Kamis, 01 Agustus 2013

Saat Putriku Bertanya...


www.rebellinasanty.blogspot.com
poto pribadi rebellina
Putri sulungku (9,5 tahun) tadi sore bertanya padaku, "Bunda, apakah amal ibadahku di catat oleh Allah? bukankah aku belum baligh? Katanya kalau melakukan dosa belum akan tercatat, karena belum baligh. Bukankah harus demikian pula dengan amal sholih? Belum akan tercatat sebagai pahala karena aku belum baligh?"

Pertanyaannya cukup membuat aku tercenung sejenak, berpikir untuk menjawab tapi bukan dengan asal jawab. Kemudian aku berkata  padanya, " Kakak, walau pun kakak belum balig, tetapi apa yang kakak lakukan saat ini seperti menanam bibit pohon  yang terbungkus kulit yang keras. Bibit itu akan tumbuh menjadi menjadi pohon membutuhkan waktu yang lama, karena dia harus memecahkan dulu kulit pembungkusnya yang keras. Dan untuk itu butuh tanah yang subur dan air yang cukup.

www.rebellinasanty.blogspot.com
Kakak N Adik. Photo Pribadi Rebellina





Bila sejak kini kakak melakukan  kebaikan dan terus melakukan kebaikan itu setiap harinya, maka ibaratnya kakak telah menyemai bibit pohon kebaikan dan menyiraminya dengan air, sehingga saat kakak balig nanti, bibit kebaikan itu telah tumbuh menjadi pohon kebaikan, yang berbuah dengan lebat, dan tinggal kakak petik saja untuk  dinikmati. Buah itu bisa diartikan sebagai  keberkahan dalam hidup, jodoh yang baik, terkabulnya do'a dan cita-cita, serta tentu saja terutama, termasuknya kakak sebagai golongan hambaNya yang beriman. Karena tidak ada yang sia-sia dari setiap kebaikan yang kita lakukan di hadapan Allah, walau pun saat melakukannya, kita belum terkena hukum wajib karena usia kita yang belum balig.

Demikian juga bila kakak melakukan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah atau yang dilarang Allah. Walau pun belum dikenakan dosa, kakak juga sudah menanam bibit keburukan untuk masa depan kakak. bibit itu akan mati kalau kakak kemudian mengganti kebiasaan buruk tersebut dengan kebiasaan baik yang dianjurkan agama. Tetapi bila kakak tetap suka melakukan kebiasaan buruk, saama saja memberi kesempatan pohon keburukan itu tumbuh subur dan berbuah. Hasilnya bisa kakak dapatkan saat  ketika kakak sudah baligh nanti, karena kebiasaan yang dilakukan sejak kecil akan terus terbawa-bawa sampai besar, apakah itu kebiasaan dan perbuatan baik, atau sebaliknya. “

Kulihat putriku manggut-manggut. Agaknya penjelasanku dengan pendekatan analogi membuatnya cukup puas. Kata-kata ini juga kuterapkan pada adiknya yang kini berusia 5,5 tahun dan sudah puasa ramadhan yang kedua kalinya (insha Allah sampai kini belum ada bolong, kalau tahun lalu, saat usia adik 4,5 tahun bolong 2 hari karena sakit panas). Alhamdulillah, cara ini cukup berhasil sebagai salah satu cara memotivasi mereka melakukan amal sholih sejak dini.

Repost dari Fb
Bogor, 23 Juli 2013


4 komentar:

  1. Balasan
    1. dianya emang kritis sejak kecil. jadinya suka pusing juga mikirin jawabannya :)

      Hapus
  2. pertanyaan yang sama juga dilontarkan oleh anak2 saya :) terutama ketika mereka sedang menjalankan ibadah shaum ramadhan seperti saat ini, semoga anak-anak kita tumbuh menjadi anak2 yang soleh dan solehah, amin.
    TFS Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. semoga anak-anak kita dan generasi muslim seusia mereka tumbuh menjadi generasi muslim yang tangguh dan cerdas ya

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge