Saya memandang ke luar jendela dengan kesal. Bagaimana tidak, beberapa pekan terakhir ini cuaca sama sekali tidak bersahabat. Mendung tebal, ditambah angin kencang, lantas kemudian disusul hujan deras, kerap mewarnai hari-hari saya. Itu belum lagi ditambah kilat dan gemuruh yang susul menyusul bikin nyali menciut.
“Ada apa Bun, kok wajahnya seperti uang seribu dilipat sepuluh?” tanya Ayah sembari menggoda yang bikin sayanya tambah jengkel.
“Lihat tuh cuaca,” kata saya sembari menunjuk sekumpulan awan gelap bergulung-gulung melalui pandangan mata padanya
.
“Minggu besok Bunda kan mau wisata bareng teman-teman blogger. Pulangnya kita berdua masih harus belanja kebutuhan rumah tangga. Kalau hujan, gimana? Kan bisa buyar semua rencana,” keluh saya.
“Wisata ya wisata saja. Dibawa santai. Apalagi kan ketemu teman-teman , biar wisatanya makin asyik. Soal belanja, kita lihat aja situasinya nanti,” kata suami memberi solusi.
Usulannya benar juga. Kalau mau wisata pikiran sudah dibawa mumet, nanti wisatanya jadi enggak asyik. Apalagi momen wisata bersama ini sudah diagendakan bareng teman-teman, di tempat wisata yang enggak biasa, yakni di Museum Tekstil Jakarta.
Usulannya benar juga. Kalau mau wisata pikiran sudah dibawa mumet, nanti wisatanya jadi enggak asyik. Apalagi momen wisata bersama ini sudah diagendakan bareng teman-teman, di tempat wisata yang enggak biasa, yakni di Museum Tekstil Jakarta.
Kesempatan yang tidak boleh terlewatkan, karena lokasi wisatanya yang unik,menurut saya.
Selama ini saya didera kebosananan, karena setiap Minggu, satu-satunya hari libur (selain tanggal merah) , kaminya cuma bisa wisata ke tempat yang itu-itu aja. Apalagi kalau bukan ke mall atau supermarket , karena sekalian berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Kalau mau wisata ke tempat khusus, harus dalam momen libur panjang, dan direncanakan sejak jauh hari sebelumnya. Ya dimaklumi, karena suami saya kan karyawan, yang harus ikut jadwal tempatnya bekerja. Jadi hari Minggu justru dimanfaatkan untuk momen belanja kebutuhan rumah tangga sambil cuci mata di mall atau supermarket. Ngebosenin juga kalau hal tersebut dilakukan tiap Minggu.
Kalau mau wisata ke tempat khusus, harus dalam momen libur panjang, dan direncanakan sejak jauh hari sebelumnya. Ya dimaklumi, karena suami saya kan karyawan, yang harus ikut jadwal tempatnya bekerja. Jadi hari Minggu justru dimanfaatkan untuk momen belanja kebutuhan rumah tangga sambil cuci mata di mall atau supermarket. Ngebosenin juga kalau hal tersebut dilakukan tiap Minggu.
Jadi, begitu ada kesempatan dari Komunitas Kriya Indonesia untuk wisata ke Museum Tekstil Jakarta, saya langsung minta ijin suami agar bisa ikut. Alhamdulillah, dia ngijinin. Jadi tenang deh hati mau ngikuti wisata ini, kecuali tentunya masalah belanja kebutuhan rumah tangga. Mak-mak rempong ya? Kemana-mana enggak bisa lepas pikirin urusan kebutuhan rumah tangga.
Ke Museum Tekstil itu ternyata enggak sulit kok. Buat saya yang berangkat dari Bogor dengan KA, berhenti di stasiun Tanah Abang dan jalan sedikit menuju ke museum. Dan begitu tiba di depan Museum Tekstil , mata saya langsung terpana dengan suasana sejuk dan area museum yang luas. Sedikit rasa lelah dan pegal kaki karena berjalan kaki , mendadak raib begitu semilir angin menyentuh tubuh.
![]() |
Museum Tekstil tampak dari depan. sumber poto di sini |
Banyak pepohonan besar yang membuat area museum sungguh nyaman untuk dijelajahi. “Wah, tidak salah nih kalau di lain waktu saya bawa anak-anak wisata ke sini,” pikir saya dalam hati. Sudah lama sih ingin membawa anak-anak jalan-jalan ke tempat wisata yang memberikan nilai-nilai edukasi, bukan hanya bersenang-senang semata. Dan setelah berkunjung sendiri ke Museum Tekstil , saya memutuskan bahwa Museum Tekstil ini masuk agenda salah satu destinasi wisata saya dan keluarga .
Layanan Honestbee yang Solutif
Sebelum diajak tour berkeliling, ternyata ada perkenalan dari Mas Toni mengenai Honestbee, sebuah aplikasi layanan belanja dan pengantar kebutuhan harian .
Honestbee menawarkan konsep layanan supermarket online, dimana kita bisa berbelanja kebutuhan bulanan tanpa datang langsung ke supermarket, melainkan dibantu oleh asisten belanja yang profesional. Asisten belanja ini, disebut dengan shopperbee, akan memilihkan produk-produk yang kita pesan dari toko yang kita inginkan. Kita hanya tinggal menunggu pesanan diantar ke tempat yang kita inginkan.
Menyimak apa yang disampaikan oleh Mas Toni sebagai wakil dari Honestbee, alamaak…, beban berat yang semula masih menggayut di benak, terangkat sudah. Tadinya hati saya masih kepikiran, “Duh.., pulang dari sini hujan enggak ya? Masih keburu enggak waktu buat belanja? De-el-el…”, langsung terjawab oleh layanan yang ditawarkan oleh Honestbee.
Honestbee menawarkan konsep layanan supermarket online, dimana kita bisa berbelanja kebutuhan bulanan tanpa datang langsung ke supermarket, melainkan dibantu oleh asisten belanja yang profesional. Asisten belanja ini, disebut dengan shopperbee, akan memilihkan produk-produk yang kita pesan dari toko yang kita inginkan. Kita hanya tinggal menunggu pesanan diantar ke tempat yang kita inginkan.
Menyimak apa yang disampaikan oleh Mas Toni sebagai wakil dari Honestbee, alamaak…, beban berat yang semula masih menggayut di benak, terangkat sudah. Tadinya hati saya masih kepikiran, “Duh.., pulang dari sini hujan enggak ya? Masih keburu enggak waktu buat belanja? De-el-el…”, langsung terjawab oleh layanan yang ditawarkan oleh Honestbee.
Gimana enggak? Layanan Honestbee solutif banget buat masalah emak-emak seperti saya ini. Dengan Honestbee, saya seperti memiliki asisten belanja yang profesional dan terpercaya yang melakukan kegiatan belanja untuk saya secara pribadi. Saya enggak perlu repot mikirin gimana harus ke supermarket untuk memenuhi kebutuhan mingguan dan bulanan rumah tangga saya, dan termasuk enggak ngerepotin suami buat antarin saya ke sana- sini. Belum lagi sisi waktu, kemacetan yang akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi, dan cuaca yang kadang kurang mendukung.
Kalau semua itu sudah diambil alih oleh asisten belanja Honestbee, waktu untuk saya dan suami beserta anak-anak, jadi lebih banyak bukan? Dan itu menambah kualitas kebersamaan keluarga. Mau wisata kemana aja pun, jadi enggak terbebani dengan urusan belanja rumah tangga. Iya enggak?
Repot enggak makai aplikasi Honestbee?
To be honest, tidak. Tapi sebelumnya, unduh dulu aplikasi Honestbee melalui app store atau Google Playstore.
Setelah itu, mendaftarkan diri, lengkapi dengan email dan password. Isi data dan alamat, jangan lupa aktifkan fitur GPS agar pesanan bisa sampai ke alamat pengiriman.
Setelah itu, mendaftarkan diri, lengkapi dengan email dan password. Isi data dan alamat, jangan lupa aktifkan fitur GPS agar pesanan bisa sampai ke alamat pengiriman.
Nah, kalau mau belanja, lihat dan pilah pilih barang dan dari toko mana yang mau dibeli. Lalu, klik tanda (+) pada bawah gambar produk. Mau tambah item barang yang dibeli, tinggal klik tanda (+). Sama mudahnya bila pun harus mengcancel barang yang telah dipilih, tinggal klik saja tanda (-)
Puas pilih-pilih barang dan memastikan semua pilihan barang belanjaan kita sudah ada di keranjang, lanjut dengan mengklik check out. Isi alamat pengiriman, jam dan waktu (hari) pengantaran barang, sistem pembayaran barang apakah dengan kartu kredit atau bayar tunai di tempat/ cash on delivery (pilih salah satu), lalu klik selanjutnya
Selanjutnya, di laman place order, terisi rincian barang-barang yang kita pesan. Kalau sudah yakin barang-barang tersebut akan dibeli, klik Cek Order. Terakhir, klik Confirm, dan order belanja pun sedang dalam proses.
Beres deh. Tinggal nunggu barang dikirim dan sampai di alamat yang kita tentukan.
Selain lewat smartphone, Honestbee juga bisa diakses melalui pc di situsnya yakni https://id.honestbee.com.
Gimana kalau barang yang kita pesan ternyata sedang kosong atau tidak ada?
Asisten belanja yang disebut shopperbee akan menelepon atau sms kita memberitahukan hal tersebut dan menawarkan alternatif penggantinya. Terserah kita sih mau diganti dengan barang lain, atau pesanan yang tidak ada tersebut dibatalkan. Barang juga bisa dikirim sesuai hari yang kita inginkan, sampai 7 hari setelah waktu pemesanan, dan waktu antar tercepat bisa cuma 1 jam sejak waktu order.
Solutif banget kan? Honestbee juga menjamin barang-barang yang kita pilih dalam keadaan segar, dan harganya sama dengan di toko asli. Buat saya, system yang ditawarkan honestbee menjadikan acara belanja saya jadi lebih praktis, mudah, dan menyenangkan, dan membuat saya bisa fokus pada hal-hal lainnya, termasuk saat menikmati wisata di Museum Tekstil Jakarta ini.
Tour Museum Tekstil Jakarta yang mengedukasi
Karena hati tak lagi direpotkan memikirkan tentang belanja kebutuhan rumah tangga (sudah ada asisten belanja pribadi di Honestbee, sih ), saya jadi lebih tenang dan leluasa mengikuti tour wisata di mueum tekstil ini. Sebelumnya saya menyimak sambutan dari Mbak Astri Damayanti selaku founder Kriya Indonesia, dan penjelasan dari Ibu Ari, yang merupakan perwakilan dari Museum Tekstil Jakarta.
Dari penjelasan yang disampaikan Ibu Ari, ternyata Gedung Museum Tekstil Jakarta ini dibangun pada abad 19. Enggak heran ya, bangunannya terkesan tua, namun tetap terawat. Selain itu, kepemilikannya telah beberapa kali berpindah tangan, dimulai dari pemilik awalnya yang konon seorang warga Negara Prancis, lalu dibeli oleh konsul Turki di Jakarta, kemudian berpindah tangan lagi kepada Dr. Karel Christian Crug di tahun 1942. Dan di awal 1945, digunakan sebagai markas dari “Perintis Front Pemuda” dan Angkatan Pertahanan Sipil dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru diproklamasikan Indonesia, smpai akhirnya pada tahun 1947 gedung ini dimiliki dan didiami oleh Lie Sion Pin.
Singkatnya kemudian gedung ini diakuisisi oleh pemerintah , dan kemudian tanggal 28 Juni 1976, diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto sebagai Museum Tekstil Jakarta.
Ibu Ari, Mbak Astrid dan seorang volunteer cantik berkewarganegaraan asing, Miss Fanny (dia warga Negara asing, namun pengetahuannya mengenai batik boleh bikin kita iri), membawa kita semua menjelajahi ruangan demi ruangan sembari memberi penjelasan mengenai batik. Saat itu, Museum Tekstil Jakarta sedang mengangkat tema dan memamerkan koleksi batik pesisir.
Batik pesisir bisa dibedakan dari batik klasik melalui motifnya yang natural, dan menonjolkan pola-pola flora dan fauna. Sedangkan batik klasik berupa symbol.
Batik pesisir bisa dibedakan dari batik klasik melalui motifnya yang natural, dan menonjolkan pola-pola flora dan fauna. Sedangkan batik klasik berupa symbol.
![]() |
Beberapa koleksi batik pesisir yang ditata apik. Perhatikan motif flora dan komposisi warna yang lebih variatif dibanding batik klasik |
Saya ingat, nenek selalu berhati-hati kalau menyuci koleksi batiknya. Beliau menyucinya tanpa memakai sabun deterjen, melainkan menggunakan semacam biji-bijian yang dulu saya kira itu kemiri.. “Nanti kainnya cepat rusak dan warnanya pudar,” kata beliau menjelaskan mengapa tidak memakai deterjen. Menjemurnya juga tidak dipanas matahari langsung, melainkan diangin-anginkan di tempat teduh.
Saat menjelajah salah satu display, mata saya tertambat pada beberapa biji di atas wadah anyaman bambu. Kenangan saya melintas ke masa silam. Biji itulah yang digunakan nenek untuk menyuci koleksi batiknya. Baru tahu saya kini, kalau itu yang disebut lerak!
Baca Juga : I'm Back
Jadi para pemilik batik, kalau nyuci batik, jangan gunakan deterjen ya, tetapi gunakan lerak yang kini pun sudah dikemas dalam bentuk praktis dan siap pakai.
Baca Juga : I'm Back
![]() |
Biji lerak. Baru pertama kali tahu bentuk biji lerak di Museum Tekstil Jakarta. |
Jadi para pemilik batik, kalau nyuci batik, jangan gunakan deterjen ya, tetapi gunakan lerak yang kini pun sudah dikemas dalam bentuk praktis dan siap pakai.
Puas menikmati koleksi kain-kain batik dan baju batik yang ada di display, kita pun menelusuri keseluruhan area museum. Salah deh kalau wisata ke Museum Tekstil Jakarta itu dianggap membosankan dan cuma melihat-lihat koleksi kain batik semata.
Karena di Museum Tekstil ini, selain bisa menikmati koleksi batik yang ada di Galeri Batik, kita juga bisa tahu beragam alat tenun kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Kebayang di hati saya, kalau bawa anak-anak, tentunya mereka akan antusias pengen nyoba menggunakan alat tenun tradisional tersebut. Pengalaman baru yang tak terlupakan pastinya.
![]() |
Info tentang koleksi kain di Museum Tekstil |
Karena di Museum Tekstil ini, selain bisa menikmati koleksi batik yang ada di Galeri Batik, kita juga bisa tahu beragam alat tenun kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Kebayang di hati saya, kalau bawa anak-anak, tentunya mereka akan antusias pengen nyoba menggunakan alat tenun tradisional tersebut. Pengalaman baru yang tak terlupakan pastinya.
Karena rencana kedepannya pengen bawa anak-anak wisata ke Museum Tekstil Jakarta, saya pun ingin tahu lebih jauh mengenai Museum Tekstil Jakarta ini melalui situsnya di museumtekstiljakarta.com, tentang fasilitas apa saja yang bisa dinikmati pengunjung.
Ternyata, selain Galeri Batik, ada juga Kebun Pewarna Alami yang menempati area seluas 2000m2, dan sering digunakan sebagai tempat event outdoor. Lalu, Perpustakaan, yang menyediakan buku-buku tentang tekstil, Laboratorium, tempat perbaikan kain tradisional dan juga menerima jasa memperbaiki kain tradisional yang rusak, Ruang Pengenalan Wastra yang menyajikan koleksi alat tenun dari berbagai daerah.Tak ketinggalan Toko Oleh-oleh yang menyediakan berbagai macam souvenir untuk dibeli dan dibawa pulang sebagai kenangan, Auditorium, Musholla, Mini Theatre, area parkir yang luas dan teduh, serta internet hotspot.
Nah, kalau sudah begini, saya yakin, wisata bersama keluarga atau pun rekan di Museum Tekstil Jakarta ini tak akan membosankan seperti yang banyak orang asumsikan sebelumnya.
Nah, kalau sudah begini, saya yakin, wisata bersama keluarga atau pun rekan di Museum Tekstil Jakarta ini tak akan membosankan seperti yang banyak orang asumsikan sebelumnya.
Selain memiliki nilai edukasi, berwisata ke Museum Tekstil juga tidak menguras kantong. Bahkan tiket masuknya bisa saya katakan jauh lebih murah dibanding value yang bisa kita ambil. Tiket masuknya saja untuk dewasa hanya RP.5000, Mahasiswa Rp.3000, dan pelajar Rp.2000. Kalau berombongan, harga tiket dapat potongan.
Lokasi Museum Tekstil Jakarta ini berada di Jl. Aipda Ks Tubun No.2-4, Tanah Abang, Petamburan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10260. Kalau naik KA, pilih yang jurusan Tanah Abang, dan berhenti di stasiun Tanah Abang. Tinggal jalan sedikit , sampai deh.
Oh ya, di Museum Tekstil Jakarta ini juga ada pelatihan membatik loh. Kalau untuk warga lokal, biayanya Rp.40.000, sedangkan untuk warga asing dikenakan biaya sebesar Rp.75.000,-. Terjangkau banget, kan?
Demo Masak Chef Jun
Puas diajak tour keliling museum, akhirnya kita semua tiba di area belakang yang luas, namun tetap terasa teduh karena banyak pohon besar di area ini. Jadi mikir, inikah area yang disebut kebun pewarna alami?
Enggak sempat mikir lama karena ternyata Chef Jun sudah siap mendemokan kreasi masakannya yang mengundang decap lidah untuk menyobanya. Rasa lelah karena lumayan juga tour keliling sebelumnya yang menguras tenaga, terbayar saat lidah mencicipi gurih legitnya Puding sarikaya gula merah buatan Chef Jun. Paduan santan dan harum manis gula merah, membuat pudding ini tidak hanya enak di lidah, tetapi juga mengundang di indra penciuman.
Baca Juga Yuk : Tuhan, Inilah Proposal Mimpi-mimpiku...
Baca Juga Yuk : Tuhan, Inilah Proposal Mimpi-mimpiku...
Sebelumnya Chef Jun sudah mendemontrasikan pembuatan resep gulai ayam rica-rica. Harum bumbu yang ditumis, sukses saat itu membuat perut kriuk-kriuk. Kemudian semakin bertambah kriuk-kriuk saat gulai ayam rica-rica tersaji di wadah. Wow.., tampilannya menggoda, banget.
Menurut pengakuan Chef Jun, bahan-bahan demo masak hari ini belinya melalui Honestbee.
Kalau mau intip-intip kreasi Chef Jun, coba saja berkunjung di instagramnya @resepdapurayah.
Menurut pengakuan Chef Jun, bahan-bahan demo masak hari ini belinya melalui Honestbee.
Kalau mau intip-intip kreasi Chef Jun, coba saja berkunjung di instagramnya @resepdapurayah.
Kunjungan wisata yang digagas Komunitas Kriya Indonesia yang bener-bener asyik tersebut, ditutup dengan sesi foto bersama. Saat beranjak pulang, saya memastikan, sepertinya ini bukan kunjungan terakhir saya ke Museum Tekstil ini. Soalnya, tempatnya lumayan buat saya kembali lagi nanti, tapi pastinya bareng anak-anak, karena banyak hal-hal baru yang bisa mereka pelajari di sini.
Sepanjang perjalanan pulang dari wisata ke Museum Tekstil Jakarta ini, saya bayangkan, setiba di rumah saya masih bisa duduk-duduk santai di rumah bareng anak-anak sambil bercerita tentang tour wisata ke Museum Tekstil Jakarta yang saya jalani. Terima kasih banget nih buat Kriya Indonesia yang membuka wawasan saya mengenai tempat wisata yang memiliki nilai edukasi.Tergambar di benak, antusiasme anak-anak saat saya akan ajak mereka ke sana suatu waktu.
Persoalan belanja? Ah, enggak perlu repot. Sudah ada asisten pribadi yang profesional dan terlatih yang bisa melakukannya untuk saya di honestbee. Saya masih bisa wisata asyik dimanapun, kapanpun, sementara asisten belanja honestbee akan membantu saya setiap saya butuhkan. Honestbee solutif banget bukan?
***
***
Sumber tulisan:
- Hadir langsung saat event Wisata Belanja di Museum Tekstil bersama Honestbee, #belanjajadimudah, tanggal 26 Pebruari 2017
- https://id.honestbee.com
- museumtekstiljakarta.com
- https://www.museumjakarta.com
- instagram honestbee: @honestbeeid
- tentang museum tekstil.docx
- Honestbee.docx
Rebellina Santy
- Hadir langsung saat event Wisata Belanja di Museum Tekstil bersama Honestbee, #belanjajadimudah, tanggal 26 Pebruari 2017
- https://id.honestbee.com
- museumtekstiljakarta.com
- https://www.museumjakarta.com
- instagram honestbee: @honestbeeid
- tentang museum tekstil.docx
- Honestbee.docx
Rebellina Santy
Halooobak Rebellina....seneng deh kita bisa kenal di event kemarin 😄 Aku sdh menggunakan 2x75rb voucher Transmart dari Honetsbee...benar memang mudah caranya ya jd ketagihan belanja. Smg sehat selalu yaaa mbak..lg musim hujan nih cu
BalasHapusiya..Eventnya selain membawa nilai edukasi, juga membuat kita jadi banyak teman. Iya nih, hujan masih kerap turun dan deras. Makasih ya sudah berkunjung
HapusMba Reeen..kangen sama tulisannya. :)
BalasHapusBetewe, honestbee udah ada di Solo belum ya? Kayaknya praktis kalo belanja bisa diwakilkan..hihi
Oya.. Museumnya luas juga yaa.. Murah banget tiket masuknya. Sayang jauh di Jakarta.
Belum ada di Solo Rien. Sekarang tinggal di Solo ya? Kalau aku main ke sana, mampir ah...
HapusWahh.. Honestbee solutif banget ya mba.. Aku juga udh coba kemarin dan next bakal pake lagi..
BalasHapusAnyway salam kenal ya ^_^
Iya Mbak Novi. Salam kenal juga ya
Hapuswah dekat statsiun tanah abang toh, ok deh kali waktu akan ke sana
BalasHapusiya Mbak. Cukup jalan kaki, enggak terlalu bikin kaki pegel kok
Hapuswah pengen honest bee ada di Surabaya...ngemas acaranya unik banget ya mba
BalasHapusTidak tertutup kemungkinan bakal melebarkan sayap ke berbagai daerah nih Honestbeenya
Hapussaya juga pengen nih wisata ke museum tekstil... belum ada waktu tapi.. makasih ya infonya...
BalasHapusAyo.., wisata ke museum bareng keluarga. Enggak nyesel loh...:)
HapusYuuuk aaah mb kalau ada acara lagi kita ikut lagi.
BalasHapusSalam kenal.
iya nih. pengennya begitu, setiap ada acara bisa diikuti :). Salam kenal juga ya
Hapusasyik ya Museum Tekstil, rindang :)
BalasHapussalah satu daya tariknya ya Mbak. Lokasinya adem
Hapus