Kamis, 10 Oktober 2013

Cinta Dalam Sepotong Cemilan

Bermula dari Si Bungsu yang keranjingan makan roti , baik roti tawar mau pun jenis roti lainnya. Enggak tahu nih kenapa anak saya yang usianya baru menjelang 3 tahun Desember mendatang ini suka banget dengan roti. Tengah malam terbangun pun yang dimintanya juga roti. Padahal makannya sih alhamdulillah,  enggak masalah. Artinya, Si Bungsu ini makannya normal, 3x sehari dan lahap pula. Tetapi untuk cemilan, anak-anak memang tidak saya ijinkan jajan sembarangan. Paling-paling biskuit, atau snack yang saya buat sendiri, dan roti.

www.rebellinasanty.blogspot.com

www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com




Kalau roti, semua anak-anak saya memang sangat suka roti, terutama sekali Si Bungsu ini. Sebelum Si Bungsu lahir, saya cukup rajin bikinnya. Maklum, tenaganya  masih ada buat nguleni roti sampai elastis. Dan juga buatnya paling banyak sebulan sekali. Tetapi semenjak Si Bungsu kenal dengan roti, duh..,hampir tiap minggu roti harus selalu tersedia untuknya, karena ayahnya enggak tega melihat dia suka merengek-rengek minta roti. Untuk membuatnya sesering mungkin, saya enggak sanggup deh. Tenaganya udah enggak kuat. Jadinya beli. Untung sekarang semenjak ada L**t* M**t, kebutuhan akan roti yang enak dan 'lumayan murah' bisa terpenuhi. Satu bungkus besar yang isinya kurang lebih 30 lembar roti tawar, bisa diperoleh dengan harga Rp.9.900 (dulu waktu baru buka, masih Rp.8.900). Rotinya enak dan lembut banget. Tidak heran, setiap beli 2 bungkus besar, pasti deh segera ludes dalam waktu singkat.

www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com


Seperti biasa, kali ini pun Si Bungsu merengek-rengek minta roti. Lagi-lagi ayahnya berjanji untuk membelinya nanti sore di tempat biasa. Tapi tetep aja masih rewel minta dibelikan roti saat itu juga. Untungnya, enggak lama kemudian dia tertidur  bareng kakak-kakaknya. Lumayan lega nih kuping dari kicau rewelnya.

Saat memandang wajah anak-anak yang tidur siang, entah mengapa saya jadi teringat ekspressi kegembiraan anak-anak setiap kali saya membuatkan sesuatu untuk mereka. Mulai dari bakpau isi ayam saus manis, egg roll, aneka  pastry, pizza,  cake, pisang molen, sus, dan terutama roti serta banyak aneka camilan lainnya. Tampilannya sih memang tidak seperti yang dijual di toko atau yang mejeng cantik di blog teman-temanyang punya hobi kuliner  (karena saya enggak begitu telaten untuk kerapihan bentuk), tapi kalau soal rasa..., enggak pernah mengecewakan anak-anak dan suami deh. Bahkan saya sampai punya klipping tersendiri untuk kumpulan resep pilihan saya yang disukai anak-anak.
www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com

 Namun sudah setahun terakhir ini saya jarang sekali membuatkan sesuatu yang khusus untuk mereka. Selain masalah ekonomi, fisik saya terutama sakit kepala yang sering menyerang membuat saya jadi malas melakukan sesuatu yang menyita waktu dan tenaga. Kalau pun buat camilan, saya pilih yang paling gampang bikinnya, dan tidak harus mengeluarkan peralatan baking.

Ternyata masa-masa rajinnya saya membuatkan sesuatu untuk anak-anak begitu dirindukan oleh mereka, . sampai-sampai anak saya yang sulung kerap bertanya, "Kapan lagi nih Bunda bisa buatkan kita kue kayak dulu ya?"
www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com www.rebellinasanty.blogspot.com

Ah.., tiba-tiba saya pun jadi merindukan ekspressi kegembiraan mereka saat menunggu cemilan yang saya buat selesai. Mumpung mereka lagi tidur, saya ingin membuatkan sesuatu untuk mereka sebagai hadiah kejutan nantinya saat mereka bangun. Saya lihat jam dinding, pukul 3 sore. saya cek persediaan bahan makanan. Ternyata kalau untuk membuat resep roti , semua bahan tersedia. Estimasi waktu pembuatan roti sampai selesai siap santap berdasarkan pengalaman, adalah 3 jam. Berarti, kalau saya mulai dari jam 3, sekitar  menjelang magrib baru tuntas. Memang sudah tidak tepat lagi waktunya untuk jadi cemilan, tapi daripada tidak jadi membuatnya?

"Yah, enggak usah jadi deh kita beli rotinya nanti sore," kata saya akhirnya setelah memutuskan akan membuat sendiri roti. Pilihannya adalah Roti Perancis. selain bisa sebagai teman minum teh,susu atau kopi, Roti Perancis ini juga bisa diberi aneka toping yang disukai anak-anak, terutama toping isi pizza. Membuatnya juga enggak seribet bikin roti jenis lain yang harus diuleni sampai elastis. Hanya untuk proofingnya yang butuh waktu agak lama.


"Memang Bunda enggak capek membuatnya?" balik tanya suami yang khawatir fisik saya terkuras nantinya. Dia memang selalu perhatian pada masalah kesehatan saya, (alhamdulillah..)

"Enggak apa-apa. daripada beli terus-terusan. Mending uangnya digantikan untuk beli yang lain. Lagi pula Bunda memang kepengen buatkan sesuatu untuk anak-anak. Sudah lama enggak bikin apa-apa buat mereka".

Akhirnya, jadi deh hari ini saya membuatkan cemilan untuk anak-anak. Bukan hanya Roti Perancis saja yang selesai saya buat, tetapi juga Cake Tepung ketan Hitam pun berhasil terhidang untuk mereka. Dan benar saja, saat anak-anak terbangun, saya melihat binar-binar kegembiraan di mata mereka. Semoga saja, seperti saya merasakan kegembiraan mereka mengalir di hati saya, mereka pun merasakan cinta saya pada mereka  disetiap gigitan makanan yang mereka kunyah. Love you all my dears ...



Notes: Semua photo-photo makanan di atas adalah milik pribadi Rebellina

10 komentar:

  1. ternyata pinter bikin masakan nih :)

    kl sy jarang bikin camilan krn kurang suka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak begitu pinter sih Mbak, cuma suka menyenangkan hati anak-anak dan suami dengan memanjakanlidah mereka, hehehe.

      Hapus
  2. huaaaa, ternyata mba rebbelina pinter banget masak dan bikin kue/roti. Kalau masak aku suka mba, tp kalo bikin kue atau roti gak kebayang xixixi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak sampai pinter banget kok Mbak Irmna. jadi malu malah ama yg sudah senior dalam dunia perbakingan, hehehe. cuma bisa aja, n just for family :)

      Hapus
  3. Yummy Mbak he he, aku juga lagi belajar masak nih :P Ya memang kalau beli lebih mudah ya, hemat tenaga juga. Tapi pengen gitu bisa membuatkan sesuatu untuk keluarga. Walau rasa dan tampilan kalah sama yang di jual di resto/toko kue, tapi kan dibuat dengan cintanya itu yang bikin nendang hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau beli memang enggak capek tenaga, tetapi kalau bisa bikin, puas hati rasanya. apalagi itu, kalau anak-anak dan keluarga suka dan muji rasanya. wah.., selangit deh, hehehe. selaamat belajar masak. pastiketagihan deh nantinya :)

      Hapus
  4. Waw, menggiurkan lihat foto2nya mbak. Gak kepikir buat dijadiin lahan bisnis mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saat ini belum. habis waktunya kesita ngurusi buah hati dan nulis. mungkin suatu hari nanti kalau anak-anak dah besar dan saya bisa konsisten di bidang kuliner ini.

      Hapus

Hai.., Terima kasih sudah mau baca tulisanku. Jika berkenan, beri komentar ya. Setiap komentar insha Allah pasti dibalas, kecuali yang nyepam dan SARA ya. Komentar anda, membantu banget buat perbaikan Blog ini. Salam, Rebellina :)

badge