Kamis, 01 Agustus 2013

Pohon Alpukat Pembawa Harapan..

www.rebellinasanty.blogspot.com
Pohon Alpukat 2008
 Ketika pertama kali menempati rumah ini di tahun 2008 lalu, kondisi di halaman depan dan belakang sungguh gersang. Walau di halaman depan ada sebatang pohon rambutan, tetap saja paparan sinar matahari sangat terasa. Begitu juga dengan halaman belakang. Hanya ada satu batang pohon alpukat, yang tumbuh meranggas, dengan daun-daun yang kering dan batang yang kurus.

 Setiap hari pohon alpukat itu kusirami dengan air bekas cucian beras dan ikan/daging. Tidak sampai setahun, pohon itu tumbuh subur dengan batang yang semakin besar dan cabang yang semakin rimbun. Halaman belakang yang gersang menjadi teduh dan menjadi tempat yang nyaman untuk kami sekeluarga mengisi hari libur dengan kegiatan luar ruang. Aku berkebun, suamiku berkutat dengan lepinya, dan anak-anak bermain ayunan dari sebilah papan yang diikat tali tambang di salah satu rantingnya yang kokoh.









www.rebellinasanty.blogspot.com
Pohon Alpukat di 2013
Tahun lalu  pohon alpukat itu menunjukkan bunga pertanda bakal buah. Tentu saja aku senang, karena setelah 4 tahun  pohon itu kurawat dengan cinta, baru kali ini menunjukkan akan berbuah. Tapi apa daya, bunga-bunga itu berguguran tanpa menghasilkan satu buah pun. Aku kecewa, dan lebih kecewa lagi tatkala seorang tetangga yang petani mengatakan bahwa pohon alpukat ini tak akan menghasilkan buah karena berjenis jantan. “Kalau mau berbuah, harus ada satu pohon lagi ditanam Bu sebagai pasangannya,” kata tetangga tersebut.
 Ya ampun..,kalau mau menanam satu pohon alpukat lagi, berapa lama baru bisa besar? Belum lagi luas lahan yang tersisa tak mencukupi untuk ditanami satu pohon berbatang keras lagi,mengingat halaman belakang ini sudah ramai oleh tanaman lain.

 Suami sempat menyarankan untuk menebang pohon ini dan menggantinya dengan tanaman buah lainnya. Aku menolak. “Walau pun pohon ini tak menghasilkan buah, tetapi selama ini dia telah memberikan keteduhan buat kita sekeluarga. Banyak kenangan kebersamaan kita yang tercipta di bawah rindangnya,” kataku sambil tetap menaruh harapan di dalam hati  suatu ketika pohon ini akan berbuah.

Sejak saat itu hampir setiap hari saat  berada di halaman belakang, aku akan selalu melihat ke rimbunan daun-daun pohon alpukat tersebut untuk mencari adakah pohon itu mengeluarkan buahnya. Tetapi harapanku untuk bisa menikmati buah alpukat pun semakin menipis manakala tak pernah terlihat lagi putik-putik bunga pertanda bakal buah akan muncul. Aku cuma bisa pasrah dan semakin terprovokasi kata tetanggaku tersebut ,bahwa  pohon ini tak akan berbuah sebelum ada pasangannya. Begitu pun, aku tak mengubah kebiasaanku untuk selalu memeriksa pohon alpukat tersebut karena di sudut hati kecilku aku tetap berkeyakinan suatu hari nanti pohon alpukat ini akan berbuah. Namun, tetap saja putik-putik bunga pertanda bakal buah itu tak terlihat lagi mengembang.

Bulan Mei  lalu saat aku lagi sedih dan merasa terpuruk, aku kehalaman belakang dan berdo’a di bawah pohon tersebut. "Ya Allah, kalaulah Engkau masih mendengar do'aku, dan aku merasa Engkau tak berpaling dariku, berilah aku pertanda, sebagai penguat jiwaku, bahwa keajaiban itu masih ada. Jadikanlah pohon alpukat ini berbuah, untuk petunjuk bagiku agar aku bersabar terhadap ketentuanMu."

Lalu,beberapa hari kemudian,sekitar jam 4 sore, saat aku  membersihkan halaman belakang,  sekilas kumemandang ke rimbunan daun alpukat. Subhannallah! Di antara ranting dan dedaunan, menggantung sebutir kecil buah alpukat, berwarna hijau dengan kulit mulus. setelah  kutelusur pandang ke seluruh bagian pohon, ternyata buahnya cuma satu itu saja. Aku heran, sejak kapan buah itu ada mengingat hampir setiap hari aku selalu memeriksa pohon alpukat itu dengan seksama.
www.rebellinasanty.blogspot.com
buah alpukat yang cuma satu-satunya, Mei 2013

Kehadiran buah alpukat walau cuma sebutir tersebut benar-benar menaikkan semangatku. Aku tak merasa sendiri lagi, ada DIA yang mendengar do’a-do’aku. Dan merasa harapan untuk jalan keluar persoalanku itu terbentang di depan mata

Kini, di bulan Juli ini , buah alpukat itu sudah semakin besar dan siap untuk dipetik. Pohon alpukat ini mengajarkanku untuk tidak berputus asa, dan selalu yakin bahwa selalu ada harapan dari kondisi sesulit apa pun. Seperti harapan yang selalu kutanamkan setiap harinya  bahwa suatu hari kelak pohon alpukat di halaman belakang rumah kami ini  akan berbuah, ternyata menuai hasilnya.  Apa yang mungkin mustahil menurut kata manusia, kalau Tuhan berkehendak, maka hasilnya sesuai kehendakNya.

Ya Allah...,terima kasih. Engkau telah menunjukkan kebesaranMu. Melalui sebatang pohon alpukat ciptaanMu, aku belajar banyak tentang betapa besarnya arti harapan…

Paparan Singkat Pohon Alpukat:
Menurut Wikipedia, pohon alpukat berasal dari Mexico dan Amerika Tengah. Memiliki nama latin persea americana, pohon alpukat bisa tumbuh mencapai tinggi 20 m, dengan buah bertipe buni, dan berkulit hjau tua hingga ungu kecoklatan. Daging buahnya berwarna hijau muda kekuningan dan berteksur lembut.

Selain buahnya dimakan sebagai buah meja dan campuran es buah, buah alpukat juga banyak digunakan sebagai bahan dasar kosmetika dalam industri kecantikan.manfaat lain dari pohon alpukat ini adalah daun dan bijinya, digunakan sebagai obat herbal untuk penyakit kencing batu,sakit kepala, nyeri saraf, darah tinggi dan lain-lain.


46 komentar:

  1. Subhanallah, Mak. See? Tak ada yang tak mungkin jika Sang Maha Pencipta menghendakinya kan? Tugas kita adalah mempercayai, berdoa dan meyakini bahwa adalah DIA yang menentukan bisa tidaknya sesuatu. Trimakasih atas postingan ini, Mak, telah mengingatkan aku kembali, untuk tidak pernah berputus asa, karena adalah DIA yang selalu bersama kita. Terkadang, di saat terpuruk, aku juga suka lupa dan miris sendiri, padahal DIA tak pernah tidur, senantiasa bersama hambaNya. :)

    Sukses untuk ngontesnya ya, Mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mak Alaika. Sebenarnya do'a itu karena sudah merasa hopeless berat, jadi benar-benar butuh pegangan dariNya. Alhamdulillah Allah masih menolong dengan menunjukkan kebesaranNya lewat terkabulnya do'a itu dalam waktu beberapa hari. Kalau tidak, mungkin aku masih merasa terpuruk...

      Hapus
  2. Pas baca nyiramnya pakai air cucian beras sama daging langsung speechless. Ahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa speechless Mbak? Mbak, saya bingung mau manggil Mbak apa nih? tulisan namanya huruf Kanji atau Korea ya? hehehe.

      Hapus
  3. Alhamdulillah berbuah juga, eh tapi mbak itu beneran ya kalau tanaman disiram pake air bekas cucian ikan bisamanis buahnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengalaman sih membuat tanaman menjadi subur. kalau untuk rasa, enggak tahu juga.., tergantung bawaan asli pohonnya barangkali

      Hapus
  4. alhamdulillah akhirnya berbuah...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.., berbuah lagi juga vbeberap abulan lalu. dan sekarang berbunga lagi :)

      Hapus
  5. Sukaaa tulisan yg ini jeng..jgn pernah merasa terputus dari rahmat Allah...pelajaran jg buat diriku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Nan.., ini kisah nyata yang sangat membekas banget Nan. kalau ini tidak terjadi,mungkin aku masih merasa terpuruk sendiri...

      Hapus
  6. enak nih mbak punya pohon alpukat. Alpukat itu bagus buat pencernaan hehe..

    BalasHapus
  7. iya, bagus jugabuat kecantikan kulit mbak. tq ya udah berkenan mampir..

    BalasHapus
  8. salam kenal mak, saya dari kemarin lagi cari buah alpukat, lagi jarang nih. klo petani sy ditambahin siraman MSG mak, katanya biar subur. saya belum tau korelasinya MSG dengan kesuburan tanaman

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal juga Mbak Evrinasp..Buah alpukat ada dua jenis lho mbak. yang kurang baik ituyang daging buahnya ada serat-serat kehitaman begitu. rasanya pahit. yang mulus kuning muda rasanya lezat sekali. kalau msg setahu saya biasanya dipakai untuk merangsang pohon hias berbunga. enggak tahu kalau untuk tanaman buah. terima kasih ya sudah mampir..

      Hapus
  9. Bener2 suatu ikhtiar yang kuat plus dengan doa2 yang penuh harapan tentunya...nah ini bisa jadi cerita yang sangat menginspirasi deh :) sukses utk GAnya ya mba .

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.., GA hanya wadah untuk menyebar inspirasi. terima kasih ya mbak Chrystanty, sudah mampir. aku belum sempat ke rumahmu akhir-akhir ini untuk komen. ada yang mau ditanyakan, heheheh

      Hapus
  10. ceritanya menginspirasi sekali mak ...

    Mudah2an buahnya makin banyak ya, walaupun katanya pohon jantan.
    Kan ngga ada yang ngga mungkin kalau Allah mengijinkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak. berharap buahnya semakin banyak biar bisa dibagi-bagi ke teman dan tetangga. Makasih ya sudah mampir :)

      Hapus
  11. inspiratif sekali, Mbak.. nice story :)

    BalasHapus
  12. Kesabaran yg berbuah manis :)
    Dulu saya masih rajin nyiram tanaman pake air bekas cuci daging. Kok sekarang jadi lupa, kebablasan dibuang. Makasih udah diingetin lewat tulisan ini. Jadi tahu, bisa pake air cucian beras juga.
    Semoga sukses untuk GA-nya, ya Mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..,sama-sama ya Mbak. ikutan juga khan? Makasih sudah menorehkan jejaknya :)

      Hapus
  13. Suka banyak ulat nggak, Mbak? Kalau ya, bagaimana menanganinya? Soalnya ulat alpukat itu hiiiy.... bikin aku merinding :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. banyak Mbak.., dulunya kub iarin, malahjadi ngengat. terus sebgain jadi kepompong ulat sutra. tetapi sekarangakubelajar dari keraipan lokal untuk mengusir ulat-ulat itu dengan cara alami. batangnya diikat dengan rumputilalang Mbak. ulat-ulatnya jatuh dalam keadaan tewas mengering. enggak tahu mengapa...

      Hapus
  14. Huaaa, jadi pengen makan alpukat >_< Pernah nanem di halaman. Cangkokan dikasih temen. Sayangnya mati. Ternyata akarnya digerogoti rayap T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.., selain rayap, kadang semut merah juga membuat tanaman bisa mati. terima kasih ya sudah mampir, dan salam kenal

      Hapus
  15. oh jadi buah alpukat itu bisa
    juga berbuah di pohon jantan gitu ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak begitu tahu sayanya mbak, cuma menurut penjual tanaman buah dan tetangga, sulit. butuh pohon lainnya untuk pembuahan bunganya. tetapi, kalau Allah berkehendak, walau kata manusia pohonnya jantan, ternyata berbuah juga :)

      Hapus
  16. mba ceritanya menarik,saya jg mau ksh tau,alpokat itu pohonnya ga ada laki atau perempuan,semua pohon alpokat insyaAllah sll berbuah,jd jgn dianggap kata tetangga mba itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak. kalau ikuti kata tetangga, pohonnya ditebang atuh. btw, 2 bulan yang lalu, dia berbuah lagi, 3 butir :). mudah-mudahan, nanti berbuahnya yang banyak. makasih ya sudah mampir

      Hapus
  17. tercekat abis berkat si alpukat mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kisah dibaliknya atau karena buahnya yang memang enak? hehehe

      Hapus
  18. sudah berbuah lagi belumalpukatnya mb???

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah beberpa bulan yang lalu. buahnya bagus, dagingnya tebal, bijinya kecil. sekarang sdh berbunga lagi :)

      Hapus
  19. Ceritanya asyik. Bikin aku bersemangat lagi dlm keterpurukan ini.

    BalasHapus
  20. Pria boleh ikutan komen kan ? Artikel ini menarik, ceritanya mengalir dan alamiah, apalagi setelah ada kalimat sakti .. who likes to learn and share, about cooking, writing, parenting, gardening, and everything that comes from the deep of my heart.
    You can contact me at rebellinasanty@gmail.com .. jadi pengen belajar menulis !! Saya undang sebagai warga grup fb istimewa di grup fb Bukan Sekedar Indigo Indonesia, saya coba2 bikin grup fb, tau2 dlm 4 bulan membernya puluhan ribu, sekrg 37rb lebih, padahal saya blm bs menulis dg baik dan benar. Salam kenal ya Bunda .. saya sungguh terinspirasi..tksih banyak Bunda //

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapapun boleh komen kok. blognya enggak dibatasi untuk perempuan semata. sepanjang komennya enggak mengandung pornograpi dan kata-kata kasar :). ok, saya coba masuk ke fbnya ya

      Hapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. my fb group : https://www.facebook.com/groups/bsindigoindonesia/
    TQ Vr Much ..

    BalasHapus
  23. Ibu rebellina santi gmna kabar alpukatnya..
    alpukat drmh saya pun sama bu.. sampai saat ini sudah lebih dari 3x berbunga dan selalu rontok bunganya
    padahal pohonya sudah besar dan kira2 berumur 5tahun lebih..
    mohon pencerahan bu. terimakasih

    BalasHapus
  24. Ibu rebellina santi gmna kabar alpukatnya..
    alpukat drmh saya pun sama bu.. sampai saat ini sudah lebih dari 3x berbunga dan selalu rontok bunganya
    padahal pohonya sudah besar dan kira2 berumur 5tahun lebih..
    mohon pencerahan bu. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, pohon alpukatnyatiaptahun berbuah terus. Tidak lebat sih, tetapi tetap berbuah, dan besar-besar. Tampilan bahnya buruk rupa, tetapi dalamnya masya Allah, dagingnya tebal, dan buahnya kecil serta lepas dari daging buahnya. kalau digoiyang-goyang, berbunyi-bunyi. rasanya, jangan ditanya. enak...
      Kalau bunganya rontok, mungkin dibantu pupuk anti rontok bunga ya Pak... Tetapi sabar aja, suatu saat pasti jadi buah

      Hapus
  25. Ketika ibu menulis pertama kali terkait pohon alpukat pembawa harapan, saya sendiri baru menanam bibit alpukat yang sengaja dibeli dari kota Bogor. Saat ini alhamdulillah pohon alpukat yang usianya k.l. 5 tahun mulai belajar berbuah. Namun ada yang perlu disharing agar alpukat bia berbuah lebih awal saya memperlakukan pohon dengan menyayat kulitnya seperti mau di cangkok sepanjang kl 2 cm lalu dibungkus dengan plastik hitam, dan terbukti setelah luka kulit menyambung kembali bunga harapan keluar dengan lebatnya. itulah kisah alpukatkoe

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge