

“Males, ah. Temen Kakak Ai ada yang jahat, suka gangguin aku!” katanya tanpa mengalihkan pandangan.

“Kalau begitu, ngegambar yuk..,bareng Bunda,” ajak saya lagi.

“Bosen… Bunda tidak pandai ngegambar!” katanya lagi. Matanya tetap serius memandang layar di depannya, dan tangannya sigap menggerakkan mouse ke sana sini.

Duh.., nohok banget deh. Saya memang tidak bagus dalam menggambar. Pernah Adek minta digambarin bentuk ikan. Eh ketika saya coba melakukan apa yang dimintanya,  hasil gambarnya  bikin dia mewek.

“Aku mintanya gambar ikan, Bun. Ini gambar tawon..!” katanya protes saat itu. Mau gimana lagi, saya memang kurang bisa gambar. Jadinya drama yang terjadi saat itu berhenti setelah ayahnya turun tangan, mengambar ikan seperti yang dia mau. Tentu saja saat itu usianya masih sangat belia, sekitar tiga tahunan.Tapi memori itu mungkin membuatnya enggan menggambar bersama saya.

Baiklah, saya tidak mau memaksa dia melakukan apa yang dia sedang tidak mau lakukan. Tapi, batasan tetap harus diterapkan. Itu sudah menjadi bagian dari aturan yang tak tertulis di rumah ini.

“Ok deh, Adek boleh main komputer. Tapi satu jam saja. Nanti, satu jam lagi kalau Bunda ingatkan untuk mematikan komputer, jangan marah ya..” kata saya.

“Siip, Bun,” katanya. Dan benar saja, karena memang sudah jadi pembiasaan, satu jam kemudian ketika saya ingatkan untuk mematikan komputer, dia dengan  rela menyelesaikan permainannya dan mengikuti aturan  yang telah kami sepakati sebelumnya.

Dulu, Adek tidak terlalu sering bermain komputer. Paling seminggu sekali. Dia lebih sering bermain lego dan mobil-mobilannya. Sejak usia dua tahun, putra bungsu saya ini sudah terlihat  sangat menyukai permainan rancang bangun. Sering banget dia menunjukkan hasil rancangannya berupa rumah-rumahan, mobil atau  pesawat dari lego ke pada saya. Bahkan saat bermain mobil-mobilan, dia akan membuat sendiri track mobil dengan barang apa saja yang ada di rumah. Bisa penggaris panjang, kardus, buku dan barang-barang lainnya. 

http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Salah satu kreatifitas Adek, membuat track mobil dari barang apa saja yang ada di dekatnya. Semangat Dek.., Anak Platinum Multitalenta...!

Namun akhir-akhir ini dia mulai terlihat bosan, karena semuanya telah dia lakukan. Pelampiasannya, dia lebih sering minta ijin main games di komputer.
Duh.., saya tidak menyukai hal ini. Walau dia tahu batasan, tetap saja saya ingin Adek lebih berkembang dalam hal lainnya.
Harus ada alternatif permainan lain nih untuk Adek agar minatnya terhadap bidang lain terbangkitkan..

 Peran Aktif Orang Tua Mempersiapkan Anak Generasi Platinum yang Multitalenta

Kekhawatiran saya terhadap sikap Adek punya alasan kuat. Bagaimana dia bisa menghadapi tantangan  ke depannya yang pastinya jauh lebih besar, bila pola asuh saya sebagai orangtuanya tak mempersiapkan mental,fisik, dan spiritualnya sejak dini. Apalagi  saat ini usia Adek, masuk dalam fase golden age, fase terpenting bagi perkembangan anak.

Menurut Yuliani Nurani Sujiono,  pada masa ini terjadi kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik,bahasa, sosio emosional, agama dan moral.  

Di usia ini anak memiliki kemampuan mengingat paling baik, sehingga sangat mudah diarahkan pada hal yang benar. Dan stimulasi orangtua di masa emas ini memegang peranan penting bagi kesiapan anak untuk menghadapi tantangan hidup ke depannya. (http://www.tkplb.org/index.php/11-warta/70-identifikasi-potensi-kemampuan-anak-usia-dini. Diakses pada tanggal 19 Januari 2016, pukul 12.10)

Sebagai orangtua saya juga harus cerdas dengan mencari tahu sebanyak-banyaknya stimulasi apa lagi yang harus saya berikan ke Adek agar keingintahuannya pada hal-hal lain diluar apa yang selama ini dia senangi, semakin berkembang.

Selama ini  saya meyakini, untuk menjadi anak yang sukses di masa mendatang, tidak sekedar butuh kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan lainnya, seperti beradaptasi dengan lingkungan, kemampuan bekerja sama, ketrampilan dan kreatifitas, mental tangguh yang tahan banting, kecerdasan bahasa, dan lainnya. Saya menyebutnya cerdas kehidupan, yakni selain cerdas intelektual, mental dan spiritualnyanya juga harus kuat.

Tapi, apa keyakinan saya itu tidak salah?

Ternyata, pemikiran saya sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Ibu Helly Oktaviana, Business Unit Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, bahwa  sejalan  dengan pendidikan akademis yang harus ditempuh, pendidikan non akademis juga penting, agar potensi Si Kecil berkembang maksimal. (MoriCare Newsletter, Desember 2015)
http://www.rebellinasanty.blogspot.com
Perusahaan Yang mempunyai Komitmen Bagi Masyarakat Indonesia

Semakin yakin deh saya untuk menekankan pada anak-anak, bahwa untuk bisa sukses melewati tantangan di masa mendatang, mereka harus menjadi Generasi yang Multitalenta!

Dan generasi multitalenta tidak muncul begitu saja.

Jangan harap deh Adek bisa cerdas multitalenta bila saya berlepas tangan dengan perkembangannya, dan hanya membiarkannya  berkembang apa adanya. Adek bukan anak ayam yang dibiarkan sendirian pun bisa hidup dengan mencari makan sendiri. Kalau ingin anak saya menjadi generasi platinum yang multitalenta, tentu saja saya sebagai orangtuanya harus berusaha mempersiapkannya  sejak dini.


Sinergi Nutrisi dan Stimulasi yang Tepat, Membuat Talenta Anak Melesat

Salah satu cara mempersiapkan generasi platinum yang multitalenta,  adalah dengan memberikan nutrisi yang memenuhi syarat kebutuhan dan kecukupan gizi anak.

 Anak cerdas tapi kesehatannya bermasalah, tentu tidak efektif untuk perkembangannya secara optimal, bukan? Fisik yang prima tanpa kecerdasan dalam segala aspek kehidupan, membuat anak kesulitan menghadapi masa depan yang penuh tantangan. 

Lalu, nutrisi apa yang tepat untuk anak agar mendukungnya menjadi generasi platinum yang multitalenta?

 Nutrisi yang tepat untuk masa golden age anak, diibaratkan sebagai  perisai  yang berfungsi melindungi  tubuh. Terkait peran nutrisi sebagai pelindung tubuh,  Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K), Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak, RSUD Dr. Soetomo / FK Unair Surabaya menjelaskan, : Perisai pelindung yang dimaksud, tersusun dari tiga sisi yang terbingkai menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.

Sisi pertama, terdiri dari struktur dan sirkuit otak yang terbentu dengan sehat dan kuat.
Sisi Kedua, terbentuk dari system kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak dari  paparan negative lingkungan sekitar.
Sisi Ketiga, Terbentuk dari bangunan dari bangunan fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahapan usia.

Sedangkan kekuatan bangunan perisai ditentukan oleh bahan dasar penyusunnya, yaitu nutrisi sejak dini yang tepat dan seimbang. (Newsletter Moricare + Prodiges, Desember 2015) (Ada gambar, ambil dari morinaga fanpage)

Morinaga, sebagai salah satu brand dari perusahaan terkemuka Kalbe Nutrionals, mendukung  pengembangan potensi anak menjadi Generasi Platinum yang Multitalenta, yang sehat fisik dan cerdas intelelektual, spiritual, dan emosional. Bentuk dukungan tersebut dengan mempersembahkan Sinergi Nutrisi Tepat MoriCare+Prodiges hasil inovasi dari Morinaga Reseach Center Japan
Perisai Pelindung MoriCare


Alasan itu yang membuat saya yakin menyediakan  susu pertumbuhan  Morinaga Chil School Platinum MoriCare+ untuk Si Bungsu sebagai pelengkap nutrisinya selain dari makanan. Morinaga Chil Shool Platinum MoriCare+ termasuk salah satu dari rangkaian produk inovasi dari MoriCare+Prodiges yang merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi.


Kenapa saya memilih Morinaga Chil Scool Platinum MoriCare+, karena susu ini ditujukan untuk anak usia 4-12 tahun, dan  Adek sekarang usianya sudah 5 tahun. Dan selama ini Perusahaan Kalbe Nutritionals sudah dikenal dengan komitmennya untuk kemajuan anak Indonesia. Perusahaannya terpercaya,  produknya juga telah teruji. Selain itu,  rasa enak susu Morinaga, itu sudah pasti diakui. Adek bener-bener tidak ada bosannya kalau di suruh minum susu Morinaga Chil School Platinum MoriCare.  Kalau selera mau dituruti, minum susu tiga kali sehari masih kurang untuk Adek. 
Kalau minum susu, Adek tidak pernah bosan. Apalagi susu Morinaga Chil Scool Platinum. "Aku khan mau jadi anak hebat!!!"
 Namun yang bikin saya semakin mantap melengkapi asupan nutrisi Adek dengan susu Morinaga Chil School Platinum MoriCare adalah,  karena  gizi di dalam susu pertumbuhan Morinaga Chil School Platinum MoriCare ini benar-benar mengandung formula platinum yang terdiri dari 2 keunggulan, yakni: Brain Care dan Body Defense


Brain Care : Faktor Kecerdasan Multitalenta, yang mengoptimalkan dasar modal kecerdasan si Kecil,  mengandung nutrisi:
- Kolin: berperan dalam penyimpanan memori, berpikir, berbicara, dan gerakan sadar.
- Asam Lemak Esesnsial AAL (Alfa-linoleat/Omega 3) & AL (Linoleat/Omega 6) sebagai sumber asam lemak esensial yang berfungsi untuk meneruskan rangsangan antar sel saraf.
Zat besi : Membantu mencegah dan mengatasi anemia defisiensi zat besi

Sedangkan  Body Defense, yaitu Faktor Pertahanan Tubuh Ganda, yang meningkatkan sistem imun Si Kecil, mengandung nutrisi:
- Sinbio +.kombinasi Probiotik Bifidobacterium BB 536 & M-16V (hasil penelitian Morinaga Nutrition Research Center Jepang yang teruji klinis sebagai bakteri baik yang dominan dalam saluran cerna anak) dan Prebiotik Laktulosa (makanan bakteri baik), berfungsi agar Si Kecil tidak mudah diare/sembelit dan mendukung kesehatan saluran cerna.
- Vitamin A, dapat membantu mempertahankan keutuhan lapisan permukaan (mukosa)
- Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang bekerja bersama antioksidan lain, terutama Vitamin E. (sumber: http://www.morinagaplatinum.com/produk-morinaga-platinum.html)

Benar-benar formula platinum untuk mendukung generasi platinum yang multitalenta, bukan?
Formula Platinum MoriCare + Prodiges

Nutrisi lengkap tanpa stimulasi yang terarah, bisa enggak membuat talenta anak semakin berkembang?

Nah..nah..
 Ini yang menjadi kegundahan saya saat menghadapi kebosanan Adek terhadap alat-alat mainnya, sehingga dia lebih sering meminta ijin untuk main games di komputer. Apalagi kalau lihat wajah sedihnya saat saya lebih menyarankan dia bermain hal yang lain  atau bermain di luar rumah  tanpa saya temani alias bermain sendirian. Bagaimana talenta Adek bisa melesat bila tidak mendapat stimulasi yang terarah dari saya orangtuanya?


Bermain dan Berkreatifitas Sebagai Salah Satu Cara Menstimulasi Kecerdasan Anak

 Saya menyadari, untuk anak seusia Adek, stimulasi yang mendukung talentanya berkembang adalah dengan bermain dan berkreatifitas.  Selain melatih motorik halus dan kasarnya berkembang,  tubuh yang  lebih sehat  karena bergerak, juga dari eksplorasi yang dilakukannya dia bisa menemukan hal-hal baru yang menambah pengetahuan dan minatnya. Tetapi tentu saja permainan dan kreatifitas yang mendukung talentanya.

Itu yang dilakukan Adek . Mulai dari permainan lego, mobil-mobilan, games di komputer (walau dibatasi),  menggambar, mewarnai. Membuat prakarya sederhana, dan banyak lagi.  Saya memang menyediakan alat tulis dan alat menggambar, serta pernak pernik untuk ketrampilan. bagi anak-anak saya

Saya juga menyemangatinya untuk bermain di luar ruang, seperti membantu saya berkebun dengan menyirami tanaman sampai membersihkan rumput. Saat itulah biasanya Adek terpancing rasa ingin tahunya dan menanyakan ini itu soal tanaman. Belum lagi kalau dia menemukan hewan-hewan baru yang belum pernah dia temui sebelumnya.
Salah satu efeknya, dia tidak pernah lagi sembarangan memetik tanaman yang ada karena saya menerangkan padanya pentingnya peranan tanaman bagi hidup manusia.

Atau saat saya biarkan dia naik sepeda di jalan depan rumah. Saya hanya mengawasi di dekatnya setelah sebelumnya memberi pengarahan bahwa dia harus mengayuh sepedanya di sisi kiri jalan, dan melihat ke kanana dan kiri untuk memastikan aman bila ingin berbelok dan menyeberangi jalan. Dari situ Adek belajar mengenai aturan lalu lintas, arah dan keseimbangan motorik.
Adek, dulunya suka berpetualang di dekat rumah dengan sepedanya

Tapi…, itu beberapa waktu yang lalu.  
Karena kemudian saya akui akhir-akhir ini saya jarang menemaninya bermain, atau pun mengajarkan kreatifitas baru. Rasa lelah seharian berkutat dengan urusan rumah tangga dan berhadapan dengan anak berkebutuhan khusus saya yang menjelang remaja, membuat waktu saya menjadi tidak optimal dalam mendampingi Adek bermain sembari belajar. (Tahu sendiri anak pra remaja sikapnya seperti apa, apalagi bila dia seorang anak berkebutuhan khusus).

 Bukan bermaksud mengeluh, hanya saja berhadapan dengan Abang harus ekstra sabaarrr karena kendala komunikasi. Jadinya, waktu untuk anak-anak yang lain, terutama Adek yang jadi korbannya.   Adek dan kakak-kakaknya memang  sudah kami persiapkan sejak dini untuk mau mengerti dan memahami kondisi orangtuanya terkait keadaan saudaranya yang berkebutuhan khusus. Tetapi tetap saja saya merasa bersalah karena tidak maksimal dalam menstimulasi anak saya tersebut di fase golden agenya ini.

Ditambah juga seiring waktu dan pertambahan usia serta kemampuannya, Adek terlihat bosan. Mungkin dia tidak menemukan tantangan baru lagi. Padahal saya menyadari, bahwa bermain adalah kegiatan yang paling efektif untuk menggali dan mengembangkan talenta Adek agar dia tumbuh menjadi anak yang multitalenta.

 Tetapi, tetap saja ini bukan alasan untuk membiarkan Adek berkembang tanpa bimbingan dan stimulasi yang terarah. Sama halnya dengan kakak-kakaknya, kami sebagai orangtua harus mencari celah agar Adek tetap memperoleh stimulasi yang mendukung talentanya berkembang optimal. Sayang banget kan bila masa keemasan Adek berlalu tanpa arah dan stimulasi yang tepat. Bisa-bisa harapan saya agar dia tumbuh menjadi generasi yang multitalenta tidak terwujud.
Ini tidak boleh terjadi!
Tidak boleh berlarut-larut!
Harus ada perubahan!

Tapi, dimana saya bisa menemukan inspirasi permainan baru yang memberi stimulasi bagi perkembangan talentanya?



Serunya Mengeksplorasi Talenta Anak Bersama  Morinaga Mi PlayPlan

Thanks God ada  Morinaga!


Tidak hanya menyediakan nutrisi penunjang anak agar melesat menjadi generasi platinum multitalenta, Morinaga juga peduli pada bagaimana orangtua seperti saya yang bermasalah dengan kebuntuan ide-ide permainan, kekurangan waktu dengan berbagai alasan,  dan keterbatasan  kreatifitas ; dengan menghadirkan  modul digital  berjudul Multiple Intellegence PlayPlan. 

Morinaga Multiple Intellegence Playplan  atau MI PlayPlan bisa diakses  di http://www.morinagamiplayplan.com.  MI PlayPlan ini merupakan inovasi MoriCare + Prodiges yang merupakan sinergi antara nutrisi dan stimulasi.

 Dan seperti sebutannya, yakni Multiple Intellegence, modul ini mencakup stimulasi untuk 8 jenis kecerdasan yang diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner, yakni Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Interpersonal, Kecerdasan Naturalis, Kecerdasan Visual Spasial, Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Logika Matematik, dan Kecerdasan Kinestetik. (Newsletter Moricare + Prodiges edisi Desember 2015).

Tujuan adanya modul digital MI PlayPlan ini seperti diungkapkan oleh Ibu Helly Oktaviana, Business Unit  Head Nutrition for Kids, Kalbe Nutritionals, adalah untuk membantu para bunda dalam mengenali kecerdasan Si Kecil dan memberikan stimulasi yang tepat. Tak hanya itu, Ibu Helly juga mengharapkan dukungan media untuk bisa membantu menyebarkan edukasi akan pentingnya sinergi antara nutrisi serta peran orang tua dalam mengembangkan multitalenta. (Newsletter Moricare + Prodiges, edisi Desember 2015)


Apa yang diungkapkan Ibu Helly, pas banget dengan kebutuhan saya, dan pastinya ibu-ibu lainnya.

 Sebagai Ibu yang peduli pada masa depan anaknya,  modul digital MI PlayPlan bener-bener membantu memecahkan masalah yang tengah saya alami pada Si Bungsu. . Saya jadi termudahkan mencari ide-ide kreatifitas yang bisa dilakukan bersama, atau dilakukan sendiri oleh Adek. Apalagi dengan modul ini saya jadi tahu lebih  jelas potensi kecerdasan Adek yang mana yang dominan. 

Sebelumnya, walau bisa meraba-raba Adek termasuk anak yang dominan cerdasnya di kategori mana lewat pengamatan dan pendampingan saya selama ini terhadapnya, tetap saja terasa kurang yakin karena tidak menggunakan tolak ukur yang terarah. Tapi dengan modul MI PlayPlan ini, tidak lagi sulit mengetahui potensi kekuatan talenta anak kita dominannya yang mana, serta kekurangannya di mana.

  Saya yakin, banyak yang seperti saya, baik Ibu yang memiliki waktu sepenuhnya di rumah, maupun ibu yang bekerja juga, terbantu oleh modul digital MI PlayPlan ini. Apalagi Modul ini dapat diakses dengan mudah dan hanya terdiri dari 3 langkah,yakni:
  1.  Identifikasi, yang berguna untuk mengenali kecerdasan anak yang mana yang dominan dan yang kurang dominan.
  2. Stimulasi, dari kecerdasan yang telah teridentifikasi, dapat mendekti potensi talenta anak, dan memberinya stimulasi spesifik sesuai jenis kecerdasan dan usia anak, berupa agenda bermain dan ragam ide permainan.
  3. Evaluasi. Tahap ini bermanfaat untuk mempertajam kecerdasan lainnya yang masih kurang dominan.

Wuah.., ini benar-benar solusi buat masalah yang saya hadapi terkait dengan anak bungsu saya ini. Langsung saja saya meluncur ke website morinagamiplayplan dan mendaftarkan diri di sana. Mudah banget mendaftarkan diri di website morinagamiplayplan. Cukup mendaftar dan mengisi data,  langsung deh kita punya akun sendiri di sana.

Sambutan Selamat Datang Buat Anggota Baru. Wesitenya lucu dan attractive loh

Langkah awal untuk mengetahui sebaran kecerdasan majemuk yang dimiliki Adek, saya masuk ke dalam bagian Alat Identifikasi. Di sini saya menjawab pertanyaan seputar kebiasaan dan kemampuan Adek. Hasilnya?

Hasil cetak analisa kecerdasan dominan Adek 

Dugaan saya bahwa Adek kuat dalam kategori Logika Matematik, ternyata benar.  Berdasarkan identifikasi mengenai kecerdasan apa yang paling dominan dan yang kurang dari Adek, saya pun membuat rencana bermain yang idenya banyak sekali di dalam website morinaga miplayplan ini.Ide bermain itu saya proyeksikan untuk seminggu dulu agar bisa saya terapkan bersama Adek. Agar lebih mudah, saya pun menyimpan rencana bermain yang telah saya tuliskan.

Ide bermain kalau tidak dilakukan, ya  tidak akan menjadi stimulasi buat anak mengembangkan talentanya. Berarti.., harus segera dibuat dong.

Nah, yang bikin seru itu saat melibatkan Adek membuat beberapa kreatifitas lalu kemudian bermain bersama. Tidak harus bersama saya sih. Seringkali dia malah mainnya bersama kakaknya. Saya mengamati dan melakukan evaluasi sejauh mana permainan kreatif yang kami buat memberi efek pada Adek.   

Mau tahu keseruannya seperti apa? Yuk di lihat foto-foto saat saya mengekplorasi talenta Adek..

1. Pohon Abjad : Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Naturalis

Hasil Evaluasi : Untuk memahami abjad, Adek  sudah mahir, begitu juga menulisnya. Kemampuannya membedakan tanaman segar dan yang sudah mati, sangat baik. Namun kemampuan motorik  halusnya yakni menggunting yang rapi, perlu diasah lebih dalam.


2. Pasir Garam Bewarna : Kecerdasan Visual Spatial, Kecerdasan Kinestetik


Evaluasi:  Ketrampilan tangan dan pengenalan warna Adek sangat bagus. Adek juga jadi tahu mana warna dasar, dan mana warna campuran dengan mengeksplorasi campuran berbagai warna.

3. Asyiknya Berkebun : Kecerdasan Visual Spasial, dan Kecerdasan Linguistik
Evaluasi : Pengenalan Adek terhadap lingkungan sekitar amat baik. Kecerdasan linguistiknya juga bagus,. Dia sudah bisa mengutarakan analisa terhadap sesuatu yang dikerjakannya. Aktivitas ini juga membuat pengetahuan Adek mengenai hewan yangn berguna bagii tanaman menjadi bertambah, seperti cacing tanah, kaki seribu, dan kupu-kupu


4. Membuat Gitar Kardus : Kecerdasan Musical, Kecerdasan Interpersonal


Evaluasi : Kemampuan Adek di bidang musikal harus lebih diasah lagi. Sepertinya saya harus lebih sering mengajaknya bernyanyi bersama agar dia mau bernyanyi nih di depan orang lain.


5. Papan Kegiatan : Kecerdasan Interpersonal
Evaluasi : Adek jadi terbantu untuk semakin disiplin dengan papan kegiatan ini. Kesadarannya untuk semakin mandiri semakin terlihat, karena walau Adek memang sudah bisa melakukan semua yang ada di list papan kegiatan itu sendiri, dia masih suka malas kalau disuruh mandi. Papan ini merangsangnya jadi semakin rajin mandi sendiri. Yang lainnya, dia ok Loh..

6. Menara Gelas : Kecerdasan Kinestetik, Visual Spasial, dan Interpersonal
Evaluasi : Motorik dan kordinasi mata dan gerakan tangan Adek sudah bagus. Tapi kesabarannya harus semakin dilatih.


7. Mewarnai, Gunting, Dan Tempel : Kecerdasan Visual-Spasial, Kinestetik
Evaluasi : Adek tidak begitu antusias dalam pengerjaan mewarnai, tetapi pengenalannya soal aneka warna sangat baik. Dia tahu semua warna dasar, dan warna campuran, nmaun dalam mewarnai gambar masih kurang rapi.. Namun untuk menggunting dan tempel, dia sangat bersemangat. Motorik halusnya perlu lebih banyak latihan.


Manfaat Dari Aplikasi Kreasi Games Di Morinaga MiPlayPlan Untuk Menstimulasi Multiple Intelegence Anak

Seru bukan hasil kreasi dan permainan yang saya lakukan bersama Adek? Semua inspirasinya dari web morinagamiplayplan loh. Itulah setidaknya yang saya rasakan saat saya bersama Adek  mengaplikasi ide-ide yang ada dalam wesite Morinaga MI PlayPlan. 

Adek terlihat begitu semangat menyoba berbagai kreasi prakarya yang saya berikan kedia untuk dikerjakan. Sebagian besar ide-ide itu harus saya bantu dalam pengerjaannya, namun banyak juga yang bisa dilakukannya sendiri.

Terus terang, saya merasa terbantu banget dengan ide-ide permainan dan kreasi yang ada di Morinaga MiPlayPlan ini. Saya tak lagi susah harus mencari akal bagaimana Adek tidak kecanduan bermain komputer saja. Kini hari-harinya disibukkan dengan mewarnai, menggunting, tempel, bermain pura-pura sebagai petualang ala Indiana Jones dan melakukan permainan seru lainnya bersama saya dan  kakaknya.

Untuk menambah semangatnya, saya pun juga telah menyiapkan ide permainan yang baru setiap minggu, sehingga akan selalu ada kejutan permainan dan kreasi baru yang akan mengasah potensinya sehingga kelak dia akan menjadi generasi platinum multitalenta.

Namun yang terutama dari semua itu, kini saya lebih mengenali potensi utama yang dikuasai Adek. Saya pun bisa membimbing dan memberi pengarahan dengan lebih terencana dan fokus, sehingga kecerdasannya yang dominan akan semakin terasah,  serta merangsang semangatnya untuk memperbaiki apa yang menjadi kelemahannya.

Dengan Morinaga Mi PlayPlan, tak hanya menjadikan anak cerdas multitalenta, tetapi juga membuat saya sebagai Ibu  menjadi lebih bijak dan cerdas membimbing anak  menyambut masa depan gemilang sebagai bagian dari generasi platinum yang multitalenta.

Mau ikutan cara cerdas ala saya dalam mengasah talenta anak bersama Morinaga MI PlayPlan? Tinggal klik aja link ini : http://www.morinagamiplayplan.com, daftar, dan eksplorasi beragam ide-ide permainan yang akan membuat hari-hari anak-anak kita menjadi seru, dan sekaligus menstimulasi kecerdasannya. Jangan lupakan juga asupan nutrisi pendukung anak menjadi generasi platinum multitalenta, ya...


Sumber: 
Newsletter Morinaga MI PlayPlan Edisi Desember 2015
www.morinagamiplayplan.com
http://www.tkplb.org/index.php/11-warta/70-identifikasi-potensi-kemampuan-anak-usia-dini 
www.morinagaplatinum.com
Facebook: Morinaga Fanpage







14 komentar:

  1. Ikutan ah pengin ngetes kecerdasan anak-anakku. Biar bisa maksimal dikembangkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Modul digital Playplan bagus banget loh. aku sampai ketagihan cari inspirasi permainan buat ankku dari situ

      Hapus
  2. Balasan
    1. makasih Mbak Christanty. Udah cobain juga enggak modulnya?

      Hapus
  3. Balasan
    1. pengalaman pribadi Mbak... Makasih udah mampir dan baca

      Hapus
  4. wew...paket komplit banget ulasannya.
    Sukses ya mbak. sukses juga buat Adek

    BalasHapus
    Balasan
    1. cuma berbagi pengalaman dan apa yang dirasakan mbak. makasih doanya

      Hapus
  5. Pohon abjad kayaknya menarik yaa pengen nyobain juga ah buat mainan duo bocah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. mudah banget buatnya. saya juga enggak nyangka hasil jadinya lumayan menarik dilihat, hehehe

      Hapus
  6. Adek semangat ya, bnyk ya permainan dr morinaga, ibu ga akan keabisan ide

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mak. Di MI PlayPlan bikin kita-kita enggak kehabisan ide buat anak

      Hapus
  7. anak saya lagi proses belajar mewarnai, gunting, dan tempel Mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik.., mbak. aplikasinya memang ok

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge