Jumat, 21 Juni 2013

Mengambang...

Pernah mengalami ketindihan atau istilahnya erep-erep? Pastinya dari beberapa kalian pernah mengalaminya. Tetapi aku tidak. Aku belum pernah mengalami ketindihan seperti itu. Yang kualami, justru berbeda sekali. dan itu terjadi sejak aku kecil sampai aku duduk di SMA.

Aku tidak tahu apa istilahnya untuk menggambarkan apa yang kualami. Baiknya kukisahkan saja di sini. Siapa tahu, ada yang mempunyai pengalaman serupa, dan bisa memberiku jawaban.



Sejak kecil, aku sebenarnya tidak terlalu penakut, tetapi juga bukan orang yang sok berani. Sejak penampakan pertamaku terhadap sosok yang tak kasat mata normal, jarang aku melihat penampakan-penampakan selanjutnya. Syukurlah. Enggak tahu akan jadi apa duniaku nantinya kalau sering dilihatkan dengan pemandangan yang serem..Tetapi bermula dari situ, aku mengalami tidur yang tak biasa.


Semua itu bermula dari aku mulai mampu merekam memori ini, mungkin sekitar usia 6 tahunan. Aku tidurnya bareng nenek. Dan selalu sebelum tidur suka berkhayal-khayal dulu. Seringnya aku mengkhayal punya lampu ajaib seperti lampunya si Aladin, jadi aku bisa meminta apa pun yang aku inginkan. Dalam imajinasiku, kalau aku punya lampu ajaib yang bisa mengabulkan permintaan apapun itu, maka aku akan meminta diberikan rumah besar dan makanan yang cukup untuk bisa menampung banyak orang susah di situ. Isinya para tukang becak, pengemis, anak yatim piatu, dan orang susah. pokoknya begitulah khayalanku dulu. Mungkin manifestasi dari kondisi  keluarga kami yang pas-pasan saat itu ya..

Kalau sudah begini, biasanya mataku akan menutup sendiri dan langsung tertidur dengan nyenyak. Tapi dalam beberapa keadaan, (karena terjadinya tidak setiap hari), antara sadar dan tidak, karena proses tidurku belum sempurna, aku merasakan tubuhku terangkat dari atas kasur. Jadi di satu sisi, mata kasarku tertidur, tapi aku bisa melihat dan merasakan bahwasanya tubuhku terangkat dari atas kasur dengan posisi yang sama saat aku tidur, yakni berbaring. Tapi anehnya, jasadku tetap terbaring di atas kasur. Ada sekitar 1/2 menit posisi tubuh halusku itu (apa itu yang disebut ruh ya?) mengambang setinggi 1/2 m dari permukaan kasur, sebelum akhirnya kembali ke tubuh kasarku di atas kasur. Dan waktu kembalinya, seperti ada benturan keras yang terjadi, yang menyebabkan tubuh ini rasanya pegal banget seperti habis jatuh.


www.rebellinasanty.blogspot.com
seperti gambar di atas itulah kejadian yang kualami. sumber photo: di sini 

Awalnya aku heran dengan juga peristiwa yang kualami tersebut. Tapi saat kutanyakan dengan teman dekat rumah, dia juga mengatakan dia pun pernah mengalami hal yang sama. Makanya, sampai SMA, saat aku masih sering mengalami hal tersebut, aku tidak mempertanyakan hal itu lagi. Kupikir, hal itu biasa di alami setiap orang, dan merupakan mimpi yang wajar saja di alami siapa pun.

Ketika menikah, aku kerap ngobrol dengan suami mengenai pengalaman-pengalaman di masa lalu. Ternyata suami tidak pernah mengalami hal yang kualami. Bahkan untuk bermimpi pun dia sangat amat jarang. Sementara aku, tiada malam tanpa mimpi. Atau otakku yang terlalu aktif ya?

Jadinya yang ada penasaran. Karena dalam hidupku, aku kerap bersentuhan dengan hal-hal yang beginian. Apakah itu pengalaman tetangga yang kusaksikan sendiri, kerabat dekat, dan bahkan pengalaman pribadi 
Nah kalau peristiwa mengambangnya tubuh halus di atas jasadku itu, apa ya namanya?. Sedikit intip-intip di suatu forum, katanya itu tubuh astral yang bisa melakukan perjalanan melewati dimensi waktu asal sudah bisa mengendalikannya . Ah, cukup intip-intipnya. Aku tidak tertarik ingin tahu lebih jauh. Takut tergelincir.

Memang pernah ada masa-masa aku tertarik lebih jauh untuk menggali apa sih yang ada dalam diriku?
Sempat terjerumus dalam ikut-ikutan trend belajar tenaga dalam. Lalu pernah berkirim surat ke suatu majalah menanyakan arti mimpi, dsb. Tapi lama kelamaan, aku takut sendiri. Takut langkahku karena keingintahuan yang besar ini malah menjerumuskanku lebih jauh ke perbuatan syirik. Maka, seiring hijrahku, aku pun stop terhadap tuntutan keingintahuan ini. Curiosity can kill the cat, pepatah itu kupakai dalam hal ini.

Tapi, berhenti dari ingin tahu lebih jauh lagi tidak menghentikan hal-hal yang menguntitku sampai kini. Buktinya, masih saja banyak pengalaman yang kualami. Sepanjang tidak mengganggu hidupku dan keluargaku, aku belajar untuk menikmatinya. Dalam artian, aku dan apa pun itu, bisa hidup berdampingan tanpa harus saling mengganggu. Damai khan...





2 komentar:

  1. Ya ya ya Saya sering tindihan. Apa penyebabnya? Apakah sama dengan mengambang, apakah sulit untuk menggerakkan tubuh kita juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau tindihan, bisa dijelaskan secara ilmiah. salah satu penyebabnya adalah kurangnya oksigen di ruangan tempat kita tidur. oh ya, mengambang sih sama, enggak bisa menggerakkan tubuh sama sekali. terima kasih ya sudah mau mampit :)

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge