Kamis, 29 Agustus 2013

Review Buku : Rainbow.., 20 Flash Fiction Twist Ending

Judul      : Rainbow, 20 Flash Fiction Twist Ending
Editor     : Umma Azura
Penerbit : RinRa Publishing
Cetakan : Juli, 2013
Tebal     : 121 hlm




“Morning, Cantik!”
Laki-laki ini, selalu membangunkanku dengan ciuman-ciuman panas di leherku. Selalu leher. Mengapa bukan wajahku? Supaya aku bisa membalas dengan sama panasnya. Hmm, mungkin pagi hari mulut kami sama-sama bau. Atau, barangkali ia teramat menyukai leherku. (hal 1)

Kalimat itu menjadi pembuka cerita di kumpulan Flash Fiction (FF) yang terdiri dari 20 cerita. Ditulis oleh Okie Noor, salah satu dari 20 penulis yang ikut berkontribusi dalam buku ini. Aku dan Lelakiku, pilihan yang tepat sebagai pembuka cerita. Narasi yang menggoda, menggiring imajinasi pembaca menjelajah lebih jauh lembar demi lembar lagi kumpulan cerita FF ini . Siapa sosok aku akan tersingkap dengan cara yang manis di ending ceritanya. Layak disebut sebagi FF yang twisting ending sesuai dengan judul buku ini : Rainbow, 20 Flash Fiction Twist Ending.

Lalu, di dalam cerita Jahe Hangat Untuk Dul, pembaca seperti terbawa suasana yang digambarkan dalam cerita tersebut. Kemesraan dan kasih sayang dalam suasana gerimis di sore hari, dan dialog-dialog yang mengalir lancar, membuat pembaca seolah berada di sana, ikut menikmati bagaimana pasngan suami istri setengah baya menghabiskan senja gerimis dengan pertanyaan menyangkut cinta. 

“Apa cintamu akan menghilang seiring lenyapnya senja?”
“Senja akan selalu menghilang saat waktunya menghilang.”
“Bagaimana denganmu,Bu?”
“Bukankah Ibu selalu di sini? Di samping Bapak setiap waktu?” (hal. 41)

Penggalan dialog dalam kisah ini menggiring  pembaca untuk merasakan kehangatan kebersamaan suami istri ini, sehangat wedang jahe yang dihidangkan sang istri untuk suaminya. Marita Ningtyas sebagai penulisnya mengakhiri kisah ini dengan apik dan sedikit kejutan.

Tak hanya bicara cinta, di dalam buku  ini  kisah misteri pun digarap menjadi FF yang asyik dibaca. Bukan seperti kisah-kisah misteri yang  identik dengan  pakaian putih dan sosok yang mengerikan.  Tetapi tetap saja aroma mistisnya kental terasa sejak awal.

Ratusan walet kembali menyerbu dari arah timur. Terbang simpang siur ketika langit kembali meniga warna. Mereka menari di atas halaman perpustakaan. Semakin lama semakin banyak. Lalu habis ketika langit telah merah kehitaman.
Nenek itu kembali menghilang. Ia tak lagi kulihat ditempatnya tadi duduk berdiam. Kepergiannya mungkin bersamaan dengan munculnya walet yang jumlahnya ratusan. Namun, entahlah! Aku juga tak bisa memastikan. (Daeng Bunga – halaman 113)

Siapa nenek itu? Apa hubungannya dengan walet yang terlihat menari ketika langit meniga warna? Hendra J. Hamzah sebagai sang penulisnya mengangkat salah satu seni budaya tari karannuang yang dibungkus misteri sebagai tema cerita.

Tentu saja masih banyak cerita-cerita lainnya yang ada di dalam buku Rainbow yang menarik untuk dibaca --- yang ditulis oleh penulis-penulis lainnya. Tak melulu bicara cinta, atau misteri, bahkan perselingkuhan, gender, dan juga thriller pun ada layaknya warna warni dalam pelangi. Gaya penulisan pun beraneka ragam, dengan sudut pandang yang berbeda-beda. 

Secara keseluruhan isi buku enak enak dibaca, jalinan ceritanya mengalir. Namun tidak semua ceritanya berakhir dengan twisting.

Bicara tentang buku, bukan semata hanya isi. Design cover, layout, dan pemilihan font juga mempengaruhi minat dan kenyamanan pembaca. Sedikit kritikan untuk buku ini adalah dari sisi design yang sederhana dan jenis typograpinya. Pencantuman nama-nama penulis di bagian cover kurang mencolok dibandingkan warna latarnya. Tapi untuk editingnya, patut diacungi jempol. Hampir tidak ada kesalahan pengetikan dan cerita yang terpotong.

Menikmati Rainbow seperti mengunyah potongan-potongan cake ditemani kopi atau teh saat hujan gerimis. Mulut tidak mau berhenti sampai tangan mencari potongan kuenya lagi, eh ternyata sudah habis tak bersisa. Rainbow, saya nilai dengan 3 bintang dari 5 .


11 komentar:

  1. jadi pengin baca bukunya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dipesan langsung tuh mbak sama yang jual online di fesbuk.

      Hapus
  2. Wah keren mbak Passy bisa jadi bahan promosi nih hehe

    BalasHapus
  3. penasaran pingin baca bukunya
    romantik banget kayaknya kisah dalam buku ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak kok mbak, banyak kejutan tak terduganya malah

      Hapus
  4. Jadi pengen baca buku fiksi lagi stlh bertahun2 libur... sepertinya menarik bukunya... pinjem dong... yah? yah? wkwkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. beli dong Kangmas Hejis, heheh. salam kenal ya

      Hapus
  5. Saya tertarik dengan tulisan mengenai pisang ungu. Saya ingin mendapatkan bibitnya. Atau anakannya.mohon kiranya bisa menghubungi saya di email bungadua92@yahoo.com trima kasih


    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge