Jumat, 14 Juni 2013

Si Ungu Cantik Pencegah Kanker (Ipomea Batatas Poiret)

Lagi belanja di pasar tradisional, mata ini langsung tertambat pada tumpukan ubi jalar di salah satu lapak pedagang. Dan salah satu jenis ubi jalar  yang dijual adalah ubi jalar ungu. Benar-benar ungu, baik kulitnya sampai isinya.
 Sumber foto, di sini


Ahai..., saya memang suka dengan ubi jalar atau kalau orang Medan bilang ubi rambat. Selain rasanya yang manis legit. Ubi rambat ini juga mengingatkan saya pada orang yang saya sayangi (missed you much Grandpa). Kenangan saat makan ubi rambat ungu rebus bersama beliau saat saya masih kecil, sangat membekas. Dengan telatennya beliau akan mengupaskan kulit luar ubi ungu ini untuk saya, dan  meniup-niup asap panas yang masih mengepul dari ubi ini agar saya yang sudah tak sabaran ini bisa segera memakannya.

Terus terang, itu  terakhir saya melihat ubi rambat ungu (yang benar-benar ungu ya). Sampai besar dan kemudian menikah, ubi ungu itu tidak pernah terlihat lagi di depan mata. Entah mama yang tidak pernah membelinya, ataukah memang ubi ungu sudah sulit ditemukan. Setelah menikah, saya berkali-kali cari di pasar, dan nanya ke penjual ubi jalar, namun tidak pernah ketemu. Yang ada ubi rambat putih,kuning, oranye, merah  dan yang kulitnya berwarna putih tetapi isinya berwarna keunguan. Atau sebaliknya, kulitnya berwarna ungu tapi isinya malah putih.    yang benar-benar ungu baik isi dan kulitnya, hanya bisa saya lihat di tv, itu pun baru sekitar 2 tahun terakhir. Makanya, begitu melihat ada ubi rambat ungu yang di jual, saya langsung mampir dan membelinya.





Seperti saya katakan tadi, saya memang suka dengan ubi rambat. Begitu juga dengan anak-anak. Kadang saya goreng pakai tepung, kadang dibikin keripik, atau kalau lagi rajin, saya buat cake. Namun selama ini ubi rambat yang digunakan adalah jenis yang kuning atau yang putih. Makanya, begitu melihat saya pulang membawa ubi rambat  ungu yang benar-benar ungu, anak-anak langsung keheranan dan bertanya ini itu. Apalagi saat melihat saya mengupas ubi jalar  ungu itu untuk menunjukkan dalamnya yang benar-benar ungu, mereka semakin antusias.  Terutama  si sulung yang memang sangat suka dengan warna ungu. Dan ketika saya goreng pakai tepung, langsung tandas seketika. Tidak heran sih, selain warnanya yang cantik menggoda, rasanya juga enak dan legit. Karena saya belinya lumayan banyak, sisanya saya jadikan cake.
Roll cake ubi ungu Rebellina 
Dan rasanya, tidak kalah dengan cake dari bahan dasar terigu. Postingan tentang cake ubi jalar  ungu bisa dibaca di sini.

Masih penasaran dengan ubi jalar ungu yang sangat langka (menurut saya), maka saya pun cari-cari datanya di Google. Ternyata.., ubi jalar ungu yang punya nama Latin Ipomea batatas poiret ini punya segudang manfaat. Berikut ini saya rangkumkan segudang manfaat ubi jalar ungu :
1. Sebagai bahan pangan alternatif pengganti nasi. Dalam setiap 100 gr ubi jalar ungu mengandung energi sebesar 123kkal, lemak 0,7 g, karbohidrat 27,9 g, protein 1,8 g, fosfor 49mg, besi 0,7 mg, kalsium 30 mg, vitamin A, vitamin C dan B1.

2. Kandungan senyawa antosianin pada ubi jalar ungu berfungsi sebagai antioksidan dan penangkap radikal bebas, sehinga berperan dalam mencegah terjadinya penuaan dini, kanker, jantung, stroke , antihipertensi, menurunkan kadar gula darah, dan perlindungan terhadap kerusakan hati.   Total kandungan antosianin pada ubi jalar ungu adalah 519mg per 100 gr berat basah. Sementara untuk tanaman yang lain berkisar antara 20 mg/100 gr  sampai 600 mg/100 gr berat basah. Zat aktif selenium dan iodin yang beerfungsi sebagai zat anti kanker pada ubi jalar ungu 20 kali lebih tinggi daripada yang terdapat pada jenis ubi lainnya

3. Warna ungu yang terdapat pada ubi jalar ungu ini mengandung betakaroten. Semakin pekat warnanya, maka semakin besar kandungan betakaroten yang terdapat di dalamnya. Selain sebagai pembentuk vitamin A, juga berperan sebagai pengendali hormon melatonin. Hormon melatonin adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal dalam otak yang berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Melatonin juga diyakini dapat menghentikan atau memperlambat penyebaran kanker, membuat sistem kekebalan tubuh meningkat dan memperlambat proses penuaan.

4. Kandungan serat dan pektin yang ada dalam ubi jalar ungu sangat baik untuk mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit, wasir, hingga kanker kolon.

Hmmm, selain enak dikonsumsi, ternyata banyak pula manfaat yang bisa diambil dari ubi jalar ungu ini. Sayangnya, keberadaan ubi jalar ungu ini tidak mudah ditemui di pasar-pasar tradisional, tidak seperti saudara sejenisnya, misalnya singkong atau pun ubi jalar lainnya. Aatau mungkin di tempat yang lain banyak ya?



Referensi :
www.papzone.com
www.budiboga.blogspot.com
www.chez-space.blogspot.com
www.jendela-alam.com



10 komentar:

  1. Aku suka banget sama ubi ungu.
    tp sekarang harganya lumayan mahal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak. sudah mahal, jarang kelihatan lagi alias susah dicari...terima kasih sudah mampir dan salam kenal

      Hapus
  2. kalo saya dulu pas kecil sering lihat ubi ungu tapi isinya doang mbak. kalo kulitnya sih gak ungu.
    nah lihat ubi yang ungu baik kulit maupun isinya ya di foto di postingan ini aja hehe... cantik ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. cantik dan bermanfaat. ubi ungu yang benar-benar ungu memang susah di cari sekarang ini Mbak. kayaknya banyak untuk diekspor ke Jepang. Pernah terpikir untuk menanamnya..., tapi enggak punya lahan. hehehehe.

      Hapus
  3. Belum pernah liat mentahnya. Pernahnya makan aja hehe :)
    Salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal kembali. Iya mbak, sekarang sulit mendapatkan ubi ungu ini. saya saja ketemunya setelah puluhan tahun berlalu...

      Hapus
  4. enak nih kaykny perlu dicoba. yng lebih enka lagi katanya ubi Cilembu ya? yg katanya di panggang

    sangat menrik, ijin share deh ukht.
    lam kenal juga.
    aku follow ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ibi cilembu, banyak yang dipalsukan (katanya lho Mbak). boleh di share, silahkan. Oh ya, salam kenal kembali ya...

      Hapus
  5. makasih mbak infonya
    kebetulan saya juga makan ubi
    si ungu ini ketela pohon kan

    BalasHapus
  6. bukannya ketela pohon itu ubi kayu mbak? kalau ubi ungu ini disebut ubi rambat atau ubi jalar..

    BalasHapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge