![]() |
photo pribadi rebellina |
Saat aku pulang ke Bogor di akhir Juli 2011 tersebut, Papa dengan antusias membawakanku anak pisang ini setelah sebelumnya bersusah payah mencangkulnya untuk memisahkannya dari pohon induknya. Perjalanan kami pulang kembali ke Bogor lewat darat (karena kami naik mobil) selama hampir 1 minggu, sempat membuatku khawatir pohon pisang ini akan mati saat tiba di Bogor. Syukurlah, walau sempat mengalami stress, pohon pisang ini bertahan hidup sampai sekarang.
Sejak ditanam sampai kini, pohon ini telah dua kali berbunga (seperti dalam photo). Tepatnya ini adalah generasi yang kedua setelah generasi pertama yang kubawa mati (setelah berbunga). Bunga dari pohon yang pertama, tidak begitu bagus hasilnya. Mungkin karena tempatnya ditanam kurang cocok, agak ternaungi pohon lainnya . Setelah dipindah tempatkan, kini pohon pisang yang bernama latin Banana Musa Ornata ini berbunga lumayan bagus, walau belum optimal menurutku.
Aku tahu nama latin tanaman hias ini setelah searching di Google. Pisang jenis ini memang ditanam bukan untuk buahnya, tetapi sebagai tanaman hias karena bunganya yang berwarna menarik. Ada lebih dari 50 spesies variasi dari tanaman yang masuk family Musacea ini, diantaranya Abyssinian, Siam Yellow Banana, African Red, Milky Way, Mannii, Becarrii, Macro, Royal Purple , Royal Ruby, Royal Pink, Sumatrana (Zebrina), Bronze Banana dan Musa Velutina.
![]() |
poto pribadi rebellina |
Pohon pisang jenis ini mempunyai ketinggian sekitar 0.5 meter. Pelepah dan daun pisang ini lebih kecil. Ia juga mengeluarkan jantung dan berbunga tetapi kebanyakannya tidak menghasilkan buah. Hampir semua jantung pisang musa ornata keluar secara tegak, tidak seperti pisang biasa. Ada juga jenis pisang ini yang berbuah tetapi buahnya tidak bisa dimakan.
Bukan semata nilai estetikanya saja yang membuatku suka berlama-lama memandang pohon pisang ini dari jendela. Ada kenangan yang tentang papaku yang bersusah payah menggali tanaman ini dan membawakannya untuk kami. Bagiku, itu wujud perhatiannya pada kami. Ada juga kisah sedih dibaliknya, yakni saat seseorang kerabat dekat mencibir keberadaan pohon ini dan menganggapnya cuma pohon pisang hias yang tak berarti. Mungkin, bagi orang tersebut, keberadaan pohon pisang hias itu tidak sebanding dengan tanaman mahal yang dipunyainya. Tetapi bagiku, pohon pisang ini mengingatkanku akan rasa sayang dan perhatian papa terhadap putri sulungnya. Dan aku bertekad, pohon pisang ini akan terus tumbuh di halamanku dengan suburnya. Tentu, karena aku merawatnya dengnan cinta, dan karena ada cinta yang terpancar dari indah warna bunganya...
Bogor, 27 Maret 2013
Papa, with Zulfikar 2011 |
I Missed You Dearest Papa
with Love
Bogor, 20 September 2014
Terkadang sesuatu yg mgkn dimata org lain tdk berharga tp disisi lain sgt berharga bg org lain ya mbak.... tp menrt sy pisang ini unik banget...sy suka lihatnya mbak...cantikkk
BalasHapusiya mbak. banyak yang bilang begitu :)
HapusMerinding .. terharu .... kenangan itu teramat mahal, tak bisa dinilai dengan materi apapun.
BalasHapusiya Mbak. saat baca ini dan memandang foto Papa, airmata ini pun tak terasa luruh...
Hapusskrg tinggal dimna mbak
BalasHapus