Jumat, 06 September 2013

Pengalaman Pertama....

     Kali ini aku mau cerita. Tentang pengalaman pertama. Eits..., jangan berfikir yang aneh-aneh dulu. Aku cuma ingin berbagi, bagaimana rasanya pertama kali melihat sesuatu, tepatnya makhluk Allah yang lain di luar manusia. Bukan hewan lho....
     Terjadinya ketika aku masih kecil, sekitar umur 5 tahunan. Sudah lazim di masa itu kalau asyik bermain sampai lupa waktu. Kalau anak zaman sekarang mainnya kebanyakan di depan komputer atau asyik dengan gadgetnya, beda dengan zamanku. Main karet gelang, patok lele, bekel, guli (atau kelereng ), alip cendong dan banyak lagi yang sekarang sudah langka dimainkan anak-anak masa kini. Dan kalau sudah main, selalu sampai lupa waktu.Kalau soal lupa waktu sepertinya dari zaman ke zaman sama aja ya...Tidak anak masa dulu, mau pun masa kini.

      Nah, seperti biasa aku keasyikan main sampai lupa waktu, bahkan lupa mandi sore sampai nenekku datang dengan omelannya. "Sudah mau maghrib, pulang!" katanya galak. Nenekku emang cerewet, tetapi dia sangat sayang padaku. Dan aku pun dengan takjim mengikuti langkah kaki nenekku menuju rumah, yang jaraknya cuma sekitar 10 meter saja dari tempatku main.

     Oh ya, maghrib adalah waktu terlarang bagi kami  (anak-anak maupun dewasa) untuk keluar rumah. Katanya waktu maghrib adalah waktu transisi dari  siang ke malam di mana makhluk-makhluk yang lain di luar manusia dan hewan juga turut menampakkan diri. Dan aku mengalaminya sendiri dengan mata kepalaku (dan terekam jelas sampai kini).
     Kembali saat-saat aku berjalan di sisi nenek menuju rumah. Tinggal beberapa langkah lagi sampai di rumah, tiba-tiba aku melihat sosok makhluk yang setengah melayang mengitari rumah tetangga di depan rumah kami. Wajahnya tidak terlihat jelas, tetapi sosok itu memakai jubah berwarna putih dan tutup kepala berbentuk sorban (seperti yang dipakai dalam gambar Pahlawan Diponegoro).Semuanya serba putih, dan jubahnya terlihat  berkibar seperti  tertiup angin kencang. Sosok itu jelas-jelas setengah melayang mengitari sisi kiri rumah tetangga sampai kemudian lenyap di sisi kanan rumah tetangga tersebut.
     Sungguh aku sempat terpana beberapa saat melihat pemandangan yang tak lazim itu. Anehnya, tidak ada perasaan takut saat itu. Bahkan sambil tanganku menunjuk-nunjuk ke arah sosok tersebut, aku mengatakan pada nenek, "Nek...Nek, lihat! Ada orang terbang di depan sana!"
     Nenek menepis tanganku yang menunjuk-nunjuk ke arah sosok tersebut. Aku tak tahu, apakah Nenekku melihat makhluk itu juga atau tidak. Nenek cuma menjawab dengan satu kata singkat,"Hush!"
     Jawaban Nenek itu sudah isyarat tandanya aku harus diam dan tidak meneruskan pembicaraan tentang itu lagi. Dan memang, aku tak pernah membicarakan pengalaman pertama itu lagi kepada Nenek mau pun orang tuaku.Namun pengalaman berkaitan dengan dunia lain ini tidak berhenti sampai disitu. Hanya saja, aku tidak mau memikirkannya lebih jauh lagi. Paling-paling, aku ceritanya ke suami dan menjadikan pengalaman itu sebagai bahan candaan kami berdua..
   

1 komentar:

  1. horor, kata orang2 dulu sih memang hal hal mistik memang ada tapi ya kalau mau dipercaya ga boleh jugalah,,

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge