Jumat, 20 September 2013

Ada Hantu Di Rumahku

Malam Jumat, hujan-hujan, nulis tentang hantu pula..Hiiii

Berurusan dengan hantu mungkin pernah dialami oleh sebagian orang, termasuk aku. Sebenarnya menurut pemahamanku hantu ini adalah perwujudan jin yang usil. Sukanya mengganggu manusia dengan iseng menampakkan wujudnya yang menyerupai orang yang sudah meninggal, atau pun makhluk-makhluk aneh yang tidak biasa. Dan entah mengapa, di beberapa fase hidupku, aku kerap bersinggungan dengan si jin usil ini, dan seterusnya dibagian ceritaku ini kusebut dengan hantu.


Waktu masih tinggal di Medan, aku pernah sampai terbirit-birit keluar kamar dengan gaya kungfu (mata terpejam sambil menendang pintu), karena tidak tahan digoda hantu. Bermula dari tiduran santai di kamar sambil baca buku. Malam sih masih sekitar jam 8-an, dan keluarga yang lain pada asyik nonton tv di ruang keluarga merangkap ruang tamu. Lalu, terdengar suara-suara berat seperti suara orang yang sesak nafas di kamarku. Kututup buku sejenak dan aku konsentrasi mendengarkan suar itu lebih jauh. Suara itu masih terdengar, dan semakin berat menggaung di kamarku


Khawatir ada binatang aneh nyasar aku sampai memeriksa bawah kolong kasur. Tidak ada apa-apa. Yang ada malah hawa dingin menyelimutii kamar dan membuat bulu tengkukku meremang. Waah.., ada yang tidak beres nih. Tapi aku memilih bertahan dan mencoba membaca buku kembali. Suara-suara itu semakin mengganggu, seperti tidak terima diabaikan. Bulu-bulu halus di tangan, punggung, dan kakiku semakin meremang. Kuputuskan untuk meletakkan buku, menutup mata, dan membaca segala macam ayat suci yang aku hafal. Hening sejenak, suara itu menghilang. Hore, aku berhasil. Tapi...

Dan terjadilah. suara nafas berat itu terdengar lagi, lebih keras dari semula, karena langsung dihembuskan ditelingaku. Seperti ada orang di sisiku yang menunduk dan mengeluarkan nafas beratnya langsung ke lubang telinga. Tubuhku mengejang, kakiku seperti ditimpa batu berton-ton beratnya, dingin dan kaku. Kalau aku bertahan di kamar terus, bisa mati tegang aku karena ketakutan (yei, sampai kini enggak ada kok orang mati gara-gara hantu, hehehe). Dengan sekuat tenaga, kupaksakan bangkit dari kasur. Tetap dengan mata tertutup dan mengira-ngira di mana pintu kamar, aku menerjang pintu kamar dan lari keluar dengan wajah pucat pasi dan gemetaran. Asli, selama seminggu aku memilih tidur dengan adikku tanpa berani masuk kamar. Hiiyyy..
ilustrasi cerita diambil dari : clker.com

Berhentikah sampai disitu pengalamanku dengan hantu. Oh tidak! Di rumah kontrakan yang terletak di salah satu komplek perumahan di Bogor, lebih banyak lagi pengalamanku yang bersinggungan dengan hantu. Pernah kutuliskan di sini peristiwa tentang itu. Tiga tahun aku beradaptasi dengan hantu selama tinggal di situ. Takut? Ya iyalah.., tapi mau gimana lagi. Terpaksa! (kisahnya baca di sini)

Lalu, kini, sudah hampir 5 tahun tinggal di rumah milik sendiri. Memang, rumah yang kami tinggali ini bekas pemilik yang lama, hanya direnovasi sedikit.Berjalan aman tanpa ada hantu-hantuan sampai setahun terakhir ini. Sampai suatu tangisan membuat bulu kudukku berdiri. Lagi?

Saat itu sekitar jam 2 malam. Aku terbangun karena mendengar suara tangisan perempuan di dekat tembok yang membatasi rumahku dengan tetangga. Tangisan itu terdengar persis di balik tembok yang berbatasan dengan jendela kamar. Wah, jam segini, siapa pula perempuan yang nangis di luar? Semakin aku konsentrasi mendengarkan, semakin merinding bulu-bulu halus di kaki dan tangan. OMG, dia lagi dia lagi. Aku coba bangunkan suami agar rasa takut ini berkurang. Ternyata, suami tak terbangun-bangun juga. Jadilah aku berkutat melawan rasa takut sambil menutup mata dengan bantal. Untung aku kembali tertidur tanpa harus mendengar tangisan itu lebih lama.

Tidak malam, siang pun jadi. Mungkin pepatah itu diberlakukan hantu-hantu itu untuk diriku. Buktinya, waktu masak di dapur pun aku digoda-i. Lagi asyik goreng kentang, bathinku merasa seperti ada yang berdiri dibelakangku mengawasi. Kutoleh diri, tapi tak satu pun kutemui. Ah.., dia mulai lagi.
Tak sekali, terjadinya berkali-kali. Selain mengawasi dari belakang (curang ya, beraninya dari belakang), si usil itu mulai menghembus-hembuskan udara di tengkukku lagi. Kalau sudah begitu, aktivitas masak kusudahi. Lebih baik merehatkan diri sejenak untuk menyimpan energi. Buat melawan si hantui dan ketakutan ini.

Ah, hantu-hantu itu kini sudah mulai tarik diri. Syukurlah, karena enggak enak khan rumah kecil ini mereka sesaki. Cukuplah hanya kami sekeluarga yang menempati. Mungkin karena bacaan Quran dan ibadah yang semakin kuperbanyak dan kuperbaiki. Tapi kupikir-pikir, sebenarnya selama ini rumahku yang berhantu atau aku pribadi yang dihantui?

repost dari : http://rebellinapassy.blogdetik.com/2013/09/05/ada-hantu-di-rumahku/

1 komentar:

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge